Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
40. Memilih Gaun


__ADS_3

Sejak pagi Lilian sangat sibuk memilih gaun sederhana yang akan ia kenakan. Pasalnya hari ini adalah hari dimana Lilian sudah bisa beraktifitas dengan normal kembali setelah beberapa hari beristirahat di atas ranjangnya.


Hari ini Lilian berencana jalan-jalan disekitar pasar bersama kedua sahabatnya yaitu Fania dan Violet. Mereka berencana mengunjungi tempat-tempat yang dulu pernah mereka kunjungi bersama.


Setelah mendapat ijin dari Ayah dan Kakaknya, Lilian langsung pergi menemui kedua sahabatnya yang sedari tadi sudah menunggunya disalah satu kedai makan yang berada ditengah pasar. Saat sampai Lilian langsung mengambil tempat duduk dihadapan kedua sahabatnya.


"Apakah kalian sudah lama menunggu ku?" Tanya Lilian.


"Tidak kok...kami juga baru sampai." Ucap Fania.


"Baguslah kalau begitu...apakah kalian sudah memesan makanan?" Tanya Lilian kembali.


"Ya...kami juga sudah memesankan makan untuk mu." Ucap Violet tersenyum ke arah Lilian.


Lilian mengangguk pelan dan tidak lama kemudian makanan pesanan mereka datang. Setelah mengucapkan terima kasih kepada salah satu pekerja kedai, ketiganya langsung mengambil makanan masing-masing.


"Lilian apakah kamu sudah tahu bahwa pihak istana akan mengadakan pesta untuk menyambut salah satu petinggi istana kerajaan tetangga?" Tanya Violet.


Lilian menggeleng Pelan kemudian meneguk air minumnya. "Tidak...aku belum tahu, memangnya kapan acaranya?" Tanya Lilian kembali.


"Katanya sih besok malam...aku juga baru tau tadi pas surat pemberitahuannya sampai di rumah ku." Ucap Violet.


"Aku juga baru tahu tadi pas mau berangkat kesini." Ucap Fania.


"Dengar-dengar nih ya...petinggi tersebut datang untuk mengajukan kerjasama dengan kerajaan kita." Ucap Violet pelan agar tidak ada yang mendengar ucapannya.


"Lalu? Bukannya itu hal baik ya? Menjalin kerjasama dengan kerajaan tetangga itu artinya kita mempererat tali hubungan kita dan jika suatu saat nanti dibutuhkan maka kita akan selalu siap membantu begitupun sebaliknya." Ucap Fania.


"Iya...namun aku juga mendengar rumor kalau petinggi tersebut datang untuk meminta sesuatu." Ucap Violet.


"Meminta apa?" Tanya Lilian penasaran.


"Entahlah...katanya sih hal itu akan dibicarakan selama pesta berlangsung." Ucap Violet.


"Apa tidak masalah hal penting dibicarakan selama pesta berlangsung? Bukannya kalau kita sedang membahas sesuatu yang penting itu harus ditempat yang tenang agar kita bisa mengolah informasi yang diberikan." Ucap Lilian.


"Ya...aku juga sependapat dengan mu, namun katanya sih itu sudah menjadi budaya kerajaan itu." Ucap Violet.


"Memangnya kerajaan itu berada di wilayah mana?" Tanya Lilian.


"Katanya sih ada jauh di wilayah barat sana." Ucap Violet.


"Kok perasaan aku nggak enak ya? Logisnya begini...kerajaan itu letaknya berada sangat jauh di wilayah barat sana lalu kemudian tanpa ada sebabnya mereka datang terus mengajukan kerjasama dengan kerajaan kita." Ucap Fania.


"Mungkin saja mereka tertarik dengan sesuatu yang ada di kerajaan kita." Ucap Violet.


"Nah...itu maksud aku...kerajaan kita adalah salah satu kerajaan terbesar di benua ini...sepak terjang kerajaan kita sudah banyak diketahui banyak orang, kerajaan itu datang bukan hanya ingin menjalin kerjasama saja namun kerajaan itu meminta sesuatu dari kerajaan kita yang pembahasannya pun harus di acara pesta." Ucap Fania.

__ADS_1


"Benar yang dikatakan Fania...aku kok merasa ada yang aneh, meski aku tidak mengingat apapun namun perasaan ku merasa khawatir dengan kedatangan kerajaan itu." Ucap Lilian.


"Begini saja...kita akan cari tahu hal ini lagi pas di acara pesta nanti, ku dengar yang diundang hanyalah keluarga bangsawan saja...nanti kita lihat dan saksikan apa yang diinginkan petinggi itu." Ucap Violet.


"Benar...kita lihat saja dulu apa yang ingin dibahasnya." Ucap Lilian.


"Kalau begitu apakah kalian sudah menentukan gaun apa yang akan kalian kenakan nanti pas di acara pesta?" Tanya Fania.


"Karena aku belum tahu maka aku belum menentukannya." Ucap Lilian.


"Bagaimana setelah ini kita pergi mencari gaun yang akan kita gunakan untuk acara nanti?" Tanya Violet.


"Sekarang aja ayo...lagian kita sudah selesai makan." Ucap Fania.


"Ayo." Ucap Violet dan Lilian samaan.


°°°


Setelah menentukan toko mana yang akan di kunjungi, ketiga gadis tersebut langsung berjalan menuju sebuah toko yang menjual gaun-gaun yang biasa digunakan ke acara pesta kerajaan.


Lilian mencari gaun yang sederhana namun tetap elegan saat dipakai ke pesta.


"Kau ingin gaun yang seperti apa Lilian?" Tanya Fania.


"Aku ingin gaun yang sederhana saja, aku tidak ingin memakai sesuatu yang membuat ku ribet sendiri saat pesta berlangsung." Ucap Lilian.


"Kalau gitu kita coba cari sebelah sana saja." Tunjuk Violet ke salah satu bagian toko yang belum mereka lewati.


Lilian menghembuskan napas pelan. "Sepertinya gaun-gaun disini tidak ada yang cocok dengan keinginan ku." Ucap Lilian sendu.


"Satupun tidak ada?" Tanya Violet tak percaya.


"Ku rasa begitu...aku ingin gaun yang sederhana...gaun-gaun disini memiliki jahitan yang rumit." Ucap Lilian.


"Ini aneh...dulu kau sangat suka dengan gaun-gaun yang mempunyai model jahitan berlapis seperti ini." Ucap Violet sambil memperlihatkan sebuah baju yang terpajang.


"Ya...mungkin itu dulu...akhir-akhir ini aku tidak bisa berjalan dengan baik...aku selalu saja terjatuh dan kehilangan keseimbangan tubuh ku, kalau aku memaksa memakai baju berbahan jahitan lapis seperti itu takutnya akan membuat ku kesusahan sendiri." Jelas Lilian.


"Oh ya...? Dimulai sejak kapan?" Tanya Fania penasaran.


"Entahlah...saat pertama bangun dari kecelakaan yang membuat ku kehilangan ingatan waktu itu tubuh ku masih normal namun sebelum aku terjatuh dari kuda tubuh ku memang tidak bisa berjalan seimbang." Jelas Lilian.


"Sebaiknya nanti kau bicarakan dengan tabib siapa tahu dia punya obatnya." Ucap Fania.


"Ya...seharusnya sudah dari lama aku memberitahu tabib kondisi ku ini." Ucap Lilian.


Saat ketiganya sedang asik mengobrol tentang gaun mana yang akan mereka pilih tiba-tiba seseorang datang dan membuat ketiganya berbalik menatap orang tersebut.

__ADS_1


"Hei bukankah ini suatu kebetulan yang menarik kita bisa bertemu disini?" Ucap Raina tersenyum sinis ke arah Lilian.


"Mungkin." Ucap Violet datar.


Raina masih tersenyum sinis ke arah Lilian. "Terakhir kali saya dengar Anda terjatuh di atas kuda saat berlatih... Saya sedikit prihatin dengan kondisimu Nona Lilian dan maaf ya saya tidak sempat menjenguk mu karena saya punya banyak sekali urusan yang meski saya urus." Ucapnya.


"Oh terima kasih atas sedikit perhatiannya...Nona Raina tidak perlu meminta maaf kok...saya juga sudah sangat sehat." Ucap Lilian.


"Oh ya..? Saya pikir Nona Lilian akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama lagi untuk cepat pulih." Ucap Raina masih tersenyum sinis.


"Apakan Nona Raina sedang berharap kalau Lilian akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih?" Tanya Violet mulai kesal.


"Oh tidak...tidak...saya tidak pernah berharap seperti itu...saya HANYA mengira kalau Nona Lilian sedikit membutuhkan waktu untuk pulih." Ucap Raina dengan menekankan kata hanya dalam kalimatnya.


"Tenang saja kondisi Lilian sudah sangat membaik kok, saking baiknya Lilian sekarang sedang memilih gaun untuk dikenakannya di pesta besok." Ucap Fania.


Raina membulatkan matanya terkejut mendengar ucapan dari Fania. "Nona Lilian akan ke pesta juga." Tanya Raina penasaran.


"Tentu saja Lilian akan pergi...Ayahnya adalah seorang Duke tertinggi jadi wajar saja Lilian di undang, kenapa Nona Raina begitu terkejut?" Tanya Fania kembali.


"Ahh tidak...tidak...saya hanya bertanya biasa saja kok." Ucap Raina.


"Biasa saja tapi kok matanya sampai mau keluar gitu saat mendengar Lilian akan pergi ke pesta itu." Ucap Violet.


"Tidak..." Ucapan Raina terhenti saat ia mendengar suara yang begitu ia kenali berada tepat dibelakangnya.


"Kau di sini?" Tanya Seint.


Raina berbalik dan tersenyum cerah ke arah Seint. "Iya...aku di sini, apakah kau mencari ku?" Tanya Raina dengan mata berbinar.


"Kenapa kau hanya diam saja?" Tanya Seint kembali.


"Ah tidak...aku sekarang sedang berbicara dengan mu." Ucap Raina masih terlihat senang.


Seint berjalan mendekat ke arah Raina yang sekarang terlihat sangat senang dan saat sampai Seint malah berjalan melewatinya dan berhenti tepat dihadapan Lilian, Fania dan Violet.


Ekspresi Raina langsung berubah masam saat Seint berjalan melewatinya, sedangkan Fania dan Violet sedang mati-matian menahan tawa mereka.


"Aku mencari mu sedari tadi." Ucap Seint menatap lembut ke arah Lilian. "Apa yang kau lakukan di sini." Lanjutnya.


"Aku sedang memilih gaun yang akan aku kenakan besok namun belum ada yang membuat ku tertarik." Ucap Lilian.


"Aku sudah memilihkannya untuk mu." Ucap Seint kemudian menggenggam tangan Lilian dan membawanya keluar dari toko tersebut.


Fania dan Violet berjalan mengikuti Seint dan Lilian yang sudah berjalan sedikit jauh, sebelum mereka berjalan melewati Raina kedua gadis tersebut sempat menertawakannya dan membuat Raina semakin kesal dan mengepal erat kedua tangannya.


"Lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu saat pesta berlangsung nanti." Ucap Raina menatap marah ke arah pintu keluar toko.

__ADS_1


°°°


Selamat membaca semua...jangan lupa tinggalkan jejak ya ☺️


__ADS_2