Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
133. Rangkaian Beberapa Kejadian


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, selama itu ada banyak sekali kejadian yang sudah banyak terjadi. Mulai dari Kelompok Kesatria Elang yang saling menyerang satu sama lain dengan Tuan Marquis Gaustark dan rekan-rekannya.


Rencana Raja Reinal dan yang lain dalam memecah mereka ternyata berhasil. Setelah kedua kubu sama-sama dirugikan dengan kebakaran yang terjadi, Marquis Gaustark kembali merencanakan sesuatu untuk membalaskan perbuatan Kelompok Kesatria Elang dengan cara mengirim seseorang untuk menyebarkan racun udara disekitar kediaman.


Karena tempat itu sedang dalam penyelidikan oleh pihak Istana dan dijaga oleh banyak prajurit. Rencana Marquis Gaustark untuk membalas mereka akhirnya gagal. Tidak berhenti sampai di sana, Marquis Gaustark berencana untuk kembali membubuhkan racun kedalam bahan makan Kelompok Kesatria Elang, namun lagi-lagi sebelum mereka berhasil memasukan racun seorang Murid melihat dan meneriaki orang tersebut.


Lalu giliran Kelompok Kesatria Elang yang membalaskan perbuatan Marquis Gaustark dengan cara memberikan bukti secara tidak langsung kepada seorang prajurit dan melaporkannya kepada Raja Reinal.


Setelah mendapatkan bukti jahat perbuatan Marquis Gaustark, Sang Raja akhirnya memanggilnya dengan beberapa orang rekan untuk penyelidikan. Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, Marquis Gaustark dan rekannya mendapatkan tahanan luar Istana. Dimana semua pergerakan mereka akan diawasi oleh semua prajurit.


Hal itu membuat Tuan Besar mereka marah dan melimpahkan semua kekesalannya kepada Kelompok Kesatria Elang karena telah merusak rencana yang selama ini ia siapkan. Tuan Besar itu mengucapkan mantra khusus sehingga kediaman Kelompok Kesatria Elang harus mendapatkan kutukan. Semua Muridnya jatuh sakit dan begitu pula dengan beberapa Tetua dan Guru.


Alben Benito mencoba mencari solusi untuk masalah kediamannya dengan meminta bantuan pihak Istana. Karena penasaran dengan penyakit yang dialami oleh Kelompok Kesatria Elang, Raja Reinal akhirnya mengirimkan beberapa tabib terkenal untuk memeriksa kondisi di sana. Setelah dilakukan pemeriksaaan secara keseluruhan, Tabib mengatakan jikalau penyakit yang mereka derita sangatlah aneh.


Penyakit itu seperti seseorang yang mengalami gatal-gatal dan kehilangan kesadaran. Siapa saja yang tidak sengaja mengenai lukanya maka orang itu akan mendapatkan penyakit yang sama atau menular. Meski tanda-tanda penyakit terlihat, namun Tabib tidak bisa mendiagnosis penyakit apa yang telah mereka dapatkan.

__ADS_1


Khawatir penyakit itu akan menyebar, Raja Reinal mengeluarkan perintah agar menutup semua akses dengan Kelompok Kesatria Elang bagi orang luar. Orang-orang yang di ijinkan masuk hanyalah orang-orang yang memiliki kepentingan saja. Bagi yang tidak berkepentingan maka mereka tidak akan diijinkan masuk karena khawatir akan mendapat penyakit yang sama.


Penasaran dengan kasus yang terjadi dengan Kelompok Kesatria Elang, Lilian sangat ingin melihat apa yang terjadi di sana. Seint, Duke Marven, Zheyan dan Asgar melarang keras Lilian untuk mendekati wilayah itu. Bukan Lilian namanya kalau tidak memaksakan diri untuk t


pergi ke sana.


Lilian memikirkan banyak cara agar dapat lolos dari keempat orang itu meski harus gagal terus namun Lilian masih saja bertekad untuk pergi. Akhirnya Seint dan yang lainpun mengijinkannya pergi karena Lilian memberikan ancaman kabur bersama Citto. Setelah melihat keadaan disana, Lilian mengatakan jikalau penyakit itu mirip seperti kutukan.


Lilian memberikan sebuah buku kepada Seint untuk dibaca. Isi buku itu mengatakan ciri-ciri orang yang mendapatkan kutukan, penyakit yang dialami oleh Kelompok Kesatria Elang sama halnya dengan sebuah kutukan yang tertulis dalam buku tersebut.


Setelah yakin dengan perkiraan mereka, Seint mencoba sebuah metode yang ia pelajari pada buku mantra yang terakhir kali Raja Reinal suruh pelajari. Setelah menyiapkan semua yang dibutuhkan, Seint kemudian membacakan sebuah mantra untuk mematahkan kutukan itu. Tidak lama bahan yang Seint dan Lilian siapkan terbakar sampai benar-benar hangus pertanda kutukan yang Kelompok Kesatria Elang terima telah berpindah kebahan-bahan yang terbakar.


Kondisi Kelompok Kesatria Elang mulai membaik namun bekas kutukannya tidak mudah patah. Mereka masih merasakan rasa sakit meski kutukan itu telah diangkat. Sebagai Pemimpin Alben Benito merasa marah dan sangat mengenal siapa yang telah memberikan mereka kutukan, siapa lagi kalau bukan seseorang yang mereka sebut dengan Tuan Besar.


Alben Benito bertekad untuk menghancurkan rencana Tuan Besar karena benar-benar telah mengkhianati dan memberikan mereka kutukan. Pada bulan purnama nanti, Kelompok Kesatria Elang akan menyiapkan semua sesuai rencana awalnya namun bukan untuk menyerang Istana akan tetapi menyerang seseorang yang mereka panggil Tuan Besar.

__ADS_1


Meski kekuatan Kelompok Kesatria Elang sudah banyak berkurang, namun mereka memutuskan tidak akan membantu Tuan Besar untuk mencapai tujuannya. Kelompok Kesatria Elang sudah tidak memiliki pilihan lain lagi, Jika mereka hanya melihat maka pada akhirnya Tuan Besar akan menghancurkan mereka dan jika mereka membantu melawan setidaknya mereka masih memiliki harapan untuk meminta pada Raja Reinal hukuman yang ringan pada nantinya.


°°°


Persiapan malam lentera yang disiapkan sendiri oleh Raja Reinal telah siap. Setelah sebelumnya ada banyak sekali bangsawan tinggi yang mengajukan diri untuk mengurus persiapan malam lentera namun langsung mendapatkan penolakan dari Raja Reinal langsung.


Raja Reinal sudah memprediksi semua itu akan terjadi, namun dia masih tetap pada pendiriannya untuk mengurusnya sendiri. Mulai memastikan sendiri keamanan dan juga memastikan sendiri semua rencana yang akan ia laksanakan pada malam lentera nanti.


Seint juga terlihat sangat sibuk mempersiapkan semuanya bersama dengan Zheyan, Asgar dan Artem. Sejak Raja Reinal mengatakan malam lentera jatuh bersamaan dengan malam bulan purnama, mereka dengan detail mempersiapkan semua yang mereka perlukan pada malam itu.


Lilian juga mendapat tugas memastikan agar semua Putri Bangsawan tidak menggunakan gaun yang akan menyusahkan mereka pada malam lentera nanti. Lilian mengambil bagian mengurus semua undangan yang akan dikirim ke semua keluarga bangsawan dengan melampirkan keterangan yang sebelumnya telah mereka sepakati secara bersama dan dibantu oleh Fania dan Violet sahabatnya.


Meski ada banyak sekali keluarga bangsawan yang tidak menerima keputusan itu namun mereka tidak bisa mengatakan ketidak setujunya karena undangan dan lampiran yang dikirim Lilian terdapat stempel Raja Reinal yang berarti itu adalah sebuah titah. Seseorang yang tidak mematuhi ucapan Raja akan dianggap sebagai penghianat.


Disisi lain, Duke Marven dan Baron Avalon membantu Raja Reinal memastikan semua barang-barang yang akan digunakan pada malam lentera tidak berbahaya dan tidak akan melukai siapapun. Mereka juga memastikan jika pihak lawan tidak sedang menyiapkan sesuatu yang akan mempermudah pihak lawan untuk melawan mereka.

__ADS_1


Semua orang terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan masing-masing hingga hari yang semua orang nantikan akhirnya tiba juga.


°°°°


__ADS_2