
Setelah menarik Lilian menjauh dari toko gaun, Seint membawa Lilian berjalan menuju danau buatan yang sering Lilian kunjungi.
"Kau akan membawa ku kemana?" Tanya Lilian bingung.
"Danau." Jawab Seint dingin.
"Kenapa harus ke sana?" Tanya Lilian kembali.
Seint berhenti berjalan dan berbalik menatap ke arah Lilian. "Berisik." Ucapnya.
Lilian menghentakkan tangannya yang sedari tadi terus Seint genggam. "Kalau berisik pergi saja sendiri." Ucap Lilian dan membuang muka ke sembarang arah.
"Kau ingin kembali ke toko?" Tanya Seint dengan raut datarnya.
"Bisa jadi begitu." Ucap Lilian cuek.
"Kau ingi terus berada bersama Raina?" Tanya Seint.
Lilian menatap Seint kesal. "Tidak...keinginan terbesar ku adalah tidak bertemu dengannya di manapun dan kapanpun." Ucap Lilian menatap kesal ke arah Seint.
"Kalau begitu lebih baik kau ikut aku." Ucap Seint kembali menarik tangan Lilian untuk berjalan.
"Tapi aku harus memilih gaun untuk ku kenakan nanti di pesta." Ucap Lilian sambil berusaha menarik tangannya dari genggam tangan Seint.
Seint masih tetap mempererat genggaman tangannya. "Sudah ku pilihkan untuk mu." Ucap Seint.
"Ha...? Kapan? Dan dimana bajunya?" Tanya Lilian beruntun.
"Dikediaman mu." Ucap Seint datar.
"Kalau gaunnya terlalu ribet aku tidak akan memakainya." Ucap Lilian.
"Kau tetap harus memakainya meski kau tidak ingin." Ucap Seint datar.
"Aku tidak suka gaun yang ribet, gaun yang seperti itu selalu membuat ku susah untuk bergerak." Lilian berhenti berjalan saat mereka telah sampai ditepi danau buatan.
"Kau akan menyukainya." Ucap Seint sambil duduk di atas rumput seperti biasanya yang juga diikuti oleh Lilian.
"Baiklah." Ucap Lilian pasrah.
"Jangan berdandan secara berlebihan di pesta nanti!" Ucap Seint dingin sambil menatap dalam ke arah danau.
"Kenapa?" Tanya Lilian.
"Karena di sana nanti akan ada banyak orang yang melihat mu." Ucap Seint.
"Namanya juga pesta pasti banyak orang yang hadir." Ucap Lilian.
"Maka dari itu jangan terlalu berdandan secara berlebihan." Ucap Seint menatap dalam ke arah Lilian.
"Ka...kau kenapa sih?" Tanya Lilian gugup.
"Aku tidak ingin berbagi." Ucap Seint.
__ADS_1
"Berbagi apa?" Tanya Lilian bingung.
"Berbagi keindahan dengan orang lain." Ucap Seint sambil tersenyum manis ke arah Lilian.
Blushhh pipi Lilian langsung bersemu merah mendengar ucapan Seint. "Sadar Lilian...sadar..." Batin Lilian.
"Kenapa ini sangat merah?" Tanya Seint sambil mengelus pelan pipi Lilian. "Kau sakit?" Tanya Seint lembut.
Jantung Lilian berdegup sangat kencang dan tubuhnya menegang saat Seint mengelus lembut pipinya. "Sadar Lilian...sadar...dia hanya milik Lilian asli...maka dari itu kau harus tetap sadar." Runtuknya dalam hati sambil memejamkan matanya.
"Apa yang kau pikirkan disini?" Tanya Seint sambil mengelus lembut kening Lilian.
Lilian membuka matanya dan menatap ke arah Seint. "Tidak ada." Ucap Lilian cepat.
"Kau jangan terlalu sering mengerutkan kening mu." Ucap Seint sambil mengelus pelan kening dan alis Lilian.
"Kenapa?" Tanya Lilian.
"Karena cantikmu akan sedikit pudar." Ucap Seint tersenyum lembut ke arah Lilian.
Kembali wajah Lilian memerah seperti tomat. "Sadar Lilian...Lilian asli akan marah kepada mu." Runtuknya dalam hati.
Melihat Lilian tidak merespon ucapannya, Seint mendekatkan wajahnya ke wajah Lilian. Semakin lama wajah Seint semakin dekat dengan wajah Lilian.
Lilian sendiri gugup setengah mati saat melihat Seint mendekatkan wajahnya, secara spontan ia memejamkan kedua matanya yang membuat Seint bingung.
Seint awalnya hanya ingin memeriksa apakah Lilian baik-baik saja atau tidak saat ia melihat wajah gadis tersebut semakin memerah. Lama Seint terdiam dari kebingungannya dan tersenyum cerah saat menyadari sesuatu. Seint mendekatkan wajahnya dan mencium lembut kening Lilian lama.
"Kau hanya perlu bilang kalau ingin ku cium, jangan memberiku kode...untung saja aku mengerti dengan kode yang kau berikan." Ucap Seint santai.
"Aku mencium mu karena kau memberikan ku sebuah kode." Ucap Seint tersenyum.
"Mana ada...aku tidak pernah memberi mu kode untuk men...me..pokoknya itu." Ucap Lilian kesal.
Seint tersenyum. "Kalau kau sedang tidak memberi ku kode lalu kenapa kau memejamkan kedua mata mu?" Tanya Seint.
"Itu karena kau mendekatkan wajah mu ke wajah ku." Ucap Lilian.
"Ya...aku mendekatkan wajah ku untuk memeriksa apakah kau baik-baik saja...karena aku melihat pipi mu semakin memerah...kau malah memejamkan mata...bukankah secara tidak langsung kau ingin aku cium?" Tanya Seint sambil tersenyum cerah.
Lilian membulatkan mata sempurna. "Kalau begitu kenapa kau malah mencium ku benaran?" Ucap Lilian kesal.
"Aku tidak akan melewatkan kesempatan yang kau beri." Ucap Seint senang.
"Aku tidak pernah memberi mu kesempatan untuk menc...men itu." Ucap Lilian gugup di akhir kalimatnya.
"Lalu kenapa kau malah memejamkan mata mu?" Tanya Seint senang menggoda Lilian.
"Akhhhh terserah kau saja." Ucap Lilian kesal dan membuang muka ke arah Lain.
Seint tersenyum lembut dan mengelus pelan kepala Lilian. "Kau tambah menggemaskan saat kau merajuk seperti ini." Ucapnya sambil memainkan rambut Lilian.
"Aku sedang tidak merajut." Ucap Lilian ketus.
__ADS_1
"Lalu apa namanya? Kau membuang muka dan tidak ingin melihat ku." Ucap Seint lembut.
Lilian menatap Seint kesal. "Karena kau sangat menyebalkan." Ucap Lilian kesal.
"Kalau begitu aku minta maaf karena telah membuat mu kesal." Ucap Seint lembut.
Lilian mengerjapkan matanya bingung. "Ini orang beneran minta maaf?" Batin Lilian.
"Sudah ku bilang jangan mengerutkan kening mu." Ucap Seint sambil mengelus pelan kening Lilian.
"Sejak kapan?" Tanya Lilian aneh.
"Sejak kapan apa?" Tanya Seint kembali.
"Sejak kapan kau mulai menyukai ku? Maksud ku selama ini ada banyak gadis yang menyukai mu namun kenapa kau malah memilih ku?" Tanya Lilian penasaran.
Dalam diri Lilian sekarang sedikit berharap kalau Seint menjawab saat ia sudah kehilangan ingatannya.
Seint tampak berpikir sebentar. "Mungkin saat kau selalu saja mengikuti ke manapun aku pergi." Ucap Seint.
Lilian tampak kecewa mendengar ucapan Seint. "Lilian asli benar kalau Seint terlebih dahulu menyukainya dan aku hanya penyambung nya saja." Batin Lilian.
"Kenapa kau terlihat seperti orang yang sedang kecewa?" Tanya Seint.
"Ah...tidak...bisa kau ceritakan kenapa kau bisa menyukai ku?" Tanya Lilian.
"Entahlah...aku juga tidak tau...namun jelasnya adalah aku tidak pernah merasa terganggu saat kau mengikuti ku kemanapun aku pergi...saat aku berada didekat gadis lain aku selalu saja merasa tidak nyaman namun beda halnya dengan mu." Ucap Seint mengingat ke masa lalunya.
Dimana dia selalu menatap lama wajah Lilian yang tertidur lelap disebuah perpustakaan ibukota. Lilian selalu mengikutinya kemanapun ia pergi termasuk saat Seint pergi membaca buku di perpustakaan. Karena aturan tempat itu dilarang berisik maka Lilian memutuskan untuk menunggu Seint selesai membaca hingga akhirnya ia tertidur dengan menggunakan tangannya sebagai bantal.
Seint sangat senang melihat wajah damai Lilian saat tertidur. Lilian sangat aktif saat ia sedang membuka matanya dan terlihat sangat tenang saat ia tertidur. Seint juga mengingat kelakuan-kelakuan aneh yang Lilian lakukan saat bersamanya. Untuk selalu menjaga kerahasiaannya Lilian bahkan pernah membujuk Permaisuri untuk menjodohkan mereka.
Tanpa sadar Seint tersenyum sendiri saat mengingat banyak kelakuan aneh yang dilakukan Lilian sewaktu dulu.
"Kau kenapa?" Tanya Lilian karena bingung melihat Seint yang tersenyum sendiri.
"Ahh tidak...aku hanya mengingat masa lalu mu yang selalu membuat banyak masalah." Ucap Seint.
"Benarkah?" Tanya Lilian.
"Ya...dulu kau sangat ke kanak-kanakan dan sangat ceroboh." Ucap Seint tersenyum mengingat kembali
"Kalau sekarang bagaimana?" Tanya Lilian penasaran.
Seint menatap dalam kearah Lilian. "Setelah kehilangan ingatan kau terlihat berbeda." Ucap Seint.
"Berbeda?" Tanya Lilian.
"Iya...kau lebih dewasa dari sebelumnya...meski berbeda namun aku akan tetap menyukaimu." Ucap Seint sambil tersenyum.
Lilian tersenyum kecut mendengar ucapan Seint. "Aku ingin pulang...tubuh ku rasanya lelah sekali." Ucap Lilian.
"Baiklah." Ucap Seint lalu berdiri dari duduknya dan menarik tangan Lilian untuk berjalan bersama.
__ADS_1
°°°
Halooooo semua...bacanya pelan-pelan saja ya.