
Setelah mendengar penjelasan Lilian semua orang merasa kagum kepadanya begitupula dengan Sang Ayah yang sedari tadi tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya.
"Sekaran kami akan menghidangkan minuman terakhir, semoga Yang Mulia dan para Tuan-Tuan semua menyukainya." Ucap Lilian.
Kemudian Lilian memberi kode kepada Seint yang sedari tadi hanya berdiri diam untuk menjelaskan tentang kopi.
"Apa?" Ucap Seint yang melihat kode dari dari Lilian.
Lilian mendengus kesal dan menggeser tubuhnya mendekati Seint.
"Sana jelaskan!" Ucap Lilian pelan.
"Kenapa harus aku?" Tanya Seint malas.
"Karena ini adalah kerja sama kita berdua." Uca Lilian.
"Kalau gitu kau saja." Ucap Seint.
"Selama ini aku yang selalu menjelaskannya ke orang-orang, aku juga banyak berkerja keras namun kau...apa yang kau lakukan? Di suruh menjelaskan saja tak mau padahal tugas menjelaskan ke orang-orang adalah kau karena kau pemilik perkebunan dan aku hanya rekan kerja mu yang membantu produksinya...sekarang sana kau pergi jelaskan." Ucap Lilian kesal.
Seint membuang napas kasar. "Gadis ini selalu bisa membuatku melakukan keinginannya." Batin Seint.
Seint kemudian berjalan mendekat ke arah Sang Ayah dan para pengikutnya.
"Ini adalah kopi." Ucap Seint dengan ekspresi datarnya, "Silahkan di coba." Lanjutnya.
Raja Reinal tertawa melihat tingkah anaknya. "Beruntung sekali saya kesini, siapa sangka saya akan di layani secara langsung oleh Pangeran Mahkota." Ucapnya.
Seint hanya membuang napas malas. Kemudian Raja Reinal dan para pengikutnya kembali meminum minuman terakhir, seperti terakhir kali Seint dan yang lain terdiam saat mencoba minuman itu, semua orang juga terdiam saat mencoba minuman itu.
"Minuman ini sangat enak, aroma dan rasanya sangat kuat..." Ucap salah satu bangsawan.
"Ya...ini jenis salah satu kopi yang langka." Ucap Seint.
"Lalu?" Tanya Raja Reinal.
"Kopi memiliki banyak jenis, untuk lebih jelasnya akan kami jelaskan kalau Tuan-Tuan berminat membelinya." Ucap Seint asal.
Lilian yang mendengar ucapan Seint bergerak maju mendekat ke arah Seint dan mencubit pinggangnya.
"Awkhhh...." Suara Seint tertahan saat melihat ekspresi Lilian.
Seint kemudian berdehem sebentar kemudian melanjutkan ucapannya. "Kopi memiliki banyak tingkatan...mulai dari rendah sampai tinggi...sekarang yang sedang Tuan-Tuan minum termasuk ke tingkat tinggi, keberadaan jenis kopi ini sangat langka...cara mengetahui langkanya kopi ini bisa di rasa dari aroma dan rasa dari kopi ini sendiri untuk itu kami memberikan harga sedikit mahal untuk kopi ini namun karena rakyat kebawah juga berhak menikmati kopi ini makanya kami membuat olahan yang menggunakan bahan lain untuk campuran dan memasukan sedikit kopi ini agar harganya lebih murah dan terjangkau." Jelas Seint panjang.
Semua orang yang berada dalam kedai membuka mata mereka lebar-lebar mendengar ucapan Seint yang sangat panjang. Raja Thanos kemudian berdehem untuk mencairkan suasana canggung yang tercipta.
"Selain itu ada manfaat lain dari kopi ini?" Tanya salah seorang penjabat.
__ADS_1
"Kopi ini memiliki banyak kegunaan." Ucap Lilian mengambil alih posisi Seint yang terlihat sudah tak ingin menjelaskan.
"Apq saja?" Tanya Raja Reinal.
"Mencegah kanker kulit, mengurangi tingkat stres dan depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan sakit kepala, meningkatkan stamina dan performa dan bisa juga di konsumsi oleh wanita karena bisa menurunkan berat badan dan bisa di jadikan masker wajah yang manfaatnya dapat mengecilkan pori-pori wajah, mengatasi wajah berminyak dan mengatasi wajah kusam." Jelas Lilian panjang.
Semua orang mengangguk mendengar penjelasan dari Lilian. Mereka sangat mengagumi gadis itu dikarenakan di usia mudanya gadis itu sudah sangat memahami banyak hal.
"Ada manfaat yang jauh lebih menguntungkan dari kopi itu sendiri terutama bagi istana dan dalam suasana perang." Ucap Lilian tersenyum.
"Apa?" Tanya Raja Reinal cepat.
"Salah satu manfaat kopi yang sudah saya jelaskan adalah meningkatkan stamina, Yang Mulia dan para Tuan-Tuan pasti sering lembur pada malam hari karena mengerjakan tugas-tugas...nah manfaat kopi juga menghilangkan rasa ngantuk pada pengkonsumsi kalau tidak percaya silahkan beli kopi ini dan bawa pulang, minum pada saat Yang Mulia dan para Tuan-Tuan ingin lembur." Ucap Lilian.
"Lalu apa gunanya untuk perang?" Tanya Raja Reinal penasaran.
"Saat perang...semua orang harus berjaga siaga baik itu disiang hari maupun di malam hari untuk menghindari penyusup yang masuk...agar mata mereka tetap terbuka lebar saat berjaga pada malah hari sebaiknya konsumsi kopi saja dan..." Ucap Lilian gantung dan berjalan mendekati Raja Reinal dan berjongkok. "Kopi jenis ini memiliki aroma yang kental sehingga kalau musuh memasukan racun kedalamnya maka akan sangat sulit kita ketahui jenis racun apa yang dimasukan, karena kopi juga memiliki kandungan yang sama dengan racun asal tidak dikomsumsi sangat berlebihan maka semuanya akan baik-baik saja." Bisik Lilian pada Raja Reinal.
Raja Thanos membuka mata lebar-lebar mendengar ucapan Lilian. Semua orang yang ada dalam kedai sangat penasaran hal apa yang Lilian bisikan pada Sang Raja.
"Lalu apakah kopi ini tidak baik dikomsumsi setiap hari?" Tanya Raja Reinal.
"Bisa asal jangan meminumnya secara berlebihan...misalnya 4 gelas sampai 10 gelas setiap harinya...itu sangat berlebihan...kalau dikomsumsi secara berlebihan itu sama saja bunuh diri pelan-pelan." Ucap Lilian.
"Bagaimana kami bisa mendapatkan kopi setelah festival ini selesai?" Ucap salah satu bangsawan.
"Mohon maaf sebelumnya tapi saya sangat penasaran, apakah nona Lilian tak merasa dirugikan telah mendaftarkan hak kepemilikan atas nama Pangeran Mahkota?" Ucap salah satu bangsawan.
"Kenapa saya merasa dirugikan? Kopi itu memang kepemilikan dari Pangeran Mahkota karena kopi itu tumbuh di ladang perkebunan milik Pangeran Mahkota saya hanya sebagai rekan membantu proses produksinya jadi tidak ada yang dirugikan atau diuntungkan sebelah pihak disini." Ucap Lilian tegas.
Semua orang mengangguk setuju dengan ucapan Lilian. Perjanjian kerja sama antara keduanya sama-sama menguntungkan dan membuat nama keluarga Duke Marven dan Baron semakin terpandang.
"Tidak salah aku memilihnya sebagai kandidat terkuat untuk mendampingi Putra Mahkota, selain parasnya yang cantik gadis ini sangat tegas dan pintar, yang paling terpenting adalah gadis ini bisa mengendalikan Putra ku." Batin Raja Reinal tersenyum senang.
°°°
Setelah kepergian Sang Raja dan para pengikutnya, Lilian bersama yang lainya kembali melayani para pengunjung yang tersisa sampai persediaan mereka semua habis tak tersisa.
Untuk menghindari rasa kecewa yang akan dirasakan oleh pengunjung yang berasal dari luar ibukota Zheyan berjanji akan segera memproduksinya lagi dengan cepat dan akan mengirimnya langsung ke alamat pengunjung
Sebelum meninggalkan kedai pengunjung diharuskan menuliskan nama dan tempat tinggal mereka serta keperluan data lain agar proses pengirimannya lancar sampai ke tangan mereka sendiri.
Tak sedikit nama yang tertera dalam genggaman Zheyan, pengunjung yang sudah merasakannya sekalipun berlomba-lomba menuliskan namanya kembali demi bisa mencicipi kembali makanan yang sebelumnya telah mereka coba.
Raja Reinal sebelum meninggalkan kedai membuat daftar pesanan yang lumayan sangat banyak begitu pula dengan para bangsawan lainnya.
"Aku rasa selama beberapa waktu ke depan tidak akan bisa mengunjungi kalian." Ucap Asgar sambil memegang kertas ditangannya.
__ADS_1
"Kau juga memiliki banyak pesanan?" Tanya Zheyan.
"Ya...semua ini berkat bantuan dari Lilian yang memberiku resep untuk mempercantik tampilan produk ku." Ucap Asgar sambil mengelus kepala Lilian yang sedari tadi memeluk Asgar karena terlalu capek.
"Itu hadiah dariku Kakak...selama ini aku terlalu banyak merepotkan dan meminta sesuatu dari mu namun kali ini aku sangat ingin memberi mu sesuatu makanya aku kepikiran membuat bahan itu, lagian itu adalah hasil pencapaian mu Kakak...aku hanya memberi tau mu bahan-bahan yang diperlukan dan kau sendiri yang mencari dan membuatnya." Ucap Lilian masih dalam pelukan Asgar dan memejamkan matanya.
"Sepertinya aku akan sangat merindukan mu untuk beberapa hari ke depan." Ucap Asgar lembut.
"Kalau begitu aku yang akan pergi melihat mu." Ucap Lilian.
"Benarkah? Bukannya kau juga sangat sibuk?" Tanya Asgar.
"Tidak...semua tugasnya sudah aku serahkan pada Kak Zheyan dan Pangeran Mahkota." Ucap Lilian masih menutup matanya.
"Dasar pemalas...Kakak bisa saja menerima tugas mu namun apakah Pangeran Mahkota akan menerimanya seperti Kakak?" Tanya Zheyan.
"Tentu saja...untuk apa aku mendaftarkan namanya sebagai pemilik hak paten untuknya kalau dia tak bisa mengurusnya sendiri...tugasku adalah membuat resep dan semua selesai." Ucap Lilian.
"Terserah kau saja." Ucap Zheyan.
"Oh iya Kakak...kau pernah berjanji padaku untuk mengajari ku menunggangi kuda, kau jangamn melupakan itu." Ucap Lilian.
Zheyan menghembuskan napas pelan. "Ya...tapi setelah pekerjaan Kakak agak longgar ya..." Ucap Zheyan.
"Baiklah...kerjakan dengan cepat karena aku tidak suka menunggu." Ucap Lilian.
"Baiklah...Nyonya Besar." Ucap Zheyan.
Lilian tertawa dalam pelukan Asgar tanpa mau membuka matanya. Tiba-tiba Seint datang bersama Artem setelah menyelesaikan urusannya karena banyaknya pesanan kopi.
Seint tampak sangat kesal melihat Lilian tertidur dengan nyaman dalam pelukan Asgar.
"Apakah senyaman itu kau tertidur dalam pelukan Tuan Asgar?" Ucap Seint kesal.
"Tentu saja, Kak Asgar memiliki dada yang besar dan nyaman." Ucap Lilian masih menutup mata.
"Apa kau tak malu dilihat oleh orang lain memeluk Tuan Muda bangsawan seperti itu?" Tanya Seint.
"Tidak...kenapa aku harus malu, Kak Asgar adalah keluarga ku juga jadi biarkan saja mereka melihat ku...aku tidak peduli." Ucap Lilian.
"Terserah kau saja." Ucap Seint kesal lalu pergi meninggalkan mereka.
Zheyan dan Asgar menatap satu sama lain melihat raut wajah kesal dari Seint. Sedangkan Artem berlari mengejar Seint yang mengeluarkan aura suramnya dengan menunggangi kudanya.
"Lilian yang tak bisa membaca suasana hati Seint...kami yang menjadi korban amukannya." Ucap Artem di atas kudanya.
°°°
__ADS_1
Selamat membaca 😊