Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
71. Surat


__ADS_3

Lilian menghela napas pelan melihat Citto yang kembali tertidur dengan nyenyak. Sebelumnya Citto mengamuk di istana karena saat ia terbangun, Lilian tidak ada disampingnya. Citto menjatuhkan semua benda yang ada disekitarnya dan membuat para pelayan merasa takut. Beruntungnya Rosa lalu menutup pintu ruangan dan membiarkan Citto merusak semua barang yang ada didalamnya dan tidak lama kemudian Lilian datang dan langsung menenangkan hewan itu.


Untuk memastikan Citto tidak membuat ulah di istana lagi, Lilian memutuskan agar membawa Citto kembali ke kediamannya dan mengerjakan dokumennya di sana.


"Sepertinya mulai sekarang aku harus melatih Citto agar bisa mengendalikan diri lagi. Apalagi sekarang aku memiliki banyak pekerjaan, tidak mungkin aku harus selalu membawanya pergi." Ucap Lilian menatap serius ke arah Citto.


"Apa perlu saya carikan orang yang bisa mengajarkannya Nona?" Tanya Rosa.


"Tidak Rosa. Citto sangat sensitif terhadap orang lain, jika aku biarkan dia bersama orang lain saya takutnya Citto akan melukai orang itu." Jelas Lilian.


"Lalu bagaimana untuk sekarang Nona?" Tanya Rosa kembali.


"Untuk sementara aku akan mengerjakan dokumen-dokumen itu di sini. aku tidak mungkin selalu bolak balik ke istana dan untuk Citto biarkan aku yang akan mengajarinya pelan-pelan." Ucap Lilian.


"Baiklah Nona." Ucap Rosa.


Lilian kemudian berdiri dan berjalan menuju meja riasnya. Setelah memutar sebuah bola kristal yang ada di atas meja, sebuah pintu menuju pintu ruangan perpustakaan pribadinya muncul.


Lilian kemudian masuk dan duduk disalah satu kursi yang berada di ruangan tersebut. "Rosa apakah kamu mengenal Pangeran Igor Jhomson?" Tanya Lilian dan menatap ke arah Rosa.


"Tentu saja Nona. Pangeran Igor adalah anak dari selir kedua." Jelas Rosa.


"Bisakah kau ceritakan sedikit tentangnya?" Tanya Lilian.


Rosa menatap Lilian bingung. "Mohon maaf sebelumnya Nona, saya hanya mengetahui sedikit saja tentang Pangeran Igor." Ucap Rosa.


"Tidak apa-apa Rosa. kau ceritakan saja sesuatu yang hanya kamu ketahui." Ucap Lilian


Rosa mengangguk pelan. "Pangeran Igor adalah orang yang tidak terlalu menyukai keramaian Nona. Pangeran hanya akan muncul dihari-hari tertentu saja." Ucap Rosa.


Lilian mengerutkan kening. "Waktu pihak istana mengadakan acara pesta dan kegiatan berburu kenapa aku tidak pernah melihatnya?" Tanya Lilian bingung.


"Mungkin Pangeran Igor sedang menjalankan tugas diluar Nona. Setahu saya Pangeran Igor sering melakukan pekerjaan diluar kerajaan yang membuatnya jarang terlihat di istana. Tidak ada yang banyak tahu tentangnya, Pangeran sangat tertutup dan tidak terlalu dekat dengan anggota keluarga kerajaan lainnya." Jelas Rosa.


Lilian mengangguk singkat. "Sepertinya dia adalah orang yang suka berpetualang." Ucap Lilian pelan.


"Mungkin juga Nona, saya pernah mendengar sebuah rumor yang menyatakan bahwa hubungan Pangeran Mahkota dan Pangeran Igor itu tidak akur, namun saya tidak bisa memastikan rumor itu benar atau tidak." Jelas Rosa.

__ADS_1


Lilian mengangguk pelan. "Sepertinya rumor itu benar. saat di istana, aku tidak sengaja bertemu dengan Pangeran Igor dan kami berbincang sebentar namun setelah kedatangan Pangeran Seint, raut wajahnya seperti terlihat berbeda dan Pangeran Seint pun terlihat tidak suka saat aku menanyakan tentang Pangeran Igor." Jelas Lilian sambil mengingat kejadian waktu di istana.


"Bagaimana dengan tampangnya Nona?" Tanya Rosa penasaran.


Lilian menatap bingung ke arah Rosa. "Memangnya kau tidak pernah melihatnya?" Tanya Lilian.


"Tentu saja Nona. Pangeran Igor sangat tertutup, hanya sedikit orang yang bisa melihat wajahnya. Berbeda dengan Pangeran Seint yang terlihat di manapun." Ucap Rosa.


Lilian kembali mengingat wajah dari Pangeran Igor. "Dia memiliki wajah yang tampan, hidung mancung, kulit sedikit kecoklatan, rambut berwana coklat terang dan mata berwana biru. Kalau diingat-ingat wajahnya berbeda dengan Pangeran Seint, atau mungkin saja Pangeran Igor mirip selir kedua." Jelas Lilian.


"Mungkin saja Nona, lalu mana yang lebih tampan antara Pangeran Seint dan Pangeran Igor?" Tanya Rosa penasaran.


"Tentu saja Pangeran Seint lebih tampan, kalau dia tidak tampan mana mungkin aku mau memiliki hubungan dengannya." Ucap Lilian sewot.


Rosa menelan ludah pelan. "Meskipun Pangeran Seint jelek bukankah Nona Lilian harus tetap menerimanya?" Tanya Rosa.


Lilian menatap tidak suka ke arah Rosa. "Tentu saja aku akan menolaknya. aku ini Putri dari Duke Marven, tentu saja aku memiliki hak untuk menolaknya." Ucap Lilian.


"Kalau seandainya Pangeran Seint nanti berubah jelek pakah Nona akan memutuskan hubungan dengannya?" Tanya Rosa menggoda.


"Pangeran Seint tidak akan pernah berubah menjadi jelek dan aissss kenapa kita membahas tentangnya? kita tadi sedang membahas Pangeran Igor." Ucap Lilian meninggikan suaranya.


"Ah sudahlah aku tidak ingin membahasnya lagi." Ucap Lilian kesal sambil membuka laci mejanya. "Dimana aku terakhir kali menaruh surat itu." Ucap Lilian pelan sambil mencari surat yang selalu membuatnya penasaran.


"Sepertinya ada di laci pojok Nona." Ucap Rosa mengarahkan.


Lilian kemudian mencari surat itu sesuai arahan dari Rosa. di sana ia menemukan surat yang ia cari dan kembali membuka surat tersebut.


"Rosa aku selalu penasaran dengan aroma bau dari surat ini." Ucap Lilian sambil menunjukan surat itu pada Rosa.


"Memangnya kenapa Nona?" Tanya Rosa.


Lilian kembali menatap surat tersebut. "Aku pernah mencium aroma yang sama dengan surat ini." Ucap Lilian.


"Dimana Nona?" Tanya Rosa penasaran.


"Aku pernah mencium aroma yang sama pada Tuan Adrian Pavel namun setelah aku bertemu dengannya lagi aroma tubuhnya sudah berbeda." Ucap Lilian mengingat kembali.

__ADS_1


"Apakah Nona yakin sebelumnya?" Tanya Rosa.


"Aku sangat yakin Rosa. Hanya saja surat ini memiliki aroma lain, baunya tidak asing untuk ku namun aku lupa bau apa ini." Ucap Lilian sambil mencium surat tersebut. "Aku sangat penasaran setiap kali mengingatnya dan oh iya apakah Kak Asgar tidak pernah datang berkunjung?" Tanya Lilian.


"Tuan Asgar sepertinya sedang keluar kota Nona. Saya tidak sengaja mendengar Tuan besar dan Tuan muda sedang membahas bisnis keluarga dan menyebut Tuan Asgar juga." Jelas Rosa.


"Apakah kau juga mendengar kapan ia kembali?" Tanya Lilian


Rosa menghela napas pelan. "Maaf Nona tapi saya tidak tahu, menurut saya pembicaraan Tuan besar dan Tuan muda sepertinya sangat penting jadi saya tidak berani mendengarkan lebih jauh." Ucap Rosa bersalah.


Lilian membuang napas pasrah. "Kenapa aku selalu lupa bertanya kepadanya saat bertemu." Ucap Lilian.


"Karena ada banyak kejadian yang selalu Nona alami secara tidak sengaja. Saya juga selalu lupa mengingatkannya pada Nona." Ucap Rosa.


"Kau benar, ada banyak sekali kejadian yang aku alami akhir-akhir ini." Ucap Lilian mengingat.


"Kejadiannya selalu melukai Nona. Apa mungkin ada orang yang berniat jahat sama Nona?" Tanya Rosa penasaran.


Lilian membulatkan mata sempurna. "Benar juga, selama ini aku tidak berpikir ke arah sana. Ada banyak kejadian-kejadian aneh yang selalu aku alami." Ucap Lilian mulai mengerti.


"Saya juga pernah mendengar secara tidak sengaja dari Tuan Muda kalau kejadian yang selalu Nona alami pasti ada campur tangan dari pihal lain." Jelas Rosa serius.


Lilian menyipitkan mata ke arah Rosa. "Kau selalu bilang tidak sengaja mendengar, memangnya apa yang sedang kau lakukan sebenarnya?" Ucap Lilian serius.


"Aissss Nona dulu selalu menyuruh saya agar menguping pembicaraan Tuan Besar. Kebiasaan itu terbawa sampai sekarang meski Nona tidak menyuruhnya." Jelas Rosa.


"Kenapa aku menyuruh mu untuk menguping pembicaraan Ayah?" Tanya Lilian tidak percaya.


"Itu karena Nona dulu selalu penasaran tentang masalah kerajaan." Ucap Rosa jujur.


Lilian mengangguk pelan. "Apa mungkin karena dulu aku selalu penasaran tentang masalah kerajaan sehingga secara tidak sengaja aku telah menyinggung seseorang?" Ucap Lilian.


"Sepertinya benar Nona. saya baru ingat kalau dulu Nona pernah melakukan hal besar." Ucap Rosa tidak sabaran.


"Apa?" Tanya Lilian penasaran.


"Dulu Nona pernah menggagalkan rencana seseorang secara tidak sengaja." Ucap Rosa menatap serius ke arah Lilian.

__ADS_1


°°°


Selamat Membaca...


__ADS_2