
Lilian melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada lembaran buku sebelumnya. Yaitu menghaluskan bunga daisy kemudian mengusapnya pada lembaran berikutnya.
Kali ini Lilian sengaja menghaluskan bunga itu sekaligus dengan dibantu oleh yang lain agar ia dapat membacanya tanpa terjeda. Setelah selesai mengusap semua lembaran yang ada pad buku, munculah tulisan-tulisan lainnya dalam lembaran buku tersebut.
Tidak semua halaman pada buku berisi tulisan, ada lembaran buku yang memang tidak memiliki tulisan di atas lembarannya.
Lilian mengambil napas panjang kemudian mulai membacakan isi dari buku catatan itu lagi.
Sebelum merusak formasi ritual pemanggilan roh, saya melihat ada banyak sekali orang-orang yang saya kenal hadir pada ritual itu. Mereka menginginkan kekuasan lebih, bukan hanya di kerajaan Apollonia namun mereka menginginkan kekuasaan di wilayah lain.
Formasi itu dilakukan dengan cara tidak benar. Mereka menggunakan darah Pangeran Seint yang sudah kering dari medan perang namun cara itu tidak berhasil, oleh karena itu mereka mengorbankan sembilan puluh sembilan gadis dari berbagai wilayah untuk dikorbankan.
Pada ritual pemanggilan roh hadir seseorang yang memakai pakaian penyihir dan semua orang memanggilnya dengan sebutan Tuan. Ia memakai pakaian penyihir dan menutup wajahnya sehingga sampai akhir saya tidak dapat bagaimana rupa dari orang itu.
^^^Lilian Daisyla Marven^^^
Lilian membuka lembaran berikutnya setelah selesai membaca halaman tersebut.
Orang itu adalah pemimpin dari orang-orang yang telah berkhianat pada kerajaan Apollonia. Saat puncak ritual itu tengah dilakukan saya merusak formasi itu dengan cara melempar sebuah bahan peledak pada gambar formasi hingga hancur.
Setelah merusaknya saya berlari untuk bersembunyi karena telah merusak formasi itu. Tidak jauh dari tempat persembunyian saya terdengar suara teriakan seseorang yang sedang meminta pertolongan.
Awalnya saya ingin mengabaikan suara itu namun hati saya tergerak karena mendengar isak pilu orang tersebut dan akhirnya saya mencari dimana sumber suara itu berasal.
Setelah mencari sumber suara, akhirnya saya menemukan seorang lelaki tua yang kondisi tangan dan kakinya terikat dengan banyak sekali luka pada tubuhnya.
Setelah melepas ikatan dan menunggu orang itu tenang, orang tersebut mengeluarkan beberapa buku dari dalam perutnya dan memberikannya kepada ku.
^^^Lilian Daisyla Marven^^^
Suasana masih tetap tenang, tidak ada satupun yang menyela atau berkomentar sehingga Lilian melanjutkan membaca halaman berikutnya.
__ADS_1
Sebelum saya menerima beberapa buku itu, saya harus melihat suasana tempat ritual. Dengan berjanji untuk kembali akhirnya lelaki tua itu membiarkan saya pergi.
Setelah saya kembali tempat itu sangat kacau, pemimpin ritual itu marah besar karena gagal dengan rencananya dan memerintahkan orang agar mencari orang yang telah merusak rencananya.
Sungguh sial nasib saya karena berhasil ditangkap oleh mereka dan mendorong tubuh saya memasuki formasi yang sudah rusak. Sebagian jiwa saya rasanya tertarik paksa untuk keluar dari raga saya sendiri namun entah keajaiban apa yang saya dapatkan suasana di sana menjadi gelap padahal masih siang hari. Mendapatkan kesempatan untuk kabur, sebisa mungkin saya melangkahkan kaki saya dalam gelap dan tidak sengaja menabrak pemimpin ritual itu.
Orang itu menjatuhkan sebuah tanda pengenal, dengan gesit saya mengambil tanda pengenal itu dan berlari sekuat tenaga menghindari kumpulan orang-orang itu dan kembali ke arah lelaki tua itu untuk menolongnya.
^^^Lilian Daisyla Marven^^^
Masih dengan suasana tenang, Lilian kembali membuka halaman selanjutnya.
Setelah sampai ditempat lelaki tua tadi, ia kembali memberikan beberapa buku itu pada saya dan mengatakan jika saya telah mendapatkan kutukan karena merusak ritual itu.
Sebagian jiwa saya telah hilang dan tidak lama lagi sebagian jiwa saya akan menghilang. Lelaki itu memberikan saya pilihan jika saya mau melindungi kerajaan Apollonia maka saya harus mengorbankan sebagian jiwa saya yang masih tersisa untuk memanggil roh lain yang akan menempati tubu lama saya.
Karena saya sudah tidak memiliki banyak waktu lagi akhirnya saya langsung menyetujui usulan lelaki tua itu. Setelah saya setuju, lelaki itu menyebutkan identitas aslinya sebagai penjaga buku mantra yang ditinggalkan Raja Apollonia terdahulu untuk menyegel keberadaan naga.
Buku itu seharusnya sudah ia serahkan pada Raja Thanos namun saat diperjalanan ia ditangkap dan di bekap bersama tawanan lainnya. Fokus dengan ritual pemanggilan roh, mereka tidak menyadari jika lelaki tua itu tidak ada diantara orang-orang yang ditahan.
^^^Lilian Daisyla Marven^^^
Lelaki itu mengajarkan ku satu mantra yang akan membuat sebagian jiwaku ditukar dengan jiwa orang lain. Setelah berhasil melafalkan mantra itu, lelaki itu menyerahkan barang-barang lainnya kepadaku untuk aku bawa pergi. Lelaki tua itu sudah merasa tidak kuat lagi dan memberikanku amanat untuk membawa buku mantra itu bersamaku.
Ia berpesan jikalau buku itu tidak boleh jatuh ke tangan orang lain dan setelahnya ia menghembuskan napas terakhirnya. Setelah memberikan penghormatan terakhir untuknya saya terpaksa meninggalkan orang itu karena kelompok ritual tadi sedang mencari keberadaan ku.
Aku berlari tanpa henti dan bertemu dengan Rosa diperbatasan daerah terlarang. Saya menyembunyikan buku, tanda pengenal dan barang-barang lainnya didalam sebuah buntelan kain.
Salah satu buku itu tertulis nama-nama para penghianat kerajaan dan bukti penghianatan-nya. Saya juga meninggalkan tanda pengenal milik pemimpin itu dan berharap dengan semua itu pemilik tubuh saya yang baru dapat menggagalkan sebuah rencana besar.
^^^Lilian Daisyla Marven^^^
__ADS_1
Lilian segera membuka lembaran berikutnya.
Karena saya hanya memiliki sedikit waktu yang tersisa. Saya tidak bisa mengetahui rencana besar seperti apa yang akan mereka rencanakan. Namun mereka akan melakukan rencana itu pada saat gerhana bulan terjadi.
Mudah-mudahan orang baik akan melihat buku catatan ini dan menggagalkan rencana orang-orang itu.
Saya harap seseorang dapat mempelajari mantra sihir yang tertulis pada buku mantra tersebut. Dengan sihir itu, kerajaan Apollonia akan tetap aman.
Saya juga berharap bahwa Pangeran Seint lah yang mendapatkan buku mantra itu dan menjaga orang-orang yang saya sayangi.
^^^Lilian Daisyla Marven.^^^
Lilian membuka halaman berikutnya namun hanya ada kertas kosong yang berada di sana.
"Sudah tidak ada lagi tulisan." Ucap Lilian memecahkan keheningan.
Raja Reinal menatap Lilian serius. "Apakah kamu memiliki buntelan kain itu?" Tanyanya.
Lilian mengangguk pelan. "Ya ... Saya dan yang lainnya pernah membuka buntelan kain itu. Isi buntelan-nya memang ada beberapa buku salah satunya buku mantra yang tertulis dengan menggunakan bahasa kuno." Jawab Lilian.
"Terakhir kali Lilian membuka buku itu tidak ada yang bisa membaca mantra itu dan saya mengusulkan untuk membawa buku itu ke orang yang mengerti bahasanya namun sampai sekarang itu masih rencana. Karena kesibukan Lilian kami belum bisa membawa buku itu kepada orang yang mengerti bahasa itu." Jelas Asgar.
"Tapi ... Citto menggunakan bahasa kuno. Putri Mahkota dan Pangeran Mahkota menggunakan bahasa itu untuk berkomunikasi dengan Citto. Dan kami bisa sampai ketempat rahasia di wilayah barat karena Putri Mahkota dan Pangeran Mahkota dapat memahami bahas itu." Jelas Artem sambil mengingat kembali.
"Benar ... Pertama kali bertemu dengan Citto saya tidak bisa mengerti apa yang Citto katakan. Namun seiring menghabiskan waktu bersamanya saya secara tidak sadar dapat berkomunikasi dengannya secara tidak sengaja." Jelas Lilian.
"Banar ... Saya juga secara tidak sadar dapat berkomunikasi dengan Citto." Ucap Seint.
"Saya tahu ... Salah satu buku dalam buntelan yang tertulis rahasia itu mengatakan jika naga dan pemiliknya sudah sangat dekat maka mereka akan bisa merasakan perasaan satu sama lain yang biasa disebut ikatan batin kuat. Citto menganggap saya dan Pangeran Seint sebagai orang tuannya. Bisa jadi karena ikatan kami, secara tidak sadar akhirnya kami bisa berkomunikasi dengan Citto." Jelas Lilian antusias.
"Kalau begitu bawakan buntelan kain itu kemari secepatnya." Harap Raja Reinal yang disetujui oleh semua orang.
__ADS_1
°°°
Bagi yang udah baca novel ini setengah, Author ganti nama Rajanya menjadi Raja Reinal sesuai arahan dari pihak NT/MT