Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
70. Adik


__ADS_3

Seint mengusap pelan bibir Lilian setelah melepas ciumannya. Tangannya membekap erat wajah Lilian dan menatap serius kearah mata Lilian.


"Aku tidak pernah menyukainya, Tidak akan pernah!!" Tegas Seint. "Hanya kamu yang selalu memenuhi hati dan pikiran ku. Sekarang bahkan sampai kapanpun. Jika aku mati dan terlahir kembali maka aku tetap akan mencintai mu." Ucapnya sambil membelai lembut bekas luka di pipi Lilian.


Muka Lilian memerah mendengar ucapan Seint, ia bahkan tidak bisa menyembunyikan senyum dari wajahnya. "Meski sekarang aku jelek?" Tanya Lilian.


Seint tersenyum lembut. "Siapa bilang kamu jelek?" Tanyanya kembali.


Lilian menundukkan kepalanya. "Ada banyak bekas luka ditubuh ku. Aku bahkan selalu merasa sedih saat melihat bekas luka di pipi ku ini." Ucap Lilian sambil menyentuh bekas lukanya.


"Kamu masih tetap cantik, meski ada bekas luka di wajah mu. Aku akan mencari tabib terkenal yang bisa menghilangkan bekas luka dengan cepat jikalau kamu mau." Ucap Seint lembut.


Lilian tersenyum senang mendengarnya. "Meski sekarang Nona Raina lebih cantik dariku, kamu akan tetap bersama ku? Aku dengar ada banyak Putra bangsawan yang menginginkannya." Ucapnya.


"Kamu tetap yang paling cantik dan biarkan saja orang banyak menyukainya. Sudahlah tidak usah membahasnya lebih baik kamu ikut aku saja!" Ucapnya sambil menarik tangan Lilian.


"Kemana? Masih banyak dokumen yang harus aku baca." Ucap Lilian sambil menatap kearah dokumen yang tadi Seint singkirkan.


"Maka dari itu, agar bisa fokus membaca dokumen-dokumen itu kamu harus menenangkan pikiran mu." Ucap Seint.


"Lalu bagaimana kalau Citto bangun dan mencari ku?" Tanya Lilian khawatir.


"Aku sudah menyuruh pelayan menjaganya dari jauh, jika nanti Citto bangun maka ia akan secepatnya memanggil mu." Jelas Seint.


Lilian mengangguk pelan kemudian berjalan mengikuti langkah kaki Seint yang menarik tangannya. "Kita akan kemana?" Tanyanya kembali.


"Ke tempat yang pastinya kamu suka." Ucap Seint.


Lilian hanya mengangguk pelan tanpa menjawab ucapan Seint. Seint membawa Lilian ke sebuah taman yan sangat indah menurut Lilian. Saat sampai, Lilian langsung melepas tangan Seint dan berlari dengan riang kearah tanaman bunga kesukaannya.


"Beberapa kali aku ke istana tapi aku tidak pernah melihat bunga daisy, ternyata bunga-bunga itu tumbuh dengan sangat banyak disini." Ucap Lilian riang.


"Aku sengaja menyuruh pelayan menanam dan merawatnya di sini. Sebenarnya aku ingin membawa mu kesini saat terakhir kali kita membuat lukisan itu namun kamu tiba-tiba tidak sadarkan diri." Jelas Seint.


"Benarkah? Lain kali aku akan membaca dokumen ku disini saja." Ucap Lilian senang.


"Iya. Aku akan membuatkan mu tempat yang nyaman agar kamu bisa betah membaca dokumen di sini." Ucap Seint.


"Baiklah." Ucap Lilian sambil berlari-lari kecil.


"Tunggu disini sebentar, aku akan mengambilkan mu sesuatu." Ucap Seint yang diangguki oleh Lilian.


Sejak tadi Lilian tidak henti-hentinya mengagumi taman itu. Ada beberapa bunga yang ditanam di sana namun jenis bunga daisy yang paling banyak Lilian Lihat. Di sana juga ada sungai kecil yang dangkal, ikan-ikan kecil berenang ke sana kemari dengan riang menambah keindahan taman itu.


Suara derap langkah kaki terdengar mendekat ke arah Lilian. "Kamu sudah datang? Lihat ikan-ikan kecil ini sangat cantik." Ucap Lilian tanpa membalikan badannya.


"Kemari lah dan lihat ikan-ikan kecil ini!" Ucap Lilian senang.


Orang tersebut berjalan mendekat dan berhenti tepat di samping Lilian. "Lihatlah ikan-ikan itu cantik bu..." Ucapan Lilian terhenti saat ia menatap orang disampingnya dengan bingung.


"Iya. Ikan-ikan itu sangat cantik." Ucapnya sambil tersenyum cerah.

__ADS_1


Lilian menatapnya dengan bingung. "Anda siapa?" Tanyanya.


"Oh maafkan saya. Seharusnya saya memperkenalkan diri dulu. Perkenalkan nama saya Igor Jhomson adik dari Pangeran Mahkota." Ucapnya sambil menundukkan badan.


Lilian terdiam dan masih menatap bingung ke orang yang mengaku sebagai adiknya Seint.


"Yang Mulia Raja memili tiga istri. Istri pertama yaitu Yang Mulia Permaisuri, ibu dari Pangeran Mahkota. Istri kedua atau Selir pertama Ibu dari Putri Evilia dan Istri ketiga adalah Selir kedua Ibu dari saya sendiri." Ucapnya sambil tersenyum hangat.


Lilian menganggukkan kepalanya pelan. "Salam kenal Yang Mulia Pangeran, nama Saya Lilian Putri dari Duke Marven." Ucapnya canggung.


"Jangan seperti itu Yang Mulia. Anda adalah Putri Mahkota, pasangan dari calon Raja selanjutnya. Seharusnya saya yang lebih menghormati mu bukan sebaliknya." Ucapnya Igor Jhomson.


"Begitu-kah?" Tanya Lilian.


"Tentu Yang Mulia. Sebenarnya sudah sangat lama saya ingin melihat mu namun sampai sekarang belum sempat juga. Hingga tadi saya tidak sengaja lewat dan melihat anda begitu senang melihat ikan-ikan kecil itu." Ucapnya tersenyum hangat.


"Ahhh seperti itu ya?" Ucap Lilian sambil tersenyum canggung.


"Apakah Yang Mulia sedang bersama seseorang?" Tanya Igor Thomson lagi.


"Iya. Tadi saya bersama Pangeran Seint namun katanya ia perlu mengambil sesuatu dan pergi mengambilnya sebentar." Jelas Lilian.


"Ohh begitu. Jika lain kali saya mengajak mu untuk minum teh bersama apakah Yang Mulia mau menerima undangan saya?" Tanya Igor Jhomson berharap.


"Bo... Boleh." Ucap Lilian canggung.


Seseorang tiba-tiba datang dan menarik tangan Lilian bersembunyi dibelakangnya. "Apa yang sedang kamu lakukan disini?" Tanya Seint datar.


"Disini bukan tempat untuk umum." Ucap Seint datar.


"Ah maafkan saya. Tadi saya terlalu lelah dengan pekerjaan saya dan berniat jalan-jalan sebentar dan tidak sengaja berjalan kearah sini." Ucap Igor Jhomson.


"Baiklah. Sebaiknya kau pergi jika kau tidak ada urusan disini!" Ucap Seint masih datar.


"Ah baiklah. Maaf jika saya mengganggu dan untuk Putri Mahkota, saya tunggu hari itu." Ucapnya sambil tersenyum lembut dan berjalan menjauh.


Saat memastikan Igor Jhomson telah pergi jauh, Seint berbalik dan menatap serius ke arah Lilian. "Apa saja yang kalian bicarakan?" Tanya Seint.


"Tidak ada yang serius, dia hanya memperkenalkan diri dan mengajak minum teh bersama lain kali." Jelas Lilian.


"Kamu menyetujuinya." Tanya Seint datar sambil mengangkat alisnya.


"Jika bersama mu maka aku akan ikut." Ucap Lilian cepat.


"Baiklah. Kamu tidak bokeh dekat dengannya jika tidak bersama ku!" Ucap Seint serius.


"Baiklah. Oh iya, kenapa dia tidak memiliki marga King seperti mu?" Tanya Lilian penasaran.


"Hanya anak dari Permaisuri yang berhak memiliki marga King." Ucap Seint datar.


"Lalu bagaimana nasib dengan anak selir yang lain?" Tanya Lilian penasaran.

__ADS_1


"Kamu mengkhawatirkannya?" Tanya Seint dengan wajah dingin.


Lilian membulatkan mata sempurna. "Bukan seperti itu maksud ku, kenapa aku harus menghawatirkan dia yang baru saja aku lihat? Aku bertanya karena penasaran saja, Putri Evilia juga termasuk anak raja lalu bagaimana dengan statusnya?" Tanya Lilian.


"Mereka masih diakui sebagai Pangeran dan Putri. Untuk marga, mereka menggunakan marga Balaz sebagai keturunan kerajaan." Jelas Seint singkat.


Lilian mengangguk singkat. "Kenapa tadi dia todak menyebutkan marganya?" Ucap Lilian heran. "Dia hanya menyebut Igor Jhomson, dia memiliki senyum yang aneh." Ucap Lilian.


"Aneh kenapa?" Tanya Seint.


"Entahlah... Namun aku tidak menyukai senyuman seperti itu." Ucap Lilian.


"Kenapa?" Tanya Seint penasaran.


"Senyum seperti itu adalah ciri-ciri senyuman seorang yang biasa memiliki pasangan yang banyak." Ucap Lilian.


"Lalu bagaimana dengan senyum ku?" Tanya Seint.


"Senyum mu... " Ucap Lilian terjeda dan menatap gugup ke arah Seint yang menatapnya serius. "Tadi kamu pergi mengambil apa?" Tanya Lilian mengalihkan pembicaraan.


Seint menghela napas pelan kemudian menunjuk sesuatu ke depannya. "Aku mengambil kudapan enak untuk mu." Ucap Seint.


"Benarkah?" Tanya Lilian senang.


"Hmmm." Deheman Seint.


Lilian kemudian berjalan mendekati kudapan yang dibawa oleh Seint dan memakan kudapan-nya. "Ini sangat enak." Ucap Lilian girang.


Seint tersenyum kecil melihat raut wajah senang Lilian dan seketika merubah raut wajahnya serius. "Jangan pernah percaya kepada seseorang yang baru kamu kenal, yang terlihat baik belum tentu baik kepada mu." Ucap Seint serius.


Lilian mengangguk cepat sambil memakan kudapan-nya. Tidak lama Nora datang dengan terburu-buru.


"Ampun Yang Mulia Pangeran dan Putri. Citto bangun dan sekarang mengamuk." Ucapnya ngos-ngosan.


Lilian membulatkan mata sempurna. "Lalu dimana dia sekarang?" Tanya Lilian cepat.


"Rosa sedang berusaha menahannya agar tetap berada dalam kamar" Ucap Nora panik.


Seint dan Lilian saling menatap satu sama lain. " Gawat!!" Ucap keduanya kemudian berlari menuju kamar Lilian.


Saat sampai diluar kamar Seint dan Lilian mendengar suara benda yang tejatuh.


BAAAAAAAAMMMM.....


"ROSA BUKA PINTU CEPAT!!!" Teriak Lilian sambil mengendor pintu dengan keras.


°°°


Author lagi sibuk ngetik soal Ulangan Semester dan penggandaan soal. makanya kemarin nggak bisa UP, tadi aja ngejar tayang. Mudah-mudahan untuk kedepannya bisa UP teratur lagi...


Selamat membaca...

__ADS_1


__ADS_2