
Setelah beristirahat semalaman Lilian terbangun dengan tubuh yang segar. Selesai dengan aktifitas rutinnya setiap pagi, ia segera melangkahkan kakinya menuju ruang tengah menunggu kedatangan Zheyan.
Tak lama menunggu, Zheyan datang menghampiri Lilian dan menduduki sebuah kursi yang berada di samping Lilian.
"Apa yang akan kita kerjakan hari ini?" Tanya Zheyan.
"Hari ini kita akan membuat mentega dan keju." Ucap Lilian.
"Men...men..." Ucap Zheyan sambil mengerutkan kening.
"Mentega." Ucap Lilian.
"Apa itu mentega?" Tanya Zheyan.
"Mentega itu adalah salah satu bahan pembuatan kue, fungsinya memberi rasa, melembutkan dan mengembangkan kue yang akan kita buat." Ucap Lilian.
"Darimana kau tau cara membuat mentega?" Tanya Zheyan
"Mulai curiga lagi ini orang." Batin Lilian.
"Lilian." Panggil Zheyan.
"Kakak bukan saatnya kau bertanya aku tau dari mana, tapi jika memang Kakak ingin tau maka jawabanku masih sama seperti kemarin." Ucap Lilian.
"Kakak hanya ingin memastikannya saja." Ucap Zheyan ragu.
"Kakak...aku mohon percayalah padaku, kita sudah setengah jalan, tapi jika kau juga ragu kepada ku maka siapa lagi yang akan mempercayai ku." Ucap Lilian menunduk sedih.
"Maafkan aku Lilian...bukan maksud ku tak mempercayai mu." Ucap Zheyan merasa bersalah.
Lilian mendongakkan kepalanya dan menatap serius ke arah Zheyan. "Maka percayalah padaku sampai akhir." Ucap Lilian berharap.
"Baiklah." Ucap Zheyan sambil mengusap pelan kepala Lilian.
°°°
Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya orang yang ditunggu muncul juga. Tadi pagi setelah Lilian berhasil meyakinkan Zheyan, seorang pelayan datang mengabarkan jikalau Asgar akan datang dengan membawa susu sapi dalam jumlah banyak.
"Maaf aku terlambat, tadi sebelum kesini aku harus memantau dulu pembuatan kursi dan meja yang akan kita gunakan." Jelas Asgar.
"Tidak apa-apa Kakak, seharusnya aku yang minta maaf soalnya sampai sekarang aku belum sekalipun melihat proses pembuatannya." Ucap Lilian merasa bersalah.
Asgar tersenyum kecil. "Kenapa harus minta maaf ? Sedari awal kita sudah membagi tugas masing-masing." Ucap Asgar.
"Kalau gitu lebih baik sekarang kita lakukan proses selanjutnya." Ucap Zheya.
"Ayo." Ucap Asgar dan Lilian barengan.
Lalu mereka berjalan ketempat yang sudah mereka siapkan untuk pembuatan dua bahan tersebut.
Sesampainya di sana mereka melihat ada banyak pelayan yang sedang sibuk menurunkan susu yang dibawa oleh Asgar. Setelah semua susu diturunkan serta alat dan bahan yang mereka butuhkan telah siap, Lilian kemudian memulai pembuatan keju terlebih dahulu.
"Sekarang kita akan membuat mentega dan keju, karena pembuatan mentega membutuhkan waktu untuk fermentasi maka yang pertama kita buat adalah mentega." Ucap Lilian.
Zheyan dan Asgar mengangguk setuju sedangkan para pelayan hanya bisa diam menunggu perintah saja.
"Sekarang tuangkan susu mentah ke dalam wadah bermulut lebar yang dilengkapi dengan penutup yang sebelumnya sudah kita siapkan, kemudian simpan wadah ketempat yang sangat lembab dan diamkan sampai 2 hari" Jelas Lilian.
__ADS_1
Kemudian para pelayan mengangguk dan bergerak sesuai arahan dari Lilian. Setelah para pelayan selesai mengerjakan tugas pertama, mereka kemudian menunggu perintah selanjutnya.
"Selanjutnya kita akan membuat keju, proses pertama yang harus kita lakukan adalah masukkan susu dan garam ke dalam panci lalu panaskan dengan api, setelah itu tambahkan perasan lemon dan aduk secara perlahan." Jelas Lilian.
Mendengar ucapan Lilian, semua pelayan pun bergerak sesuai perintah Lilian. Setelah proses pertama dilakukan dengan benar, Lilian kemudian memerintahkan agar pelayan mengaduk hingga cairan susu dan lemon sedikit mengental dan membentuk gumpalan kecil.
Setelah membentuk gumpalan, Lilian kemudian memerintahkan pelayan agar mematikan api dan mendiamkannya di atas tungku.
"Diamkan selama 2 jam di dalam panci agar cairan tersebut lebih mengental, sembari kita menunggu cairan tersebut mengental kita istirahat sebentar." Ucap Lilian.
Sembari menunggu cairan mengental, Zheyan, Asgar, dan Lilian beristirahat sambil memakan cemilan yang sebelumnya sudah disiapkan para pelayan.
"Kak Zheyan dan Kak Asgar besok ada acara tidak?" Tanya Lilian.
Zheyan dan Asgar menggeleng barengan. "Kenapa?" Tanya Asgar kembali.
"Bisa temani aku untuk ke pasar tidak ? Semua bahan yang kita butuhkan hampir siap semua, aku ingin turun lapangan langsung mencari tau harga pasar, karena bahan yang kita gunakan dalam pembuatan kue sebelumnya belum pernah dijual disini dan setelah ke pasar aku juga ingin mengunjungi tempat pembuatan kursi Kak Asgar." Ucap Lilian.
"Baiklah." Ucap Zheyan dan Asgar barengan.
Setelah menunggu selama 2 jam akhirnya cairan susu mengental.
"Lalu apa langkah selanjutnya?" Tanya Zheyan.
"Selanjutnya tuang cairan yang mengental itu ke atas kain saringan yang di bawahnya diberikan mangkuk, setelah adonan keju tersebut mengering, bungkus adonan tersebut dengan kain dan tutup dengan rapat, masukan adonan ke dalam wadah dan simpan ditempat yang lembab selama sekitar 1 hari hingga mengeras.
Semua pelayan bergerak sesuai arahan yang diberikan oleh Lilian kemudian Zheyan menyuruh para pelayan agar beristirahat setelah menyimpan adonan terakhir.
Setelah semua pekerjaan selesai mereka kerjakan, Zheyan, Asgar dan Lilian sepakat untuk beristirahat.
°°°
Setelahnya ia berjalan menuju tempat penjemuran buah kopi, Lilian mengangguk singkat setelah memastikan keseluruhan dari buah kopi tersebut.
Setelah semua di anggap beres, Lilian berjalan menemui Zheyan dan Asgar yang ternyata sudah menemuinya sedari tadi.
"Hasil dari adonan keju kemarin sungguh memuaskan, aku sudah memerintahkan pelayan untuk menyimpannya ditempat yang sejuk." Ucap Lilian begitu ia sampai dihadapan Zheyan dan Asgar.
"Baguslah kalau begitu." Ucap Asgar ikut senang.
"Oh iya...dimana aku bisa menghubungi pangeran Seint ? Apakah aku harus ke istana untuk bisa menemuinya?" Tanya Lilian.
"Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Zheyan Khawatir.
"Tidak...tadi aku pergi bukan hanya memeriksa hasil dari adonan keju namun aku juga memeriksa hasil dari penjemuran buah kopi, kandungan airnya sudah berkurang dan buah kopinya siap diolah." Ucap Lilian.
"Kakak akan mengirim seseorang nanti untuk mengabarkannya." Ucap Zheyan.
Kemudian mereka berangkat menuju pasar dengan menunggangi kuda. Asgar menunggangi kudanya sendiri dan Zheyan menunggangi kuda bersama Lilian.
Sesampainya di pasar Zheyan dan Asgar menitipkan kudanya pada jasa penitipan kuda. Mereka berjalan mengelilingi pasar untuk memastikan harga jual pasar, sesekali Lilian membeli kue-kue kering yang dijual disepanjang jalan.
Saat mereka berada ditengah pasar, Lilian kembali mencium bau manis yang selalu menjadi kesukaannya, bau manis yang sering kali membawanya dalam masalah. Karena terlalu menyukai bau manis ini Lilian berjalan mencari arah baunya namun tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan membuatnya sadar.
"Kau mau kemana Lilian? Jangan berjalan terlalu jauh dari kami, suasana pasar sedang ramainya kau akan kesasar lagi seperti terakhir kali." Ucap Zheyan.
"Kakak...aku sangat menyukai bau manis ini, pasti ini permen kapas." Ucap Lilian sambil menghirup asal dari bau manis tersebut.
__ADS_1
"Permen kapas?" Tanya Asgar bingung.
"Benar Kakak, ini sejenis makanan yang dibuat dari gula lalu jika panaskan akan menghasilkan seperti jaring yang selembut kapas." Ucap Lilian senang.
Zheyan dan Asgar mencoba mencium aroma yang berada disekitar mereka. "Aku tak bisa mencium bau manis yang kau maksud, disini terlalu banyak aroma manis." Ucap Asgar.
"Aku juga tak bisa mencium bau yang kau maksud Lilian." Ucap Zheyan.
"Baunya dari arah sana." Ucap Lilian menunjuk ke arah selatan.
Zheyan dan Asgar sama-sama memandang arah tunjuk Lilian dan berjalan mengikuti Lilian yang sudah berjalan duluan.
Setelah berjalan sebentar mengikuti bau manis tersebut, Lilian tersenyum bahagia saat melihat penjual permen kapas yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
Dengan bahagia Lilian berjalan menuju penjual tersebut, saking bahagianya Lilian tak memperhatikan jalan dengan benar. Ia tersandung sebuah batu yang membuat tubuhnya oleng dan hampir terjatuh di atas tanah kalau tidak ada sebuah lengan kekar yang merangkul pinggangnya dan menahan berat badannya agar tak terjatuh.
"Bodoh." Ucap Seint
Lilian melepas rangkulan tangan Seint dan berjalan mendekati penjual kapas tanpa mengucapkan terima kasih pada Seint yang telah menolongnya.
"Lilian." Panggil Zheyan dan Asgar barengan melihat Lilian yang hampir terjatuh.
Zheyan dan Asgar berjalan mendekat ke arah tempat Seint berdiri dan melirik Lilian sebentar lalu menunduk hormat.
"Terima kasih telah menolong adik ku yang mulia." Ucap Zheyan dan Asgar barengan.
Seint mengangkat alisnya. "Ya." Ucapnya singkat.
"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Artem yang berdiri dibelakang Seint.
"Kami sedang menemani Lilian untuk mengecek harga pasar." Ucap Asgar.
"Kebetulan sekali yang mulia ada disini, tadi saya berniat untuk mengirim seseorang ke istana untuk mengantarkan pesan dari Lilian untuk yang mulia." Ucap Zheyan.
"Pesan apa?" Tanya Seint sambil melirik ke arah Zheyan.
"Lilian bilang buah kopinya siap untuk diolah." Ucap Zheya.
Sebelum Seint menjawab ucapan Zheyan, Lilian datang dengan penuh permen kapas ditangannya dan memberikan masing-masing satu untuk mereka berempat. Seint, Zheyan, Asgar, dan Artem menatap bingung ke arah permen kapas yang diberikan Lilian.
"Apa yang kalian Lihat? Ayo makan." Ucap Lilian.
Dengan berat hati mereka berempat memakan permen kapas yang diberikan oleh Lilian tersebut.
"Ini adalah makanan kesukaan ku, terakhir kali aku kesasar karena mengikuti bau ini namun sampai akhir aku tetap tak bisa menemukannya dan berakhir kesasar." Ucap Lilian sambil melihat permen kapasnya senang.
Seint, Zheyan, Asgar dan Artem menatap tak percaya kearah gadis tersebut namun gadis yang mereka tatap terlalu asik dengan permen kapasnya. Seat mereka mau menanggapi ucapan Lilian, suara seseorang menghentikan mereka semua.
"LILIAN." Panggil orang tersebut dengan suara melengking dan memeluk Lilian dengan erat.
Semua mata menuju ke sumber suara dan menghela napas pelan saat melihat orang tersebut memeluk Lilian erat.
"Kamu siapa?" Tanya Lilian bingung.
Seint, Zheyan, Asgar, dan Artem menatap tak percaya ke arah Lilian.
°°°
__ADS_1
Author kira tidak akan bisa UP hari ini karena semalam begadang untuk malam renungan BAITUL ARQAM, di sisa-sisa tenaga sempatin untuk UP padahal baru sampai rumah.