
Kisah tentang naga masih tetap melegenda di kerajaan Apollonia. Dari generasi ke generasi cerita tentang naga masih sangat banyak diminati oleh banyak orang.
Keberadaan naga-pun dianggap tabu oleh sebagian banyak orang karena naga hanya bisa diceritakan dalam kisah. Selama ini orang-orang masih mempertanyakan tentang keberadaan naga yang tidak pernah sekalipun mereka jumpai.
Sebuah buku kuno menceritakan tentang sejarah asal mulanya kerajaan Apollonia. Ratusan tahun lalu, kerajaan Apollonia belum terbentuk sama sekali, tanah yang sekarang orang kenal dengan sebutan kerajaan Apollonia dulu adalah tempat para naga tinggal.
Seperti yang orang ketahui sebelumnya, dimana ada naga maka disitulah kekuasaan tertinggi berada. Naga adalah hewan yang suka dengan benda berkilauan. Dipercaya tempat para naga tinggal tertanam banyak harta, untuk itu orang pada jaman dahulu memburu naga untuk dijadikan hewan peliharaan dan dijadikan sebagai batu loncatan untuk mendapatkan kekuasaan.
Jika seekor naga menemukan Tuan yang benar-benar pas untuknya maka naga tersebut akan mengabulkan semua keinginan Tuannya. Jika Tuannya meminta harta maka naga akan berusaha memberikan Tuannya harta dan jika Tuannya meminta kekuasaan maka dunia-pun bisa hewan itu berikan.
Semakin lama naga semakin banyak diburu. Para manusia yang menginginkan kekuasaan semakin gencar memburu naga. Jika seekor naga tidak mau mematuhi keinginan mereka maka naga tersebut akan disiksa sampai mati.
Untuk melemahkan kekuatan naga orang-orang pada jaman kuno berkerja sama dengan penyihir untuk membuat mantra yang mengakibatkan kekuatan naga tersegel.
Semakin lama kaum naga merasa keberadaan mereka hanyalah dijadikan sebagai hewan buruan yang dipaksa patuh dengan semua yang orang-orang itu perintahkan.
Kaum naga akhirnya memutuskan untuk menyembunyikan diri dari kehidupan manusia. Namun usaha kaum naga selalu saja gagal dikarenakan para penyihir mempunyai cara untuk menemukan keberadaan mereka.
Hingga suatu hari muncullah seorang pengelana yang biasa hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Dalam perjalanannya ia menemukan seekor naga yang memiliki ukuran tubuh yang sangat besar sedang terbaring kesakitan menunggu mautnya.
Merasa kasihan dengan naga tersebut, pengelana itu akhirnya menolong naga itu dan merawatnya hingga naga itu sembuh. Melihat ketulusan hati dari pengelana, naga tersebut mencoba menceritakan tentang yang terjadi pada kaumnya.
Pengelana tersebut merasa iba dan berjanji pada naga tersebut untuk menolong kaumnya. Usaha pengelana dan naga itu tidak sia-sia, Pengelana itu mengerti banyak sihir karena ia selalu hidup berpindah tempat.
__ADS_1
Dengan sihir pengelana, ia berhasil merusak segel yang selama ini menahan kekuatan dari para naga. Bersama kaum naga, pengelana tersebut berhasil mengalahkan para penyihir dan manusia-manusia yang memburu kaum naga.
Untuk menjaga keberlangsungan hidup kaum naga, pengelana tersebut mencoba mantra sihir yang ia pelajari untuk membuat dimensi lain. Hingga bertahun-tahun lamanya, pengelana itu berhasil membuat ruang dimensi yang begitu luas menggunakan sihir hasil penyelidikannya.
Naga yang pengelana tolong adalah pemimpin dari kaum naga. Sebelum ia masuk ke dimensi yang dibuat oleh pengelana, naga itu membuat sebuah janji kepada pengelana bahwa hanya keturunan dari pengelana itulah yang akan terus memimpin daerah itu.
Apollo adalah nama dari pengelana dan Nia adalah nama dari kaum naga. Sehingga terbentuklah nama dari kerajaan Apollonia. Pemimpin dari naga itu memberitahukan dimana saja letak harta kaum para naga disimpan. Untuk mengukuhkan kejayaan dari keturunan Apollo naga tersebut memberikan mustika kaumnya kepada Apollo dan menyuruhnya untuk menelan mustika itu.
Setiap keturunan Apollo yang berhak mendapatkan tahta akan ditandai dengan terlihatnya mustika itu pada perut sang bayi sejak ia dilahirkan. Keturunan itu akan mewariskan semua hak yang diberikan kaum naga kepada Apollo, termasuk melindungi wilayah kekuasaannya bahkan jika ia ingin memperluas wilayah kekuasaan maka kaum naga akan secara suka rela membantu.
Untuk menjaga tidak akan ada satupun manusia atau penyihir yang mengusik keberadaan naga lagi, Apollo mengunci dimensi naga itu menggunakan darahnya sebagai segel utama. Agar segel itu tidak bisa dibuka dengan mudah, Apollo menggunakan sihir pemanggil roh untuk memperkuat segel itu.
Roh yang bisa dipanggil adalah roh yang memiliki hubungan dekat dengan Apollo maupun keturunan Apollo. Sehingga jika Apollo mati, maka hanya keturunan dan roh terdekat dari keturunannya yang bisa membuka segel itu.
Penulis King Apollo Balaz
Lilian menutup buku yang berada ditangannya saat ia selesai membaca. Setelah mendengar penjelasan Citto yang menjelaskan jika kehadirannya itu adalah ulah dari orang-orang yang menginginkan kekuasaan.
Lewat tulisan pada dinding gua, Seint dan Lilian akhirnya dapat menemukan buku sejarah asli dari kerajaan Apollonia yang ditulis langsung oleh Raja Pertama.
Kehadiran Citto sudah direncanakan sejak lama oleh orang-orang yang menginginkan kekuasaan. Bersama dengan buku itu terdapat sebuah peta tua yang telah usang. Peta itu diberi tanda dimana para kaum naga menyimpan hartanya.
Orang-orang yang memanggil Citto secara paksa tidak tahu jikalau seandainya Citto muncul di hadapan mereka tetap saja hewan itu tidak akan menuruti keinginan mereka. Pemimpin kaum naga telah memberikan kesetiaannya kepada Apollo dan keturunannya.
__ADS_1
Pada buku usang itu juga dijelaskan jika naga dikeluarkan secara paksa maka naga itu akan mencari roh kuat yang memiliki ikatan kuat dengan keturunan Apollo.
Sihir yang Apollo gunakan untuk segel dimensi akan selalu mengarah ke keturunannya, sehingga sekuat apapun orang-orang berusaha ingin menguasai dunia maka usaha mereka hanya akan sia-sia saja. Mustika kaum naga akan dengan sendirinya mengetahui keturunan yang pantas naik tahta beserta dengan pasangannya.
"Hebat sekali Raja Apollo." Gumam Lilian.
Seint, Lilian, Artem dan Citto sekarang berada dalam ruangan kecil dalam Gua. Untuk para penduduk lainnya Seint memerintahkan mereka untuk menunggu diluar gua.
"Raja Pertama sudah mempertimbangkan sesuatu dengan waktu jangka panjang ... Saya benar-benar kagum." Ucap Artem.
"Inti dari semua ini adalah percuma orang-orang yang memiliki niat menguasai naga ... Usaha mereka akan sia-sia karena naga sedari awal tahu yang mana untuk dijadikan Tuan." Jelas Lilian.
"Akankah ada yang bisa menjawab mengapa roh masa depan mu yang ditarik ke masa lalu?" Tanya Seint penasaran.
"Bukankah sudah dijelaskan didalam buku? Hanya roh yang kuat ... Mungkin saja roh masa lalu ku terlalu lemah dan masih banyak memikirkan hal lain." Jelas Lilian.
Seint mengangguk pelan dan menatap serius ke arah Citto. "Selain naga apa ada yang bisa membuka ruangan ini?" Tanya Seint.
Citto menggeleng untuk memberi jawaban untuk Seint.
"Bolehkah barang-barang ini dibawa pulang ke Istana?" Tanya Artem penasaran.
Seint menghela napas pelan. "Sebaiknya disimpan disini. Ada banyak sekali titik harta yang ditinggalkan dan itu akan menjadi masalah untuk kita. Sebaiknya semua barang-barang ini akan tetap terus berada di sini." Jelas Seint.
__ADS_1
°°°