Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
64. Hewan Mitos


__ADS_3

Semua pasang mata menatap terkejut ke arah Lilian, pasalnya gadis itu membekap erat seekor hewan yang mereka tidak tahu sejak kapan hewan itu berada dalam selimut Lilian.


"Lepaskan hewan itu Lilian! Kita tidak tahu hewan itu berbahaya atau tidak." Ucap Duke Marven khawatir.


"Tidak! Jangan sakiti dia!" Ucap Lilian masih memeluk erat hewan itu.


"Biarkan kami memastikannya terlebih dahulu." Ucap Seint.


Lilian menggeleng cepat. "Tidak! Kalian pasti akan membawanya pergi."


"Biarkan kami melihatnya dulu. Setelahnya kami janji tidak akan membawanya pergi." Ucap Asgar lembut.


Lilian menatap ke semua orang dengan ragu, perlahan ia melepas pelukannya pada hewan itu. Saat tangan Lilian benar-benar terlepas, hewan itu memunculkan kepalanya dan menatap semua orang dengan tajam.


Mata semua orang melebar melihat hewan tersebut. Hewan itu memiliki bulu panjang berwana putih bersih, matanya bewarna abu-abu, memiliki tanduk seperti rusa dan memiliki gigi yang tajam.


"Menjauh dari hewan itu Lilian!" Ucap Zheyan panik.


GRRRRRR...GRRRRR...GRRRR....


Hewan itu memandang marah ke arah Zheyan, hewan itu bahkan mengambil ancang-ancang untuk menyerangnya.


"Kenapa? Hewan ini begitu cantik." Ucap Lilian sambil mengelus pelan kepala hewan tersebut.


Hewan yang sedari tadi menatap Zheyan marah kini kembali duduk dan menatap Lilian.


Cittt...Cittt...Cittt...


Suara hewan tersebut sambil melompat-lompat kecil dihadapan Lilian.


"Bukankah kucing ini sangat lucu?" Tanya Lilian sambil tersenyum hangat kearah hewan tersebut.


Hewan tersebut bergerak mendekati Lilian dan mengusapkan badannya ke tubuh Lilian. "Lihatlah dia sangat menggemaskan." Ucap Lilian tertawa geli.


"Hewan itu bukan kucing Lilian." Ucap Seint panik.


"Lalu apa?" Tanya Lilian kemudian menatap wajah hewan tersebut. "Musang?" Tanyanya lagi.


Zheyan memberanikan diri mendekat ke arah Lilian dan berniat menyentuh hewan tersebut.


GRRRRRR...GRRRRR....GRRRR....


suara marah hewan tersebut sambil menunjukkan gigi tajamnya. Zheyan kembali mundur beberapa langkan dan menatap Lilian khawatir.

__ADS_1


"Hewan itu sangat berbahaya Lilian. Lepaskan dia!" Ucap Artem.


Lilian mengerutkan kening bingung dan menatap kembali ke arah hewan tersebut. "Yang aku lihat hewan ini sangat lucu, tidak berbahaya sama sekali." Ucap Lilian sambil mengelus kepala hewan tersebut.


Duke Marven menelan ludah susah payah. "Hewan itu adalah naga berbulu, keberadaannya dianggap sebuah mitos." Ucap Duke Marven takut.


Lilian mengerutkan kening bingung. "Naga?" Tanya Lilian bingung. "Hewan ini lebih mirip seekor kucing lalu sebelah mananya ia mirip naga?" Tanya Lilian tidak percaya.


Seint maju selangkah. "Lilian...lambang dari kerajaan Apollonia adalah sebuah naga. Kerajaan ini dipercaya selalu dilindungi oleh makhluk yang disebut naga, namun kami hanya mendengar ceritanya secara turun temurun tanpa melihat bentuk fisik naga itu sendiri. Orang-orang dikerajaan ini menganggap keberadaan naga hanyalah sebuah mitos." Jelas Seint panjang.


"Lalu mengapa hewan ini disebut naga?" Tanya Lilian penasaran.


Zheyan meneguk ludah susah payah. "Kami memang belum pernah melihat bentuk naga secara langsung sebelumnya, namun nenek moyang kita telah melukiskan bentuk dari naga itu sendiri." Jelas Zheyan.


"Setahu ku naga itu berukuran sangat besar dan hewan ini hanya seperti ukuran kucing besar saja." Ucap Lilian menilai.


"Lilian hewan itu memang terlihat kecil namun didalam cerita jika hewan itu beregenerasi maka ia akan berubah menjadi seekor naga yang besar." Jelas Duke Marven.


"Tapi mengapa hewan itu begitu jinak kepada mu?" Tanya Violet.


Lilian mengerutkan kening bingung. "Entahlah. Sejak semalam aku tidak merasa dalam bahaya didekatnya." Ucap Lilian.


Semua orang terkejut mendengar ucapan Lilian. "Sejak semalam?" Tanya Fania.


"Lalu?" Tanya Asgar.


"Ini aneh, tadi malam tubuh ku sakit semua. Aku bahkan tidak bisa mengeluarkan suara, namun..." Ucap Lilian terjeda.


"Namun apa?" Tanya Zheyan cepat.


"Karena merasa nyaman dengan bulunya aku merasa sangat ngantuk dan kembali tertidur. Setelah bangun kembali aku tidak merasakan sakit lagi." Ucap Lilian heran.


"Jangan-jangan?" Ucap Zheyan sambil menatap satu sama lain.


"Saya akan mengurus kegiatan berburu untuk hari ini, Tuan Duke Marven saya mohon segeralah temui Ayah saya dan tanyakan solusi untuk masalah ini kalau urusan saya sudah selesai, saya akan pergi menyusul. Untuk Tuan Zheyan dan Tuan Asgar saya mohon tetaplah disini dan menjaga Lilian." Ucap Seint sambil menatap cemas ke arah Lilian dan hewan itu.


"Baiklah." Ucap Semua.


°°°


Naga adalah hewan mitos, banyak orang yang mengartikan naga dengan sebutan kekuatan tertinggi. Keberadaan hewan tersebut tidak pernah dijumpai oleh orang-orang. Keberadaan mereka seakan-akan hanyalah sebuah cerita pengantar tidur saja.


Sejak Lama kerajaan Apollonia dikenal dengan lambang naga. Marga King disematkan kepada para raja sebelumnya untuk menghormati kekuatan tertinggi yang tidak bisa dilengserkan dengan mudah dari jabatannya.

__ADS_1


Menurut cerita, naga adalah hewan yang tidak bisa akrab dengan manusia. Sehingga naga cenderung menyembunyikan diri dan hidup jauh dari keberadaan manusia. Tidak ada yang bisa memastikan dimana tempat tinggal naga itu sendiri.


Kemunculan naga berbulu setelah kejadian yang menimpa Lilian adalah sesuatu yang sangat sulit untuk Raja Reinal pikirkan. Siapa saja yang bisa mengendalikan seekor naga itu artinya orang tersebut dapat menguasai dunia.


Yang membuat Raja Reinal semakin pusing adalah, naga berbulu itu datang sendiri menghampiri Lilian dan hanya patuh kepadanya.


Raja Thanos menghela napas kasar. "Tuan Duke Marven." Panggilnya.


"Ya Yang Mulia." Ucap Duke Marven.


"Kita sudah sangat lama berteman, setelah kemunculan hewan itu ku harap kau masih dipihak ku." Ucap Raja Reinal was was.


"Apa Yang Mulia katakan? Hamba adalah orang yang paling setia kepada kerajaan ini, terlebih lagi Putriku telah mengikat sebuah hubungan dengan Putra mu." Ucap Duke Marven.


Raja Reinal mengangguk pelan. "Tidakkah semua ini terasa aneh untuk mu?" Tanya Raja Reinal serius.


"Aneh kenapa Yang Mulia?" Tanya Duke Marven penasaran.


"Saya telah menyelidiki kasus tentang dua harimau itu. Sebenarnya dua harimau itu adalah hewan peliharaan seseorang dan pastinya hewan itu jinak. Saat saya memeriksa keadaan harimau itu saya menemukan sedikit keanehan." Jelas Raja Reinal.


"Keanehan seperti apa Yang Mulia?" Tanya Duke Marven penasaran.


"Ciri-ciri fisik yang ditunjukkan harimau itu adalah hewan yang diberi obat untuk menyerang seseorang dengan sengaja." Jelasnya.


"Maksudnya?" Tanya Duke Marven bingung.


"Di hari yang sama saat harimau itu menyerang, di wilayah barat sana telah diadakan sebuah ritual aneh. Untung saja sebelumnya saya sedang menyelidiki wilayah sana, sehingga saya dengan cepat mengetahuinya dan Untuk menggagalkan ritual itu saya merencanakan penyerangan di wilayah sana." Jelas Raja Reinal serius.


"Maksud Yang Mulia, kedua harimau itu hanyalah sebagai pion untuk mengecoh. sehingga kita hanya akan fokus pada harimau itu?" Tanya Duke Marven.


"Iya betul. Kemudian seekor naga muncul di wilayah sini. Keberadaan naga bagaikan mitos untuk kita namun di salah satu buku koleksi istana, naga bisa muncul ketika kita melakukan sebuah ritual persembahan. Saya curiga ritual itu dilakukan untuk memanggil naga." Jelas Raja Reinal.


Duke Marven membulatkan mata sempurna. "Lalu langkah apa yang harus kita ambil Yang Mulia?" Tanya Duke Marven.


Sebelum Raja Reinal menjawab, suara ketukan pintu terdengar dan membuat fokus keduanya menjadi ke arah Pintu.


TOK...TOK...TOK...


°°°


Bagi yang udah baca novel ini setengah, Author ganti nama Rajanya menjadi Raja Reinal sesuai arahan dari pihak NT/MT


Selamat membaca...

__ADS_1


__ADS_2