Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
90. Kekayaan Yang Tersembunyi


__ADS_3

Tuan Asadel mengumpulkan penduduk yang masih tersisa di daerah tersebut untuk bersama menuju lahan yang mereka maksudkan.


Tuan Asadel bersama penduduk lainnya merasa sangat gugup menantikan kesimpulan apa yang akan Lilian berikan untuk mereka. Terlihat ada banyak sekali raut wajah tegang dari para penduduk. Meski tidak yakin namun mereka menyimpan harapan kecil di hati mereka masing-masing. Selama ini hanya ada kabar tidak enak yang mereka terima namun hari ini Lilian seakan memberi sedikit cahaya dalam kegelapan untuk para penduduk tersebut


Setelah sampai ditempat tujuan mereka, Lilian mengedarkan pandangan kesemua arah. Hanya tandus yang dapat Lilian simpulkan pada tempat itu. Lilian yang ditemani oleh Seint, berjalan mendekati sebuah anak sungai.


Lilian mencelupkan tangannya kedalam sungai tersebut dan merasa air itu hangat. Setelah memastikan semua hal yang Lilian perlukan, ia berjalan mendekat ke arah para penduduk yang sedang berkumpul dengan raut wajah tegang.


"Saya membutuhkan beberapa orang untuk menggali tanah ini!" Tunjuk Lilian ke bawah kakinya.


"Kami siap menggali sedalam Yang Mulia butuhkan." Ucap beberapa penduduk.


Lilian tersenyum senang mendengarnya. "Gali-lah tanah ini secepatnya!"


Beberapa penduduk maju dan mulai mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Lilian. Setelah merasa cukup, Lilian menghentikan para penduduk itu dan kembali memberikan arahan.


"Ambilkan saya air dan bawa kesini barang yang sebelumnya saya minta!" Ucap Lilian.


"Baik Yang Mulia." Ucap para penduduk yang langsung mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Lilian.


Sebelumnya Lilian memastikan tekstur tanah tersebut. Ada banyak sekali bebatuan dan hanya terdapat sedikit tanah. Lilian mengambil segenggam tanah dan memasukannya kedalam sebuah periuk kecil.


Lilian menambahkan sedikit air kedalamnya dan menggoyangkan periuk tersebut, Ia melakukan hal yang sama beberapa kali. Semua orang yang hadir mengerutkan kening bingung melihat apa yang dilakukan Lilian.


Mereka merasa Lilian hanya bermain-main saja dan tidak serius dengan ucapan sebelumnya. Harapan yang tertanam di hati mereka mulai menghilang namun secara tiba-tiba Lilian memekik senang dan melompat-lompat kecil.


"Perkiraan ku benar!!" Ucap Lilian senang.


Tuan Asadel dan para penduduk lainnya semakin menegang mendengar ucapan dari Lilian. "Apakah kami boleh berharap Yang Mulia?" Tanya Tuan Asadel.


Lilian mengangguk antusias. "Tempat Ini ... Entah sejauh mana, mengandung kekayaan yang berlimpah." Jawabnya.


"Kekayaan apa?" Tanya Seint penasaran.


"Selama ini tanahnya bukan menolak apapun untuk ditanami akan tetapi tanah ini memiliki kandungan emas yang sangat banyak ... Kandungan mineral sulfida-nya terlalu banyak sehingga mau sebesar apapun usaha kalian untuk menanam tanaman tidak akan bisa tumbuh." Jelas Lilian senang.

__ADS_1


Semua penduduk wilayah barat tertegun mendengar penjelasan Lilian. "Apakah itu benar Yang Mulia?" Tanya Tuan Asadel sambil menetaskan air mata.


Lilian mengangguk cepat. "Lihatlah ini!!" Ucapnya sambil menunjukan periuk ditangannya.


Semua orang maju dan melihat apa yang ditunjukkan oleh Lilian. Didalam periuk yang Lilian tunjukan terdapat emas yang memisahkan diri dari tanah. Terlihat di sana ada banyak sekali emas dibandingkan dengan tanahnya.


Semua penduduk wilayah barat serentak berlutut dan memberikan penghormatan yang tulus untuk Lilian. "Terima kasih Yang Mulia ... Kalian telah membuang waktu untuk datang melihat kami. Berkat kedatangan kalian kami tidak akan pernah tahu kekayaan apa yang terkandung di sini." Tangis Tuan Asadel pecah.


Lilian panik melihat yang dilakukan semua orang. "Tolong jangan seperti ini ... Umurku masih sangat muda. Saya tidak pantas mendapatkan penghormatan yang seperti ini." Ucapnya sambil menjatuhkan diri ke tanah.


Semua penduduk terlihat panik melihat Lilian yang juga iku terduduk di atas tanah. "Yang Mulia tolong jangan membuat kotor gaun mu!" Ucap mereka serentak.


"Maka bangunlah!" Tegas Lilian.


Semua penduduk kembali bangun dan menatap hormat ke arah Lilian, Seint dan Artem. "Terima kasih Yang Mulia." Ucapan tulus yang mereka berikan.


Seint mengangguk pelan. "Telah ditemukannya kandungan emas di sini maka pertanyaan ku adalah bagaimana rencana kalian untuk selanjutnya?" Tanyanya tegas.


Tuas Asadel maju untuk mewakili para penduduk. "Ampun Yang Mulia. Semuanya kami serahkan kepada pihak Istana untuk mengelolanya. Sedari awal Yang Mulia Raja Reinal telah memberikan banyak upaya untuk keberlangsungan hidup kami di sini. Bisakah kami bergantung pada pihak Istana?" Tanyanya.


"Kami setuju Yang Mulia." Ucap mereka serentak.


"Bolehkan kami meminta sesuatu Yang Mulia?" Tanya Tuan Asadel takut.


"Silahkan katakan!!" Ucap Seint tegas.


"Bisakah kami agar tetap tinggal di sini?" Tanya Tuan Asadel.


"Tentu saja ... Kalian sendiri yang akan turun tangan langsung melihat pekerjaan di sini. Sebagian besar tanah ini adalah milik resmi dari kalian ... meski harus membayar harga bahan dua kali lipat namun kalian sudah memiliki pendapatan resmi di sini. Kalian tidak akan kesusahan lagi." Jelas Seint.


"Terima kasih Yang Mulia ... Jika boleh kami ingin satu permintaan lagi." Ucap Tuan Asadel.


"Apa?" Tanya Seint.


"Berkat kedatangan Yang Mulia Pangeran Mahkota dan Putri Mahkota kami bisa mengetahui kandungan emas di sini ... Jika boleh kami ingin meminta tempat ini diberi nama Pangeran dan Putri." Ucap Tuas Asadel sambil menunduk.

__ADS_1


Seint mengangkat sebelah alisnya. "Tidak buruk." Batinya, "Nama apa yang kalian usulkan?" Tanyanya.


"Biarkan semua rakyat kerajaan Apollonia mengenal nama tempat ini dengan sebutan LISEI." Jawab Tuan Asadel.


"Tidakkah sebutan itu terlalu berlebihan?" Tanya Lilian.


"Saya setuju!!" Ucap Seint tiba-tiba.


Tuan Asadel beserta penduduk lainnya bersorak bahagia mendengar persetujuan dari Seint sedangkan Lilian sendiri hanya menatap Seint dengan tatapan tidak percaya.


"Kita akan merayakan penemuan ini ... Secepatnya saya akan mengirim pengawal untuk mencari bahan makanan terdekat. Silahkan para penduduk wilayah ini menyiapkan keperluan pesta namun saya membutuhkan Tuan Asadel untuk membicarakan sesuatu yang penting." Jelas Seint lantang.


"Baiklah Yang Mulia kami akan segera kembali dan menyiapkan pestanya." Ucap para penduduk antusias.


Setelah kepergian para penduduk dan menyisakan beberapa orang, Seint menatap serius ke arah Artem.


"Laporkan hal ini kepada Ayah ku dan minta agar ia mengirim pekerja ke sini secepatnya. Kirim para pengawal untuk segera mencari bahan makanan terdekat untuk pesta!!" Perintah Seint.


"Baik Yang Mulia." Ucap Artem tegas dan segera menjalankan tugas yang diperintahkan.


Seint kembali menatap ke arah Tuan Asadel. "Saya masih membutuhkan beberapa informasi penting darimu ... Saya harap anda bisa menjawab sesuai yang telah terjadi."


Tuas Asadel menunduk sopan. "Saya akan menjawab semua pertanyaan Yang Mulia sesuai yang saya ketahui dan yang sejujur-jujurnya."


"Baguslah ... Pertama kita kembali ke penginapan dulu. Pertanyaan saya sedikit rahasia untuk itu saya membutuhkan tempat yang nyaman." Ucap Seint datar.


"Baiklah Yang Mulia. Silahkan jalan duluan. " Ucap Tuan Asadel hormat.


Seint kemudian menggenggam tangan Lilian dan berjalan kembali ke arah penginapan.


°°°


Sedikit Author mau curhat ... Selama seminggu Author sibuk dengan Ulangan Akhir Semester di dua sekolah. Setelah ulangan selesai Author ditunjuk sebagai ketua panitia Class Meeting ditempat Author ngajar ... kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari, seharusnya sabtu kemarin hari terakhir namun ada sedikit kecelakaan yang menyebabkan tangan kanan Author luka. Rencananya setelah kegiatan itu Author bakal Crazy UP mengganti beberapa hari kemarin saat Author absen UP. Empat jari tangan kanan Author luka dan bengkak nggak bisa buat ngetik ... tersisa jempol doang yang nggak kenapa-napa, akhirnya Author putuskan buat ngetik di HP aja, itupun maksa bangat 😭.


Mengapa lukanya harus selalu ditangan kanan ... kemarin pas perbaikan rumah lukanya pas ditangan kanan juga.

__ADS_1


Udah dulu ah ... Author curhatnya kepanjangan.


__ADS_2