
Lilian menahan pedang yang diarahkan oleh Selir Kedua kepadanya. Setelah menghancurkan bola kristal yang berukuran besar, Selir Kedua Gracia langsung menyerangnya dengan menggunakan pedang.
Selir Gracia sangat ahli dalam mengunakan pedang, Lilian berpikir mungkin keseharian dari Selir Gracia adalah melatih keterampilan pedangnya. Meski gerakan Selir Gracia sangat cepat dan gesit namun Lilian masih bisa menyeimbangkan langkahnya.
Lilian sesekali mengambil napas sambil bertarung melawan Selir Kedua. Terakhir kali Lilian juga kehabisan napas saat bertarung namun kali ini Lilian sudah sangat mahir mengendalikan pernapasannya saat ia harus bertarung.
Selir Garcia merasa sangat marah karena sedari tadi ia telah menyerang Lilian namun tidak ada satupun dari serangannya yang mampu mengenai Lilian.
"Kau selalu menjadi penghalang dari rencana besar anak ku." Kesal Selir Gracia mencoba memecah kosentrasi Lilian.
"Rencana busuk kalian memang seharusnya tidak ada! Tidakkah kalian tahu jika rencana kalian merugikan banyak orang!!" Kesal Lilian.
Selir Gracia tersenyum sinis. "Salahkan pada orang-orang yang selalu tidak berprilaku adil kepada kaum kami! Sejak lama kaum penyihir selalu menjadi buruan kalian dan kami terpaksa harus menyamar agar tidak tertangkap." Ucapnya.
Lilian mengencangkan pegangan pedangnya, meski Selir Gracia mengajaknya untuk berbicara, tatapan Selir Gracia selalu mencari letak kelemahannya. "Dari awal kaum kalianlah yang selalu berburu kaum naga, sehingga Yang Mulia Raja Apollo harus menyembunyikan keberadaan mereka." Jawabnya.
"Kekuasaan tertinggi memanglah hanya milik kami! Kaum naga hanyalah hewan yang akan selalu tunduk atas perintah yang kami berikan!! Raja sialan itu datang dan mengacaukan semua rencana kami. Kami kaum penyihir melakukan banyak cara untuk mempertahankan keberadaan kami, namun segel yang diberikan oleh Raja itu membuat kami semakin hari semakin melemah." Kesal Selir Gracia.
"Jika memang seperti itu, mengapa kalian tidak menyerah dan mencoba berdamai? Bukankan kaum naga dan kaum penyihir bisa hidup saling berdampingan!!" Jelas Lilian.
"Tidak bisa!! Kaum naga menyukai kemewahan, sedangkan yang harusnya berhak dengan semua kemewahan yang ada adalah kaum kami. Kami adalah kaum yang sangat kuat dan kalian seharusnya tunduk dengan pada kami!!" Teriak Selir Gracia sambil mencari celah kelemahan Lilian.
Lilian tersenyum sinis. "Itulah yang membuat kaum kalian melemah dan perlahan punah. Kalian hanya memikirkan kekuasaan dan kemewahan tanpa berpikir hidup damai akan jauh lebih baik!!" Jelasnya.
__ADS_1
"Kenapa kami harus berbagi jika kami bisa mendapatkan semua yang kami inginkan. Jika bukan karena segel dari Raja itu maka kaum kamilah yang akan menguasai dunia ini!! Hari demi hari kaum kami melemah dan mati sehingga hanya menyisakan beberapa penyihir, sebagian memilih menyerah dan menerima kematiannya namun berbeda dengan kami yang memilih bertahan dan mengambil kembali apa yang seharusnya milik kami." Kesal Selir Gracia.
"Sejak kapan wilayah ini milik kalian? Sejak awal daerah ini adalah milik kaum naga. Kalian hanya iri dan menginginkan sesuatu yang bukan milik dari kalian. Bertahun-tahun kaum kalian menindas kaum naga dan merampas semua yang mereka miliki!!" Teriak Lilian namun masih tetap siaga jika sewaktu-waktu ada orang yang menyerangnya.
"Diam kamu!! Hanya kaum kamilah yang berhak mendapatkan posisi tertinggi! Semua rencana kami berantakan gara-gara kehadiran mu, jika bukan karena Putra ku menyukaimu maka kau sudah lama kami musnahkan." Teriak Selir Gracia.
Lilian terdiam dan tertegun mendengar ucapan dari Selir Gracia. Sejak kapan Pangeran Igor menyukainya, pertemuannya dengan Pangeran Igor bisa Lilian hitung menggunakan jari. Yang Lilian ingat pertemuan pertamanya dengan Pangeran Igor adalah saat ia berada di taman Istana yang Seint berikan. Selanjutnya Lilian hanya bertemu dengannya pada acara-acara tertentu yang mewajibkan kehadiran antara keduanya.
"Kau adalah orang yang seharusnya dari awal dimusnahkan!! Putraku begitu melindungi mu namun sekalipun kau tidak pernah memandang kearahnya!! Putraku selalu mengarahkan pandangannya kepada mu namun kau hanya melihat kearah Pangeran Seint! Karena kau rencana kami selalu gagal, karena kau rencana kami selalu kacau dan karena kau Putraku selalu ragu mengambil keputusan!!" Teriak Selir Gracia marah.
Lilian mengerutkan kening bingung, sejak kapan Pangeran Igor menyukainya. Lilian bahkan hampir tidak pernah berbicara kepadanya, namun ibunya malah mengatakan hal yang mustahil bagi Lilian.
Memang saat di acara-acara tertentu, Pangeran Igor berusaha mendekati Lilian namun Seint selalu datang dan membawa Lilian pergi. Komunikasi keduanya sangat jarang, sungguh mustahil jika Pangeran Igor menyukai Lilian yang hampir tidak pernah berbicara dengannya.
Trang ...
Bunyi benturan kedua pedang menyadarkan Lilian dari lamunannya. Terlihat Zheyan datang dan menahan serangan dari Selir Gracia.
"Fokus Lilian! Jangan dengarkan apa yang ia katakan, ia hanya ingin membuat mu bingung!" Ucap Zheyan sambil menahan pedang dari Selir Gracia.
Lilian menatap tajam kearah Selir Gracia yang sedang bertarung melawan Zheyan. "Mengapa aku harus percaya dengan ucapan aneh darinya." Batin Lilian.
Lilian kembali memegang erat kedua pedangnya dan berlari kearah Selir Gracia yang bertarung melawan Zheyan. Sebelumnya Zheyan sedang bertarung melawan Viscount Wilson, namun melihat Selir Gracia mengayunkan pedangnya kearah Lilian membuat Zheyan harus berlari kearah Lilian dan menahan pedang Selir Gracia.
__ADS_1
Meski Zheyan berhasil menahan serangan dari Selir Gracia namun Lilian masih tetap diam ditempatnya. Akhirnya Zheyan harus mencari cara untuk menyadarkan Lilian dari lamunannya. Melihat Zheyan fokus melawan Selir Gracia, Viscount Wilson mengambil kesempatan untuk mengeroyok Zheyan.
Zheyan terbiasa melawan lebih dari satu musuh saat menjalankan tugas, meski lawannya memiliki keterampilan pedang tinggi namun Zheyan yakin dengan kemampuan serta pengalamannya dalam bertarung.
Tidak lama Lilian kembali datang dan membantu Zheyan melawan Selir Gracia. Lilian bahkan menambah kecepatan gerakannya menjadi dua kali lipat. Selir Gracia mencoba mengajaknya untuk kembali berbicara namun usahanya itu tidak akan mempan kepada Lilian lagi.
Selir Gracia mencoba mengatakan hal-hal yang membuat Lilian semakin tidak mempercayainya. Setelah lama bertarung, akhirnya Lilian berhasil memberikan banyak luka pada Selir Gracia. Selir Gracia bahkan kehilangan kesadarannya karena menahan sakit ditubuhnya.
°°°
Semenjak Raja Apollo menyegel keberadaan naga, kekuatan kaum penyihir-pun ikut tersegel. Semakin lama kekuatan mereka melemah, sekali dalam sebulan mereka harus melakukan ritual untuk memperkuat kekuatannya.
Selir Gracia adalah kaum penyihir terakhir yang masih bertahan hidup berkat ritual yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Sebelum meninggal kedua orang taunya berpesan agar ia harus mengambil kembali kekuasaan yang sebelumnya mereka miliki.
Dengan berpindah-pindah tempat tinggal, Selir Gracia berhasil mendapat kekuatan untuk bertahan dan mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan impian semua kaumnya. Saat Raja Reinal dalam perjalanan perang, Selir Gracia muncul sebagai gadis lemah dan menggunakan sisa kekuatannya untuk menarik hati Raja Reinal.
Karena kasihan dan tertarik dengan Selir Gracia, Raja Reinal akhirnya membawanya pulang dan mengangkatnya sebagai Selir Kedua setelah mendapat banyak persetujuan dari bangsawan tinggi. Selir Gracia melakukan banyak cara sampai ia berhasil menikahi Raja Reinal yang termasuk keturunan dari Raja Apollo.
Dengan Menikahi Raja Reinal, Selir Gracia berharap segel dari Raja Apollo terlepas padanya namun setelah menikah segel itu tidak sedikitpun terlepas. Selir Gracia kembali mendapat sedikit harapan saat mendengar informasi akan ada keturunan Raja Reinal yang akan mewarisi marga King yang berarti memiliki kekuatan istimewa dari Raja Apollo.
Selir Gracia kembali harus menelan kekecewaannya setelah mengetahui jika marga King diberikan kepada Seint yang memiliki ciri-ciri khusus yang tertulis dari buku sejarah Apollo. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk melatih anaknya untuk mempelajari semua yang ia pelajari dari ibu serta para leluhurnya.
Selir Gracia berharap suatu saat nanti anaknya akan menguasai dunia dan menghancurkan segel dari Raja Apollo. Sejak kecil Selir Gracia menjauhkan anaknya dari banyak orang dan memilih melatih anaknya sendiri hingga kekuatan penyihir anaknya muncul.
__ADS_1
°°°