Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
84. Perayaan Panen 1


__ADS_3

Suasana tempat acara panen sangat ramai, terlihat ada banyak sekali rakyat yang hadir memeriahkan acara tersebut. Mereka sangat bersemangat saat mendapat pengumuman resmi dari pihak Istana jikalau beberapa hari ke depan akan diadakan acara panen untuk memberikan penghargaan kepada para Petani yang telah sukses menggarap tanah mereka masing-masing.


Rasa bahagia mereka bertambah melihat betapa mewahnya persiapan yang telah dilakukan oleh pihak Istana. Meski tempat acara itu dilakukan ditengah ladang namun pihak Istana berhasil mengubah tempat itu menjadi tempat yang sangat bagus.


Para rakyat merasa dengan adanya acara panen ini, keluarga inti dari kerajaan benar-benar menganggap mereka ada. Rasa terima kasih mereka bahkan tidak bisa mereka ucapkan lewat kata-kata lagi.


Sebelumnya mereka merasa jikalau Lilian tidak berhak menyandang status sebagai Putri Mahkota namun melihat sifat baik dan ramah Lilian membuat mereka semakin lama semakin menyukai Lilian.


Ada banyak sekali rumor jelek tentang Lilian semenjak ia diresmikan menjadi Putri Mahkota namun para rakyat yakin jikalau keputusan yang Yang Mulia Raja ambil adalah keputusan yang benar terlebih lagi rumor Lilian yang bisa menaklukan seekor naga telah beredar luas sampai ke kerajaan tetangga.


Sehingga ada banyak sekali permintaan dari kerajaan tetangga yang sekedar ingin bertamu dan melihat langsung bagaimana bentuk naga yang selalu melegenda itu.


Kembali ke acara panen. Selain acara tersebut ramai oleh kehadiran para rakyat, acara tersebut juga ramai dihadiri oleh para keluarga bangsawan.


Terlihat ada banyak sekali kereta kuda yang berjejer disepanjang halaman sekitar acara panen diadakan. Mereka hadir karena mendapat undangan yang memiliki stempel resmi kerajaan yang berarti kehadiran mereka itu diwajibkan.


Para rakyat mengagumi keluarga bangsawan yang satu persatu keluar dari kereta kudanya dan menempati kursi-kursi kosong yang telah disediakan.


Tidak lama semua pasang mata tertuju kearah beberapa kereta kuda milik keluarga bangsawan Duke Marven. Pertama mereka melihat Duke Marven dengan stelan baju resminya berdiri dengan gagah dan membuka tirai kereta untuk membantu seseorang keluar.


Terlihat Duke Marven mengulurkan tangannya kepada Duchees Illyria. Setelah berhasil membantu Istrinya, mereka berdiri bersama sebentar. Sungguh pasangan yang sangat serasi itu yang dipikirkan oleh semua orang.


Setelah puas menatap keduanya, semua pasang mata beralih ke kereta yang satunya lagi. Terlihat Zheyan keluar dari dalam kereta menggunakan stelan resmi berwarna abu-abu, kata tampan bahkan tidak bisa mewakili tampilan dari Zheyan.


Para kaum hawa bahkan lupa bagaimana caranya bernafas saat melihat tampilan dari Zheyan. Setelah terhipnotis oleh tampilan Zheyan, mereka kembali terhipnotis saat melihat Lilian yang keluar dari dalam kereta dibantu oleh Zheyan.


Lilian menggunakan gaun panjang berwarna abu campur peach dengan mahkota yang bertengger di atas kepalanya dan seekor hewan mirip kucing dalam pelukannya. Definisi dewi mungkin cocok untuk menggambarkan Lilian untuk sekarang ini.


Lilian berjalan dibantu oleh Zheyan disampingnya menuju kursinya.


"Beri hormat kepada Yang Mulia Putri Mahkota!" Teriak salah satu Prajurit.

__ADS_1


Awalnya suasana yang ramai menjadi hening. Semua orang serentak menunduk dan memberikan penghormatan kepada Lilian. "Salam kami Yang Mulia Putri Mahkota semoga engkau tetap selalu diberikan berkah oleh langit." Ucap mereka serentak.


Lilian hanya tersenyum kecil dan berjalan menuju tempat duduknya. Tidak lama setelahnya beberapa kereta mewah dengan lambang naga diberbagai sisi berhenti.


Perhatian semua orang kembali tertuju kepada beberapa kereta tersebut. Kereta pertama diisi oleh Raja Reinal dan Ratu Elena dan kereta kedua diisi oleh Putri Evilia bersama Ibunya Selir Adelia dan kereta terakhir diisi oleh Selir kedua Garcia.


Dari arah belakang Seint muncul dengan menunggangi kudanya yang diikuti oleh Artem dan Pangeran Igor.


Seint mengunakan stelan yang warnanya senada dengan warna gaun Lilian. Semua orang yang hadir tidak bisa lagi berkata apa-apalagi setelah melihat anggota kerajaan hadir lengkap pada acara tersebut.


"Beri hormat kepada Yang Mulia Raja Dan Ratu!!" Teriak Prajurit.


"Hormat kami Yang Mulia, semoga kalian selalu diberkahi langit." Ucap semua orang.


"Beri hormat kepada Yang Mulia Pangeran Mahkota." Teriak Prajurit lagi.


"Hormat kami Yang Mulia, semoga engkau selalu diberkahi langit." Ucap semua orang.


"Beri hormat kepada Yang Mulia Putri Evilia dan Selir pertama Adelia." Teriak Prajurit lagi.


"Hormat kami Yang Mulia, semoga kalian selalu diberkahi langit." Ucap semua orang.


"Hormat kami Yang Mulia, semoga kalian selalu diberkahi langit." Ucap semua orang.


Semua orang kemudian mengambil tempat duduk masing-masing setelah Raja Reinal beserta keluarganya menduduki tempat mereka.


Semua orang mengagumi keserasian antara Seint dan Lilian yang sekarang duduk di satu kursi panjang bersama. Keduanya menggunakan warna baju yang sama sehingga menambah keserasian mereka dimata semua orang.


Setelah acara resmi dibuka oleh Raja Reinal dan beberapa kata sambutan dari Lilian, acara-pun dilanjutkan dengan penyerahan hasil panen sebagai formalitas.


Selama acara berlangsung, senyuman Lilian tidak pernah pudar dari wajahnya. Lilian bahkan merasa rahangnya mulai mengeras dan kaku karena sedari tadi yang ia lakukan adalah tersenyum.

__ADS_1


Setelah mendapat banyak ucapan selamat dari para rakyat dan keluarga bangsawan lainnya, Lilian berjalan menuju tempat minuman untuk mengambil minuman yang dapat menghilangkan rasa hausnya.


Setelah merasa lega, Lilian kembali menyimpan gelas kosong dan berniat pergi namun langkahnya terhenti saat beberapa orang datang menghampirinya.


"Salam Yang Mulia Putri Mahkota, bagaimana keadaan mu saat ini?" Tanya Marquis Gaustark.


"Salam juga Tuan ... seperti yang terlihat saya baik-baik saja." Jawab Lilian.


"Syukurlah kalau begitu ... Acara yang Yang Mulia adakan sungguh sangat meriah." Ucap Marquis Gaustark sambil tersenyum kecil.


"Terima kasih atas pujiannya ... Mudah-mudahan Tuan-Tuan merasa nyaman berada di acara ini." Ucap Lilian sambil menatap ke semua orang yang datang bersama Marquis Gaustark.


"Tentu saja kami harus merasa nyaman Yang Mulia ... Undangan yang kami terima terdapat stempel resmi Istana, tentu saja kami harus merasa nyaman." Ucap Viscount Wilson sambil tersenyum sinis.


Lilian tersenyum kecil mendengar ucapan Viscount Wilson. "Tentu saja Tuan ... Saya menghabiskan waktu yang banyak demi berlangsungnya acara ini ... Tanpa adanya para Petani mungkin saat ini para Penjabat tinggi tidak bisa merasakan kenikmatan dalam makanannya atau menerima upah dari hasil pajak yang mereka keluarkan." Ucapnya tenang.


"Bukankah itu adalah hal yang wajib mereka lakukan? Membayar pajak adalah salah satu abdi mereka terhadap kerajaan kita." Ucap Marquis Gaustark.


"Tentu saja Tuan ... Para petani menyerahkan hasil pajak yang lumayan besar, kalau dipikir-pikir berapa banyak yang dikeluarkan oleh para keluarga bangsawan untuk membayar pajak?." Ucap Lilian sambil pura-pura berpikir.


"Yang Mulia sedang menguji kami?" Tanya Viscount Wilson mulai kesal.


Lilian menggeleng cepat. "Tidak ... Tidak ... Kenapa saya harus menguji Tuan-Tuan? Saya hanya berpikir saja, berapa banyak pajak yang Ayah saya bayar mengingat Ayah saya memiliki banyak sekali usaha keluarga." Ucapnya santai.


Marquis Gaustark tersenyum kecil. "Tentu saja sangat besar ... biaya pajak tergantung pendapatan dari keluarga itu sendiri." Ucapnya.


Lilian mengangguk pelan. "Oh ... Kira-kira ada tidak keluarga bangsawan yang tidak mengeluarkan pajak penghasilan? Saya jadi penasaran ... " Ucap Lilian sambil berpikir.


Viscount Wilson memandang tidak suka pada Lilian. "Yang Mulia tidak perlu menghawatirkan hal itu, karena memang bukan urusan mu untuk mengurusnya." Sindirnya.


"Betul juga, saya perlu melakukan tugas yang menjadi urusan ku, misalnya seperti menghitung pendapatan bangsawan ... Di agenda ku tertulis jelas di sana adalah urusanku." Ucap Lilian sambil tersenyum manis.

__ADS_1


°°°


Bagi yang udah baca novel ini setengah, Author ganti nama Rajanya menjadi Raja Reinal sesuai arahan dari pihak NT/MT


__ADS_2