
Semua masih menatap Lilian dengan tatapan terkejut, sedangkan yang ditatap hanya fokus menatap ke arah Tuan Zafran.
"You can understand my language." Ucap Tuan Zafran terkejut.
(Kau bisa mengerti bahasa ku?)
"Yes ... I've only been listening and listening but the more and more suggestions have made me curious to ask questions." Ucap Lilian
(Ya...sedari tadi saya hanya menyimak dan mendengarkan saja namun semakin lama semakin banyak usulan yang membuat saya begitu penasaran untuk bertanya)
Tuan Zafran mengerutkan keningnya. "What are you so curious about?" Ucapnya.
(Apa yang membuat mu begitu penasaran)
"Just as I asked earlier ... before that Mr. Zafran had properly processed the information you got." Ucap Lilian serius.
(Sama seperti yang saya tanyakan tadi...sebelumnya apakah Tuan Zafran sudah mengolah dengan baik informasi yang Tuan dapatkan)
"Yes ... our informers are so reliable and trusted that it is impossible for us to get wrong information." Jelas Tuan Zafran.
(Ya...para pemberi informasi kami sangat handal dan terpercaya sehingga kami tidak mungkin mendapat informasi yang salah)
Lilian mengangkat sebelah alisnya. "Then who is here to blame? You should know that the one who can cultivate the plant is not the royal party." Ucap Lilian.
(Lalu siapakah di sini yang harus disalahkan? Tuan seharusnya mengetahui kalau yang bisa mengolah tanaman itu bukanlah pihak dari kerajaan)
"What do you mean?" Ucap Tuan Zafran serius.
(Apa maksud mu)
"Sir ... what information do you have? The one who has the authority over the cultivator of the plant is the aristocratic family of Duke Marven, the Crown Prince does have plants that may be the same as the current Lord's kingdom but the processing of these plants is under the name of the greatness of Duke Marven's noble family." Ucap Lilian tegas.
(Tuan...informasi apakah yang Anda dapatkan? Yang punya wewenang atas pengolah tanaman itu adalah keluarga bangsawan dari Duke Marven, Pangeran Mahkota memang mempunyai tanaman yang mungkin sama dengan kerajaan Tuan sekarang namun pengolahan tanaman itu dibawah nama kebesaran keluarga bangsawan Duke Marven)
__ADS_1
"So..." Ucap Tuan Zafran dengan raut wajah kecewa.
(Jadi)
"The method for cultivating the plant has been registered in the name of the Duke of Marven's noble family, we even have an official certificate of ownership stamped directly by the royal unifier." Ucap Lilian tegas.
(Cara pengolah tanaman itu sudah di daftarkan atas nama keluarga bangsawan Duke Marven, kami bahkan memiliki surat resmi kepemilikan yang dicap langsung oleh pemersatu kerajaan)
"So you're the daughter of that family?" Tanya Tuan Zafran kaget.
(Jadi kau putri dari keluarga itu?)
"Yes ... the information that you should get is to cooperate with Duke Marven not from the royal side, because the kingdom is only entitled to taxes and the authority for all processing is Duke Marven's family." Ucap Lilian.
(Ya...informasi yang seharusnya Tuan dapatkan adalah menjalin kerja sama dengan Duke Marven bukan dari pihak kerajaan, karena kerajaan hanya berhak atas pajak dan yang berwewenang untuk semua pengolahan itu adalah keluarga Duke Marven)
Tuan Zafran mengeraskan rahangnya saat mendengar ucapan Lilian dan berjalan ketempat duduknya untuk menenangkan diri sedangkan semua orang sedari tadi hanya diam mendengarkan. Mereka tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Lilian dengan Tuan Zafran hingga membuat tamu tersebut mengeraskan rahangnya marah.
"Nona Lilian apa yang Anda katakan pada Tuan Zafran sehingga membuatnya terlihat marah?" Tanya Marquis Gaustark yang di setujui oleh banyak orang.
"Saya hanya memberikan informasi yang seharusnya di dapatkan oleh Tuan Zafran." Ucap Lilian tegas.
"Informasi apa?" Tanya Raja Reinal penasaran.
Lilian menundukkan kepalanya saat berbicara dengan Raja Reinal. "Mohon maaf sebelumnya Yang Mulia, hamba hanya memberikan informasi kepada Tuan Zafran kalau seandainya kerajaan Elmore telah salah mengajukan kerja sama dengan pihak kerajaan." Ucap Lilian tegas.
Marquis Gaustark berdiri dari duduknya marah. "Apa hak mu mengatakan kerajaan Elmore telah salah mengajukan kerja sama? Kau telah membuatnya tersinggung maka kau harus di hukum." Ucapnya dengan raut marah.
"Jaga batasan mu Tuan Marquis Gaustark...Anda di sini untuk memberikan usulan bukan memutuskan hukuman untuk seseorang." Ucap Duke Marven tegas.
Marquis Gaustar tersenyum sinis. "Anda mengatakan hal itu karena Anda sedang membela Putri mu, meski Anda tau yang di lakukannya itu adalah hal salah." Ucap Marquis Gaustark.
"Saya tidak membela siapapun di sini, jika memang Putri saya bersalah maka hukumlah dia namun sebelum itu berikanlah dia kesempatan untuk menjelaskannya." Ucap Duke Marven tenang.
__ADS_1
Suara riuh kembali terdengar dari semua orang yang berada dalam aula.
"Saya minta agar semuanya tetap tenang." Kemudian Raja Reinal melirik ke arah Lilian. "Angkat kepala mu dan jelaskan pada kami." Ucap Raja Reinal.
Lilian mengangkat kepalanya dan menatap serius ke arah Raja Reinal. "Sekali lagi hamba minta maaf Yang Mulia...karena ucapan hamba telah banyak menyinggung banyak pihak." Ucap Lilian kemudian mentap ke semua orang. "Tuan Zafran datang kesini dengan maksud mengajukan kerja sama antara dua kerajaan, di wilayah kerajaan Elmore sana telah ditemukan tanaman yang sama dengan yang berada di kerajaan kita namun kerajaan Elmore tidak tau cara mengolahnya...untuk itu mereka mengirim utusan kesini." Jelas Lilian terjeda.
Lilian kembali menatap Raja Reinal serius. "Semua memperdebatkan akankah Yang Mulia menerimanya atau tidak....semua yang hadir di aula ini tidak memikirkan satu hal yang paling penting." Ucap Lilian tegas.
"Apa itu?" Tanya Raja Reinal penasaran.
Lilian mengambil napas pelan. "Semua melupakan siapa kepemilikan cara pengolahan tanaman itu..." Jeda Lilian sebentar kemudian mengambil napas kembali. "Yang Mulia pada saat festival berlangsung saya sudah menjelaskan kalau cara pengolahan tanaman itu sudah saya daftarkan atas nama kebesaran keluarga bangsawan Duke Marven, surat itu secara resmi dicap langsung oleh Pemersatu Kerajaan...kepemilikan tanaman kopi dari Pangeran Mahkota namun pengolahannya itu atas nama keluarga bangsawan Duke Marven." Ucap Lilian sambil menatap tajam ke arah Marquis Gaustark.
Semua orang kembali riuh mendengar ucapan dari Lilian, mereka mengangguk menyetujui ucapan Lilian. Sedari awal mereka memang langsung tergiur dengan tawaran yang di ajukan namun mereka lupa dari mana sumber informasi pengolahan tanaman itu.
"Jadi...?" Ucap Raja Reinal bingung.
"Jadi... Seharusnya kerajaan Elmore mendatangi keluarga bangsawan Duke Marven bukan pihak kerajaan...pihak kerjaan hanya bertanggung jawab atas pajaknya dan yang paling penting cara pengolahan tanaman itu seharusnya di lakukan di kerajaan Elmore sendiri...untuk membangun sebuah markas di kerajaan lain seharusnya itu menjadi resiko besar...karena selain mempertahankan perdamaiannya bukankah kerajaan itu bisa dengan sangat leluasa keluar masuk kerajaan ini dengan alasan membawa barang masuk? Lalu bagaimana pertahanan dan keamanan kerajaan kita di wilayah sana? Apakah nanti akan membawa keuntungan untuk kita atau malah sebaliknya." Jelas Lilian tegas.
Semua orang mengangguk menyetujui perkataan dari Lilian, mereka bahkan menatap takjub ke arah Lilian. Walau gadis itu masih sangat muda namun pikirannya benar-benar sangat matang, gadis itu sudah bisa memikirkan sesuatu dengan jangka panjang.
Raja Thanos menatap Lilian kagum kemuadian menatap kembali ke arah Tuan Zafran.
"Katakan pada Tuan Zafran kalau kami akan kembali mendiskusikan hal ini, yang dikatakan Nona Lilian itu benar, keluarga bangsawan Duke Marven lah yang memiliki hak penuh dengan pengolahan itu sedangkan pihak kerajaan tidak tau cara pengolahannya." Ucap Raja Thanos tegas.
Setelah mendengar jawaban dari Raja Thanos, perwakilan dari kerajaan Elmore meminta untuk undur diri lebih dulu untuk kembali ke kerajaannya. Sebelum benar-benar keluar, Tuan Zafran menatap Marquis Gaustark dengan tatapan marah. Marquis Gaustark menelan ludah dengan susah payah dan menatap kesal ke arah Lilian berdiri.
Setelah pembicaraan selesai acara pun juga selesai, semua tamu undangan segera kembali ke kediaman mereka masing masing dengan tanda tanya besar di kepala mereka tentang Lilian.
Sebelum Lilian memasuki kereta kudanya, matanya tidak sengaja menatap ke arah Seint yang menatapnya dengan tatapan bertanya. Lilian kemudian menggerakkan mulutnya untuk mengatakan sesuatu kepada Seint.
"Besok temui aku secepatnya." Ucap Lilian tanpa suara.
Seint tersenyum samar dan mengangguk pelan kearah Lilian.
__ADS_1
°°°
UP yang kedua ☺️☺️☺️