
Terdengar suara ketukkan pintu beberapa kali dari arah pintu kamar Lilian. Semakin lama suara itu semakin keras hingga membuat Lilian terbangun dari tidur nyenyak nya.
Lilian merentangkan kedua tangannya dan menguap kecil. "Siapa sih pagi-pagi yang mengetuk pintu sekeras itu." Gumam Lilian sendiri.
Setelah Lilian berhasil mengumpulkan nyawanya, gadis itu mengibas selimut yang membelenggu tubuhnya dan berjalan menuju pintu kamarnya.
Lilian menyipitkan matanya ke arah Zheyan setelah ia membuka pintu. "Ada apa Kakak pagi-pagi kesini?" Tanya Lilian ke arah Zheyan dan menatap Kakaknya dari atas kebawah. "Kakak mau kemana sepagi ini sudah rapih?" Tanyanya lagi.
Zheyan tersenyum lembut ke arah Lilian. "Seharusnya anak gadis itu bangunnya pagi-pagi." Ucap Zheyan sambil mengelus pelan kepala Lilian. "Lihatlah dirimu sangat berantakan sekali." Ujarnya.
"Ihhh Kakak..." Panggil Lilian manja.
Zheyan tertawa pelan melihat tingkah adiknya. "Cepat mandi dan bersiap sekarang Kakak akan menunggu mu di taman tengah kediaman." Ucap Zheyan.
"Memangnya kita mau ngapain?" Tanya Lilian bingung.
"Makanya kamu pergi mandi dulu sana." Ucap Zheyan sambil mendorong pelan tubuh Lilian. "Kamu bau sekali." Lanjutnya.
Lilian menatap Zheyan kesal. "Sana Kakak pergi!" Ucap Lilian sambil membanting keras pintu kamarnya.
"Bersiaplah dengan cepat dan pakai baju yang memiliki celana panjang!" Teriak Zheyan dari luar pintu.
"Bawel...sana pergi!" Ucap Lilian sambil berjalan menuju kamar mandi.
Setelah membersihkan diri dan bersiap, Lilian berjalan menuju tempat yang disebutkan oleh Zheyan tadi. Saat memasuki halaman taman Lilian melihat Zheyan dan Asgar yang sedang mengobrol ditengah taman.
"Kak Asgar juga kesini?" Tanya Lilian saat sampai di samping Zheyan dan Asgar.
Asgar menatap ke arah Lilian dan tersenyum. "Ya...oh iya apakah kau sudah sarapan?" Tanya Asgar.
"Ya...saat bersiap tadi Rosa menyiapkan aku sarapan." Ucap Lilian.
Asgar mengangguk singkat. "Syukurlah kalau begitu...hari ini akan menjadi salah satu hari yang paling berat buat mu jadi kau harus punya banyak tenaga." Ucap Asgar.
"Memangnya kita akan melakukan apa?" Tanya Lilian bingung.
"Hari ini Kakak akan mengajarkan mu cara bertahan dari serangan seseorang dan melatih mu menggunakan pedang." Ucap Zheyan.
"Kenapa aku harus berlatih pedang? dulu Kakak bilang kalau perempuan itu tidak boleh belajar tentang perang dan hanya boleh belajar tentang etika kebangsawanan." Ucap Lilian.
"Itukan dulu beda halnya dengan yang sekarang." Ucap Zheyan.
"Apa bedanya?" Tanya Lilian sambil mengerutkan keningnya bingung.
"Dulu saat kamu berkeliaran kemanapun tidak akan ada orang yang mau menyakiti mu namun sekarang jangankan berkeliaran bebas diluar...di rumah saja kamu bisa terluka...untuk itu kami akan mengajari mu berlatih pedang supaya jika suatu saat nanti dirimu terdesak maka kamu bisa melindungi dirimu sendiri." Jelas Zheyan panjang.
__ADS_1
"Memangnya kalian sudah tidak mau lagi melindungi ku?" Tanya Lilian sedih.
"Maksudnya Zheyan bukan seperti itu...siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi padamu untuk kedepannya, sekarang bahaya akan selalu mengincar mu...jika suatu hari nanti bahaya datang dan kami tidak ada di samping mu maka yang harus kamu andalkan adalah dirimu sendiri." Jelas Asgar.
Lilian mengangguk singkat. "ohh...aku mengerti...kalau begitu ayo kita mulai latihannya sekarang." Ucap Lilian senang sambil melihat pedang yang berjejer rapi yang berada di atas meja taman. "Aku akan menggunakan pedang yang mana?" Tanya Lilian menatap ke arah Zheyan dan Asgar.
"Lilian...kau boleh saja bersemangat namun sebelum berlatih pedang kamu harus mengerti dulu dasar-dasarnya." Ucap Zheyan.
"Maksud Kakak aku harus belajar dulu teorinya baru praktek?" Tanya Lilian.
"Ya...bisa di bilang begitu...sebelum kita berlatih pertahanan dan berlatih pedang...kamu harus melakukan pemanasan dulu." Ucap Zheyan.
Lilian mengangguk singkat. "Ya sudah...kita lakukan pemanasan sekarang." Ucap Lilian.
Setelah Lilian melakukan pemanasan sesuai gerakan Zheyan dan Asgar kini Lilian harus berlatih tahap awal pertahanan.
"Lilian sebelum kita belajar pertahanan...Kakak harus memeriksa dulu struktur tulang mu." Ucap Asgar.
"Memangnya harus?" Tanya Lilian.
"Ya harus...mengetahui struktur tulang itu sangat penting...kita tidak bisa melakukan latihan fisik yang terlalu berat jika tulang mu itu termasuk tulang yang lemah." Ucap Asgar.
"Aku baru tahu kalau tulang juga memiliki beberapa kategori." Ucap Lilian.
"Ihhh kok serem sih..." Ucap Lilian ngeri.
"Ahh sudahlah kalau bicara terus lalu kapan kita mulai latihannya." Ucap Asgar memperingati.
Asgar kemudian mendekati Lilian dan memeriksa struktur tulangnya. "Lilian memiliki tulang yang bagus sebagai seorang wanita...kita bisa melakukan latihannya sekarang." Ucap Asgar.
Kemudian Zheyan mengambil sebuah kantong yang berisi pasir kemudian menyerahkannya pada Lilian. "Ambil ini dan ikuti gerakan Kakak." Ucap Zheyan.
"Apakah kita akan melakukan latihan ditempat ini?" Tanya Lilian kaget saat baru menyadari ada banyak alat didepannya.
"Tentu saja...tempat ini sangat pas untuk mu...berada ditengah kediaman dan tidaka akan ada orang yang melihat mu saat berlatih." Jelas Zheyan.
"TIDAK BISA!" Teriak Lilian yang membuat Zheyan dan Asgar terkejut.
"Memangnya kenapa?" Tanya Asgar bingung.
"Apakah kalian tidak lihat di sini ada banyak sekali tanaman bunga daisy ku?" Ucap Lilian.
"Lihat...memangnya kenapa?" Tanya Zheyan bingung.
"Kita akan melakukan latihan ditempat ini lalu bagaimana kalau kita tidak sengaja merusaknya." Jelas Lilian.
__ADS_1
Zheyan dan Asgar menatap Lilian tak percaya. "Lilian bukankah kemanan mu jauh lebih penting dari bunga itu." Ucap Zheyan tidak habis pikir.
"Enak saja...keberadaan bunga itu juga penting bagiku." Ucap Lilian kesal. "Lebih baik aku tidak latihan kalau bungaku harus rusak." Lanjutnya.
Zheyan dan Asgar menghembuskan nafas berat, kemudian Zheyan menyuruh pelayan istana untuk membuatkan pembatas agar supaya saat latihan mereka tidak akan merusak bunga itu.
Setelah melakukan beberapa latihan, terlihat Lilian berjongkok sambil memegang pinggangnya dengan napas ngos-ngosan.
"Kakak adakah latihan yang sedikit lebih ringan untuk ku? latihan-latihan ini terlalu berat untuk ku." Ucap Lilian.
"Lilian ini adalah latihan yang paling ringan." Ucap Asgar.
"Bagaimana bisa ini disebut latihan ringan? tidak ada gadis yang akan latihan mengangkat karung yang berisi pasir sambil berlari, terus melakukan kuda-kuda sambil menjaga keseimbangan kedua tangan memegang beban." Ucap Lilian kesal.
Asgar membuang napas pelan. "Kau sangat jenius dalam hal lain...namun saat melakukan latihan kau sangat cerewet." Ucap Asgar sambil mengacak rambut Lilian.
"Ayo mulai kembali latihan mu." Ucap Zheyan.
Lilian menatap Asgar dengan mata berkaca-kaca untuk meminta pertolongan namun Asgar malah mendukung keputusan Zheyan yang membuat Lilian harus kembali melakukan latihannya.
Setelah lama melakukan latihan, kini Lilian mulai kelelahan, keringatnya pun kini memenuhi seluruh badan yang membuat baju yang Lilian gunakan menjadi basah.
Lilian melirik ke arah Zheyan dan Asgar yang sedang menyiapkan latihan untuk selanjutnya. "Kakak bisakah aku istirahat sebentar saja?" Tanya Lilian.
"Kau harus berlatih keras Lilian supaya kau bisa melindungi dirimu...kamu baru melakukan latihan pembuka... belum melakukan latihan sesungguhnya." Ucap Zheyan.
"Tapi aku sudah lelah." Ucap Lilian.
Zheyan menghembuskan napas pelan. "Berlari lah beberapa putaran lagi setelahnya kamu boleh beristirahat." Ucap Zheyan.
"Tidak mau aku sudah lelah." Ucap Lilian sambil membuang tali yang ia pegang untuk menarik beban.
"Lilian kau..." Ucapan Zheyan terhenti saat ia melihat dua orang berjalan mendekat kearah mereka.
Lilian mengikuti arah pandang Zheyan kemudian tersenyum cerah dan berlari ke arah orang tersebut. "Pangeran syukurlah kau cepat datang...tolonglah aku." Ucapnya sambil memeluk Seint.
Seint tertegun saat tiba-tiba Lilian langsung memeluknya. "ekhmmm kau kenapa?" Tanya Seint sambil meneguk ludahnya susah.
Lilian menatap ke arah Zheyan dan Asgar berdiri. "Mereka sedang menyiksaku." Ucapnya sambil menunjuk kedua Kakaknya.
Seint menatap kearah tunjuk Lilian, ia bingung kenapa Lilian mengatakan hal itu kepada kedua Kakak yang sangat ia sayangi itu.
°°°
Selamat membaca semua.....
__ADS_1