Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
67. Mahkota


__ADS_3

Sebelum acara dimulai


Suara derap langkah kaki terdengar mendekati tenda Lilian. Dari arah pintu masuk tenda, muncul seseorang yang paling dihormati dan disegani oleh semua rakyat kerajaan Apollonia.


Serentak semua orang menunduk dan memberinya hormat. "Salam kepada Yang Mulia, Semoga langit tetap selalu memberkahi mu." Ucap mereka serentak.


Raja Reinal mengangguk pelan. "Ya." Ucapnya singkat kemudian mengedarkan pandangannya ke arah Seint.


Mata Raja Reinal membulat sempurna melihat tangan Seint yang memerah. "Ada apa dengan tangan mu Pangeran?" Tanyanya khawatir sambil berjalan mendekati Putranya.


"Hanya kecelakaan kecil saja." Ucap Seint datar.


Raja Reinal menghela napas pelan. "Kau harus bisa menjaga dirimu jauh lebih baik lagi untuk kedepannya. Kamu adalah Pangeran Mahkota, seseorang yang akan memimpin kerajaan ini untuk kedepannya. Jika saya melihat mu masih terluka karena hal-hal kecil, maka saya tidak akan segan untuk memberi mu banyak Prajurit agar mengawal kemanapun kamu pergi." Ucapnya tegas.


"Baik Yang Mulia." Ucap Seint datar.


Raja Reinal memalingkan pandangannya ke arah Artem. "Tuan Artem, saya harap Anda juga dapat menjaganya dengan baik. Saya memberi Anda posisi sebagai Pengawal pribadinya karena anda pantas untuk ada diposisi itu, jadi saya harap agar Anda tidak mengecewakan saya." Ucapnya sambil menatap serius ke arah Artem.


"Baik Yang Mulia." Ucap Artem tegas.


Raja Reinal kembali menatap ke arah tangan Seint yang memerah. "Apakah tangannya sudah diobati?" Tanyanya.


"Ya Yang Mulia. Nona Lilian telah membantu mengoleskan salep pada tangan Yang Mulia Pangeran Mahkota." Ucap Artem cepat.


Raja Reinal kemudian menatap ke arah Lilian. Sebelum ia mengeluarkan suara, para pelayan masuk membawa kursi khusus untuk Raja Reinal duduki.


Setelah Raja Reinal duduk di atas kursinya dengan nyaman, ia kembali menatap ke arah Lilian. "Nona Lilian." Panggilnya.


"Hamba Yang Mulia." Ucap Lilian sopan sambil menundukkan kepalanya.


"Angkatlah kepala mu!" Ucao Raja Reinal tegas.


Lilian kemudian mengangkat kepalanya dan menatap langsung ke arah mata Raja Reinal. "Sekarang aku mengerti darimana sumber ketampanan Seint. Meski Yang Mulia Raja sudah berumur namun diusianya yang sekarang ia masih tetap terlihat tampan." Batin Lilian.


"Kedatangan saya kesini untuk melihat langsung kondisi mu." Ucapnya tegas.


"Terima kasih karena telah meluangkan waktunya hanya untuk melihat hamba Yang Mulia. Seperti yang Yang Mulia lihat, hamba dalam keadaan baik-baik saja." Ucap Lilian sopan.


Raja Reinal mengangguk pelan. "Syukurlah kalau begitu. Kedatangan saya kesini juga ingin menyampaikan ucapan maaf dan terima kasih kepada mu. Maaf karena kelalaian dari pihak istana membuat Nona menjadi seperti sekarang dan terima kasih karena berkat bantuan Nona Lilian, para Putri bangsawan termasuk Putri ku aman dari dua harimau itu." Ucap Raja Reinal tulus.


"Sebagai tanda terima kasih, saya membawa beberapa hadiah yang mungkin tidak sepadan dengan apa yang telah kau lakukan namun saya dengan tulus memberikan ini kepada mu." Ucap Raja Reinal.

__ADS_1


Kemudian seorang pelayan wanita datang dengan membawa sebuah peti kayu yang memiliki ukiran rumit ditangannya.


"Buka!" Perintah Raja Reinal pada seorang kasim.


Kasim tersebut maju dan kemudian membuka kotak itu. Setelah kotak terbuka, muncullah sebuah mahkota yang terbuat dari emas putih dengan hiasan berlian kecil warna putih di pinggirnya dan yang paling menarik perhatian adalah tiga berlian besar warna ungu yang berada didepan mahkota.


Semua orang yang berada di dalam tenda terkejut melihat mahkota tersebut. "Ampun Yang Mulia, bukankah itu mahkota Putri Mahkota?" Tanya Duke Marven menunduk sopan.


"Ya. Besok di acara penutupan kegiatan berburu, akan saya umumkan secara resmi gelar baru dari Nona Lilian." Ucap Raja Reinal tegas.


"Ampun Yang Mulia, menurut peraturan kerajaan Apollonia, Putri hamba Lilian belum bisa memenuhi persyaratan untuk menjadi Putri Mahkota." Ucap Duke Marven kembali.


"Ya, peraturan itu berlaku jika Lilian tidak memiliki apapun untuk dijadikan alasan kuat namun jika Lilian memiliki naga, sesuai peraturan kerajaan ia berhak mendapatkan kekuasaan tertinggi." Jelas Raja Reinal.


Semua orang menahan napas lama mendengar ucapan dari Raja Reinal. Tidak pernah ada dalam kehidupan mereka akan menyaksikan sendiri proses pengangkatan Putri Mahkota yang umurnya belum genap dua puluh tahun.


"Bersamaan dengan mahkota ini, saya juga membawa perhiasan lain yang mungkin saja Nona Lilian sukai." Ucap Raja Reinal kemudian.


Seorang pelayan kembali maju membawa kotak kayu yang ukurannya jauh lebih besar dari kotak sebelumnya, kemudian pelayan itu berniat ingin menyimpan kotak itu di samping Citto yang sedang terbaring menyembunyikan kepalanya.


"JANGAN!" Teriak Zheyan, Artem, Asgar, Fiana, dan Violet barengan.


"Ada apa?" Tanya Duke Marven bingung.


"Jangan menyimpan kotak itu didekatnya." Ucap Zheyan menunjuk Citto.


"Kenapa?" Tanya Raja Reinal bingung.


"Ampun Yang Mulia, Sebelumnya Citto menyemburkan api dari mulutnya karena merasa terganggu." Jelas Zheyan.


"Citto?" Tanya Raja Reinal bingung.


"Ya Yang Mulia. Naga itu, Lilian memberinya nama Citto." Ucap Artem.


"Dia sudah bisa menyemburkan api dari mulutnya?" Tanya Reinal terkejut.


"Ya Yang Mulia. Tangan Pangeran Mahkota terluka dikarenakan Citto merasa Lilian dalam bahaya dan secara tiba-tiba ia mengeluarkan api dari mulutnya." Jelas Asgar.


"Kalau naga itu bisa menyemburkan api dari mulutnya berarti ia bisa merubah bentuk tubuhnya ke tubuh asli." Ucap Raja Reinal sambil menatap ngeri ke arah Citto.


°°°

__ADS_1


Setelah lumayan lama Lilian membekap erat tubuh Citto dalam pelukannya. Perlahan Citto kembali ke bentuk tubuh lucunya.


Ciiitttt...Ciiittt...Ciiittt...


Suara Citto kembali normal dalam pelukan Lilian. Lilian kemudian melepas pelukannya dan tersenyum lembut ke arah Citto. "Apakah tadi kau marah?" Tanya Lilian lembut.


Ciitt...Citt...Citt..Citt... Suara Citto sambil melompat kecil seakan-akan mengajak Lilian berbicara.


"Kamu pasti merasa terganggu ya?" Tanya Lilian yang di angguki oleh Citto.


"Mulai sekarang kamu harus lebih tenang lagi. Tidak boleh sembarangan mengeluarkan api dari mulut mu, ingat!" Ucap Lilian sambil mengelus pelan bulu halus Citto.


Semua orang menatap ngeri ke arah Lilian dan Citto, pasalnya mereka sudah melihat sendiri kemarahan Citto namun Lilian masih dengan beraninya mendekati hewan itu dan mengajaknya berbicara. Benar Yang dikatakan Raja Reinal bahwa naga kecil itu hanya akan patuh jika hanya Lilian yang memberinya perintah.


"Apakah sekarang sudah aman?" Tanya Seint dari jarak jauh.


Citto menatap ke arah Seint dan melompat kecil Citt...Citt...Citt...Citt...


"Mendekat lah!" Ucap Lilian menatap Seint.


Seint tanpa ragu berjalan mendekat kearah Lilian dan tersenyum lembut ke arah Citto. "Bisakah aku menyentuh mu?" Tanya Seint.


Cittt...Cittt...Cittt... Suara senang Citto.


Seint kemudian menyentuh bulu halus dari Citto sambil menatap Lilian. "Bulunya sangat lembut." Ucap Seint tersenyum.


Seint mengarahkan pandangannya ke arah Raja Reinal. "Acaranya bisa kita lanjutkan." Ucapnya.


Seint kemudian mengangkat tubuh kecil Citto dan membantu Lilian untuk berdiri lalu membawanya kembali duduk di kursinya.


Raja Reinal berjalan mendekat kearah Seint dan Lilian yang dikuti oleh seorang kasim dibelakangnya. Setelah sampai di samping Lilian, Raja Reinal kembali menatap ke arah semua orang yang hadir. "Hari ini secara resmi Nona Lilian Putri dari Duke Marven saya resmikan menjadi Putri Mahkota kerajaan Apollonia." Ucap Raja Reinal sambil mengambil mahkota ditangan kasim dan menyimpannya di kepala Lilian.


Suara sorak ramai terdengar dari semua orang yang berada ditempat tersebut. "Untuk acara penobatan Putri Lilian akan dilaksanakan bersamaan dengan Festival lentera." Ucap Raja Reinal.


"Selamat atas gelar barunya Putri Mahkota Lilian." Ucap semua orang serentak.


Kegiatan-pun dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada para bangsawan yang telah banyak mendapatkan hasil buruannya.


°°°


Mudah-mudahan ntar malam bisa UP. Tugas ngetik soal UAS udah pada menumpuk. 😔😔

__ADS_1


__ADS_2