Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
140. Pertarungan


__ADS_3

Pangeran Igor mendapatkan beberapa luka diakibatkan pertarungannya dengan Pangeran Seint. Sejak Lilian berhasil memecahkan bola kristal yang dikendalikan oleh Selir Gracia, Pangeran Igor menjadi tidak bisa mengendalikan ular hijau tersebut dengan leluasa.


Fokus Pangeran Igor juga teralihkan melihat Ibunya dan Lilian saling bertarung dengan serius. Pangeran Igor bahkan melihat dengan jelas jikalau Lilian memberikan beberapa luka serius kepada Ibunya.


Pangeran Igor ingin menyelamatkan Ibunya namun Pangeran Seint tidak memberikannya kesempatan untuk meninggalkan pertarungannya. Seint juga merasa sangat khawatir melihat Lilian yang bertarung dengan Selir Gracia namun perasaan khawatirnya hilang saat melihat Zheyan datang untuk menolong gadis itu.


Karena fokus Pangeran Igor teralihkan ke tempat lain, Seint akhirnya bisa memberikannya beberapa luka dan Citto-pun berhasil memberikan luka pada ular hijau tersebut sehingga membuat ular itu lepas kendali.


"Sepertinya hari ini akan menjadi hari terakhir antara kau dan aku!" Ucap Pangeran Igor.


Seint hanya menatapnya datar dan tidak menimpali ucapan Pangeran Igor.


"Jika kau dan semua orang yang berada disini menyerah maka saya akan melepaskan rakyat mu!" Ucap Pangeran Igor.


Seint tersenyum sinis. "Hal itu tidak akan terjadi walau hanya dalam mimpi mu." Ucapnya.


Pangeran Igor mengepalkan tangannya kuat dan mengerahkan ular hijau tersebut untuk kembali menyerang Seint dan Citto. Seint dapat menghindari serangan Pangeran Igor dan ular hijau itu berkat kelincahan dari Citto.


Saat Citto mendapatkan kesempatan untuk menyerang ular tersebut, Citto kembali mengeluarkan api berwarna hitam dari mulutnya. Pangeran Igor langsung melompat turun dari tubuh ular tersebut saat merasakan panas yang sangat luar biasa dari api hitam Citto.


Ular besar tersebut memekik kesakitan saat merasakan api hitam milik Citto. Tidak lama kulit ular tersebut terkelupas dan ia mengeluarkan banyak darah. Seint juga melompat dari atas tubuh Citto saat naga itu kembali bergerak untuk menyerang ular hijau tersebut.


Ular hijau dan Citto kembali bertukar serangan membuat tanah bergetar hebat dan menciptakan retakan besar di tanah. Semua orang menghindari pertarungan dekat dengan ular hijau dan Citto untuk menghindari serangan nyasar.


Setelah mengambil jarak dengan ular hijau dan Citto semua orang kembali ke pertempuran yang sempat tertunda. Sungguh malam yang sangat mengetikan dan panjang bagi semua penghuni kerajaan Apollonia.


Sudah sejak lama tidak pernah terjadi pertarungan besar namun malam ini adalah penentu masa depan untuk semua orang tang berada di kerajaan Apollonia.


Setelah lama bertukar serangan akhirnya ular hijau tersebut jatuh ke tanah dan membuat tanah kembali bergetar. Semua orang yang sedang bertarung-pun ikut terjatuh karena tidak bisa menyeimbangkan tubuh mereka.


Seint menopang tubuhnya menggunakan pedang yang ia pegang. Saat tanah bergetar hebat, Pangeran Igor menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Seint menggunakan pedangnya. Namun Seint selalu fokus dengan sekitarnya sehingga saat Pangeran Igor menyerangnya ia dapat menahan serangan itu.


Pangeran Igor melempar sebuah racun kearah Seint namun lagi-lagi Seint dapat menghindar. Suara retakan tanah kembali terdengar dari pertarungan antara ular hijau dan Citto. Pangeran Igor kembali mengambil kesempatan namun kali ini ia salah mengambil langkah sehingga ia sendiri yang terluka akibat serangan pedang dari Seint.


Pangeran Igor mengeluarkan banyak darah karena luka yang ia dapatkan. Dengan keyakinan penuh Pangeran Igor mengucapkan sebuah mantra yang membuat langit bergemuruh dan angin kencang datang. Seint berdiri tegak dan mengambil napas panjang kemudian mengucapkan mantra yang berbeda dan membuat angin kencang serta langit bergemuruh-pun tiba-tiba berhenti.


Pangeran Igor kembali mengucapkan mantra dan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Seketika petir menyambar kemana-mana dan berkumpul ke pedang Pangeran Igor. Seint kembali memfokuskan pandangannya dan mengucapkan sebuah mantra yang membuat petir tersebut kembali menghilang.

__ADS_1


Semua orang yang menyaksikan langsung pertarungan antara Pangeran Igor dan Pangeran Seint menelan ludah susah payah. Sedangkan Pangeran Igor merasa heran dikarenakan mantra sihirnya yang paling kuat dan membutuhkan tenaga yang banyak mampu Seint patahkan.


"Kau juga seorang penyihir?" Tanya Pangeran Igor sambil menatap benci kearah Seint.


Seint mendengus kesal. "Darahku mengalir darah keturunan murni dari Yang Mulia Raja Apollo. Sejarah mengatakan jikalau keturunan murninya bisa mendapatkan kemampuan yang ia miliki." Tegas Seint.


"MENGAPA? MENGAPA? HANYA KAU YANG MENDAPAT DARAH MURNI? MENGAPA TIDAK DENGANKU?" Teriak Pangeran Igor marah.


"Karena langit tahu kau akan menggunakan darah murni untuk keburukan sehingga kau tidak pantas mendapatkannya!!" Jawab Seint kesal.


Pangeran Igor menggeram kesal. "Mengapa kau selalu mendapatkan semua yang saya inginkan? Kau mendapat kasih sayang, kebebasan, kedudukan, sahabat dan pasangan." Ucapnya sambil melirik kearah Lilian yang berada tidak jauh darinya.


"Jika kau tidak memiliki niat buruk dalam hati mu maka kau juga akan mendapatkan apa yang kau sebutkan tadi!!" Tegas Seint.


Pangeran Igor tertawa pelan. "Benarkah? Tapi dalam hidupku hanya ada satu keinginan terbesarku." Sinisnya.


Seint mulai curiga dengan gelagat Pangeran Igor. "Apa?" Tanyanya.


Pangeran Igor kembali tersenyum sinis. "Kau akan memberikannya jika saya mengatakannya?" Bukan menjawab ia malah kembali bertanya.


Pangeran Igor dengan langkah cepat berlari kearah Lilian. Seint membulatkan mata sempurna melihat Pangeran Igor berlari mendekati Lilian yang sedang menatap kearah Citto yang sedang bertarung setelah mengalahkan Selir Gracia.


Setelah dekat dengan Lilian, Pangeran Igor menarik Lilian untuk mendekat kearahnya dan meletakkan pedangnya kearah leher Lilian.


"Lepaskan dia!!" Teriak Seint marah.


Semua orang berhenti bertarung dan menatap ke sumber suara dimana Seint sedang berdiri berhadapan dengan Pangeran Igor yang meletakkan pedangnya dileher Lilian.


Zheyan melihat adiknya dijadikan sandra berlari mendekat kearah Seint dan mengangkat pedangnya kearah Pangeran Igor. "Lawan aku jika kau bukan pecundang! Jangan jadikan wanita untuk menjadi sandra mu disaat kau sedang dalam posisi terdesak." Marahnya.


Lilian menutup kedua matanya saat merasakan pedang Pangeran Igor menempel dilehernya sedangkan Pangeran Igor tertawa terbahak mendengar ucapan Zheyan. "Jika semua yang saya inginkan tidak dapat saya miliki maka saya harus mendapatkan salah satu dari keinginan terbesar saya." Ucapnya.


"Apa yang kau inginkan? Lepaskan Putriku!!" Teriak Duke Marven yang datang tiba-tiba dan berdiri di samping Zheyan.


"Aku menginginkannya menjadi pasangan ku." Ucap Pangeran Igor sambil tersenyum sinis.


Lilian mengepalkan tangannya kuat dan berusaha melepaskan diri dari kukungan Pangeran Igor namun usahanya sia-sia dan menyebabkan lehernya sedikit tergores karena terkena pedang Pangeran Igor.

__ADS_1


"KAU MELUKAINYA!!" Teriak Seint marah, napasnya bahkan sudah tidak teratur melihat leher Lilian mengeluarkan darah.


Semua orang menatap marah kearah Pangeran Igor karena telah membuat Lilian terluka.


"Lepaskan Putriku!!" Teriak Duke Marven.


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan Adikku!!" Teriak Zheyan.


"Jika menyukainya Anda tidak akan menyakitinya." Ucap Artem yang baru saja datang.


Pangeran Igor bergerak mundur dan membawa Lilian yang terus berusaha melepaskan diri. "Jangan bergerak! Jika kau terus bergerak maka kau akan mendapatkan luka yang dalam." Ucapnya.


"Lebih baik saya mendapatkan banyak luka daripada harus ikut bersama mu." Ucap Lilian.


Pangeran Igor menahan amarahnya mendengar ucapan Lilian. "Kalau begitu lebih baik kau merasakan sakit yang kau inginkan." Geramnya.


Lilian kembali menutup matanya saat merasakan pedang Pangeran Igor mengenai kulit leher dan menyebabkan darah kembali keluar.


Seint, Zheyan, Duke Marven dan Artem menggeram marah melihat darah kembali keluar dari leher Lilian. Lilian bahkan meremas gaunnya karena menahan sakit dari lehernya.


"Sebaiknya kau diam dan menurut padaku jika tidak ingin mati sia-sia." Ucap Pangeran Igor pelan.


Pangeran Igor menatap beberapa orang yang berusaha mencari celah untuk menyerangnya. "Berhenti! Jangan mendekat, jika kalian terus mendekat maka Lilian akan semakin terluka!" Teriaknya.


"Jika kau menyukainya maka kau tidak akan melukainya!!" Teriak Duke Marven marah.


"Saya berbeda dengan kalian! Jika ia tidak menurut maka akan lebih baik ia mati! Jika saya tidak mendapatkannya maka orang lain juga tidak akan mendapatkannya!!" Teriak Pangeran Igor.


Seint dan yang lainnya hanya dapat menahan amarah dan mencari celah untuk melepaskan Lilian dari dekapan Pangeran Igor. Tidak lama mereka mengikuti keinginan Pangeran Igor, seseorang datang dari arah belakang Pangeran Igor dan menusuk punggungnya menggunakan belati kecil.


Merasakan sakit di punggungnya, Pangeran Igor spontan melepas Lilian sampai gadis itu terhuyung ke depan. Pangeran Igor berbalik dan menebas seseorang yang menusuk punggungnya tanpa melihat orang tersebut.


"ROSA!!" Teriak Lilian kencang.


Seseorang yang menusuk punggung Pangeran Igor adalah Rosa. Sejak ia melihat Lilian dibawa oleh Pangeran Igor, Rosa mencari cara agar mendekati keduanya dan menyerang Pangeran Igor dari belakang. Tidak Rosa sangka Pangeran Igor akan menebas dadanya dan sekarang ia mendapatkan luka yang menganga serta mengeluarkan banyak darah.


°°°

__ADS_1


__ADS_2