Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
61. Harimau


__ADS_3

Anak panah yang Lilian lepaskan tepat mengenai bagian paha sebelah kiri harimau tersebut. Bukannya terjatuh, harimau tersebut tambah mengamuk dan berlari cepat ke arah Lilian.


Lilian berlari mengambil sebuah pedang yang sebelumnya digunakan oleh salah satu prajurit. Setelah meyakinkan dirinya sendiri, Lilian menghembuskan napas pelan dan menatap tajam ke arah datangnya harimau.


Sekitar lima meter jarak harimau dari tempat Lilian berdiri, harimau tersebut melompat berniat menikam Lilian namun Lilian dengan gesit melompat ke arah samping menghindari serangan harimau tersebut.


Karena Lilian menggunakan gaun yang cukup panjang, ia sedikit kesusahan untuk bergerak. Sebelum harimau itu kembali menyerangnya kembali, Lilian merobek gaunnya sampai ke atas lututnya menggunakan pedang yang ia ambil tadi.


Setelah berhasil merobek gaunnya, Lilian kembali mengambil ancang-ancang untuk bersiap menghindari serangan dari harimau tersebut. Mata Lilian menajam saat harimau tadi melompat ke arahnya namun lagi-lagi Lilian berhasil menghindar dan menebas kaki kiri harimau tersebut.


ROAAAARRRRR...


Suara auman kesakitan dari harimau tersebut. Harimau itu menatap tidak suka ke arah Lilian kemudian menyerang Lilian dengan sangat brutal.


Lilian bernapas dengan ngos-ngosan setelah beberapa kali berhasil menghindari serangan brutal dari harimau tersebut. Karena tidak dapat melukai Lilian sedikitpun, harimau itu semakin marah dan terus menyerang Lilian dengan sangat brutal.


Saat menghindari serangan harimau tersebut, Lilian tidak sengaja menginjak kerikil dan membuatnya jatuh terguling. Melihat Lilian terjatuh membuat harimau tersebut menyerang Lilian dengan cepat dan berhasil menggores tangan sebelah kiri Lilian menggunakan kuku tajamnya.


Semua orang yang melihat pertarungan Lilian dengan harimau tersebut semakin panik. Fania dan Violet bahkan sedari tadi sudah menangis dengan sangat keras melihat tangan Lilian yang sudah berlumuran dengan darah. Darah Lilian bahkan mengotori sebagian gaun yang ia kenakan.


Lilian meringis menahan rasa sakit yang ia rasakan ditangannya. "Aku tidak boleh kalah dengan harimau ini. Jika aku gugur sekarang maka usaha Lilian masa lalu menarik ku kesini akan sia-sia." Ucapnya sambil menatap tajam ke arah harimau.


Lilian menggenggam erat pedang yang ada di tangannya dan berlari menyerang ke arah harimau. Sesekali harimau itu melompot ke kanan dan ke kiri guna menghindari tebasan pedang dari Lilian. Usaha Lilian akhirnya membuahkan hasil, ia berhasil menggores perut harimau tersebut menggunakan pedangnya.


KRACH...KRACH...KRACH...


Lilian tidak henti-hentinya menyerang harimau tersebut menggunakan pedangnya. "Aku tidak akan kalah darimu!" Teriak Lilian.


ROOOAAAARRRR...


Auman kesakitan dari harimau kembali terdengar. Harimau itu terjatuh ke tanah, luka yang Lilian berikan pada perutnya begitu besar dan dalam membuat harimau tersebut kehilangan setengah dari kekuatannya.

__ADS_1


Meski merasa kesakitan, harimau tersebut tidak mau mengalah dan kembali bersiap menyerang Lilian. Lilian kembali meringis menahan rasa sakit ditangannya, wajah Lilian bahkan mulai memucat karena kehilangan banyak darah.


Harimau tersebut kembali berlari menyerang Lilian namun kekuatan harimau tersebut tidak lagi sekuat tadi. Keduanya sama-sama mendapatkan luka dan kehilangan banyak darah namun tidak ada diantara keduanya yang ingin mengalah.


Lilian bernapas ngos-ngosan karena terus menghindar dan menyerang harimau tersebut. "Agar bisa melumpuhkannya, aku harus memberikan luka ditempat yang sama pada harimau itu." Ucap Lilian sambil menatap ke arah perut harimau.


Tidak memberikan waktu untuk Lilian beristirahat mengumpulkan tenaganya, harimau itu kembali menyerang. Saat harimau itu kembali ingin melompat menikamnya, Lilian dengan cepat mengayunkan pedangnya yang berhasil mengenai leher harimau dan berputar kesamping sambil mengayunkan kembali pedangnya ke arah harimau tersebut.


Lilian dengan cepat membalikkan tubuhnya ke arah harimau, sedangkan harimau itu sendiri sudah jatuh terkapar di atas tanah karena selain mendapat luka dilehernya, Lilian berhasil memberikan luka yang sama pada perut harimau. Tidak mau mengyiakan kesempatan, Lilian mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan menebas leher harimau tersebut.


ROAARRRR...


Auman kesakitan yang terakhir dari harimau tersebut. Setelah bertarung cukup lama akhirnya Lilian dapat membunuh harimau besar tersebut dengan banyak sekali luka tebasan ditubuhnya.


Setelah memastikan harimau itu tidak lagi bergerak, Lilian menatap ke arah Fania dan Violet yang sedari tadi menangis memanggil namanya, namun sebelum kakinya ingin melangkah mendekati kedua gadis itu, Fania dan Violet berteriak kepadanya dengan raut wajah takut.


"AWAS LILIAN!" Teriak Fania.


Lilian dengan cepat berbalik, tubuhnya kembali menegang saat ia melihat ada satu lagi harimau yang ukurannya sama seperti harimau yang tadi.


Lilian mundur beberapa langkah kebelakang melihat tatapan mata marah yang ditujukan harimau itu padanya. Lilian bahkan meneguk ludahnya susah payah melihat harimau itu bersiap untuk menyerangnya.


Harimau itu tidak memberikan waktu untuk Lilian berpikir. Secara mengejutkan harimau tersebut berlari ke arah Lilian untuk menyerangnya. Lilian kembali mengeratkan pegangan pada pedangnya dan bersiap bertarung kembali dengan harimau.


Harimau yang sedang Lilian lawan sekarang lebih brutal dari harimau yag pertama. Lilian bahkan kewalahan menghindari serangan dari harimau tersebut. Tenaga Lilian sudah berkurang banyak karena pertarungan pertamanya, sehingga membuatnya tidak bisa segesit tadi untuk menghindari serangan dari harimau kedua.


Lilian mendapatkan banyak luka dari harimau kedua, sekujur tubuhnya bahkan dilumuri oleh banyak darah. Pertama Lilian mendapat luka cakaran di bagian pipinya karena terlalu lama menghindari serangan harimau, kedua Lilian mendapat luka cakaran di kedua kakinya karena saat menghindari serangan harimau, Lilian terjatuh dan dengan cepat harimau itu kembali mencakar kakinya.


Lilian sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya namun pikirannya masih tetap ingin mengalahkan harimau itu. "Jika aku gugur sekarang...bukan hanya misi ku yang akan gagal namun harimau itu pasti akan menyakiti banyak orang kalau dia masih tetap hidup." Batin Lilian sambil memandang lemah ke arah harimau.


Saat menghindari serangan harimau tadi Lilian sesekali melirik ke arah Fania dan Violet yang menangis histeris melihat kondisinya. Kedua gadis itu ditahan oleh para Putri bangsawan lainnya agar tidak mendekati Lilian. Keduanya bahkan menangis sambil berlutut memandang ke arah Lilian.

__ADS_1


"GUNAKAN TOMBAK LILIAN!" Teriak Violet.


Mendengar ucapan dari Violet, Lilian berlari mengambil sebuah tombak dan dengan sisa tenaganya Lilian kembali menyerang ke arah harimau kedua. "Jika hari ini aku mati maka aku tidak akan mati sendirian." Ucap Lilian sambil berlari mengangkat tombaknya.


Lilian dengan sisa tenaganya terus menyerang harimau tersebut. Mata Lilian berbinar saat ia berhasil melukai harimau tersebut. "Masih ada harapan." Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


Lilian terus menyerang harimau tersebut, tidak sedikit ia kembali mendapatkan luka cakaran ditubuhnya. Gaun yang Lilian kenakan bahkan sudah sangat koyak, rambutnya sudah sangat berantakan dan wajahnya dipenuhi dengan darah karena luka cakaran di pipinya.


Semua orang yang melihat pertarungan Lilian tidak bisa lagi berkata apa-apa, disisa tenaga yang tersisa gadis itu masih tetap berjuang melindungi semua orang. Sedari tadi harimau itu ingin berlari ke arah Putri bangsawan berkumpul namun Lilian selalu berhasil memancingnya agar menjauhi tempat itu.


Meski Lilian mendapat banyak luka ditubuhnya namun gadis itu juga berhasil memberi banyak luka pada harimau itu. Meski kondisi Lilian semakin lemah namun gadis itu masih tetap bisa bertahan.


Setelah pertarungan cukup lama berlangsung, Lilian dapat menemukan letak kelemahan harimau tersebut. Lilian menyerang beberapa kali ke arah kelemahan harimau tersebut dan pada akhirnya Lilian melompat menaiki punggung harimau itu.


Dengan sisa tenaganya Lilian mengangkat tombaknya dan mengarahkannya ke arah punggung harimau tersebut. Setelah mendapat tusukan tombak dari Lilian, harimau itu bergerak kesakitan dan membuat Lilian terlempar jauh ke tanah.


Dengan samar Lilian masih bisa mendengar suara teriakan Fania dan Violet memanggil namanya. Dengan keadaan yang sangat lemah Lilian terbangun dan mengambil kembali pedangnya dan berjalan kerah harimau yang masih bergerak kesakitan.


Karena merasa kesakitan harimau itu tidak melihat kedatangan Lilian. Dengan sisa tenaganya Lilian menebas harimau itu beberapa kali sampai harimau tidak lagi bergerak.


Lilian bernapas dengan ngos-ngosan dan membuang pedang ditangannya. Ia menatap ke arah Fania dan Violet yang sekarang sedang berlari ke arahnya. Mata Lilian mulai mengabur dan napasnya mulai tidak beraturan. Lilian jatuh terduduk dan langsung dibekap erat oleh Fania.


Lilian meneguk ludah susah dan menatap ke arah Fania dan Violet yang sedang menangis histeris. "Aku berhasil." Ucap Lilian tersenyum lembut.


Setelah mengucapkan hal itu, Lilian jatuh ke pangkuan Fania. "LILIAN." Teriak Fania dan Violet samaan.


°°°


Halo para raiders ter❤️❤️❤️ awalnya Author ngerasa bahwa hanya sedikit orang yang menyukai novel ini. Author bahkan merasa minder sendiri, ternyata kalian begitu setia dan sabar dengan mood saya. Author begitu terharu, terlebih lagi melihat novel ini muncul di beranda utama karena berkat dukungan kalian. Terima kasih ya...


Selamat membaca....

__ADS_1


__ADS_2