Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
98. Pembahasan Rencana


__ADS_3

Tidak akan ada yang menyangka jikalau tumbuhan yang selama ini mereka anggap tidak berguna adalah tumbuhan yang menyimpan sesuatu yang sangat berharga.


Tumbuhan itu selama ini dianggap tumbuhan liar dan tidak memiliki harga jika dijual. Meski daun pandan bisa dibuat menjadi beberapa kerajinan tangan namun daun pandan itu sangat susah dijadikan bahan anyaman. Untuk itu semua orang menganggap tanaman itu tidak berguna.


Citto menarik Lilian hanya ingin menunjukan bahwa tempat itu menyimpan batu berharga. Citto ingin memberikan petunjuk jikalau naga menyukai sesuatu yang berkilau. Itu alasan mengapa tempat daerah barat dijadikan sebagai tempat untuk memanggil naga.


Orang-orang yang melakukan ritual pemanggil naga sebelumnya tidak mengetahui jikalau tempat itu memiliki kekayaan yang berlimpah. Mereka hanya mengetahui jikalau daerah barat memiliki emas yang berlimpah. Itu sebabnya ada beberapa bangsawan yang berusaha untuk mendapatkan wilayah itu dan melakukan kerja sama dengan kerajaan Elmore.


Selesai mengurus tempat penemuan batu berlian. Seint memerintahkan beberapa orang agar tetap tinggal untuk menjaga tempat tersebut. Seint juga tidak lupa mengabarkan kepada Ayahnya tentang penemuan mereka untuk hari ini.


"Tidak ku sangka tempat ini menyimpan banyak harta." Ucap Artem.


Sein, Lilian dan Artem sekarang sedang duduk berhadapan didalam kamar Lilian, sedangkan Citto telah tertidur lelap.


Lilian menghela napas pelan. "Tidak heran para penghianat itu menyembunyikan fakta ini dengan sangat rapih."


"Mereka hanyalah sekumpulan sampah!! lihat saja jika suatu hari nanti aku menangkap mereka. Hukuman mati akan jauh lebih ringan untuk mereka." Ucap Seint sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Kasian sekali penduduk asli sini, mereka harus merasakan penderitaan dulu baru mereka menyadari bahwa tempat mereka menyimpan banyak harta." Desis Lilian diakhir kalimatnya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan dengan para penghianat itu?" Tanya Artem.


"Kita hanya perlu memunculkan bukti untuk menangkap para pelaku. Sampai sini kita sudah mendapatkan banyak petunjuk tinggal tunggu saja kapan sampa-sampah itu memberikan kita bukti dengan sendirinya." Ucap Seint dengan raut wajah suramnya.


Lilian berdehem pelan. "Ra ... Raut wajah mu sangat menakutkan." Ucapnya gugup. "Mari kita bahas tentang surat balasan dari Istana serta beberapa surat dari Rosa yang aku terima hari ini." Ucap Lilian sambil menunjukkan beberapa surat ditangannya.


"Ada sesuatu yang mereka temukan di sana?" Tanya Seint dengan raut wajah serius.

__ADS_1


Lilian mengangguk cepat. "Ya ... Aku akan membahas surat dari Rosa terlebih dahulu. Dalam suratnya Rosa menjelaskan bahwa Tuah Ni mendapatkan beberapa informasi terkait barang-barang yang masuk di kerajaan Apollonia secara ilegal. Ada beberapa daftar nama bangsawan tinggi salah satunya adalah Tuan Marquis Gaustark, Tuan Viscount Wilson, Tuan Martin, Tuan Defron dan beberapa nama lainnya." Jelas Lilian panjang.


Seint mengangguk pelan. "Lanjutkan!" Ucapnya.


"Sudah beberapa tahun terakhir mereka telah membawa barang-barang dari luar kerajaan masuk di kerajaan kita menggunakan kekuasaannya. Mereka berkerja sama dengan pemimpin prajurit yang menjaga wilayah perbatasan sehingga barang-barang itu masuk dengan sangat mudah. Adapun barang-barang yang dibawa masuk adalah berupa racun, senjata perang, bahan peledak dan banyak barang lainnya yang Rosa tidak bisa sebutkan dalam surat. "Jelas Lilian panjang.


"Lalu bagaimana dengan aktifitas mereka sekarang? Terakhir kali Yang Mulia Raja telah mencabut hak ke bangsawan yang membawa barang masuk tanpa ijin." Tanya Artem.


"Rosa mengatakan jikalau orang-orang Tuah Ni melaporkan banyak aktifitas di rumah Tuan Marquis Gaustark salah satunya melakukan pertemuan hampir setiap hari. Mereka belum bisa mengetahui apa yang menjadi pembahasan mereka dikarenakan penjagaan kediamannya yang sangat ketat, sehingga mereka hanya bisa memantau dari jauh." Jelas Lilian.


Seitn mengepalkan tangannya. "ada informasi lain?" Tanyanya datar.


Lilian menganggukkan kepalanya dan kembali mejelaskan isi suratnya. Rosa mengabarkan jikalau ibukota sedang ramainya dengan fakta ditemukannya emas di wilayah barat.


Semua bangsawan tinggi dikumpulkan oleh Raja Reinal untuk membahas terkait dengan penemuan emas itu. Raja Reinal telah mengeluarkan titah hukuman mati bagi orang-orang yang sebelumnya memberikan informasi palsu kepadanya dan bagi siapapun yang terlibat dalam konspirasi itu akan mendapat hukuman yang sangat berat.


"Ayah sengaja melakukan pertemuan itu hanya agar para penghianat itu kembali menyusun rencana mereka." Ucap Seint datar.


"Apakah itu termasuk hal baik?" Tanya Lilian bingung.


"Tentu saja. Yang Mulia Raja sekarang sedang menyusun rencana agar para pelaku itu merencanakan hal lainnya. Jika mereka mulai bergerak lagi maka Yang Mulia Raja memiliki kesempatan untuk menangkap mereka." Jelas Artem.


"Ayah secepatnya akan mengadakan acara pesta dansa. Akan banyak sekali orang-orang yang akan diundang, termasuk orang-orang dari kerajaan tetangga." Ucap Seint.


"Kita harus secepatnya mengurus urusan kita disini, setelah kembali kita harus menyiapkan rencana untuk mengungkap para penghianat." Ucap Artem dengan raut wajah serius.


Lilian mengangguk pelan, ia paham dengan apa yang dibicarakan oleh Seint dan Artem. Dalam pesta dansa orang-orang berkumpul di satu tempat.

__ADS_1


Kesempatan itu harus mereka gunakan dengan sebaik mungkin jika ingin para penghianat itu keluar dari Zona amannya. Jika belum bisa menangkap setidaknya mereka sudah dapat memberikan pukulan yang akan terus memancing mereka untuk memperlihatkan rekan lainnya.


Terlebih untuk saat sekarang mereka telah memegang beberapa nama bangsawan tinggi yang diyakini telah melakukan penghianatan pada kerajaan Apollonia. Mereka hanya perlu memancing para pelaku supaya mereka menampakkan dirinya.


"Dalam surat Yang Mulia Raja juga tertulis ... Bahwa jikalau tidak malam nanti, kemungkinan Tuan Zheyan dan Tuan Asgar beserta Prajurit lainnya akan sampai besok pagi." Jelas Artem.


"Cepat sekali ... " Ucap Lilian.


"Yang Mulia Raja langsung memberikan perintah saat ia mendapatkan surat dari kita." Jawab Artem.


Saat mereka tengah serius membahas tentang para penghianat. Terdengar suara ketukan pada pintu.


Tok ... Tok ... Tok ...


Artem berdiri dari duduknya dan berjalan membuka pintu. Terlihat Tuan Asadel berdiri dengan menundukkan kepalanya hormat.


"Ampun Yang Mulia karena saya sudah mengganggu waktunya. Kedatangan saya kesini ingin mengabarkan jikalau bahan makanan yang dibawa pengawal Yang Mulia telah diolah dan sebentar lagi siap." Lapor Tuan Asadel.


"Baiklah ... Kami akan segera ke sana sebentar lagi." Ucap Seint datar.


"Terima kasih Yang Mulia ... Kalau begitu saya undur diri dulu." Ucapnya sopan kemudian berlalu pergi.


Setelah menutup pintu, Artem kembali ketempat duduknya dan kembali membahas terkait dengan rencana yang akan mereka lakukan selanjutnya. Setelah pembahasan mereka telah selesai, mereka berjalan keluar menuju tempat yang sudah disediakan oleh para penduduk untuk merayakan penemuan mereka.


Setelah membuka acara secara resmi, Seint dan yang lainnya kembali menikmati hidangan yang tersedia.


°°°

__ADS_1


__ADS_2