Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
121. Masuk Perangkap


__ADS_3

Benar yang Seint dan Lilian prediksi, sebelumnya mereka pernah membuka buku mantra itu namun waktu itu mereka masih belum bisa membaca tulisan bahasa kuno itu


Berbeda halnya dengan sekarang, Seint dengan sangat mudah memahami tulisan-tulisan yang berada dalam buku itu. Beberapa lembar dari buku itu telah Seint buka dan memang isi dari buku itu adalah kumpulan mantra sihir yang ditulis oleh Raja Pertama Apollonia.


"Sebelumnya saya tidak bisa membaca mantra ini namun sekarang saya dapat dengan mudah membaca isi buku ini." Jelas Seint sambil menunjuk buku tersebut.


"Ayah pikir buku itu akan sangat berguna untuk kita kedepannya. Jadi Ayah harap kamu bisa mempelajari isi dari buku tersebut dengan cepat." Pinta Raja Reinal.


Seint mengangguk pelan. "Baiklah." Ucapnya datar.


Lilian kemudian memeriksa buku lain yang diyakini sangat berguna bagi mereka sehingga ia mendapatkan sebuah buku yang sangat bertuliskan nama-nama para penghianat di kerajaan.


"Yang Mulia Raja. Sepertinya Anda harus memeriksa langsung buku ini." Ucap Lilian sambil menyerahkan sebuah buku kepada Raja Reinal.


Raja Reinal membuka buku tersebut dan mulai membuka isi dari buku itu. Raja Reinal mengeraskan rahang dan mengepalkan tangannya kuat saat melihat nama-nama yang tertera dalam buku tersebut beserta dengan semua perbuatan jahat mereka.


"Jadi selama ini mereka hanya bermulut manis di depanku." Marah Raja Reinal.


"Ada apa Yang Mulia?" Tanya Duke Marven.


Raja Reinal langsung memberikan buku daftar nama para penghianat itu kepada Duke Marven. Reaksi yang sama Duke Marven tujukan saat melihat nama-nama dalam buku tersebut.


"Meski saya sudah memprediksi nama-nama itu namun tetap saja saya merasa marah melihat banyak sekali daftar nama itu." Ucap Duke Marven.


"Buku itu menambah keyakinan saya untuk melaksanakan rencana kita. Jika kita bergerak sekarang maka kita akan mengurangi jumlah musuh yang ada. Kita tidak boleh menunda rencana, jika mereka telah memakan umpan dari Putri Mahkota maka langsung saja kita jalankan rencana berikutnya." Tegas Raja Reinal.


"Mereka telah lama melakukan kejahatan kepada kita maka mereka harus membayar perbuatan mereka sesuai apa yang mereka lakukan selama ini. Beruntung sekali Tuan Martin mati dan meninggalkan banyak bukti." Ujar Seint dingin.


Semua orang mengangguk setuju dengan ucapan Seint. Dari banyaknya daftar nama yang tertulis di sana, Marquis Gaustark dan Viscount Pavel berada diurutan pertama. Sudah banyak sekali kejahatan yang mereka lakukan mulai dari memakan pajak sampai menjual barang ilegal telah mereka lakukan sejak lama.

__ADS_1


Mereka selalu keluar kerajaan untuk melakukan perjalanan bisnis namun tidak disangka mereka malah menyimpang dan memilih berkhianat kepada kerajaan Apollonia.


"Dalam catatan buku Lilian tertulis mereka akan melaksanakan rencana mereka tepat pada saat bulan purnama." Ucap Duke Marven.


"Lalu kapan bulan purna akan berlangsung?" Tanya Asgar penasaran.


"Saya mendapat laporan jika akan terjadi bulan purnama segera. Beruntung sekali kita mengetahui rencana busuk mereka sebelum hari itu tiba." Marah Raja Reinal.


"Sepertinya kita akan diserang pada malam itu. Lilian bilang ada seorang penyihir masuk ke kediaman Tuan Marquis Gaustark. Bisa saja mereka sedang merencanakan penyerangan terhadap kita." Jelas Seint dengan raut wajah datar.


"Benar ... Jika kita diserang pada malam itu maka kita harus bersiap dalam kondisi apapun. Pada bulan purnama kekuatan mistis sedang kuat-kuatnya, bisa saja mereka sedang merencanakan hal besar lainnya seperti memanggil naga lain." Curiga Baron Avalon.


Raja Reinal menghela napas pelan. "Kita harus mengurangi jumlah dari mereka mulai dari sekarang. Jika kita memecah belah mereka maka akan sangat mudah untuk kita melawan saat mereka mencoba menyerang kita." Jelasnya khawatir.


"Benar Yang Mulia ... Setidaknya kita mengurangi jumlah penghianat pada saat malam itu namun sebentar lagi kita akan melakukan festival lentera. Bagaimana jika bulan purnama terjadi pada saat itu?" Tanya Artem.


Seint menghela napas pelan. "Malam lentera Lilian akan melakukan banyak prosesi dekat danau. Malam itu tidak saja penting untuknya namu festival itu kita percayai sebagai kegiatan mengusir kesialan dengan melepaskan lentera. Jika bulan purnama bertepatan dengan hari itu maka kita harus bergerak cepat." Jelasnya.


Saat mereka semua sedang serius membahas rencana, tiba-tiba pengawal pribadi Raja Reinal memasuki ruangan pertemuan dengan tergesa.


Setelah ia sampai dan berdiri di samping Raja Reinal, pengawal itu langsung menundukkan badannya sopan.


"Lapor Yang Mulia ... Ada beberapa pergerakan aneh didalam Istana. Salah satu Prajurit melapor bahwa mereka melihat beberapa orang yang memakai penutup wajah sedang mengamati ruang kerja Yang Mulia." Lapor Pengawal tersebut.


Semua orang membulatkan mata sempura mendengar laporan Pengawal itu.


"Lalu bagaimana keadaan di sana?" Tanya Raja Reinal dingin.


"Pengawal lainnya masih belum bergerak sama sekali ... Mereka sedang menunggu titah dari Yang Mulia namun jika mereka melakukan sesuatu di ruangan mu maka mereka akan langsung menyerang orang-orang itu." Jawab Pengawal tersebut.

__ADS_1


"Mereka telah memakan umpannya." Ujar Lilian tiba-tiba.


Raja Reinal mengangguk pelan. "Sepertinya kita harus secepatnya kembali ke Istana untuk menjalankan rencana ini secepatnya. Lebih cepat mengurangi jumlah mereka maka akan sangat menguntungkan untuk kita." Tegasnya kemudian berdiri dari duduknya.


Semua orang juga ikut berdiri dari duduknya. "Saya akan ikut Yang Mulia ke Istana." Ucap Duke Marven yang di angguki oleh Raja Reinal.


"Kalau begitu saya juga akan ikut ke Istana." Ucap Baron Avalon.


"Jangan! Tuan harus mencari cara bagaimana memasuki wilayah Kelompok Kesatria Elang tanpa diketahui." Ucap Duke Marven.


"Baiklah kami akan tetap di sini dan membahas tentang rencana selanjutnya. " Ucap Baron Avalon.


Semua orang mengangguk setuju. Sebelum pergi Seint menatap kearah Lilian dan mengusap pelan kepalanya.


"Jika capek maka beristirahatlah!" Ucap Seint yang di angguki oleh Lilian.


Setelah membagi tugas masing-masing, Raja Thanos, Duke Marven, Pangeran Seint dan Artem berangkat menuju Istana sedangkan sisanya harus membuat rencana selanjutnya.


°°°


Sesuai dengan rencana awal mereka bahwa akan membuat penjagaan diluar ruang kerja Raja Reinal longgar. Saat Raja Reinal dan yang lainya sampai, mereka langsung memantau situasi yang sedang terjadi.


Ketatnya penjagaan diluar ruang kerja Raja Reinal membuat para penyusup sedikit kesusahan memasuki ruangan itu. Setelah mendapat beberapa perintah langsung dari Raja Reinal, para Prajurit itu dengan sengaja melonggarkan penjagaannya dengan cara pura-pura merasa mengantuk dan tertidur didepan pintu ruang kerja Raja Reinal.


Setelah mengamati penjagaan itu mulai longgar, para penyusup itu mulai melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Raja Reinal.


Didalam ruangan tanpa para penyusup itu sadari bahwa didalam ada Seint dan Artem yang sedang mengamati mereka dari dalam. Keduanya sengaja menyimpan bukti palsu namun terlihat asli disalah satu lemari milik Raja Reinal.


Setelah mendapat barang yang mereka inginkan, para penyusup itu keluar ruangan dan secepatnya meninggalkan Istana agar tidak ketahuan.

__ADS_1


Setelah kepergian para penyusup itu, Raja Reinal dan Duke Marven memasuki ruangan kerja. Mereka akan membahas rencana yang akan mereka lakukan besok pagi.


°°°


__ADS_2