
Setelah beristirahat semalaman di istana, Duke Marven beserta kedua anaknya dan Asgar berpamitan untuk kembali ke kediamannya pada siang hari.
Sedari pagi Lilian selalu saja beradu mulut dengan Seint lantaran karena hal-hal kecil, mulai dari Seint memaksa Lilian agar memakan habis sarapannya sampai Lilian tidak boleh berjalan sendiri tanpa bantuan darinya.
Sebenarnya Seint tidak mengijinkan Lilian agar pulang cepat ke kediamannya namun Lilian bersikukuh ingin pulang karena Seint selalu saja mengabaikan dokumennya dengan alasan ingin fokus menjaga Lilian.
Lilian juga ingin segera mencari tahu alasan apa Lilian pada masa lalu menariknya kembali kesini, ada banyak hal yang Lilian pikirkan selama beristirahat di istana.
Sepanjang perjalanan pulang, Lilian mendapatkan banyak pertanyaan dari Duke Marven, Zheyan dan Asgar. Ketiganya bahkan memilih menaiki kereta kuda bersama Lilian dibandingkan menunggangi kudanya masing-masing. Untung saja Lilian dapat menjawab pertanyaan dari ketiganya tanpa membuat mereka merasa curiga dengan jawaban yang Lilian berikan.
Sesampainya Lilian di kediamannya, Lilian kembali mendapat banyak pertanyaan dari Ibunya. Lilian bahkan sampai pusing menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu, setelah merasa puas dengan jawaban yang Lilian berikan, Ibunya baru bisa melepas Lilian agar kembali beristirahat ke dalam kamarnya.
Sesampainya Lilian ke dalam kamarnya, ia mulai mengobrak abrik kamarnya mencari sesuatu yang ia perlukan. Rosa bahkan sampai mengerutkan keningnya heran melihat tingkah Lilian.
"Apa yang sedang Nona lakukan? Bukankah sebaiknya Nona harus beristirahat?" Tanya Rosa heran.
Lilian berhenti sebentar dari kegiatannya kemudian menatap ke arah Rosa. "Bantu aku mencari sesuatu tentang masa lalu yang tidak bisa aku ingat...misalnya seperti catatan atau barang-barang yang aku anggap berharga." Ucap Lilian.
Rosa mengangguk pelan. "Baiklah Nona, sebaiknya Nona istirahat saja biarkan saya saja yang mencari." Ucap Rosa sopan.
"Tidak bisa! Aku harus mencarinya sendiri! oh iya Rosa di mana kamu menyimpan busur ku yang terakhir kali Kak Asgar berikan?" Tanya Lilian menatap Rosa serius.
"Saya telah menyimpannya bersama barang-barang penting Nona yang lain. Apakah Nona mau saya ambilkan?" Tanya Rosa.
Lilian mengangguk pelan. "Ya...sebaiknya kau ambilkan saja sekarang." Ucapnya.
"Ehh ngomong-ngomong soal Kak Asgar mengapa aku selalu lupa bertanya tentang gantungan poenix itu...Aissss mudah-mudahan aku ingat jika bertemu dengan Kak Asgar." Desah Lilian.
Lilian kembali mencari sesuatu yang di anggapnya penting dan mengumpulkannya di atas meja menjadi satu. Lilian kemudian mengarahkan pandangannya ke arah cermin pintu masuk ruang pribadinya, ia berjalan mendekati cermin itu dan menatap pantulan wajahnya lama.
"Mengapa selama ini aku tidak menyadarinya ya? Mungkin saja karena sebelum bercermin Rosa selalu saja mendandani ku terlebih dahulu sehingga aku tidak bisa mengenali wajah ku sendiri." Gumam Lilian sendiri.
__ADS_1
"Mataku pada masa lalu sangat cantik berwarna abu agak kebiruan. Aku lebih menyukai warna rambut ku yang di masa depan selain itu pipi ku pada jaman ini kenapa tirus begini? Padahal aku sering sekali makan dalam jumlah yang banyak dan tubuh ku ini astaaaaga jika di masa depan orang akan memanggil ku sebagai gadis kurang gizi, kerempeng dan sangat datar." Ucap Lilian sendiri sambil memperhatikan pantulan wajah dan tubuhnya di cermin.
"Wajar saja aku tidak mengenali diriku sendiri pada jaman ini...tubuh ku sangat tidak berisi namun aku heran mengapa Putri bangsawan lainnya menginginkan tubuh kerempeng begini. Tubuh ku di masa depan sangat berisi dan memiliki pipi yang mengemaskan, aisssss Lilian masa lalu pasti membuat tubuh ku ini selalu kelaparan." Ucap Lilian masih berbicara sendiri.
"Nona sedang berbicara dengan siapa?" Ucap Rosa tiba-tiba yang berada di samping Lilian.
Lilian terkejut melihat Rosa yang sudah berada di sampingnya. "Kau membuat ku kaget saja...lagian sudah berapa lama kamu berdiri di situ?" Tanya Lilian was was.
Rosa tersenyum kaku. "Saya baru saja datang Nona, saat saya masuk Nona sedang memerhatikan pantulan Nona sendiri di cermin sambil berbicara...umm sendiri." Ucap Rosa ragu.
"Lilian membulatkan mata sempurna mendengar ucapan Rosa. "Apakah kau mendengar ucapan ku sebelumnya?" Tanya Lilian serius.
Rosa menatap Lilian dengan raut wajah bingung. "Mengapa raut wajah Nona seserius itu? Saya tidak mendengar jelas apa yang Nona ucapkan namun saya hanya samar-samar mendengar jikalau Nona mengatakan tubuh Anda sangat kurus." Ucap Rosa ragu.
Lilian mengangguk cepat. "Ya...tentu saja! Tidakkah menurut ku tubuh ku ini terlalu kurus?" Tanya Lilian mengalihkan.
"Kalau menurut saya...tubuh Nona sudah termasuk ukuran tubuh yang di inginkan oleh para Putri bangsawan lainnya." Ucap Rosa sambil tersenyum cerah.
"Oh iya, busur Nona sudah saya letakkan di atas meja." Ucap Rosa sambil menunjuk ke arah busur berada.
Lilian berjalan mendekati busur itu untuk memeriksanya. "Ambilkan aku kain lap dan air untuk membersihkannya." Ucap Lilian sambil menatap ke arah busur tersebut.
"Baik Nona." Ucap Rosa kemudian berjalan dari kamar Lilian.
Selang beberapa waktu, Rosa kembali dengan wadah yang berisi air dan kain lap ditangannya kemudian meletakkannya di atas meja yang berada di depan Lilian.
"Kalau boleh saya tahu akan Nona apakan busur itu?" Tanya Rosa penasaran.
"Sebentar lagi pihak istana akan mengadakan acara berburu tahunan." Ucap Lilian sambil membersihkan busurnya.
Rosa terkejut mendengar ucapan Lilian. "Jangan bilang Nona akan ikut berburu dalam acara itu!" Ucap Rosa was was.
__ADS_1
"Tentu saja aku akan ikut." Ucap Lilian.
Rosa terlihat panik mendengar jawaban dari Lilian. "Nona bisakah Anda hanya menunggu di tenda dan jangan ikut berburu? Sepertinya hal itu tidak akan berakibat baik untuk Nona." Ucap Rosa khawatir.
"Jika kita tidak mencoba maka kita tidak akan tahu hasilnya Rosa." Ucap Lilian masih tetap fokus dengan busurnya.
"Tapi apakah Tuan akan menyetujui keinginan Nona?" Tanya Rosa.
"Aku akan membujuknya." Ucap Lilian santai.
"Nona setiap tahun Anda selalu mendapat banyak hewan buruan dari Tuan Muda Zheyan, Tuan Muda Asgar dan Tuan Muda lainnya. Bisakah Nona agar tetap seperti tahun-tahun sebelumnya?" Tanya Rosa masih membujuk.
"Tidak bisa! Tahun ini aku ingin sesuatu yang berbeda, aku tidak ingin selalu menerima. Pokoknya untuk tahun ini aku ingin mendapatkan hasil buruan ku sendiri!" Ucap Lilian sambil menatap kesal ke arah Rosa.
Rosa menghembuskan napas pelan. "Baiklah Nona." Ucap Rosa pasrah.
Lilian menatap serius ke arah busurnya. "Lilian pada masa lalu bilang kalau aku harus menunjukan bakat ku. Ini adalah kesempatan ku untuk mulai mencari tahu misi yang harus aku selesaikan." Batin Lilian.
"Bereskan semua barang-barang ini, besok pagi aku akan memeriksanya." Ucap Lilian sambil menunjuk barang-barang yang tadi ia kumpulkan di atas meja.
"Baik Nona." Ucap Rosa.
Lilian kemudian berjalan menuju ranjangnya dan membuka selimut. "Besok aku harus latihan memanah." Ucapnya lalu berbaring dan memejamkan kedua matanya.
°°°
Masih Author pantau untuk part selanjutnya...kalau respon pembaca masih sedikit, lebih baik Author istirahat sejenak sambil mencari inspirasi baru.
Jangan masukin di hati ya...terkadang memang moodnya Author sering berubah 🤣
Selamat membaca ❤️❤️❤️
__ADS_1