
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, setelah beberapa hari sibuk dengan semua persiapan festival akhirnya Lilian merasa puas dengan hasil kerja keras mereka.
Mereka menghias kedainya layaknya seperti cafe pada jaman Lilian. Hiasan-hiasan dinding kedainya sangat sederhana namun terlihat mewah, belum lagi meja dan kursinya yang terlihat indah dipandang cocok sekali dengan hiasan dindingnya.
Harum aroma bunga mengisi seluruh kedai, di setiap meja Lilian sengaja merangkai berbagai bunga dan dijadikan sebagi pemanis meja.
Lilian menggunakan baju yang sama dengan yang dikenakan oleh para pekerja lainnya untuk menambah keharmonisan kedainya. Persiapan minuman dan kue-kue semua sudah Lilian atur.
Di depan meja kasir Lilian sengaja memajang jenis-jenis kue dan minuman dalam sebuah lemari kaca tembus pandang agar pengunjung kedai bisa memilih makanan apa yang mereka inginkan.
Jauh-jauh hari Lilian telah mengajari para koki di kediamannya membuat kue, pie, kue kering dan lainnya dengan menggunakan coklat dan keju yang ia buat.
Tak ia sangka para koki kediamannya sangat cepat memahaminya dan dalam beberapa hari mereka sudah sangat ahli dalam membuat kue-kue tersebut.
Sebelum acara dimulai ada beberapa acara yang harus dilalui seperti sambutan pembuka yang disampaikan oleh Sang Raja dan beberapa pertunjukan lainnya. Terlihat orang-orang penting duduk di atas mimbar bersama Sang Raja termasuk Ayah dari Lilian, ia merasa bangga dapat melihat Ayahnya duduk dengan penuh wibawanya di samping kanan Sang Raja. Hingga saatnya Sang Raja mengumumkan pembukaan acara festival itu secara Resmi.
"Dengan ini saya mengatakan pembukaan festival tahun ini saya buka secara resmi." Ucapnya lantang dengan penuh wibawa.
Sorak sorai terdengar dari para rakyatnya saat Sang Raja secara resmi membuka acara tersebut. Kemudian para warga secara acak memasuki kedai yang mereka sudah tandai sebelumnya.
Sebelum mempersilahkan para warga memasuki kedainya, Zheyan, Asgar dan Lilian, mengumpulkan semua pekerjanya dalam satu tempat.
"Hari ini akan menjadi hari yang paling melelahkan untuk kita, jadi mohon bantuan kalian semua." Ucap Zheyan tegas.
"Baik Tuan." Ucap mereka semua.
"Ingat yang sudah diajarkan oleh Lilian sebelumnya, bersikap ramah dan tetap terus tersenyum." Ucap Zheyan.
"Baik Tuan." Ucap mereka semangat.
Kemudian Lilian memberi aba-aba pada salah satu koki. Mengerti aba-aba yang diberikan oleh Lilian, koki tersebut berlari menuju tungku pemanggang kue dan membukanya.
Harum Aroma kue tersebut sampai keluar kedai membuat orang-orang yang menunggu kedai itu buka semakin penasaran apa yang disiapkan dari kedai tersebut.
Aroma harumnya bahkan sampai ke kedai lain membuat para warga mengikuti aroma tersebut dan mengerubungi sekitar kedai.
Warga membaca tulisan didepan kedai tertulis "KEDAI DUBA" yang berarti Duke dan Baron. Sesaat setelahnya Zheyan, Asgar, dan Lilian keluar dari kedai bersama para pekerja lainnya untuk menyambut para pengunjung.
__ADS_1
"Selamat datang di kedai kami, KEDAI DUBA yang berarti kedai milik Duke Marven dan Baron Avalon, selamat menikmati hidangan kami dan semoga kalian suka." Ucap Zheyan kemudian memberi jalan untuk para warga masuk.
Para warga membuka mulutnya tak percaya melihat isi kedai, sangat indah dan nyaman. Mereka mengagumi hiasan-hiasan yang terpajang di dinding kedai dan mengagumi semua hiasan yang ada di sana.
"Selamat datang di kedai kami silahkan dilihat-lihat." Ucap para pekerja ramah.
Semua warga dengan sangat antusiasnya melihat seisi kedai tersebut, setelah mengagumi hiasan kedainya para warga terbius oleh harum aromanya kue dan minuman yang telah disediakan.
Dengan antusiasnya para warga memesan kue serta minuman yang disediakan dan sangat mengagumi rasa dari kue dan minuman tersebut.
Tak berapa lama kemudian kedai tersebut terisi oleh banyak pengunjung saking banyaknya pengunjung bahkan rela mengantri panas-panasan demi bisa masuk kedai tersebut.
Para warga lain semakin penasaran apa isi dari kedai tersebut hingga membuat kedai tersebut di kerumunin banyak warga, karena penasaran para warga lain ikut-ikutan mengantri dan lagi-lagi mereka terbius dengan aroma harum tersebut.
Semakin lama kedai tersebut semakin ramai, tak peduli warga harus berpanas panasan untuk mengantri, melihat pengunjung lain merasa sangat gembira saat keluar dari kedai tersebut membuat para warga lain semakin antusias.
"Tak sia-sia aku datang jauh-jauh dari ujung perbatasan ke ibukota namun sepadan dengan rasa kue dan minuman itu, setelah festival ini aku harus mencatat namaku sebagai pelanggan." Ucap salah satu pelanggan.
"Aku juga harus seperti itu." Ucap pengunjung lain.
Saking banyaknya warga yang mengantri didepan kedai tersebut membuat perhatian tertuju semua pada kedai itu, tak terkecuali para bangsawan dan Sang Raja.
"Kedai milik siapa itu?" Tanya Sang Raja.
"Ampun yang mulia kedai itu milik kedua anak ku dan putra dari Baron Avalon." Ucap Duke Marven.
"Apa yang kalian tawarkan pada kedai itu sehingga pengunjung sangat tertarik untuk melihatnya?" Ucap Sang Raja.
"Ampun yang mulia, saat kedua anak ku mengunjungi perkebunan mereka menemukan cara untuk mengolah pohon yang selama ini orang-orang bilang tak berguna." Ucap Duke Marven.
"Pohon apa itu?" Tanya Sang Raja penasaran.
"Pohon itu anak ku namai dengan pohon kakao setelah buahnya diproses maka buahnya akan menghasilkan yang namanya coklat." Jelas Duke Marven.
"Lalu ceritakan secara detail padaku." Ucap Sang Raja.
"Baik yang mulia, berawal dari putri ku yang memiliki sifat keras kepala, saat mereka mengunjungi perkebunan putriku melarang pekerja menebang pohon kakao, pohon itu tumbuh tepat di wilayah yang sebelumnya telah yang mulia hadiahkan untuk hamba, sejak awal hamba sudah merencanakan agar wilayah itu akan hamba buka sebagai lahan baru untuk hamba tanami tanaman herbal." Jeda Duke Marven mengambil napas.
__ADS_1
"Namun Lilian bersikeras agar pohon itu tidak di tebang dan harus kami rawat, setelah melalui perundingan panjang kami telah sepakat bahwa akan memberikan Lilian kesempatan untuk membuktikan kemampuannya, awalnya saya ragu namun putri saya membuktikan bahwa ucapannya itu benar." Lanjut Duke Marven.
Para bangsawan dengan seksama mendengar cerita dari Duke Marven. "Dari mana Nona Lilian bisa mengetahui cara memproses buah itu?" Tanya salah satu bangsawan.
"Nah...disitulah masalahnya, Lilian tidak bisa mengingat apapun dengan benar namun saat melihat pohon itu, ia secara langsung bisa mengenali pohon itu, setelah kami selidiki lebih lanjut dari mana Lilian mengetahui tentang pohon itu ternyata putriku menemukan caranya sendiri." Jelas Duke Marven.
"Itu sesuatu yang tidak mungkin Tuan Duke Marven, hal ini benar-benar aneh." Ucap para bangsawan lainnya yang mulai menyudutkan Duke Marven.
"Kalian semua tenang dulu biarkan Duke Marven menyelesaikan penjelasannya." Ucap Sang Raja.
Setelah dipersilahkan oleh Sang Raja, Duke Marven kembali memulai ceritanya. "Kami sebelumnya sependapat dengan para Tuan-Tuan namun saat kami memeriksa kondisi Lilian...tabib bilang itu adalah hal yang wajar dialami oleh seorang yang mengalami hilang ingatan, ada suatu kondisi dimana si penderita melihat objek yang membuatnya mengingat masa lalunya namun tidak secara keseluruhan, ia hanya akan mengingat sepotong-sepotong dari ingatan masa lalunya." Jelas Duke Marven.
"Lanjutkan." Ucap Sang Raja.
"Semua orang di kerajaan ini tau...terlepas dari rumor yang membuat nama putriku buruk...putriku dikenal sebagai salah satu anak yang jenius di kerajaan ini, waktu kecil semua anak seusianya sedang belajar mengeja bacaan namun putriku dapat dengan lancar membaca buku bacaan anak remaja bukan hanya membacanya namun putriku pernah membuktikan kalau ia memahami buku itu." Ucap Duke Marven bangga dengan putrinya.
"Tuan benar, bukan sesuatu yang tidak mungkin saat besar Lilian mengetahui tentang pohon itu." Ucap Baron Avalon.
"Berkat kerja kerasnya bersama Kakak dan putra dari Baron Avalon kedai itu sekarang sangat ramai, selama hampir sebulan mereka mempersiapkannya, mereka bahkan sampai lupa hanya sekedar makan, putra Baron Avalon mempersiapkan semua hiasan kedai dan kedua anak ku mempersiapkan makanan dan minuman yang akan dijualkan." Ucap Duke Marven bangga.
"Perpaduan dua keluarga yang kuat, memang kemampuan cara anak muda berpikir sekarang tidak bisa diremehkan." Ucap Sang Raja.
"Termasuk putra mu yang mulia, sehari sesudah Lilian menemukan tentang pohon kakao, Putra Mahkota menemukan tanaman kopi di kebunnya." Ucap Duke Marven yang membuat banyak orang bingung.
"Maksud mu?" Tanya Sang Raja.
"Salah satu minuman yang dijual di kedai itu adalah milik Putra Mahkota, Lilian putriku lagi-lagi mengetahui tentang tanaman yang semua orang bilang tak berguna, namun setelah Lilian menjelaskan tentang manfaat tanaman itu Putra Mahkota langsung mengikat kontrak kerja sama dengan putri ku, sebagai tanda kerja samanya Putra Mahkota memberikan lencananya pada putriku." Ucap Duke Marven bangga.
Semua orang menggeleng tak percaya mendengar ucapan Duke Marven, semua tau kalau Putra Mahkota sangat sulit diajak kerja sama terlebih dari cerita Duke Marven bahwa Putra Mahkota memberikan lencana nya.
"Kalau begitu apa yang kita tunggu, saya ingin melihat sendiri isi kedai itu dengan mata kepala saya sendiri bukan dari cerita lagi." Ucap Sang Raja lalu berdiri dari duduknya.
Para bangsawan pun berjalan mengikuti langkah Sang Raja. Duke Marven dan Baron Avalon sejak tadi tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia yang sekarang tengah mereka rasakan berkat prestasi yang dicapai oleh anak-anaknya.
°°°
Udah Author UP banyak-banyak itu.... semoga kalian suka, jangan minta Crazy up lagi ya 😊 mata Author sampai menghitam ini.....
__ADS_1