CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 102


__ADS_3

"Mari kita menikah." Ajak Daniel mantap


Farah menatap Daniel sesaat sebelum tertawa. "Lelucon yang bagus Niel, tapi maaf ya. Bagiku pernikahan tidak bisa dibuat sebagai lelucon."


"Kau pikir aku melucu?" Daniel balik bertanya membuat Farah menghentikan tawanya. Wanita itu menatap Daniel dengan tatapan horor


"Kamu serius?"


"Di usiaku yang sekarang tidak mungkin aku menjadikan pernikahan sebagai lelucon, Fa." Ucap Daniel sambil memutar bola matanya. Pria itu menyenderkan punggungnya pada kursi di gazebo taman


Farah terdiam mencoba berfikir alasan Daniel mengajaknya menikah. Dari dulu Daniel memang tergila-gila padanya, tetapi itu dulu dan sudah lama sekali. Sebersit fikiran Farah mengatakan kalau Daniel masih menyimpan rasa padanya dan membuat hati wanita itu sedikit berbunga


Daniel menoleh melihat wajah Farah yang terlihat berfikir


"Dengan menikah, Zalynda akan bisa memanggilmu mama, kau akan bisa memanggil om Wijaya Papa tanpa harus mengakui kalau kau sudah mengingat semuanya. Kau faham maksudku?" Kata Daniel sedikit memberikan penjelasan


Bagai bara yang disiram air, perasaan berbunga yang di rasakan Farah padam seketika. Daniel menikahinya untuk membantunya.


"Begitu rupanya.." bisik Farah


"Kamu bilang apa Fa?"


"Ah, tidak. Apa kau tidak keberatan Niel? Pernikahan kita nanti tidak berlandaskan cinta, dan aku bukan type orang yang bisa kawin cerai semudah itu. Kau akan terjebak dalam pernikahan bersamaku. Kau menyadarinya?" Tanya Farah kembali menanyakan keseriusan Daniel


Daniel tertawa kecil sambil membathin "Bukannya dari dulu aku sudah terjebak bersamamu dan aku sudah tidak bisa pergi.."


"Niel, jawablah." Nada suara Farah terdengar memaksa


Daniel menatap Farah sambil tersenyum "Aku tidak masalah menghabiskan sisa umurku bersamamu. Menjadi orangtua yang lengkap untuk Zalynda dan menebus tahun-tahun dimana aku tidak bersamanya. Sekarang gantian aku tanya, kau mau? Dengan konsekuensi yang sama, terjebak bersamaku walau aku tahu tidak pernah ada cinta di hatimu untukku."


Mata Farah mengerjap. Wanita itu teringat akan mimpinya semalam. Saat di penjara Farah baru menyadari kalau dirinya terobsesi dengan orang yang salah padahal selama ini ada seseorang yang dengan setia menanti di sisinya. Walau pria itu b******k dan tidak sebaik Ardhi, tetapi pria itu selalu ada untuk Farah


"Gimana Fa?" Tanya Daniel. Mata Daniel melihat serius ke arah Farah. Wanita itu tersenyum


Farah mengangguk "Ayo kita menikah."


***


Zalynda melirik jam. Sudah pukul 8 malam, Ray belum pulang ke apartemen. Pemuda itu mengabarkan sudah di jalan menuju pulang sekitar satu jam yang lalu setelah diskusi yang alot dengan para klien di Menara Timur

__ADS_1


Zalynda menebar pandangan ke sekeliling. Apartemen sudah terlihat bersih dan wangi. Lilin aromatherapy sudah menyala. Makanan sudah di siapkan dan ditata apik di meja


Zalynda masuk kedalam kamar dan mematutkan dirinya. Rambut panjangnya dikuncir satu agak tinggi sehingga menampilkan leher jenjangnya. Wajah cantiknya hanya di poles makeup riasan natural untuk menambah kesan segar


Homedress yang baru dibelinya tadi turut menunjang penampilannya. Homedress selutut berwarna hitam tanpa lengan dengan potongan dada sedikit rendah terlihat kontras di kulit Zalynda yang putih. Bahan kain yang elastis membuat lekukan tubuh Zalynda lebih terlihat


Bukan tanpa sebab Zalynda berbuat seperti ini. Kuliah pagi yang diberikan Farah sedikit banyak mempengaruhi pikirannya. Zalynda sadar Ray dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Namun posisi Zalynda sebagai istri menguntungkannya karena hanya dirinya yang halal di sentuh oleh Ray. Karena itu Zalynda ingin menerapkan nasihat Farah dengan memanjakan mata suaminya sebagai makhluk visual, mulai malam ini


Menit demi menit berlalu. Zalynda sedikit cemas memikirkan tindakannya yang diluar kebiasaannya. Gadis itu khawatir kalau Ray tidak menyukai dandanannya. Apa seharusnya pakai baju tertutup saja? Apa seharusnya tidak usah bermake-up seperti ini? Apa seharusnya..


Terdengar pintu depan terbuka membuat Zalynda sedikit terkejut


"Assalamu'alaykum." Suara Ray


"Wa'alaykumussalam.." Zalynda segera keluar kamar menyambut Ray. Tidak bertemu selama beberapa hari membuat Zalynda sedikit merindukan Ray


Terlihat Ray meletakkan tasnya dan membuka jasnya. Pemuda itu duduk bersantai di sofa sambil memejamkan matanya. Tampaknya Ray belum menyadari kehadiran dan penampilan Zalynda. Dengan cepat Zalynda membuatkan minuman untuk Ray. Teh chamomile tampaknya bagus untuk membuat Ray yang terlihat lelah sedikit rileks


"Ini teh nya Ray." Kata Zalynda sambil duduk di sofa tunggal


"Hmm,terima ka.." Suara Ray terhenti saat membuka mata melihat Zalynda. Mata Ray lekat menatap Zalynda, membuat gadis itu sedikit salah tingkah. Zalynda segera mengambil tangan Ray dan mencium takzim punggung tangannya


"Ng..aku sudah masakkan makanan kegemaran mu. Kamu mau mandi dulu apa mau makan dulu? Tanya Zalynda pelan


Tiba-tiba Ray berdiri, membuat Zalynda terkejut. Ray masih menatap Zalynda. Tangannya terulur menyentuh pipi Zalynda dan mengelusnya perlahan membuat wajah Zalynda sedikit memanas


Jemari Ray menyusuri leher Zalynda dan berhenti pada potongan dada homedress Zalynda. Tangan Ray naik menyusuri rambut Zalynda. Dengan sekali gerakan, rambut Zalynda yang terikat, tergerai sempurna


Ray tersenyum sambil mengangkat dagu Zalynda "Perfect.."


Entah berawal bagaimana, bibir Ray langsung menempel pada bibir Zalynda. Panas dan cukup lama, membuat gadis itu sedikit terengah


"R-Ray, kamu sudah isya belum?" Tanya Zalynda diantara nafas yang memburu


"Sudah tadi." Suara Ray terdengar sedikit berat dan serak. Perpaduan yang seksi di telinga Zalynda


"K-kamu mau makan..nghh.." Zalynda tanpa sadar mengeluarkan suara-suara seksinya saat tangan Ray menjelajahi area sensitifnya yang masih terbungkus pakaian. Ray menggeram mendengar suara Zalynda


"Mau makan kamu saja.." Kata Ray sambil mengangkat tubuh Zalynda membuat Zalynda memekik dan refleks melingkarkan kakinya di pinggang Ray

__ADS_1


Ray menyeringai senang dan terus memburu bibir Zalynda sambil membawa gadis itu menuju peraduannya


***


Malam mengukir sunyi saat gelapnya kian memekat. Suara hingar-bingar kendaraan tidak terlalu terdengar didalam kamar yang dipenuhi desah kerinduan dan kehangatan nafas dua pasang insan yang saling memadu kasih


Ray mengurung tubuh Zalynda sambil mengecupi punggung Zalynda yang terbuka. Sesekali tangannya membelai tubuh depan Zalynda membuat gadis itu kembali menggeliat dan mendesah.


"Kamu kok tumben dandan kayak tadi?" Tanya Ray sambil menggigit lembut bahu Zalynda, tidak membiarkan wanitanya jatuh tertidur


Zalynda membuka matanya. Hatinya sedikit khawatir dengan pertanyaan Ray "Kamu nggak suka?"


Ray tertawa kecil sambil mendekap erat serta menghirup aroma tubuh Zalynda dalam-dalam


"Suka. Suka banget malah. Surprise banget lihat kamu gitu. Jadi hilang capeknya."


Zalynda mengulum senyumnya mendengar perkataan Ray. Gadis itu berbalik dan menyusupkan kepalanya di dada bidang Ray yang terbuka sementara Ray menyisir rambut Zalynda dengan jemarinya. Degub jantung Ray terdengar indah di telinga Zalynda dan memberikan desiran yang menyenangkan. Suasananya sangat romantis..


KRUCUUK


Suara perut Ray terdengar cukup keras. Zalynda dan Ray spontan saling menatap. Keduanya tertawa


"Kamu lapar Ray?" Tanya Zalynda disela tawanya


"Iya, tadi di bandara cuma sarapan roti." Jawab Ray sambil tertawa ringan


"Trus belum makan lagi? Kenapa tadi nggak makan dulu." Kata Zalynda sambil menyambar homedress nya lalu segera beranjak menuju dapur


Ray pun segera memakai celananya dan mengikuti Zalynda menuju dapur. Terlihat gadis itu dengan cekatan menyiapkan makanan untuk Ray. Ray tersenyum melihat Zalynda bolak-balik memanaskan makanan dalam microwave dan menghidangkannya di hadapan Ray


"Eiit mau kemana?" Ray menarik tangan Zalynda saat gadis itu selesai menghidangkan makanan dan beranjak pergi dari dapur


"Aku mau bersih-bersih dulu Ray. Lengket ni.." kata Zalynda dengan wajah memerah


"Ya udah, cepet ya. Aku mau ditemenin makan." Kata Ray sambil melepaskan genggamannya. Zalynda segera menuju ke kamarnya


"Jangan mandi dulu ya Za, nanti mau ronde ke dua." Teriak Ray dari dapur membuat Zalynda terkekeh geli


Dasar laki-laki!

__ADS_1


__ADS_2