CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 116


__ADS_3

Seharian ini Ray benar-benar menghabiskan waktu bersama Zalynda. Mereka pergi ke taman hiburan yang terletak tidak jauh dari pantai. Setidaknya mereka butuh melepaskan penat setelah memikirkan cara untuk menghadapi Alin


Mereka benar-benar seperti kembali ke masa kecil. Menaiki rollercoaster, main boom boom car dan banyak lagi. Jajanan pasar pun banyak bertebaran memanjakan lidah dan perut. Ray sedang duduk menanti Zalynda membelikan takoyaki saat seseorang menghampiri Ray


"Mau coba menembak, mas? Satu selongsong 30000 saja." Tawar seorang pemuda. Ray melihat permainan menembak berhadiah. Sepertinya Ray sedikit tertarik mencoba


"Bagaimana aturan mainnya?" Tanya Ray


"Gampang, kalau mas bisa menembak jatuh satu, dua atau tiga dari lima benda di atas mas bisa memilih hadiah di sini." Kata pemuda penjaga stand itu sambil memperlihatkan hadiah-hadiah yang bisa di dapatkan Ray.


Hadiahnya berupa gantungan kunci taman hiburan, jepitan rambut wanita, bross dan beberapa pernik untuk wanita. Kening Ray berkerut


"Kenapa hadiahnya untuk wanita semua?"


"Hehehe, biasanya yang ikut permainan ini adalah para pria yang berusaha memberikan hadiah untuk pacarnya mas. Walau jarang yang beruntung, minimal bisa mendapatkan pelukan dan semangat dari kekasih hati." Kata pemuda penjaga stand itu


"Kalau saya masih jomblo bagaimana?" Tanya Ray


"Ya setidaknya mas bisa menarik perhatian wanita. Para wanita senang lho lihat seorang pria menembak."


Ray menggeleng sambil tertawa. Ide jualannya boleh juga namun Ray tidak tertarik dengan hadiah yang ditawarkan. Ray hampir saja menolak sebelum dirinya melihat sebuah boneka panda berwarna pink yang masih terbungkus rapi. Ray teringat kalau pink adalah warna kesukaan Zalynda


"Kalau boneka panda itu, berapa yang harus saya jatuhkan?" Tanya Ray


Pemuda itu terkekeh sambil melihat ke arah stand nya


"Lima plus satu yang tergantung di atas."


Ray melihat target sasarannya berjajar rapi dan melihat satu target tergantung di atas.


"Tidak mungkin semudah itu kan?" Tanya Ray


Pemuda penjaga stand melihat ke arah Ray. Mudah katanya?


"Mau di coba mas?" Tanya pemuda itu


"Berapa peluru satu selongsong?" Tanya Ray lagi sambil melihat tumpukan kelereng kecil berwarna merah


"Enam."


Ray menarik ujung bibirnya. Benar-benar teknik marketing yang bagus.


Ray menoleh melihat Zalynda sudah berdiri tak jauh di belakangnya sambil membawa takoyaki pesanan Ray


"Mau coba menembak Za?" Tanya Ray


"Tidak, aku nggak bisa." Kata Zalynda sambil menggeleng

__ADS_1


Ray menyerahkan selembar uang 50ribu pada pemuda penjaga stand menembak. "Aku beli satu selongsong."


"Kembaliannya nanti saja." Kata Ray lagi saat melihat pemuda penjaga stand itu merogoh tas kecil di pinggangnya


Pemuda itu segera menyiapkan perlengkapannya sementara Ray menarik tangan Zalynda untuk mendekat. Ray mengambil kotak takoyaki dari tangan Zalynda dan meletakkannya di meja lalu menyerahkan pistol mainan yang sudah disiapkan pemuda penjaga stand menembak


"Ray.." Zalynda ragu-ragu menerima pistol mainan dari Ray


"Coba saja. Kegiatan seperti ini bisa sedikit menghilangkan stress lho." Kata Ray


Zalynda akhirnya mau menerima pistol mainan dari tangan Ray dan mencoba menembak target


"Sebentar mbak.." kata pemuda penjaga stand menembak. Pemuda itu memasang sebuah dinamo dan terlihat sasaran tembakan mulai bergerak ke kiri dan ke kanan diiringi musik


"Silahkan.." kata pemuda itu.


"Hm, makan tuh mudah." Kata pemuda penjaga stand itu dalam hati sambil terkekeh geli melihat wajah bingung Zalynda


Zalynda berusaha fokus dengan sasarannya. Beberapa pengunjung mulai memperhatikan Zalynda


Dor..dor..


Dari enam peluru, Zalynda hanya bisa menjatuhkan satu target. Zalynda menghela nafas panjang


"Maaf.." kata Zalynda saat berbalik menatap Ray.


"Sudah lega?" Tanya Ray


"Apa nya yang lega? Yang ada aku sedikit tegang tadi. Terbayang uang 30 ribu melayang sia-sia." Kata Zalynda cemberut


Ray tertawa melihat wajah Zalynda. Tingkah Zalynda mirip dengan Aya dan Ina, sangat perhitungan dengan uang padahal Ardhi dan Lean tidak pernah mempermasalahkan keuangan. Apa semua wanita seperti itu?


"Mbak, tadi berhasil nembak satu. Hadiahnya ini." Kata pemuda penjaga stand itu sambil menyerahkan gantungan kunci bertuliskan tempat hiburan yang mereka datangi.


"Terima kasih." Kata Zalynda sambil mengambil gantungan kunci dari tangan pemuda penjaga stand


"Mau coba lagi mas? Masih ada kok kembaliannya di saya. Tinggal nambahin ceban." Rayu pemuda penjaga stand itu lagi sambil melihat ke arah Ray


Ray tersenyum lalu kembali menyerahkan uang 10000 dan mengambil pistol mainan yang sudah di siapkan


Pemuda penjaga stand itu sedikit meremehkan Ray. Biasanya trik dagangnya selalu berhasil dengan merayu pasangan muda dan mempermainkan sisi ego lelaki yang ingin terlihat keren di mata wanitanya sehingga tak jarang banyak uang yang akan keluar dari dompet para lelaki


Tetapi kali ini pemuda penjaga stand itu salah sasaran. Ray adalah salah satu penembak terbaik di sebuah club tembak (yang lupa bisa baca novel the princess yaa) di bilangan kota Jakarta


Dengan tenang Ray mengarahkan pistol mainannya ke arah sasaran yang bergerak


Dor.. Dor.. Dor

__ADS_1


Pemuda penjaga stand itu melongo melihat Ray dengan mudah menjatuhkan sasaran tembaknya


"Tiga lagi, dan boneka panda pink itu jadi milikku." Kata Ray sambil tersenyum jahil


Dor.. Dor..


Ray kemudian mengarahkan pucuk pistol mainannya ke arah sasaran yang tergantung di atas


Dor..


Beberapa tepukan terdengar di belakang Ray saat Ray berhasil menembak semua sasaran dengan benar


Pemuda penjaga stand itu terbelalak, Ray bisa menembak sasaran gantung dengan begitu mudahnya. Mau tidak mau terpaksa pemuda itu menyerahkan hadiah panda pink yang sudah di janjikannya


Ray tersenyum menerima boneka itu lalu memberikannya ke Zalynda


"Walau panda itu harusnya hitam putih, tapi panda yang ini istimewa." Kata Ray


Zalynda tersenyum lebar sambil menerima panda pink dari tangan Ray. Panda yang lucu, memang istimewa karena berwarna pink.


"Ayo kita makan takoyaki." Ajak Ray sambil menggandeng tangan Zalynda.


Mereka memilih tempat duduk yang sedikit jauh dari kerumunan orang. Terdengar sayup-sayup deburan ombak. Ray menarik tubuh Zalynda agar bersandar pada pundaknya. Keduanya menikmati suasana sambil mengunyah takoyaki ditemani semilir angin dan cahaya rembulan


"Terima kasih ya Za.." kata Ray sambil mengecup kepala Zalynda yang terbalut kerudung biru


"Untuk?"


"Untuk hari ini. Sudah lama rasanya aku nggak keluar cari hiburan begini." Kata Ray sambil melihat langit malam yang membentang luas


"Aku juga senang. Aku nggak pernah pergi ke tempat seperti ini. Terima kasih ya Ray." Zalynda menyandarkan kepalanya di pundak Ray.


"Terima kasih juga untuk mempercayaiku. Aku sangat bersyukur memiliki dirimu sebagai istriku dan calon ibu dari anak-anakku." Ucap Ray tulus sambil merengkuh erat tubuh Zalynda


Ucapan itu sudah beberapa kali Ray lontarkan, namun tetap sukses membuat pipi Zalynda menjadi memerah.


Ray meletakkan tangannya di perut rata Zalynda. "Maafkan aku yang dulu pernah lalai menjagamu dan anak kita. Semoga Allah segera menitipkan malaikat kecil untuk kita agar keluarga kita makin lengkap."


Zalynda terenyuh mendengar ucapan Ray. Gadis itu meletakkan tangannya di punggung tangan Ray yang masih mengusap lembut perutnya.


"Semoga Allah mengabulkan doa mu Ray.."


Ray tak henti menciumi kepala Zalynda berulang kali lalu mempererat pelukannya. Keduanya terdiam menikmati langit malam dan semilir angin


Drrt..drrt


Ray melepaskan pelukannya dari tubuh Zalynda dan melihat handphone nya. Wajah Ray terlihat keruh saat membaca pesan dari orang yang sudah lebih dulu Ray blokir nomornya. Orang itu menggunakan nomor lain untuk mengirim pesan ke Ray

__ADS_1


"Aku sudah ada di Jakarta. Aku ingin bertemu denganmu besok untuk meminta pertanggung jawaban darimu secepatnya. Bersikaplah dewasa, jangan lari dari tanggung jawab dan seenaknya memblokir nomor orang -Alin-.."


__ADS_2