
Pesta pernikahan Marvin dan Ghea digelar di gedung setelah pagi hari mereka melakukan pemberkatan di Gereja. Ruangan sudah disulap menjadi lebih mewah dengan bunga-bunga yang dibentuk dan dihias untuk memperindah suasana
Meja-meja prasmanan juga nampak terisi penuh oleh aneka macam hidangan melimpah. Kursi-kursi dan meja tertata rapi. Ditengah ruangan sengaja dikosongkan agar pengantin bisa melakukan dansa pertama mereka sebagai suami istri
Tamu-tamu sudah berdatangan. Kebanyakan dari mereka adalah alumni Universitas Gemilang dan juga beberapa anggota senat mahasiswa dan kelompok besar penguasa di Universitas Gemilang
MC Acara sudah menyambut para tamu dan keluarga yang datang. Saat kedatangan pengantin, lampu ruangan meredup. Satu lampu menyorot ke arah pintu
"Para hadirin sekalian, mari kita sambut bersama Tuan dan Nyonya Harahap." Ujar MC acara
Marvin dan Ghea memasuki ruangan diiringi tepukan dan suitan dari teman-teman Marvin dan Ghea. Marvin terlihat lebih santai sedang Ghea terlihat malu-malu.
Zalynda memperhatikan raut wajah Ghea yang terlihat sangat bahagia. Zalynda ikut tersenyum saat melihat wajah merona Ghea ketika Marvin mencuri ciuman di pipi Ghea
Keduanya melakukan dansa pertama sebagai suami istri. Lalu beberapa pasangan pun mengikuti Marvin dan Ghea. Terlihat pula Lean dan Ina di lantai dansa.
"Mau dansa, Za?"
Zalynda mendongak menatap Ray yang mengulurkan tangan ke arahnya. Zalynda segera berdiri mendekati Ray sambil berbisik
"Ray, orang-orang akan bergosip kalau kita dansa."
Kening Ray berkerut mendengar perkataan Zalynda. Tanpa menunggu persetujuan Zalynda, Ray segera menarik tangan Zalynda menuju lantai dansa. Mau tak mau Zalynda mengikutinya
Ray mendekati Zalynda dan segera menarik tubuh Zalynda ke dalam pelukannya. Sesaat Zalynda terkejut dan refleks menatap Ray. Ray tersenyum.
Ray mulai melangkahkan kakinya mengikuti irama musik. Zalynda terlihat kaku mengikuti Ray
Terlihat beberapa pasang mata melihat ke arah Ray dan Zalynda. Suatu pemandangan langka melihat Ray Eagle memeluk mesra seorang wanita selain ibu dan adiknya.
Sepertinya julukan kanebo kering untuk Ray mulai tidak berlaku saat semua melihat wajah Ray tersenyum sembari menatap Zalynda
"R-Ray, semua mata melihat ke arah kita." Bisik Zalynda sambil melirik ke kanan dan kiri. Wajahnya terlihat tidak nyaman
"Biarin. Mereka kan punya mata, wajar kalau ngeliatin." Jawab Ray cuek sambil terus bergerak mengikuti musik
"T-tapi.."
Ray menghentikan gerakan langkahnya dan menatap Zalynda
"Kenapa Za? Kamu nggak suka dansa sama aku? Aku bisa berhenti kalau kamu minta."
Zalynda mendongak menatap Ray sambil menggeleng pelan "Aku lebih memikirkan reputasimu,Ray. Apa kata orang kalau melihat kamu dansa sama perempuan?"
Ray tersenyum lalu mendekap Zalynda erat sambil kembali menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik
"Apa salahnya aku berdansa dengan istriku? Ini bukan dosa, kan?" Tanya Ray berbisik
__ADS_1
Zalynda meremas jas Ray saat melihat beberapa gadis yang ia kenal di Fabulous Sorority mulai berbisik-bisik
"Ray.."
"Sshh.. Jangan terlalu banyak mikirin tanggapan orang, Za. Fokus sama diri sendiri. Fokus sama kita." Kata Ray lagi sambil mengeratkan pelukannya
Ucapan Ray benar. Zalynda tidak perlu pusing memikirkan perkataan orang selama apa yang ia lakukan masih dalam koridor kebenaran
Akhirnya Zalynda memutuskan balas melingkarkan tangannya di tubuh Ray dan bersandar di bahu pemuda itu tanpa mempedulikan beberapa pasang mata yang melihat ke arah mereka
Zalynda memutuskan menikmati momen kebersamaannya bersama Ray
***
"Kalau kita nanti resepsi, mau kayak gini?" Tanya Ray yang membuat Zalynda langsung menoleh ke arah pemuda itu
"Resepsi?"
"Iya, bahasanya ayah walimatul 'urs. Artinya pesta pernikahan yang digelar untuk mengumumkan ke khalayak ramai…"
Ray menghentikan ucapannya saat melihat Zalynda tertawa geli
"Iya pak ustadz, aku tahu arti walimatul 'urs."
Tawa Zalynda memudar. Gadis itu hanya tersenyum sambil menikmati hidangan yang tadi diambilnya di meja prasmanan.
"Ray.."
"Boleh aku tanya sesuatu?"
"Tanya aja. Kalau bisa aku jawab, aku jawab."
"Ng..kapan aku dibawa ketemu kedua orang tuamu?" Tanya Zalynda pelan sambil melirik ke arah Ray
Ray memandangi Zalynda lama. Zalynda sampai menundukkan kepalanya.
"Apa permintaanku kelewatan?" Pikir Zalynda
"All single ladies, mari merapat ke tengah. Pengantin wanita akan melakukan prosesi lempar bunga." Seru MC acara
Beberapa wanita mulai berkumpul di tengah bersiap menerima buket bunga dari Ghea yang terlihat antusias di depan
Tiba-tiba Ray berdiri. Zalynda melihat punggung Ray yang berjalan menjauhinya menuju ke tengah ruangan
"Apa dia marah? Apa aku terkesan memaksanya mengenalkan ku pada orangtuanya?" Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk di pikiran Zalynda
Ghea mulai bersiap-siap melempar bunga. Gadis itu berbalik membelakangi peserta. Marvin mengkode teman-teman prianya untuk bergabung meramaikan acara lempar bunga
__ADS_1
MC mulai memandu
"Satu.. Duaa.. Tigaa..Lempaaar!"
Ghea dengan semangat melempar buket bunganya ke udara. Riuh tawa terdengar di penjuru ruangan saat bunga Ghea terlihat mengudara. Lemparan Ghea ternyata cukup kuat hingga melewati para gadis yang berkumpul di belakangnya.
Tap..
Buket bunga itu mendarat tepat di tangan seorang pria. Para gadis menoleh kebelakang melihat siapa yang menangkap bunga Ghea
Ray tersenyum lebar memandang buket bunga di tangannya. Lalu dengan cepat pria itu pergi ke tempat duduk Zalynda dan berlutut dihadapan gadis itu sambil menyodorkan buket bunga Ghea
Mata Zalynda membola melihat Ray yang berlutut di depannya. Wajah Zalynda memerah. Beberapa teman mereka mengabdikan momen langka ini
Riuh tepukan dan teriakan dari teman-teman Ray dan Zalynda menyemangati Zalynda untuk segera menerima buket bunga yang di sodorkan Ray
"Terima..terima..terimaa.."
Zalynda melihat sekelilingnya. Terlihat Ina menyemangatinya, Ghea yang bersiul keras, Marvin, Agus dan Mike yang berteriak
"Terima Ray, Zaa!!"
Perlahan Zalynda mengulurkan tangannya mengambil buket bunga yang di sodorkan Ray. Saat tangan mereka bersentuhan, Ray segera berdiri dan menarik Zalynda kedalam pelukannya
"Besok aku bawa kamu ketemu ayah sama bunda, ya.." Bisik Ray di telinga Zalynda
Zalynda merasa terharu. Dadanya seakan ingin meledak karena bahagia. Gadis itu mengangguk sambil balas mendekap Ray. Zalynda merasa dirinya melayang karena bahagia.
***
Di waktu yang sama
Seorang pria berjas rapi turun dari taksi. Matanya menatap halaman yang tertata rapi dengan bunga-bunga beraneka warna
Pria itu tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam teras rumah yang asri. Jemarinya bergerak memencet bel di pintu
Ting tong
Tak berapa lama, seorang pelayan membukakan pintu untuknya. Pelayan itu mengangguk sopan padanya. Pria itu balas tersenyum kecil pads pelayan itu
Seorang wanita paruh baya terlihat berjalan tergesa-gesa untuk menyambut pria itu. Pria itu melebarkan tangan dan senyumannya menyambut wanita paruh baya itu kedalam pelukannya
Wanita itu langsung memeluk erat pria itu
"Mama nggak bermimpi kan? Ini benar kamu kan nak?"
Pria itu tersenyum
__ADS_1
"Benar, mama. Niel sudah pulang.."