CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 123


__ADS_3

Restoran Boulevard.


Ardhi menggandeng tangan Aya saat memasuki restoran. Mereka berdua diundang makan siang oleh Daniel dan Farah.


"Kira-kira Farah sama Daniel ngundang kita mau ngobrolin apa ya beib?" Tanya Aya.


Mata Aya berkeliling mencari sosok kedua pasangan tersebut. Bibir Aya menyunggingkan senyum saat melihat Farah dan Daniel. Keduanya melambaikan tangan ke arah Aya dan Ardhi


"Nggak tahu, sayang. Sepertinya hanya makan siang biasa untuk mengeratkan hubungan antar besan." Kata Ardhi yang balas tersenyum ke arah Farah dan Daniel


Ardhi dan Aya kemudian menghampiri meja yang sudah di pesan oleh Daniel


"Hai, maaf ya. Kami terlambat kah?" Tanya Aya sambil bercipika-cipiki dengan Farah


"Nggak, kami juga baru saja tiba. Jalanan sedang lengang." Kata Farah sambil mempersilahkan Aya dan Ardhi untuk duduk


Seorang pelayan datang membawakan menu. Aya dan Farah memesan masing-masing untuk dirinya dan pasangannya. Sedang Ardhi dan Daniel terlibat obrolan ringan seputar perusahaan


"Sebenarnya..ada yang ingin kubicarakan." Kata Farah yang langsung nenyita perhatian Aya, Ardhi dan Daniel


Farah menatap ke arah Aya dan Ardhi seakan masih ragu dengan tindakannya. Daniel langsung menggenggam tangan Farah seolah ingin memberikan kekuatan. Farah melihat tangannya dalam genggaman Daniel lalu memandang Daniel sambil tersenyum


"Mungkin terdengar sepele atau mungkin akan mengejutkan dan membingungkan. Tetapi terus terang aku tidak bisa menyimpannya terlalu lama."


Bola mata Farah bergerak melihat ke arah Aya dan Ardhi


"Aku minta maaf."


Suasana hening. Tidak ada yang menyela Farah berbicara. Wanita itu menundukkan wajahnya


"Aku minta maaf atas perbuatanku dulu yang menyakiti kalian. Aku tahu aku bersalah dan mungkin tidak termaafkan. Allah mungkin sudah menghukumku, namun tetap aku memiliki kewajiban untuk meminta maaf dari kalian karena ini menyangkut hubungan antar manusia. Aku tidak mau dosa ini menjadi beban di kemudian hari.."


Farah mengangkat wajahnya. Terlihat aliran bening mengalir di pipinya


"Aku sudah mengingat semuanya. Semuanya. Ingatanku kembali saat menginap bersama Zalynda.."


"Farah.." panggil Aya


Farah menggeleng sambil kembali menunduk


"Kalian berhak untuk tidak memaafkan aku karena perbuatanku dulu memang tidak termaafkan. Tetapi kumohon, jangan biarkan hal ini mengurangi rasa sayang kalian pada Zalynda. Dia telah banyak menderita.."


Farah menghentikan ucapannya saat merasakan pelukan lembut pada dirinya. Farah tercengang dan tidak menyangka


Aya memeluknya..


Aya berdiri dari kursinya dan memeluk Farah erat

__ADS_1


"Aku sudah tahu.."


Kening Farah berkerut. Wanita itu merenggangkan pelukannya dan menatap ke arah Aya dengan pandangan heran. Aya tersenyum


"Aku sudah tahu kalau kau sudah mengingat semuanya.." ulang Aya


Kini ganti Farah yang terkejut. "Sejak kapan?"


"Saat di pernikahan kamu dan Daniel. Mungkin memang hanya perasaanku waktu itu, tetapi aku sudah yakin kalau ingatanmu sudah kembali. Kemarin saat Zalynda di sandera pun kau secara tidak sadar sudah mengakuinya, bukan?" Kata Aya lembut


"Kau sudah tahu selama itu, dan kau tidak keberatan?" Tanya Farah


Aya tertawa kecil sambil menggeleng


"Kenapa aku harus keberatan?" Tanya Aya


Farah tertawa sambil mengusap air matanya "Alhamdulillah, aku lega. Kupikir kemarin sebaiknya aku tetap kehilangan ingatan karena aku takut saat kalian tshu ingatanku kembali, akan merubah perasaan kalian pada Zalynda.."


"Itu tidak akan terjadi." Kata Ardhi menimpali. Ketiganya kompak menatap ke arah Ardhi.


"Zalynda gadis yang baik. Kami sudah menganggapnya seperti anak kami sendiri. Dan Zalynda adalah satu-satunya wanita yang bisa menaklukkan si kanebo kering." Kata Ardhi terkekeh


Mata Aya membulat "Beib, anak sendiri kok dikatain gitu?!"


"Julukan abang di kampus memang itu, sayang. Boleh tanya ke Ian atau Endra. Atau langsung konfirmasi ke Ray." Kata Ardhi masih tertawa


"Aku juga pernah berbuat buruk pada kalian dan belum pernah meminta maaf dengan baik.. Aku minta maaf." Kata Daniel


Aya dan Ardhi tersenyum sambil mengangguk


"Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Aku dan juga Aya minta maaf." Kata Ardhi sambil menjabat tangan Daniel erat


Seorang pelayan datang membawakan pesanan makan siang mereka


"Ayo, sudah selesai momen bermaaf-maafan nya. Sekarang waktunya makan." Kata Aya sambil kembali ke kursinya. Farah mengangguk setuju


Mereka pun makan siang dengan santai sambil membahas acara untuk resepsi Ray dan Zalynda


***


Di sebuah Lapas, terlihat seseorang sedang mengepel lantai ruangan. Dia adalah Yono


Baru satu minggu yang lalu pengadilan memutuskan Yono bersalah dan memindahkan pria itu dari Rutan ke Lapas. Sepertinya Yono masih belum menerima keadaan dirinya yang kini mendekam di penjara


Yono menggerutu kesal. Seumur hidup dirinya tidak pernah melakukan pekerjaan yang dibebankan kepadanya ketika di penjara seperti melakukan bersih-bersih seperti ini.


Yono dengan geram membanting kain pel nya saat seorang narapidana lain dengan santai melewati lantai yang sudah di pel nya dengan jejak kaki yang kotor. Narapidana itu hanya menyeringai sambil menatap Yono.

__ADS_1


"Kurang ajar!" Desis Yono. Namun dirinya tidak berani melawan. Kemarin saja dirinya di pukuli oleh beberapa orang karena sempat melakukan perlawanan. Untung saja polisi sempat melerai, kalau tidak dipastikan dirinya sudah bonyok sana-sini


"Saudara Yono, ada kunjungan." Teriak seorang polisi.


Kening Yono berkerut. Selama dirinya dipindahkan ke lapas, Anggun dan Diva tidak pernah datang menjenguknya. Saat di rutan pun baru satu kali Diva menjenguknya, sedangkan Anggun tidak pernah menampakkan batang hidungnya


Yono bergegas mengikuti seorang polisi yang mengantarkannya ke ruangan kunjungan


Mata Yono memicing melihat seseorang duduk di kursi roda dengan tenang sambil menanti dirinya. Terlihat pak Udin memegang kursi rodanya. Yono dengan malas duduk di hadapan orang itu


"Tumben om kesini jenguk saya." Kata Yono menatap tuan Wijaya


Tuan Wijaya memandangi Yono. Pria ini terlihat sedikit kurus dibandingkan ingatan terakhirnya dulu


"Apa kabar Yon?" Tanya tuan Wijaya berbasa-basi


Yono mendecih "Nggak usah sok nanya-nanya kabar, om. Bukannya om sendiri yang menuntut saya hingga saya ditempatkan di tempat ini?!"


Tuan Wijaya menarik nafas berusaha mengatur emosinya


"Mungkin karena kau baru satu minggu di sini, kepribadianmu belum banyak berubah. Harusnya kau introspeksi kenapa kau bisa ada di sini."


"Saya hanya mengambil keuntungan saya di perusahaan. Itu hal kecil dibandingkan jumlah kekayaan om!" Kata Yono marah


"Hal kecil? Tindakan korupsi kau bilang hal kecil? Sampai memanipulasi data dan menggunakan dana investor kau bilang hal kecil?! Sepertinya kau harus memeriksakan otakmu, Yon." Kata tuan Wijaya sedikit emosi


Yono terkekeh "Itu juga termasuk hak diri saya karena membantu om sejak lama di perusahaan."


"Kau tidak membantu. Kau hanya menggerogoti perusahaanku dari dalam!" Kata tuan Wijaya


Yono mendengkus "Kalau tujuan om kesini untuk menceramahi saya, sebaiknya om pulang."


Mata tuan Wijaya memicing. Tangannya terkepal. Tuan Wijaya mengatur nafasnya.


"Aku hanya berniat menjengukmu sebagai seorang paman pada keponakannya. Namun sepertinya aku salah datang kemari. Nikmati saja waktumu di penjara sambil merenungi dosa yang sudah kau perbuat!" Kata tuan Wijaya sambil menggerakkan kursi rodanya.


Pak Udin dengan sigap mengambil alih dan mendorong kursi roda tuan Wijaya. Sebelum pergi, tuan Wijaya menoleh ke arah Yono


"Apa kau tahu? Diva dan Anggun juga di tangkap karena melakukan tindakan berbahaya pada Zalynda dan nyonya Aya?"


Mata Yono membelalak. Tuan Wijaya hanya tersenyum lalu menyuruh pak Udin mendorong kursi rodanya. Meninggalkan Yono yang menggeram marah


"Awas saja kalian semua.." Bisik Yono marah. Ingin rasanya meninju dan merusakkan barang di sana, hanya akal sehatnya masih bekerja untuk menahan tindakannya.


Yono memperhatikan dinding-dinding yang mengelilinginya. Dinding yang kokoh, penjagaan yang ketat. Mustahil dirinya untuk melarikan diri


"Sialan! Sialan! Sialaaan!!"

__ADS_1


Yono bisa gila...


__ADS_2