
...Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas like, vote, gift dan komennya pada semua para pembaca. Alhamdulillah dengan melihat banyak komen, like, gift dan vote ternyata menjadi mood booster tersendiri untuk selalu mengupdate karya (telat sadarnya aku 🥲🥲)❤️❤️...
...Terus berikan jempol, komen, gift dan vote nya yaa...
...Terima kasih banyak, kakak ❤️❤️...
PART 65
"Ehan? Mama tahu siapa dia? Dia Rayhan Putra Farobi. Putra sulung dari pasangan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick!" Tunjuk Daniel tepat di wajah Ray
Bu Reema ternganga sesaat melihat Daniel, lalu berbalik melihat ke arah Ray yang tetap diam memasang wajah datarnya
"Kau anak Ardhi dan Aya." Desis Daniel marah
"Lalu kenapa kalau aku anak mereka?" Tanya Ray datar
"Kau!" Daniel kembali mencengkram kerah Ray
"Hentikan kalian berdua! Atau harus dipukul satu-satu supaya nurut?" Kata bu Reema gemas dengan tingkah Daniel dan Ray
Terlihat Daniel menurunkan cengkramannya sembari mendengus kasar
Bu Reema berdehem "Ayo kita bicara di luar. Kita terlalu berisik di sini."
Bu Reema mengambil tasnya dan keluar dari kamar perawatan Zalynda diikuti oleh Daniel dan Ray
Bu Reema tampak menanti kedua pria itu berdiri tepat di hadapannya. Daniel masih menatap Ray dengan tatapan permusuhan, sementara Ray tetap dengan wajah datarnya
"Kau.." tunjuk bu Reema ke arah Ray
"Siapa namamu yang sebenarnya?"
"Rayhan Putra Farobi." Jawab Ray
"Kenapa dulu kau bilang namamu adalah Ehan? Kau mencoba membohongiku?" Tanya bu Reema dengan tatapan menyelidik
"Tidak bu. Saya memperkenalkan nama asliku. Rehan, biasa dipanggil Ehan. Ehan memang namaku, nenekku yang memanggilku dengan nama itu." Kata Ray.
Ray tidak berbohong. Bu Aisha memang memanggil Ray dengan panggilan kesayangan 'Ehan' (ada di novel LOVE STORY)
"Kenapa kau berdandan seperti orang culun saat menemuiku? Kau tidak ingin identitasmu terbongkar?" Tanya bu Reema lagi
Ray mendesah "Itu karena Za tidak mau saya jemput dengan tampilan biasa. Terlalu berlebihan katanya untuk seorang asisten rumah tangga. Jadi saya berdandan seperti itu agar Za nyaman saat saya menjemputnya."
"Apa kau memata-matai keluarga kami dengan mengirimkan Zalynda?" Tanya bu Reema lagi
Ray tertawa kecil "Tidak bu. Zalynda bertemu ibu kan jauh sebelum kami menikah."
"Tetapi kalian teman satu kampus dulu kan? Tidak menutup kemungkinan kalian melakukannya." Jawab bu Reema masih dengan nada curiga
Ray menghela nafas sambil memandang bu Reema dan Daniel.
__ADS_1
"Bu, sebelumnya saya tidak tahu siapa keluarga ibu. Saya baru tahu hari ini kalau pak Daniel adalah putra bu Reema, dan saya tidak tahu banyak tentang perseteruan antara pak Daniel dengan orangtua saya di masa lalu." Jawab Ray.
Bu Reema membuang pandangannya seolah enggan bertatapan dengan Ray. Ray melanjutkan ucapannya
"Kalau saya meminta Za memata-matai keluarga ibu, buat apa saya menyuruhnya berhenti? Lagipula untuk apa kami memata-matai keluarga ibu?"
"Entahlah, di suruh ayah ibumu mungkin?"
Ray menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak percaya dengan pemikiran bu Reema yang biasanya sangat logis dan masuk akal menjadi penuh curiga
Bu Reema menghela nafas panjang "Aku memang menyuruh Daniel untuk move on dari masa lalu, tetapi akupun belum sanggup berdekatan dengan anggota keluarga Al Farobi."
Bu Reema memandang Ray
"Kau ingin Zalynda berhenti bekerja denganku kan? Baik, aku akan memberhentikannya. Zalynda tidak lagi bekerja denganku. Kita tidak ada hubungan…"
"Aku tidak bisa mama!" Daniel tiba-tiba menyela kalimat bu Reema
"Aku..tidak bisa menjauhi Zalynda." Ulang Daniel saat bu Reema menatapnya tak percaya
"Niel! Apa-apaan kamu?! Apa kamu jatuh cinta dengan gadis itu? Apa kamu tidak belajar dari pengalaman?!" Ucap bu Reema sedikit keras menahan jengkel
Daniel menggeleng pelan "Bukan cinta seperti itu mama. Setidaknya berikan waktu sampai aku tahu kebenarannya."
Ray refleks menoleh ke arah Daniel sambil membulatkan matanya
"Dia tahu?" Bathin Ray
"Niel!"
"Kemungkinan besar Zalynda adalah putriku dengan Farah, mama.." Ucap Daniel
Bu Reema terbelalak. Kakinya serasa lemas sehingga wanita itu kehilangan keseimbangan. Ray dengan sigap menangkap tubuh bu Reema. Bu Reema pun refleks berpegangan pada lengan Ray
"Apa Tuhan sedang bercanda denganku?" Ucap bu Reema spontan
***
Ray membawakan dua kopi untuk Daniel dan bu Reema. Daniel menerima pemberian Ray sambil menatap pemuda itu
"Kau berikan racun di kopi ini?"
Ray menarik ujung bibirnya "Tentu pak. Saya bubuhkan sedikit sianida di dalamnya. Ohya, saya tambahkan sakarin biar nggak pahit banget."
Jawaban sarkas dari Ray membuat bu Reema terkekeh. Wanita itu meminum kopi dari Ray tanpa ragu-ragu
"Jadi, kapan rencananya kau akan melakukan tes DNA?" Tanya bu Reema pada Daniel
"Secepatnya ma. Sepertinya bisa di rumah sakit ini."
Bu Reema mengangguk sambil tersenyum "Mama selalu bilang pada Za kalau senyumnya mirip denganmu, Niel. Mama pikir itu hanya kebetulan saja karena mama terlalu merindukan dirimu. Ternyata.."
__ADS_1
Daniel ikut tersenyum sambil memeluk bu Reema. Daniel menatap ke arah Ray
"Apa yang akan kau lakukan pada Zalynda kalau benar dia putriku dan Farah? Kau akan menceraikannya?" Tanya Daniel
Ray mengangkat bahunya "Tidak ada. Semua akan berjalan seperti biasa. Kehidupan kami, perasaanku padanya. Semua masih sama."
"Sepertinya Ehan tidak terkejut sama sekali ya?" Tanya bu Reema
Ray menatap bu Reema "Itu karena saya sudah tahu, bu."
Daniel dan bu Reema terkejut mendengar pengakuan Ray. Ray kemudian menceritakan awal dirinya curiga kalau Zalynda sebenarnya adalah putri Farah sehingga dirinya melakukan penyelidikan kecil-kecilan dan berujung pada satu kesimpulan, Zalynda kemungkinan besar adalah bayi Farah yang dulu dipisahkan oleh tuan Wijaya.
Bu Reema dan Daniel mendengarkan secara serius penjelasan Ray.
"Kenapa dulu tidak ada yang memberitahukan ku perihal ini.." Ucap Daniel sedikit menyesal.
"Kau benar. Harusnya tuan Wijaya bilang ke mama perihal kehamilan Farah. Mama akan senang hati merawat Zalynda.." bu Reema menitikkan airmata, teringat perjuangan berat yang dilalui Zalynda. Daniel mengusap-usap punggung bu Reema untuk menenangkannya
"Bu Farah tidak pernah mengatakan kepada siapapun tentang ayah bayinya, bu." Kata Ray. Jawaban Ray sedikit menenangkan perasaan bu Reema dan Daniel dari rasa bersalah yang mendera
"Apa Ardhi dan Aya tahu siapa Zalynda?" Tanya Daniel lagi
"Ayah hanya tahu kalau Za adalah keluarga jauh dari tuan Wijaya, sementara bunda tidak tahu apa-apa karena bunda tidak mempermasalahkan asal-usul Za." Ucap Ray
Daniel tertawa miris membayangkan musuh besarnya kini berbesan dengan dirinya. Hidup sepertinya banyak memberikan lelucon untuknya
"Apa Zalynda tahu?" Tanya bu Reema
"Za tidak tahu apa-apa, bu. Saya berusaha serapi mungkin mengungkapkan jati diri Zalynda agar tidak ada yang curiga dan mengacaukan rencana saya." Jawab Ray
"Maksudnya siapa?" Tanya Daniel
"Orang-orang licik yang bertahun-tahun menguasai hak Zalynda.."
Ketiganya terdiam dengan pikiran masing-masing
"Kenapa…"
Daniel dan Ray spontan menoleh ke arah bu Reema
"Kenapa Ehan repot-repot melakukan hal ini?"
"Saya hanya berfikir hal ini bisa mengembalikan rasa percaya diri dan memberikan kebahagiaan untuk Zalynda."
"Tidak ada maksud lain?"
"Maksud lain seperti apa?"
"Bukan untuk membalas dendam atau mempermainkan Zalynda bukan?"
Ray terdiam beberapa saat sambil menunduk. Pemuda itu lalu mengangkat wajahnya menatap bu Reema sambil menarik ujung bibirnya
__ADS_1
"Menurut ibu?"