
"Aku akan menginap.."
Semua mata di ruangan itu tertuju ke arah Farah. Mata Farah mengerjap, dirinya merasa salah berucap namun tidak mungkin menarik kembali ucapannya
"Ng.. Bolehkah?" Tanya Farah ragu-ragu sambil memandangi semua orang di ruangan
"Tentu boleh, nak. Kau selalu di terima di sini." Kata tuan Wijaya dengan suara bergetar. Pria tua itu tersenyum bahagia
Farah menyunggingkan senyumnya. Tiba-tiba hatinya menghangat melihat pandangan tuan Wijaya. Seakan dahulu Farah pernah melihat sorot mata hangat seperti itu, sorot mata yang menyayangi dan melindunginya.
Sorot mata seorang ayah..
"Ah terima kasih, pak. Nanti saya telepon Lela agar dia tidak khawatir mencari saya." Kata Farah cepat, berusaha menepis perasaan yang muncul.
"Tuan Wijaya adalah ayah dari mama Zalynda, tidak mungkin aku berharap tuan Wijaya menjadi ayahku.." Bathin Farah
"Kamu gimana Niel?" Tanya tuan Wijaya dengan pandangan penuh harap ke Daniel
Daniel bingung. Sebetulnya hubungannya dengan tuan Wijaya adalah karena Zalynda, dan belum berikatan resmi dengan Farah. Daniel khawatir akan menimbulkan fitnah kalau dia ikut menginap. Sedikit banyak, Daniel pernah belajar batasan hubungan lawan jenis di penjara. Daniel pun memutuskan
"Maaf Om, Niel tetap harus pulang. Nanti Niel akan menginap kalau saatnya tiba." Kata Daniel mantap
Sorot mata tuan Wijaya terlihat sedikit kecewa. Namun bibirnya menyunggingkan senyuman. Tidak disangka, Daniel yang sekarang jauh berbeda dengan Daniel yang dulu
"Ya sudah. Nanti salam sama mamamu ya. Om tunggu kedatangannya." Kata tuan Wijaya memberi sedikit sinyal untuk Daniel. Daniel tertawa kecil sambil mengangguk
Farah memandangi Daniel. Dalam hati wanita itu sedikit merutuk karena alasannya menginap adalah agar Daniel bisa menginap menemani Zalynda dan tidak mengantarkannya pulang. Namun hal itu hanya dipendam Farah dalam hatinya
Sementara Zalynda sedikit bersorak sambil mendekati Farah
"Za senang banget. Nanti tidur sama Za ya, mama..em, maksud Za tante.." Zalynda sedikit meralat ucapannya.
Farah memandang Zalynda. Ada perasaan aneh saat Zalynda menyebutnya 'mama'. Perasaan yang entah mengapa membuat hatinya sedikit bahagia, merindu dan sakit bersamaan
Farah tersenyum sambil membelai kepala Zalynda "Iya, tante tidur sama Za."
***
Pajama's party
Mungkin itu ungkapan yang tepat saat melihat kamar Zalynda, dimana dua orang berbeda usia sedang mengobrol dengan akrabnya sambil menggunakan rangkaian perawatan skin care di malam hari dengan menggunakan piyama
"Jadi Ray itu cinta pertama Za?" Tanya Farah sambil membuka satu timun yang menutupi matanya untuk melihat ke arah Zalynda
Zalynda menatap ke langit-langit kamarnya. Masker di wajahnya menutupi rona merah di wajah cantik Zalynda
"Mm..bisa dibilang begitu, tante. Za dari dulu tidak pernah dekat dengan anak laki-laki manapun."
Zalynda teringat saat masa sekolahnya dulu. Gadis yang lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan dan tidak memiliki banyak teman akrab akibat perkataan yang sering dihembuskan Diva mengenai dirinya.
Teman akrab perempuan saja tidak ada, bagaimana dengan teman lelaki? Pikir Zalynda
Beruntung otak Zalynda cerdas sehingga beberapa orang mau berteman dengannya walau Zalynda tahu mereka memanfaatkan kepandaian dan kecerdasan Zalynda semata.
__ADS_1
"Kenapa? Di usia Za seharusnya mantanmu sudah banyak lho." Goda Farah
Zalynda terkekeh mendengar ucapan Farah
"Za agak takut berdekatan dengan anak laki-laki karena trauma dengan om Yono, tante. Bagi Za, semua lelaki itu sama. Namun saat melihat Ray, semua terlihat berbeda."
Zalynda tersenyum mengingat saat pertama melihat Ray di acara penerimaan mahasiswa baru. Sikap Ray yang tenang dan tidak sembarangan terhadap wanita perlahan-lahan mengubah cara pandang Zalynda terhadap laki-laki
Zalynda teringat, sudah seharian ini Ray tidak mengabarinya. Zalynda memeriksa handphonenya. Tidak ada satupun missed called atau pesan yang masuk dari Ray, padahal biasanya pemuda itu selalu membombardirnya dengan pesan-pesan atau telepon minimal satu kali sehari saat pemuda itu keluar kota
"Za, ada apa?" Tanya Farah melihat Zalynda termenung memandang handphone nya
"Ng, Za sedang menanti pesan atau telepon dari Ray.." kata Zalynda sambil menunjukkan handphone nya
"Kenapa harus menunggu? Za bisa kirim pesan dulu atau telepon saja Ray. Jam segini sepertinya sudah tidak bekerja." Kata Farah sambil melirik jam dinding Zalynda
"Za khawatir ganggu, tante." Ucap Zalynda sambil menggelengkan kepalanya
Farah mendesah pelan. Tangannya terulur menggenggam tangan Zalynda yang berada di sebelahnya
"Za, tidak ada salahnya kita perempuan menghubungi lelaki kita terlebih dahulu. Jangan terlalu cuek karena sejatinya semua orang ingin diperhatikan, termasuk kaum adam." Kata Farah
Zalynda menoleh menatap Farah sambil menghembuskan nafas pelan
"Ray juga bilang begitu. Katanya Za nggak perhatian lah, Za nggak anggap Ray lah.."
Farah terkekeh
"Apalagi kalau Ray sudah bilang begitu. Kamu harus lebih peka dengan keinginan Ray. Ray itu suami kamu, dia pasti pengennya di tanya, di perhatikan, di butuhkan. Dengan Za cuek begini, Ray bisa pindah ke lain hati lho." Goda Farah
Saat Zalynda keluar dari kamar mandi, Farah langsung menyodorkan handphone ke Zalynda. Zalynda menatap Farah bingung
"Ini, segera telepon Ray. Setidaknya ucapkan selamat malam padanya." Kata Farah
Zalynda sedikit ragu saat memencet nomor Ray. Terdengar dering sambung di sana. Tidak butuh waktu lama, Ray segera mengangkat teleponnya
"Assalamu'alaykum sayang.." suara Ray terdengar sumringah. Membuat Zalynda tersenyum
"Wa'alaykumussalam..ng, aku ganggu nggak?" Tanya Zalynda
"Nggak, aku lagi tiduran di kamar sambil mikirin kamu. Eh tiba-tiba di telepon. Mau video call nggak?" Tanya Ray
Zalynda mengangguk senang. Sedetik kemudian Zalynda tersadar kalau Ray tidak bisa melihat anggukan kepalanya
"Iya mau.. Sebentar aku ke balkon dulu." Kata Zalynda sambil mengulum senyum ke arah Farah
Farah mengacungkan jempolnya melihat senyuman Zalynda. Farah pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan masker di wajahnya
Saat Farah sudah selesai dengan ritual skincare malamnya, terlihat Zalynda sudah berbaring di ranjang sambil senyum-senyum sendiri
"Duh yang baru telepon suami." Kata Farah sambil ikut berbaring di sisi Zalynda.
"Habis digombalin Ray ya?" tanya Farah lagi
__ADS_1
Zalynda tertawa kecil dan berbalik menghadap Farah
"Kata Ray, besok pesawatnya jam tujuh pagi dari Semarang. Langsung mau jemput Za kesini."
Zalynda menatap Farah sambil tersenyum. Manik coklat keduanya bertemu. Ada rasa rindu di dada Farah saat menatap netra bening milik Zalynda
"Dah, ayo tidur biar besok seger mau ketemu Ray." Kata Farah sambil membelai kepala Zalynda
Zalynda mengangguk sambil membaca doa tidur. Gadis itu terbiasa memiringkan tubuh ke kanan saat tidur, saat ini menghadap ke arah Farah
Farah tersenyum melihat Zalynda sudah memejamkan mata. Pandangan Farah mengarah lurus ke langit-langit kamar Zalynda. Rasanya Farah pernah berada di tempat seperti ini sebelumnya. Hanya tata letak dan barang-barangnya berbeda
Farah merasa damai di rumah tuan Wijaya. Perlahan matanya memberat
"Za sayang mama.."
Farah membuka matanya dan menoleh ke arah Zalynda. Gadis itu masih terlelap
"Mengigau rupanya." Kata Farah pelan sambil tersenyum. Farah membetulkan selimut Zalynda dan membelai rambut gadis itu
Pandangan Farah mengarah ke lengan kiri Zalynda yang terbuka. Mata Farah memicing melihat tanda hitam menyerupai bintang di lengan kiri Zalynda
Perlahan Farah mengusap lengan Zalynda, pelan
"Tanda lahir.." bisik Farah
ZAP!!
Pikiran Farah seakan terbang ke peristiwa dua dekade lalu. Dalam pikirannya yang samar, dirinya sedang menggendong bayi
"Anak ibu punya tanda lahir rupanya.."
Farah memejamkan mata saat rasa sakit mendera kepalanya
"Cahaya bintangku.. Zalynda Navulia-ku.."
Farah terkesiap!
"Zalynda Navulia.. Zalynda Navulia.."
Nafas Farah terengah-engah. Dalam kelebat bayangan memorinya, seseorang merebut paksa bayi di buaiannya. Terasa hati Farah berdenyut sakit.
Bayangan-bayangan memori terus berkelebat memenuhi kepalanya
"Cahaya bintangku.. Zalynda Navulia-ku.."
"Anak ibu punya tanda lahir rupanya.."
"Jangan bawa anakku!!"
Farah meremas rambutnya kuat-kuat sambil menjerit
"Aaaah tidaaak!!"
__ADS_1
Lalu gelap...