
Yono mendekati Zalynda sambil mengusap kepala gadis itu. Refleks Zalynda menjauhkan kepalanya.
"Memakai kerudung tidak berarti menyucikan dirimu, manis." Yono terkekeh
Ray menangkap tangan Yono sambil menatap marah. Yono balas menatap ke arah Ray tajam lalu menyeringai
"Katakan, tuan muda Al Farobi. Berapa ratus juta yang kau keluarkan untuk menebus gadis ini dari Club XX?"
Rahang Ray terlihat mengeras. Beberapa bisikan tampak terdengar. Yono menyeringai lalu melihat wajah Ardhi yang juga tampak merah padam
"Beib, club XX itu apa?" Tanya Aya sambil melihat kearah Ardhi
Anggun tertawa tertahan "Bu Aya nggak tahu? Itu lho, club terkenal di kota ini. Banyak pebisnis main ke sana baik untuk membicarakan bisnis atau sekedar melepas penat."
Anggun kemudian mendekati Aya lalu memelankan suaranya
"Yang jelas, club itu punya banyak stok wanita cantik untuk menemani tamu.."
Mata Aya terbelalak. Refleks dirinya memandang Ray yang terlihat menahan emosi
"Bang..Coba bilang ke bunda, benarkah yang dikatakan mereka?" Tanya Aya dengan suara bergetar
Ray menatap Aya. Hatinya mencelos melihat ada tatapan luka di manik coklat sang bunda
"Ah, satu lagi.." kata Yono sambil mengeluarkan beberapa lembar foto dan diberikannya ke Aya. Aya mengerutkan kening melihat Zalynda dan.. Farah
"Apa arti semua ini?" Tanya Aya sambil menatap Yono dan Anggun
"Kau tahu siapa gadis ini nyonya? Dia putri dari Farah Afriyani Wijaya. Seseorang yang pernah mencoba membunuh anda."
Nafas Aya tercekat, begitupun Ardhi. Apa lagi ini? Setahu Ardhi, Zalynda adalah keluarga jauh dari tuan Wijaya
"Jangan sembarangan bicara, anda. Apa maksud anda datang kemari dan mengacaukan acara kami?" Tanya Ardhi dengan nada emosi
Yono tertawa "Aku berusaha untuk menyelamatkan keluargamu dari gadis ini, tuan Al Farobi."
Yono menunjuk wajah Zalynda yang terlihat pucat. "Dia memang putri Farah yang datang untuk balas dendam pada keluargamu."
Yono juga mengeluarkan foto Daniel saat membelai kepala Zalynda
"Orang ini..dia selingkuhanmu kan?" Yono terkekeh. Ray segera mengambil foto dari tangan Yono. Rahang Ray mengeras. Ray tahu Yono sedang berusaha menjatuhkan Zalynda
Zalynda menatap Ray dan mengira pemuda itu termakan omongan Yono. Zalynda semakin sedih, gadis itu menatap Yono
"Om fitnah.." suara Zalynda terdengar bergetar.
"Fitnah? Akan aku tunjukkan kebenaran."
Yono menarik kasar tangan Zalynda dan memperlihatkan sebuah gelang yang melingkar di tangannya
"Ini adalah gelang ibumu kan? Coba periksa nama siapa di dalam sana." Yono membuka gelang Zalynda dan menyerahkannya pada Ardhi.
Ardhi membaca nama yang terukir di dalam gelang itu. Wajah Ardhi langsung pias. Aya pun merebut gelang Zalynda dari tangan Ardhi dan membacanya. Wajah Aya pun tidak beda jauh dari Ardhi
__ADS_1
"Aku benar kan? Dia wanita penghibur dari club XX, menjerat putramu masuk kedalam perangkapnya untuk membalaskan dendam ibunya." Kata Yono sambil menyeringai. Perasaan Yono sangat senang melihat wajah-wajah tak berkutik dari Zalynda dan Ray. Sakit hatinya sedikit terbalaskan
Aya menatap Ray dengan tatapan nanar "Abang, jawab bunda! Apa yang pria ini bilang benar? Apa abang menebus gadis ini dari club XX?!"
Ray terdiam beberapa saat sembari menatap Aya dengan tatapan sedih. Ray mengangguk pelan
"Benar, bunda.."
Beberapa suara terdengar di ruangan. Aya memegangi dadanya saking terkejutnya. Aya merasa sakit hati dibohongi oleh putranya sendiri
"Kau benar-benar!" Aya langsung menampar Ray. Pemuda itu diam tidak membalas perlakuan Aya.
"Bunda jangan.." Zalynda mencoba mencegah Aya. Namun Aya mendorong Zalynda hingga gadis itu tersungkur. Aya menatap tajam sambil menunjuk
"Diam! Kau tidak pantas memanggilku bunda!!"
Zalynda terperanjat. Gadis itu menatap Aya dengan airmata membanjir. Sepertinya memang kebahagiaan bukanlah temannya. Entah dosa apa yang pernah diperbuatnya di masa lalu sehingga kebahagiaan enggan berdekatan dengan dirinya
Ray refleks berjongkok sambil memeluk Zalynda "Bunda, semua ini ada penjelasannya. Zalynda tidak seperti yang bunda pikirkan. Tolong dengerin abang."
Hal itu membuat Aya semakin marah
"Kamu bela dia bang? Kamu lebih pilih dia daripada bunda?"
Ray dengan cepat berdiri sambil menggeleng "Bunda, please dengerin abang. Ini semua salah faham. Biar abang jelasin, bunda tenang dulu ya.."
Aya menatap marah ke arah Ray "Kamu suruh bunda tenang?! Kamu sudah mempermalukan bunda, bang! Kamu.."
Ardhi tersentak melihat Aya limbung sambil memegangi kepalanya
Seluruh ruangan panik. Zalynda menatap semua itu sambil berderai air mata.
"Ini salahku.. Kalau aku tidak datang di kehidupan Ray, semua ini tidak akan terjadi.." Bathinnya perih
Semua orang sibuk menolong dan melihat Aya, tanpa ada yang tahu Zalynda berlari pergi keluar dari rumah keluarga Al Farobi
***
Yono memukuli stir di depannya. Dirinya tidak menyangka perbuatannya sedikit membuatnya dalam bahaya. Keluarga Al Farobi pasti tidak akan melepaskannya setelah apa yang diperbuatnya pada nyonya Al Farobi
"Papa siih. Kenapa harus bikin ribut kayak tadi sih?!" Anggun ikut menyesal saat melihat Aya limbung dalam dekapan Ardhi. Sesaat Anggun menatap sorot mata Ardhi seperti api yang membara.
"Diam! Papa mana tahu akan begini. Papa kira si Zalynda akan dipermalukan dan di ceraikan Rayhan. Mama juga dukung papa kan tadi?!" Yono mengelak tidak mau di salahkan
"Sudah! Yang apes itu Diva. Gimana Diva nanti kerjanya coba?!" Diva menggerutu
Anggun menghela nafas "Mama heran, Ray itu masih aja bela si Linda. Harusnya begitu tahu Linda anaknya Farah dan punya affair dengan Daniel langsung di ceraikan karena menganggap Linda sudah membohonginya."
"Entah pakai pelet apa itu Zalynda.." Desis Yono marah
Mata Yono memicing melihat seorang gadis yang berjalan sendirian. Yono segera meminggirkan mobilnya dan keluar menghampiri gadis itu
Tangan Yono dengan kasar menarik tangan gadis itu menbuat gadis itu memekik. Wajah gadis itu terlihat ketakutan melihat Yono
__ADS_1
***
Zalynda berjalan pelan sembari terisak menyusuri trotoar yang sepi. Hanya sedikit kendaraan yang lalu lalang di situ. Entah sudah berapa jauh dirinya dari rumah keluarga Al Farobi. Gadis itu berjalan sambil memeluk dirinya tanpa menggunakan alas kaki
Zalynda masih menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi
"Ini semua salahku. Apa mungkin benar kata semua orang kalau aku anak pembawa sial? Apa benar semua orang yang dekat denganku akan tertular kesialan.." Gumamnya.
Tiba-tiba seseorang menari kasar tangannya.
"Aah.." Zalynda memekik. Matanya terbelalak melihat Yono yang menatapnya marah
"Kau! Gara-gara kau semua jadi begini!"
"Lepas om! Sakit!" Zalynda mencoba melepaskan pegangan tangan Yono
"Harusnya kamu tidak kembali ke Jakarta! Harusnya kamu tetap tinggal di kampungmu, gadis sial!" Yono menjorokkan Zalynda hingga gadis itu terjatuh
"Aah.." Zalynda mengeryit memegangi perutnya yang terasa kram
Yono dengan cepat mendekati Zalynda dan mencengkram pipi gadis itu
"Aaw.." Zalynda merintih
"Kau adalah anak yang tidak diinginkan! Kau tahu, ibumu melahirkanmu di penjara sehingga kakekmu tidak ingin keberadaanmu diketahui masyarakat. Kau dibuang. DIBUANG!" Teriak Yono
Zalynda menggeleng. Tangisnya makin kencang. Hatinya sakit mendengar perkataan Yono
"Kau membuat ibu asuhmu meninggal! Kau kembali setelah dibuang dan membawa semua kesialan bersamamu!!"
"Tidak! Hentikan! Om jahat!" Teriak Zalynda sambil menutup kupingnya
Yono menyeringai lalu menarik kasar tangan Zalynda sehingga membuat gadis itu berdiri
"Setidaknya buat dirimu berguna dengan kecantikanmu untuk membantu orang-orang yang telah kau buat sial hidupnya!"
Zalynda meronta saat Yono menyeretnya menuju ke mobil. Terlihat Anggun membuka pintu belakang. Zalynda terjebak, pikirannya menyuruhnya untuk segera menyelamatkan diri.
Zalynda segera menggigit tangan Yono kencang
"Aaaa! B******k!" Yono melepaskan cengkramannya. Hal itu tidak di sia-siakan Zalynda. Gadis itu segera berlari menghindari Yono
Terdengar umpatan-umpatan dari Yono. Zalynda tidak mau menoleh kebelakang. Yang terpikir dirinya harus berlari dan berlari
Sampai sebuah cahaya menyilaukan dari samping membuat Zalynda terkejut. Gadis itu berhenti berlari dan refleks melindungi matanya. Terdengar klakson dan decitan ban yang memekakkan telinga
TIIIN
CIIIT
BRAAAK
Zalynda merasa tubuhnya melayang dan terhempas membentur sesuatu yang keras. Sekujur tubuhnya terasa sakit
__ADS_1
"Allah.." bisik Zalynda pelan lalu gelap