CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 53


__ADS_3

Diva memperhatikan Zalynda yang tengah berganti baju setelah selesai pemotretan. Diva akui Zalynda jauh lebih cantik dari dirinya. Empat tahun tidak melihat Zalynda, Diva merasa Zalynda banyak berubah. Lebih bersinar dan percaya diri


Diva tidak menyukai perubahan itu


"Elo kayaknya akrab banget sama putra sulungnya tante Aya." Kata Diva tiba-tiba, membuat Zalynda sedikit terkejut dan menoleh ke belakang. Zalynda mengangguk


"Oh, iya. Dulu kami satu kampus." Kata Zalynda sambil mengancingkan dress nya


Diva berjalan mendekati Zalynda dan membantu menaikkan resleting dress Zalynda yang terletak di belakang. Zalynda tersenyum kecil


"Thanks.."


Diva juga tersenyum lalu memperhatikan pakaian Zalynda. Seingatnya, Zalynda tidak memiliki baju-baju yang bagus seperti ini


"Kamu selama empat tahun ini kemana?" Diva tidak tahan untuk bertanya


"Tidak kemana-mana." ucap Zalynda pendek


"Kata Papa, kau kabur dari rumah setelah mendapat masalah di kampus. Kamu malu karena sudah mencoreng nama keluarga Wijaya yang sudah baik menampungmu dari kecil. Karena itu kau memutuskan pergi. Begitu?" Tanya Diva lagi


Zalynda terdiam. Memang tindakannya sudah membuat malu kakek Wijaya. Tetapi alasannya kabur bukan karena hal itu melainkan karena Yono ingin memperkosanya dan menjadikan Zalynda sebagai wanita panggilan


Bayangan Yono yang selalu melecehkannya kembali terbayang. Zalynda menggenggam tangannya, mengatur nafasnya untuk mengusir ketakutannya


"Apa Ray tahu hal itu?" Tanya Diva lagi. Zalynda menatap Diva jengkel


"Aku permisi dulu." Kata Zalynda berbalik pergi, malas rasanya menanggapi Diva yang tidak mengetahui cerita sebenarnya


"Aku belum selesai, Linda!" Kata Diva sambil menarik lengan Zalynda, membuat gadis itu sedikit meringis


"Mau apa lagi?" Tanya Zalynda sambil berusaha melepaskan lengannya. Diva makin mencengkram lengan Zalynda sehingga kuku panjangnya sedikit menusuk lengan Zalynda


"Aaw, Diva sakit."


Diva menyeringai melihat ketidakberdayaan Zalynda


"Kamu mulai berani? Inget ya, kamu itu cuma anak haram. Anak yang nggak jelas bapaknya, yang nggak berharga. Jangan mimpi deh ngedeketin orang-orang seperti Sagara ataupun Ray!"


Mulut Diva memang setajam Anggun. Selama empat tahun Zalynda tidak mendengar cacian mereka, saat kembali mendengar kata-kata Diva hati Zalynda sedikit perih


"Sudah selesai? Kalau sudah, biarkan aku pergi." Kata Zalynda sambil menahan sakit di lengannya akibat hunjaman kuku-kuku Diva


"Cih, kamu juga nggak sopan ya. Sebelas duabelas sama mamah kamu. Ya nggak heran, kalau dia termasuk wanita baik-baik tentu harusnya kamu tahu siapa ayah kamu."


Darah Zalynda seketika mendidih ketika Diva menyinggung tentang Rina. Dilepaskannya cengkraman Diva tanpa mempedulikan kuku panjang Diva melukai kulit lengannya.


"Jangan pernah bilang hal-hal buruk tentang mamah. Kamu hina aku, kamu maki-maki aku, aku terima. Tapi aku nggak akan tinggal diam kalau kamu menghina mamah!" Ucap Zalynda tajam

__ADS_1


"Ohyaa? Mau mengancamku? Dasar anak p*****r!"


PLAAK


Zalynda menampar keras wajah Diva sehingga gadis itu terhuyung menabrak meja hingga isi diatasnya berjatuhan dan menimbulkan suara berisik. Diva balik menatap marah Zalynda.


"Beraninya kau!!" Teriak Diva sambil mencengkram rambut Zalynda dan menariknya ke belakang.


"Aah.." Zalynda menjerit tidak siap dengan serangan Diva. Diva langsung membenturkan kepala Zalynda ke lemari tanam didalam ruang ganti


BRAAK


Rasa pusing mendera Zalynda. Gadis itu langsung jatuh terduduk.


"Ada apa ini?" Tanya Vera sambil memasuki ruang ganti disusul oleh Nita. Vera terkejut saat melihat Zalynda


"Ya Tuhan! Zalynda,bangun! Ada apa ini Diva?!" Kata Vera dengan keras


"Dia duluan yang menampar ku, kak Vera!" Kata Diva tak kalah keras


Ray yang mendengar nama Zalynda diteriakkan langsung menuju ruang ganti. Pemuda itu terkejut melihat Zalynda yang bersandar di bahu Vera dengan dahi berdarah


"Za! Kenapa dia kak Vera?" Tanya Ray sambil berjongkok di sisi Vera yang memeluk Zalynda


"Entah, ayo kita baringkan di sofa dulu." Kata Vera


"Astaghfirullah, Za. Bertahan ya sayang." Kata Ray panik sambil menggendong Zalynda.


"Sayang?"


***


Dokter Husna dipanggil datang ke butik Tsurayya untuk memeriksa Zalynda. Dokter cantik berkerudung itu memeriksa Zalynda dengan teliti.


"Lukanya nggak dalam. Terbentur siku-siku lemari ya?" Tanya dokter Husna sambil memeriksa kepala Zalynda


Zalynda mengangguk pelan. Dokter husna mengoleskan obat di luka lebam Zalynda. Matanya juga menangkap lengan Zalynda yang terluka. Dokter Husna memicing


"Ini luka karena kuku?" Tanya dokter Husna


"Ng.." Zalynda bingung menjawabnya


"Tidak apa-apa. Dibersihkan saja, beri betadine dan diangin-anginkan saja ya." Kata dokter Husna lagi. Pandangannya beralih ke Ray sambil tersenyum jail


"Kamu tenang saja Ray, gadis mu ini hanya terluka di kepala dan lengan."


Ray berdehem sambil mengangguk. Terlihat wajahnya memerah. Aya menghela nafas sambil mendekati Zalynda. Aya pun melihat luka di lengan Zalynda

__ADS_1


"Ya sudah. Nggak perlu khawatir lagi Ray. Zalynda istirahat dulu ya." Kata dokter Husna sambil tersenyum ke arah Zalynda


"Terima kasih, dokter." Ucap Zalynda sambil balas tersenyum


Sepeninggalan dokter Husna, jiwa ke kepoan Vera memberontak. Sedari tadi ditahannya pertanyaan yang memenuhi otaknya


"Bang, emang kamu sama Za ada hubungan apa? Tadi kamu manggil sayang ke Za. Nggak pernah-pernahnya." Tanya Vera


Aya tersenyum sambil membelai kepala Zalynda. "Za ini istrinya Ray, Ver. Mereka baru menikah satu minggu lebih. Hampir dua minggu ya bang?"


"Waah..kok nggak ngundang-ngundang sih?" Tanya Vera


"Nanti diundangkannya pas resepsi. Setelah launching koleksi caturwulan." Kata Aya lagi


"Pantesan interaksi Zalynda dan Sagara tadi kaku banget. Tapi feel nya dapet begitu kamu yang maju bang." Kata Vera terkekeh sambil meninju kecil lengan Ray.


Ray tersenyum kecil sambil menatap Zalynda sambil membathin "Sedikit demi sedikit semua orang tahu status kita."


"Apa sekalian aja kamu ikut jadi model koleksi caturwulan bunda bang? Sekalian foto untuk pra wedding kalian." Kata Aya bersemangat. Vera bersorak tanda setuju


Mata Ray sontak terbelalak mendengar ide Aya yang cukup gila di telinganya


"Bunda nggak salah? Nanti koleksi bunda jadi jelek lho." Kata Ray. Ray sadar diri karena pemuda itu merasa ia tidak berbakat menjadi seorang model. Tidak ada model yang berwajah kaku seperti kanebo kering bukan?


"Ooh, kamu lebih senang Za foto sama Sagara? Baiklah." Kata Aya sambil mengerling ke arah Ray. Wajah Ray langsung terlihat mengeras. Aya langsung terkikik geli


"Baik, tapi partner foto abang cuma Za aja. Begitu juga Za, cuma boleh foto sama abang." Kata Ray mengalah.


"Ohya, ngomong-ngomong tadi Za berantem sama Diva? Ada apa?" Tanya Aya pada Zalynda


"Ng, itu.."


"Bunda, Za tidak mungkin duluan membuat masalah. Sepertinya gadis itu yang mencari masalah dengan Za." Kata Ray


Sebelumnya Aya memang sudah memeriksa ruang ganti dan bertanya pada Diva. Diva dengan keras mengatakan kalau Zalynda yang terlebih dahulu menamparnya hingga menabrak meja. Diva hanya melakukan pembalasan


Namun dilihat dari kondisi Zalynda, Aya tahu Diva yang terlebih dahulu berbuat macam-macam, mungkin memancing emosi Zalynda


"Bunda tahu.." kata Aya. Wanita itu duduk di samping Zalynda dan menatap lembut Zalynda


"Apa Za mau membawa masalah ini ke ranah hukum?" Tanya Aya


Zalynda dengan cepat menggeleng. Walaupun Diva selalu jahat padanya, walaupun tadi Diva yang terlebih dahulu mencari masalah, tetap Zalynda menganggap Diva adalah saudaranya


"Nggak bunda. Biarkan selesai saja. Nanti Za minta maaf ke Diva."


"Kenapa kamu yang minta maaf? Dia yang harusnya minta maaf." Kata Ray kesal.

__ADS_1


"Ray.." Zalynda mengelus lembut lengan Ray berusaha meredam emosi Ray. Aya tersenyum melihat interaksi keduanya


"Gadis yang baik.." bisik Aya dalam hati


__ADS_2