CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 48


__ADS_3

Hasil audisi telah diputuskan. Team Aya memilih Diva sebagai model kontrak terpilih untuk enam bulan kedepan


"Selamat ya Diva, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." Kata Aya sambil menyalami Diva dan Anggun.


"Terima kasih tante. Diva akan berusaha lebih keras supaya Diva pantas dan layak berada di sini." Kata Diva bersemangat. Anggun pun tersenyum lebar melihat terpilihnya Diva sebagai model


"Vera nanti yang akan mengurus surat kontrak kerjanya. Saya tinggal dulu ya." Kata Aya sambil pamit


Sepeninggalan Aya, Diva dan Anggun bersorak kecil. Mereka saling berpelukan sembari keluar dari ruang audisi. Di sofa ruang tunggu, mereka melihat Zalynda sedang duduk sambil membuka-buka majalah mode. Sebersit senyum licik tersungging di bibir Anggun


"Lho Linda nggak kerja? Kok duduk-duduk disini?" Sapa Anggun sambil duduk di depan Zalynda sementara Diva duduk di samping Zalynda. Terlihat Zalynda sedikit tidak nyaman dengan kehadiran Anggun


"Aku sedang menunggu teman kok tante.." sedetik kemudian Zalynda tersadar dengan kata-katanya. Kata-kata 'teman' yang membuat Ray marah padanya. Mungkin benar kata Ray, justru dirinya lah yang belum siap mengatakan ke semua orang tentang pernikahannya


Zalynda menundukkan kepalanya


Anggun tersenyum mengejek "Teman kamu ikut audisi model? Sayang sekali, kayaknya teman kamu gagal. Model butik sudah terpilih. Diva yang dapat."


Zalynda mengangkat kepalanya dan menatap Diva sambil tersenyum tulus "Benarkah? Selamat ya Diva."


"Terima kasih, aku sih nggak heran karena sainganku kecantikan dan kemampuan fotonya di bawah rata-rata semua jadi aku sudah yakin aku akan mendapatkan posisi ini." Kata Diva sedikit sombong. Zalynda hanya tersenyum menanggapi omongan Diva


Anggun dan Diva menggeser duduknya saat melihat Vera, Aryo dan seorang pemuda tampan mendekat.


"Perkenalkan saya Vera. Saya yang akan membuat kontrak kerja. Ini mas Aryo, fotografer butik dan ini Sagara, model pria." Kata Vera sambil memperkenalkan kedua rekannya


Keduanya menyalami Zalynda, Anggun dan Diva. Mata Sagara sempat terhenti beberapa detik memperhatikan Zalynda. Pria itu tersenyum


"Saya pikir kita akan jadi partner foto yang hebat." Kata Sagara sambil meraih tangan Zalynda dan menciumnya. Zalynda terkejut, refleks menarik tangannya.


"Sepertinya anda salah orang, anak saya yang mendapat posisi model di butik ini." Kata Anggun sambil melirik sinis ke arah Zalynda


"Kalian berdua akan mendapatkan posisi sebagai model untuk launching koleksi catur wulan kami. Diva dan Zalynda." Kata Vera menerangkan


Zalynda membelalakkan matanya. "Eh, saya bukan model mbak. Saya hanya.."


"Bu Aya yang memutuskan tadi." Ucap Aryo memotong perkataan Zalynda. Membuat Zalynda terdiam.


"Bunda kok nggak bilang-bilang.." bisik Zalynda dalam hati


Diva dan Anggun melongo melihat Zalynda yang ternyata juga diminta bekerja sebagai model di butik Tsurayya.


"Sebaiknya kalian ngobrol-ngobrol dulu untuk pengakraban supaya dapet feel nya saat di foto. Besok Sagara ditemani dua model cantik ini ya." Kata Vera

__ADS_1


Sagara dengan senang hati duduk diantara Diva dan Zalynda. Diva terlihat bersemangat menyambut Sagara, sementara Zalynda sedikit kaku.


Sagara adalah seorang model profesional. Dengan cepat ia berbaur dan memulai percakapan dengan dua gadis itu. Zalynda yang tadinya kaku, lama kelamaan bisa tersenyum bahkan tertawa mendengar lelucon Sagara. Mereka mulai saling bercerita dan menimpali


Terlihat sekali Diva seperti ingin mendominasi Sagara namun Sagara lebih tertarik dengan Zalynda. Bukan hanya karena Zalynda lebih cantik, namun juga kata-kata Zalynda lebih berbobot dibanding Diva, dan juga sikap Zalynda yang tidak cair seperti Diva justru membuat rasa penasaran dalam diri Sagara


Diam-diam Aryo kembali mengambil candid foto-foto mereka bertiga. Aryo tersenyum puas melihat hasil foto-foto Zalynda


"Ternyata kemampuanku memindai wanita cantik masih belum luntur." Bisik Aryo dalam hati sambil terus mengambil gambar


***


Ray keluar dari kantor Aya menanti sang bunda bersiap untuk makan siang bersama. Ray menebarkan pandangan ke penjuru butik mencari-cari Zalynda diantara beberapa pekerja dan pelanggan di butik


Mata Ray tertumbuk pada sosok yang sedang mengobrol di ruang tunggu. Zalynda dan dua orang. Mereka tampak terlibat obrolan seru


Melihat pria yang duduk ditengah Zalynda dan kawannya membuat darah Ray sedikit panas. Bagaimana tidak, pandangan pria itu terlihat seduktif dan memuja ke arah Zalynda.


"Ck, bagaimana bisa dia tertawa begitu renyah dihadapan pria lain sementara dari tadi aku sibuk mencarinya." Gumam Ray kesal saat melihat Zalynda tertawa memamerkan deretan giginya yang putih


Tangan Ray terkepal. Segera kakinya melangkah menuju ruang tunggu


"Eh, itu mas Rayhan.."


Kebanyakan orang mengenal Ray karena Ray merupakan pewaris utama Frederick Groups Company. Fotonya bersama ayah dan kakeknya sering muncul di majalah Forbes, bahkan beberapa kali di majalah mode sebagai salah satu pria tertampan di Indonesia dengan julukan High Quality Jomblo


Ternyata aslinya jauh lebih tampan dibandingkan foto di majalah. Hal ini membuat Ray seperti gula manis yang menarik perhatian para semut


Awalnya Ray tampak tidak nyaman dengan beberapa gadis yang mendekatinya dan mengajaknya berfoto. Namun saat pandangan matanya bersirobak dengan pandangan Zalynda, bibirnya menyunggingkan senyum


"Kau yang memulai terlebih dahulu, Za. Baiklah, aku ikuti permainanmu. Let the game begin.." bisik Ray dalam hati


Ray menampilkan senyum terbaiknya di hadapan para gadis yang mengerumuninya. Dengan sabar Ray mengiyakan ajakan mereka untuk berfoto. Ada beberapa yang memeluk lengan Ray


Dalam kondisi normal, biasanya Ray akan langsung menepisnya. Namun Ray sedang dalam mode revenge, jadi Ray membiarkannya selama tidak menyentuh area pribadinya


Ray melihat dua wanita yang duduk bersama Zalynda ikut datang menghampirinya dan mengajaknya berfoto. Ray sedikit bersorak melihat pandangan Zalynda yang terlihat menahan kesal. Ray pun makin menjadi dengan melayani obrolan beberapa gadis


"Maaf ya ayah, hari ini aja abang nakal sedikit." Bathin Ray


***


Vera dan Aryo sudah meninggalkan Sagara yang masih terlibat obrolan seru dengan Zalynda dan Diva. Sesekali Anggun pun ikut menimpali

__ADS_1


"Eh, itu mas Rayhan.."


Suara itu sontak membuat Zalynda menoleh. Senyum yang mengembang di bibirnya pudar saat melihat banyaknya gadis yang mengerumuni Ray. Pemuda itu terlihat menjulang diantara gadis-gadis yang ingin mengajaknya berfoto bersama.


Mata Zalynda memicing melihat Ray tersenyum lebar pada gadis-gadis yang mengerumuninya dan mengiyakan untuk berfoto bersama


"Ma, itu putra sulung tante Aya." Kata Diva antusias


Refleks Zalynda memandang ke arah Diva sambil membathin "Jangan-jangan Diva juga menyukai Ray!"


Diva dan Anggun berpamitan untuk pergi menemui Ray. Tinggallah Sagara dan Zalynda berdua


"Kamu nggak ikutan foto sama Rayhan?" Tanya Sagara


"Nggak minat." Ucap Zalynda. Zalynda tersadar betapa ketus nada bicaranya. Namun Sagara tertawa mendengarnya


"Baguslah. Kamu memang beda dari gadis-gadis kebanyakan."


"Beda di mana?" Tanya Zalynda sambil matanya masih memperhatikan Ray yang terlihat luwes dengan para gadis. Menyebalkan!


"Ya beda. Kamu pinter, cuek, cantik dan mengacuhkan aku. Aku suka banget, jadi tertantang." Kata Sagara blak-blakan


"Hah, maaf tadi bilang apa?" Tanya Zalynda sambil menoleh sekilas ke arah Sagara lalu kembali memandangi Ray


"Perfect. Kuharap kita bisa bekerja sama dengan baik." Kata Sagara sambil mengulum senyumnya


Terlihat Ray berpamitan pada gadis-gadis yang mengerumuninya. Matanya sempat melirik ke arah Zalynda sebelum berjalan ke dalam


"Tuh, mama bilang juga apa kan. Putra sulung keluarga Al Farobi ganteng maksimal." Kata Anggun sambil duduk kembali di sofa


Zalynda hanya terdiam. Gadis itu meraih air mineral dan meminumnya untuk meredakan panas di hati dan otaknya


"Ya mama. Tau nggak tadi pas aku peluk lengannya. Kerasa banget deh otot-ototnya yang liat. Segitu baru lengan, gimana bagian lainnya.."


PRUUUT!!


Zalynda langsung menyemburkan air mineral yang diminumnya. Gadis itu tersedak dan terbatuk-batuk


"Hey, are you okay?" Tanya Sagara sambil menepuk-nepuk punggung Zalynda


Zalynda memberikan tanda agar Sagara menghentikan tepukan pada punggungnya. Anggun dan Diva melihat heran ke arah Zalynda


"Tidak..aku tidak apa-apa. Aku permisi dulu." Kata Zalynda cepat-cepat meninggalkan ruang tunggu.

__ADS_1


"Awas kamu Ray.." bisik Zalynda pelan


__ADS_2