CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 60


__ADS_3

Bu Edah memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya. Wajah wanita itu tersenyum melihat Farah yang sedang duduk di teras depan


"Assalamu'alaykum Fa." Ucap bu Edah


Farah menggerakkan bibirnya seakan menjawab salam bu Edah dengan suara yang lirih


"Aku bawa mie ayam ni. Kita makan sama-sama yuk. Sebentar aku ambil mangkuk dulu ya."


Bu Edah dengan cekatan menata mie ayam yang dibawanya ke dalam mangkuk. Bibir Farah melengkung melihat makanan di depannya


"Ayo di makan." Ujar bu Edah


Mereka berdua makan dengan lahap. Tidak ada pembicaraan antar keduanya. Hanya saja mereka saling melempar senyum. Farah amat menikmati makanannya sehingga sedikit berantakan di sekitar bibirnya


"In syaa Allah sebentar lagi kamu akan mengingat semuanya." Kata bu Edah sambil mengelap sekitar mulut Farah


Farah tersenyum sambil mengangguk


"Kamu tahu nggak, dulu kamu jago banget main volley nya. Grup kita sering banget menang." Kata bu Edah mengenang kebersamaan mereka saat di penjara


"Terus kita juga suka ngaji bareng, sholat bareng. Inget nggak kita pernah godain ustadz yang dateng ngisi kajian? Hihihi aku inget ustadznya agak ge er gitu ya." Ucap bu Edah lagi sambil terkekeh geli


"Lela.."


Bu Edah tersentak. Refleks wanita itu menoleh ke arah Farah


"Kamu bilang apa Fa?"


Farah tersenyum ke arah bu Edah "Kamu Lela kan?"


Bu Edah menutup mulutnya menyembunyikan pekikan bahagianya. Segera diraihnya tangan Farah lalu di genggam nya erat


"Alhamdulillah..Iya, aku Lela. Kamu ingat?" Tanya bu Edah terharu


Farah mengangguk. Bu Edah segera memeluk sahabatnya erat


"Apa lagi yang kamu ingat,Fa?" Tanya bu Edah sambil merenggangkan pelukannya


"Tidak banyak. Semua seperti berbayang. Ruangan yang banyak orang, teriakan kesakitan.."


Farah menatap bu Edah "Apa dulu aku orang jahat?"


Bu Edah menggeleng cepat sambil menggenggam tangan Farah "Seingatku, sejak awal kita bertemu kau adalah gadis baik. Sudah, jangan terlalu memaksakan diri. Aku sudah senang kau mengingatku."


Farah tersenyum


"Hari ini pas jadwal kamu untuk therapy. Ayo kita ceritakan semua kemajuan kamu ke dokter." Bu Edah sangat bersemangat. Wanita itu segera membereskan bekas makanan dan membawanya ke dapur meninggalkan Farah seorang diri di teras depan


Farah kembali memandang lurus ke depan dengan bersenandung kecil. Mata wanita itu mengerjap perlahan seperti teringat sesuatu. Kembali Farah bergumam berkali-kali


"Cahaya bintang, Zalynda Navulia.. Cahaya bintang, Zalynda Navulia.."

__ADS_1


***


Zalynda membasuh wajahnya beberapa kali di wastafel lalu mengelap bibirnya beberapa kali.


"Haah.." Zalynda menghembuskan nafasnya kasar. Hatinya kesal terhadap sikap Sagara yang terkesan melecehkan dirinya


"Hih, tau gitu aku nggak bakal ngobatin lukanya." Kata Zalynda sambil berbicara dengan cermin didepan wastafel


Zalynda mengeluarkan tissue dari tasnya dan mengelap wajahnya yang basah. Gadis itu segera keluar dari toilet. Zalynda sedikit terkejut melihat Diva sudah berada di depan pintu toilet


"Huh kali ini apa lagi." Bathin Zalynda. Gadis itu segera beranjak pergi


"Linda, tunggu."


Zalynda menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. Diva terlihat menggigit bibirnya lalu mendekat ke arah Zalynda


"Ng, maafkan aku atas peristiwa hari Selasa yang lalu." Kata Diva sambil menunduk


Zalynda tertegun tidak percaya. Seumur hidup baru hari ini Diva meminta maaf padanya.


Karena tak kunjung mendapat respon, Diva mendongakkan kepalanya menatap Zalynda


"Linda, aku tahu ucapan ku jahat sekali kemarin. Aku juga sudah melukaimu. Karena itu aku minta maaf.."


Diva tidak menyelesaikan ucapannya karena Zalynda langsung menggenggam tangan Diva erat


"Aku juga minta maaf Div karena sudah menamparmu." Kata Zalynda dengan nada menyesal


"Aku mungkin akan berbuat hal yang sama kalau ibuku di jelek-jelekkan." Jawab Diva. Keduanya berpandangan lalu saling tertawa


"Women supporting women." Kata Zalynda sambil tersenyum. Diva mengangguk


"Ayo, sepertinya kita sudah harus ke studio foto." Ajak Zalynda


"Ah kau duluan, aku mau ke toilet dulu." Tolak Diva. Zalynda mengangguk


Hati Zalynda yang tadinya kesal dengan sikap Sagara, kini seakan membengkak bahagia. Sudah lama dirinya memimpikan kalau Diva bisa baik padanya dan menganggapnya sebagai saudara


Saking bahagianya, Zalynda tidak melihat senyum licik yang terukir di bibir Diva. Gadis itu melihat Zalynda sudah naik menuju studio foto. Segera di teleponnya seseorang


"Papa, kami mungkin selesai sekitar jam 3-an. Bersiap di pintu belakang dekat pantry ya."


***


Sesi pemotretan kali ini berjalan lancar. Zalynda dan Diva bisa bekerja sama dengan baik. Aryo nampak puas dengan beberapa foto yang ditampilkan Zalynda dan Diva


"Ok, sekarang model pria masuk. Ayo Sagara." Panggil Aryo


Melihat Sagara berjalan ke dalam set foto, Zalynda segera keluar dari set karena setahu dirinya, pasangan berfotonya hanya Ray


"Mau kemana Za?" Sagara yang lewat di samping Zalynda tiba-tiba menarik lengan Zalynda

__ADS_1


Zalynda berusaha melepaskan pegangan Sagara dari lengannya sambil menatap ke arah Aryo "Maaf mas, tapi bukannya pasangan foto saya adalah Ray?"


"Nggak apa-apa sama Sagara dulu. Ray juga belum datang ini." Kata Aryo sambil melirik jam yang melingkar di tangannya


"Ayo Linda, kamu duluan aja. Aku nanti habis kamu." Ucap Diva lembut sembari tersenyum


Mau tidak mau Zalynda mengikuti keinginan Aryo. Sayang Aya sedang melakukan temu janji klien jadi tidak ada yang bisa membelanya


Diva segera keluar dari set foto. Walau hatinya sedikit dongkol karena Zalynda mencuri sesi pertama, Diva tetap harus berwajah manis untuk memuluskan rencananya bersama Yono


"Ayo mulai!" Aryo memberikan instruksi pada Zalynda dan Sagara. Beberapa gaya mereka lakukan atas arahan dari Aryo


"Peluk Zalynda, Gara."


"Sender ke dada Gara. Gara, pejamkan mata seolah terhipnotis wanginya Zalynda."


"Za, lihat ke arah Gara. Pandangan lembut seperti orang jatuh cinta."


"Boro-boro jatuh cinta, liatnya aja sebel." Bathin Zalynda saat mengikuti instruksi Aryo


"Kamu cantik kalau sedang jutek juga." Bisik Sagara


"Aku tidak akan termakan dengan gombalanmu." Zalynda membalas sedikit jutek


Sagara terkekeh "Kenapa menolakku? Padahal banyak lho yang ingin di posisimu saat ini."


"Jangan terlalu percaya diri."


Sagara tersenyum lebar melihat Zalynda menatapnya dengan jarak cukup dekat. Timbul niat iseng Sagara


"Aku boleh begini nggak mas Aryo?" Tanya Sagara sambil memiringkan wajahnya seperti hendak mencium Zalynda. Tangan Sagara menarik rahang Zalynda agar mendekat ke arahnya


Zalynda terkejut, gadis itu refleks mendorong dada Sagara.


"Jangan di dorong Za,kan cuma pura-pura. Pose yang tadi bagus. Tanganmu juga taruh di dada Sagara ya."


Zalynda memandang Sagara kesal sementara Sagara hanya nyengir tak berdosa


Keduanya kembali bergaya sesuai instruksi Aryo. Pipi Zalynda sedikit panas. Zalynda sedikit malu dengan pose yang sedang dilakukannya. Wajah Sagara amat dekat dengan wajahnya sampai hembusan nafas berbau mint itu terasa menerpa wajahnya


"Yaak, selesai." Ucap Aryo


Sagara tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang, sebelum Zalynda kembali menjauhinya. Pria itu kembali mencuri kecupan singkat di bibir Zalynda lalu segera pergi menjauh sebelum gadis itu kembali menamparnya


Terdengar riuh beberapa kru yang tertawa melihat tingkah Sagara


"Wooi Gara bisa aja."


"Ambil kesempatan dalam kesempitan."


Zalynda terkejut dengan ulah Sagara. Rasanya jengkel sekali, namun Zalynda menahan dirinya untuk tidak memukuli Sagara di depan banyak orang

__ADS_1


Zalynda refleks mengelap bibirnya dan pergi keluar set foto. Langkah Zalynda terhenti saat menyadari sosok tegap di belakang Aryo yang tajam memandang ke arahnya. Tubuh Zalynda seakan membeku


"Ray…"


__ADS_2