CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 107


__ADS_3

Alin membanting keras pintu apartemennya. Hatinya diliputi kekesalan yang sudah ditahannya sejak kembali ke Frederick Groups Company usai makan siang


Gadis itu segera mandi untuk menghilangkan sedikit panas di hati dan kepalanya. Ide berendam di bathtub sepertinya bukan ide buruk


Selama 20 menit gadis itu menghabiskan waktunya di kamar mandi, Alin terlihat lebih segar. Gadis itu kini tengah duduk di sofanya sambil membuka iPad. Gadis itu sedang meneliti beberapa rancangan dekorasi interior untuk unit cluster yang tadi sudah di buatnya


Bibirnya sedikit melengkung melihat beberapa dekorasi interior tandingan yang mengalahkannya tadi


FLASHBACK


Agus, Marvin dan Alin sengaja kembali ke kantor jam 13.30 untuk memberikan kesempatan Ray dan Zalynda berbicara karena sepertinya pasangan itu akan terlibat cekcok


"Ntar kalau Ray masih ngamuk bilang telat ke kita, pada diem aja ya. Biasa dia gitu kalau suasana hatinya lagi buruk." Ujar Marvin sambil membuka pintu ruangan Ray


Pandangan ketiga nya berkerut melihat Ray duduk di sofa tunggal sambil menikmati masakan Zalynda, sedang Zalynda sepertinya tidak ada di ruangan itu. Mungkin sudah pulang.


Ruangan terlihat rapi seperti sebelumnya. Padahal dalam benak Marvin dan Agus ruangan Ray akan seperti kapal pecah karena Ray bertengkar dengan Zalynda


"Sorry Ray, telat. Tadi agak penuh restorannya." Kata Agus sambil mengedarkan pandangannya sebelum duduk di sofa di depan Ray


"It's ok, Gus." Jawaban santai Ray membuat Agus dan Marvin terheran-heran.


"Istri kamu udah pulang Ray?" Tanya Alin sambil duduk di sofa di dekat Ray.


Ray melirik sekilas ke arah Alin sambil mengingat protes yang di layangkan Zalynda tadi


"Lagi sholat di kamar sebelah." Kata Ray datar


Marvin memicingkan mata melihat ada yang aneh pada diri Ray


"Elo habis mandi Ray?" Tanya Marvin polos. Seketika ketiga orang itu sadar akan sikap Ray yang terlihat santai.


Ray berdehem dengan wajah sedikit memerah. Agus dan Marvin langsung bernafas lega karena boss mereka sedang dalam kondisi mood yang baik


Berbeda dengan Alin yang langsung cemberut. Keinginannya melihat Ray dan Zalynda bertengkar hebat tidak terwujud. Yang ada keduanya semakin mesra

__ADS_1


"Ray, aku..eh, sudah pada datang ya." Zalynda yang baru keluar dari ruangan sebelah sedikit terkejut karena teman-teman Ray sudah kembali dari makan siang mereka.


"Kamu mau kemana cantik?" Tanya Ray sambil merengkuh pinggang Zalynda membuat gadis itu terduduk di tangan sofa tunggal yang di duduki Ray


"Aku mau pulang. Udah beres kan makannya?" Kata Zalynda sambil memegang lengan Ray yang melingkar di pinggangnya. Wajah Zalynda sedikit merona karena sikap romantis Ray terlihat jelas oleh Agus dan Marvin


"Pulang nanti aja sama aku. Bunda WA tadi kita di suruh ke butik dulu untuk nyobain gaun sama jas untuk resepsi. Motor kamu di taruh di kantor ya." Kata Ray sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Zalynda


"Ehem..ini beberapa dekorasi yang aku buat untuk cluster. Coba dilihat." Kata Alin sambil mengangsurkan iPad nya. Ray memeriksa hasil rancangan Alin sambil mengangguk


"Bagus, tapi bisa nggak elo bikin agak simple Lin, biar terkesan luas. Rumah cluster itu type nya lebih kecil dari rumah di jalan utama." Kata Ray sambil memperlihatkan hasil pekerjaan Alin pada Agus dan Marvin


"Ya harusnya luas bangunan di tambah, habiskan aja lahannya jadi beton semua." Kata Alin


"Nggak bisa, konsepnya modern village. Berarti harus ada sedikit lahan untuk anak-anak hijau." Kata Agus yang menyebut tanaman sebagai anak hijau


Zalynda hanya memperhatikan diskusi keempat orang itu. Rancangan Alin memang bagus, hanya saja menurut Zalynda terkesan penuh dan sempit


"Coba Za, gimana pendapat kamu?" Tanya Ray sambil mengangsurkan iPad Alin


"Iya, cantik. Kan kemarin yang di pakai untuk rumah jalan utama itu hasil dekorasi kamu lho." Kata Ray sambil tersenyum bangga


Zalynda memperhatikan keempat orang yang memandangnya, lalu menerima iPad Alin. Rumah cluster yang di maksud bertype 45 dengan dua lantai. Setidaknya cukup besar bagi Zalynda untuk mengembangkan idenya


Zalynda segera membuat konsep ruang tamu terbuka dengan warna dinding putih di semua ruangan untuk kesan lebih luas. Meja ruang tamu pun dipilih yang bulat dengan disain yang bisa di jadikan tempat penyimpanan untuk pernik-pernik.


Untuk ruang makan dan dapur, Zalynda memilih kitchen bar sebagai pengganti meja makan untuk menghemat ruang dan menjadi sekat alami antara dapur, ruang makan dan ruang keluarga


Beberapa tempat penyimpanan tersembunyi juga Zalynda tambahkan di sana, seperti di bawah tangga, di bawah meja minibar dan dinding tanam dekat pintu masuk. Untuk tangga, Zalynda menggunakan railing kaca untuk menambah kesan luas


Zalynda menyerahkan hasil rancangannya. Ray terlihat manggut-manggut


"Kenapa banyak sekali ruang penyimpanan?" Tanya Marvin


"Rumah type 45 biasanya dibeli oleh keluarga kecil yang masih memiliki anak-anak kecil, Vin. Ruang penyimpanan tersembunyi itu bagaikan harta karun yang dicari di rumah-rumah, selain bentuknya dipercantik hingga nggak mirip kaya tempat penyimpanan biasa, gitu." Kata Zalynda

__ADS_1


"Itu terkesan plain, Ray. Nggak hidup kalau semua dinding putih." Kata Alin


"Biar nggak terkesan plain, kita buat dengan menambahkan warna pada perabotan. Kalau bisa satu ruangan satu warna turunan, jangan tabrak warna karena selain menarik minat pembeli, warna yang berbeda juga sebagai pemisah alami ruangan satu dengan lainnya." Jawab Zalynda panjang lebar


Ray tersenyum mendengar penjelasan Zalynda. Sepertinya kepercayaan diri Zalynda mulai kembali setelah beberapa kali therapy dengan dokter Adina


"Ok, kirim semua rancangan ke klien di Semarang. Biar mereka yang menentukan pakai apa. Sekalian rincian budget nya ya Gus." Kata Ray


"Siap boss." Ujar Agus sambil mengacungkan jempolnya kearah Zalynda


Alin mendengkus pelan. Hari ini pun dirinya kalah dengan Zalynda


Menyebalkan!


FLASHBACK END


Suara handphone nya membuyarkan lamunan Alin tentang kejadian tadi siang. Alin melihat si penelepon. Segera Alin mengangkat video call dari Diva


"Hola, gimana progres merebut Ray dari si Linda? Berhasil kan?" Tanya Diva dengan wajah sumringah.


Diva telah memberikan beberapa tips yang harus dilakukan Alin untuk membuat mental Zalynda down dan pergi meninggalkan Ray


"Apaan yang berhasil? Lo bilang dia lemah tak berdaya, buktinya gue sering mati kuti kalau ngomong sama dia." Sembur Alin galak


"Masa' sih?" Raut wajah Diva tidak percaya dengan yang disampaikan Alin


"Nggak ada satupun tips elo yang berhasil. Malah tadi pas gue mau bikin dia cemburu, eh ini malah dia yang bikin Ray cemburu berat." Dengus Alin


"Bagus dong mereka berantem." Ujar Diva terkekeh


"Tadinya gue berharap Zalynda nangis bombay ninggalin ruangan Ray atau berantem sama Ray. Ternyata mereka malah makin mesra." Kata Alin


"Hmm, satu-satunya jalan elo harus nekat sih Lin." Kata Diva


Alin memicingkan matanya "Maksud elo?"

__ADS_1


"Pakai cara sedikit kotor. Jebak si Ray!" Kata Diva sambil menyeringai


__ADS_2