CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 80


__ADS_3

Ballroom hotel milik keluarga Frederick telah dipenuhi oleh para undangan yang kebanyakan dari kalangan pers. Hari ini sudah tersebar berita kalau Rayhan Putra Farobi akan menggelar jumpa pers setelah peristiwa yang menghebohkan kemarin


Terlihat pula Ardhi Al Farobi yang terlihat masih menawan dan berkharisma di usia kepala lima nya. Ardhi secara diam-diam terus memantau pergerakan para tetamu dan mewaspadai adanya tamu tak diundang yang bisa membahayakan keluarganya


Ardhi pun sudah meminta tolong pada Lean untuk menaruh beberapa bodyguard di Rumah Sakit menjaga Zalynda yang saat ini sedang kritis. Daniel dan bu Reema juga berada di rumah sakit untuk memantau perkembangan Zalynda


Harapan Ardhi, dengan begini permasalahan dalam keluarganya cepat terselesaikan satu persatu.


Ruangan langsung senyap saat melihat Ray sudah duduk didepan para teman-teman wartawan. Ray memindai seluruh ruangan dengan satu sapuan mata lalu mulai fokus dengan para pers


"Terima kasih atas kedatangan teman-teman pers hari ini. Sebelumnya maafkan saya karena tidak mengundang teman-teman dan kerabat untuk hadir di acara akad nikah saya. Di hari ini saya mengumumkan bahwa saya, Rayhan Putra Farobi telah resmi menikah dengan Zalynda Navulia dua bulan yang lalu."


Beberapa gumaman terdengar saat Ray menjeda ucapannya.


"Beberapa hari yang lalu berhembus kabar tidak mengenakkan khususnya untuk istri saya yang sekarang sedang kritis di Rumah Sakit." Mata Ray sejenak menerawang. Seluruh orang terdiam melihat ekspresi Ray seakan ikut merasakan apa yang Ray rasakan


Ray seperti tersadar dari lamunannya saat Ardhi menepuk pelan bahunya. Pemuda itupun melanjutkan ucapannya


"Hari ini saya akan meluruskan sekaligus menceritakan semua kebenaran di hadapan kalian dengan menyertakan bukti-bukti. Harapan saya setelah hari ini, tidak ada lagi media yang menuliskan hal-hal negatif tentang keluarga dan istri saya."


***


Beberapa jam setelah jumpa pers dilakukan, kembali berseliweran berita tentang Ray dan Zalynda. Namun kali ini berita yang beredar adalah berita-berita yang kebanyakan bermuatan positif


Pada situs berita online, banyak komentar-komentar yang masuk dan kebanyakan mendukung serta mendoakan agar Zalynda segera pulih. Tidak sedikit beberapa komentar yang memojokkan Yono dan memberikan selamat karena Yono sudah digiring sebagai tahanan.


Alvin juga di tangkap polisi karena melakukan perdagangan manusia secara sembunyi-sembunyi di clubnya. Sepertinya Alvin lebih mujur karena backingan yang dimilikinya serta beberapa kenalan polisi nakal sehingga Club XX hanya dibekukan sementara waktu sampai kasus ini mereda.


Namun Alvin lebih memilih menutup clubnya dan pindah ke kota lain dengan nama club berbeda agar dirinya tidak lagi berurusan dengan Ray dan keluarganya


***


Di Rumah Sakit Bhakti Luhur, ruang ICU


Terlihat seorang pemuda yang melihat lurus ke arah ruang ICU. Matanya tak lepas memandangi gadis kesayangannya yang terbaring tak berdaya dilengkapi selang-selang dan alat-alat kedokteran

__ADS_1


Walaupun baru sehari, namun Zalynda yang terbaring didepannya sangat berbeda dengan Zalynda yang sudah menemani hari-hari Ray selama dua bulan ini. Tubuhnya terlihat lemah dengan wajah tirus dan pucat. Mata indahnya yang selalu mengerjap kini tertutup rapat


Ray meletakkan tangannya di kaca pembatas ruang ICU, seolah sedang memegang Zalynda. Terdengar ucapan pelan dari bibirnya


"Za..namamu sudah bersih sekarang. Orang-orang jahat itu sudah di tangkap. Tidak ada lagi yang akan menyakitimu. Ayah dan bunda sudah mengetahui cerita dirimu dan sepenuhnya menerimamu. Ayah dan nenekmu pun ada di sini, menunggumu."


Ray menjeda ucapannya untuk menarik nafas. Dadanya terasa sesak dengan kesedihan


"Kita belum merealisasikan toko kue kita. Kamu pernah bilang mau punya toko kue sendiri kan? Oh iya, kita juga belum pernah honeymoon lho. Kamu mau kemana? Mau belanja apa? Aku temenin sampai kamu puas, tapi kamu harus bangun dulu.."


Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Ray.


***


Dua hari berlalu, tidak ada tanda-tanda Zalynda akan sadar. Para dokter kembali memeriksa Zalynda. Mulai dari kondisi vital seperti tekanan darah dan denyut jantung, semua normal. Tidak ada komplikasi akibat operasi. CT scan juga menunjukkan tengkorak Zalynda baik-baik saja


Ray ketar-ketir saat melihat beberapa dokter mengerumuni Zalynda. Ingin rasanya Ray masuk ke ruangan ICU namun Ardhi menahannya. Daniel pun tidak kalah cemas. Pria itu terduduk sambil terus menggoyang-goyangkan kakinya untuk menghalau rasa tidak nyaman di hatinya


Beberapa dokter menoleh menatap Ray. Ray tidak menyukai pandangan itu, seolah ada kabar buruk yang hendak disampaikan. Dua dari beberapa dokter itu keluar dari ruangan ICU menghampiri Ray. Sepertinya mereka adalah dokter senior yang ditugaskan menyampaikan berita


Dokter berkacamata itu menatap ke arah Ray dengan pandangan empati


"Pak, seperti yang pernah kami sampaikan kalau pasien banyak kehilangan darah sehingga mengalami syok hipovolemik dimana jantung tidak cukup kuat untuk memompa darah secara maksimal dan tidak bisa mengalirkan oksigen secara maksimal…"


"Bicara dengan bahasa Indonesia, dokter!" Bentak Daniel tidak sabar


"Kondisi pasien berada dalam keadaan vegetatif persisten.." lanjut dokter berkacamata itu


Ray menggeleng. Pemuda itu pernah membaca tentang kalimat yang diucapkan dokter barusan


"Kau bohong kan dokter?" Tanya Ray. Dokter berkacamata itu menggeleng


"Kami para dokter disumpah untuk menyampaikan kondisi sesungguhnya yang dialami pasien."


Daniel menatap Ray dan dokter berkacamata itu dengan bingung "Siapa saja, tolong jelaskan ada apa ini? Putriku kenapa?"

__ADS_1


Dokter berkacamata itu menatap ke arah Daniel


"Pak, putri bapak berada dalam kondisi koma.."


Daniel langsung mencengkram kerah dokter itu dan mengangkatnya ke atas membuat dokter berkacamata itu berjinjit


"Bohong! Anda pasti salah periksa!" Bentak Daniel


"Daniel, jangan buat keributan di sini kalau kau tidak ingin diusir!" Kata Ardhi keras sambil berusaha melepaskan cengkraman Daniel pada kerah baju dokter berkacamata itu


Daniel menatap marah ke arah Ardhi "Kau tidak tahu rasanya! Dia putriku!"


"Dia juga menantuku, anakku! Aku mengenalnya lebih dulu dibandingkan kau. Aku tahu rasanya!" Kata Ardhi tak kalah keras


Nafas Daniel tersengal. Pria itu melepaskan cengkramannya dan terduduk sambil tersedu-sedu


"Apa ini balasan atas dosa-dosaku, Tuhan? Aku baru menemukan putriku.."


Ardhi tak dapat berkomentar apapun. Pria itu hanya menepuk pelan bahu Daniel.


"Dokter, apa Zalynda bisa pulih?" Tanya Ray pelan


Dokter itu menepuk pundak Ray pelan


"Hanya Tuhan dan keinginan hidup dari pasien yang bisa membuat pasien cepat tersadar dari koma. Banyak-banyaklah memohon pada Tuhan, pak."


***


Walaupun berada dalam keadaan koma, kondisi Zalynda secara keseluruhan cukup baik sehingga bisa dipindahkan ke ruang perawatan. Ardhi berinisiatif memindahkan Zalynda ke rumah sakit milik Frederick Groups Company yang memiliki peralatan lebih lengkap dan para tenaga medis yang lebih ahli


Zalynda ditempatkan di ruangan VVIP agar keluarga bisa leluasa menungguinya. Meskipun sudah dalam kondisi tidak kritis, namun beberapa alat medis masih melekat di tubuh Zalynda untuk menopang kehidupan gadis itu


Ray menatap Zalynda yang masih betah memejamkan mata. Ray sama sekali tidak menyangka kisah cintanya dengan Zalynda akan berada di titik ini. Zalynda sedang berjuang antara hidup dan mati. Namun Ray yakin kalau suatu hari Zalynda akan membuka matanya dan kembali tersenyum kepadanya


Ray perlahan menggenggam tangan Zalynda hati-hati karena khawatir mengenai peralatan medis yang berada di tubuh gadis itu

__ADS_1


"Aku akan menunggumu, Za. Cepatlah bangun.."


__ADS_2