CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 94


__ADS_3

Sinar matahari mulai menyorot tajam di sela-sela jendela yang tertutup tirai. Zalynda menggeliat saat merasakan sorotan sinar matahari mengganggu tidurnya. Perlahan mata gadis itu terbuka dan mengerjap perlahan


Zalynda merasakan sebuah lengan kekar membungkus tubuh polosnya. Tanpa berbalik pun Zalynda tahu pemilik lengan itu, namun tak urung gadis itu menoleh. Ray tampak tertidur lelap di balik punggung Zalynda


Perlahan Zalynda bangkit sambil mencoba melepaskan lengan Ray tanpa membuat pemuda itu terbangun.


"Mau kemana.." Tanya Ray saat merasakan pergerakan di sampingnya. Ray makin mengeratkan pelukannya sehingga Zalynda kembali jatuh ke ranjang


"Udah siang Ray, kamu nggak ke kantor?" Tanya Zalynda sambil menoleh ke belakang.


Ray masih memejamkan matanya "Agak siangan lagi. Aku masih mau peluk-peluk kamu."


Zalynda tertawa kecil sambil membalikkan badannya. Kepala Zalynda berlabuh di lengan Ray dan merapatkan tubuhnya di dada bidang Ray. Mereka memang saling mencintai, namun mereka masih harus belajar untuk menyampaikan bahasa cinta mereka dengan benar kepada pasangannya


Bahasa cinta Ray dominan ke arah Words of Affirmation, dimana Ray senang sekali menghujani Zalynda dengan kata-kata romantis nan bermakna dan Ray pun paling menyukai saat Zalynda mengatakan kata-kata romantis atau kata-kata yang membuatnya lebih diakui, diinginkan dan dibutuhkan. Kata-kata negatif seperti penolakan, sehalus apapun itu amat melukai harga diri Ray


Sedangkan bahasa cinta Zalynda adalah Quality time, dimana hanya menghabiskan waktu berdua saja tanpa melakukan apapun juga sudah membuat Zalynda bahagia. Orang dengan bahasa cinta ini tidak bisa diabaikan. Karenanya, saat Ray mengabaikannya membuat Zalynda seperti orang yang sudah tidak dicintai walaupun Zalynda tersadar kadang pengabaian Ray juga di sebabkan karena dirinya


"Za, tidur lagi?" Tanya Ray memutuskan lamunan Zalynda


"Nggak, aku cuma menikmati momen ini.." kata Zalynda sambil merapatkan kepalanya di dada Ray.


Keduanya kembali terdiam sambil menikmati sentuhan-sentuhan kecil yang diberikan masing-masing kepada pasangannya


"Za.."


"Ya?"


"Kenapa kamu nggak marah sama aku waktu aku telepon tadi pagi?" tanya Ray sambil membelai rambut Zalynda


Zalynda mendongakkan kepalanya menatap Ray "Yang kamu bilang sayang-sayang ke Agus?"


"Eh,kamu tahu itu Agus?" Ray menatap Zalynda heran. Darimana gadis ini tahu?

__ADS_1


Zalynda terkekeh sambil menangkup pipi Ray "Tadi kamu sendiri yang bilang pas lagi ngomel-ngomel."


"Haiish pantesan kamu malah nyosor ke aku." Kata Ray sambil memukul keningnya


"Nyosor, emang aku bebek." Zalynda cemberut sambil mencubiti perut Ray yang keras


Ray tertawa-tawa lalu kembali menghujani wajah dan leher Zalynda dengan kecupan-kecupan kecil. Zalynda terkikik geli karena bulu halus di rahang dan dagu Ray bergesekan dengan kulit lehernya


"Geli Ray.." kata Zalynda sedikit manja. Suara Zalynda membangkitkan gairah Ray hingga level tertinggi


Ray tidak mengindahkan perkataan Zalynda, pemuda itu masih terus menghujani Zalynda dengan ciuman. Zalynda terpaksa sedikit kuat mendorong Ray agar pemuda itu menghentikan aktivitasnya


Ray menatap protes ke arah Zalynda "Kok di dorong?"


Zalynda menghela nafas


"Ini udah siang sayangku, ini jam.." Zalynda meraih jam tangan Ray yang terletak di meja samping ranjang. Mata gadis itu terbelalak. Zalynda langsung bangkit sehingga mengagetkan Ray


"Ya Allah, sudah mau jam sepuluh Ray. Kan aku janjian sama Papa mau ke rumahnya bu Edah." Zalynda menyambar kaos oversize Ray yang berada di kepala ranjang dan memakainya untuk menutupi tubuh polosnya


Zalynda segera keluar dari kamar Ray dan mencari handphonenya. Zalynda duduk di sofa sambil meneliti pesan-pesan yang masuk. Ray juga keluar dari kamarnya hanya mengenakan celana kain tanpa mengenakan atasan. Pemuda itu duduk di samping Zalynda


"Gimana? Kamu mau ke bu Edah?" Tanya Ray sambil membelai rambut panjang Zalynda yang hitam


"Iya, aku langsung aja ke sana ya. Kamu juga cepet mandi, nanti di marahin ayah lho dateng telat ke kantor." Zalynda bergegas menuju kamarnya untuk mandi, tanpa Zalynda sadari Ray mengikutinya dari belakang


Saat hendak menutup pintu, Zalynda memekik mendapati Ray berada di belakangnya sembari menyeringai


"Kamu ngapain disini Ray?" Tanya Zalynda sedikit khawatir


"Katanya tadi kamu nyuruh aku mandi biar nggak telat ke kantornya." Kata Ray menyeringai sambil menutup pintu kamar mandi


Hampir satu jam mereka menghabiskan waktu untuk menuntaskan kegiatan mandi mereka.

__ADS_1


***


Zalynda membawa motornya perlahan. Zalynda baru saja dari rumah bu Edah. Dirinya tidak bertemu Farah atau Daniel, kata asisten rumah tangga bu Edah Farah diajak pergi oleh Daniel. Zalynda cukup tahu diri untuk tidak menghubungi Daniel dan mengacaukan kencan orang tuanya.


Zalynda memutuskan membelokkan motornya ke sebuah mall terbesar di Jakarta untuk berjalan-jalan sebentar sekedar refreshing sambil mampir di supermarket yang terletak di lantai bawah mall


Sudah lama sepertinya Zalynda tidak berjalan-jalan di mall. Sepertinya terakhir kali Zalynda pergi ke mall itu bersama Ghea saat mereka masih di Universitas Gemilang


Zalynda tersenyum melihat deretan kosmetik dan parfum. Zalynda sibuk memilih-milih parfum sambil berfikir apakah Ray akan menyukainya atau tidak. Akhirnya Zalynda menjatuhkan pilihan pada parfum dengan wangi rose vanilla.


Setelah itu Zalynda memanjakan matanya melihat-lihat deretan baju-baju gamis dan kerudung yang sangat cantik. Tangannya menyentuh kain gamis dengan motif batik yang cantik. Begitu lembut dan terasa dingin di kulit. Saat Zalynda membalikkan hangtag harga gamis itu, gadis itu mendesah


Walau Ray membekalinya dengan kartu debit berwarna hitam, tetap saja Zalynda harus meminta ijin Ray untuk membeli sebuah barang.


Zalynda kembali menyusuri deretan kosmetik tanpa berniat untuk membelinya. Perutnya terasa lapar. Zalynda memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum pergi ke supermarket


Segera gadis itu menaiki eskalator menuju lantai 5 tempat food court berada. Harum makanan saat Zalynda menjejaki lantai 5 memanjakan indera penciumannya.


Zalynda segera memesan satu porsi siomay dan teh botol. Tidak berapa lama, pesanannya tiba. Zalynda dengan lahap menikmati siomay nya sambil melihat-lihat orang yang lalu lalang di food court


Mata Zalynda memicing saat melihat sosok yang ia kenal berdiri di depan sebuah kedai. Zalynda memfokuskan pandangannya, benar itu adalah Ray yang berdiri hendak memesan makanan


Zalynda hendak menghampiri Ray, namun gadis itu teringat sesuatu. Dengan cepat Zalynda mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi Ray, menanyakan apakah Ray sedang bersama rekan bisnisnya atau tidak. Zalynda tidak mau mengganggu pekerjaan Ray


Baru saja Zalynda hendak mendial nomor Ray, Zalynda melihat seorang wanita menghampiri Ray. Keduanya terlihat bercakap-cakap sambil menunjuk beberapa menu


Zalynda mengurungkan niat menelepon Ray dan kembali menyimpan handphonenya. Zalynda kembali mengamati. Terlihat Ray mengangguk lalu membawa baki berisi makanan ke tempat duduk. Zalynda bisa melihat keduanya memesan menu yang sama. Mereka mulai menikmati makanan mereka sambil bercakap-cakap diselingi tawa


Hati Zalynda tiba-tiba terasa pedih melihat pemandangan di depannya. Nafsu makannya seketika sirna. Ray terlihat cukup nyaman bersama wanita itu. Hati Zalynda panas, terbakar cemburu


Ingin sekali Zalynda mendekati mereka berdua lalu menumpahkan makanan mereka di baju masing-masing, menjambak rambut indah wanita itu atau berteriak memukuli Ray


Perlahan Zalynda bangkit dari duduknya dan melangkah pelan mendekati Ray dan wanita cantik, entah siapa dia. Tangan Zalynda terasa dingin dan bergetar menahan emosi

__ADS_1


__ADS_2