CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 136


__ADS_3

Zalynda mulai berlari kecil karena merasa seseorang tengah mengikutinya. Kakinya mulai sedikit sakit, otot kakinya menegang namun Zalynda terus memaksakan untuk berlari kecil


Tiba-tiba sebuah tangan mencekal lengannya membuat gadis itu terkejut dan menjatuhkan kantong belanjanya


"Aah.." jerit Zalynda sambil refleks memukuli tangan yang memegang lengannya


"Woow..sorry Za."


Suara itu! Zalynda mengerjap, mengembalikan konsentrasinya. Terlihat Sagara mengangkat tangannya sementara tangan satunya masih memegang lengan Zalynda


"Gara.." nafas Zalynda sedikit memburu.


Sagara perlahan melepaskan pegangan tangannya seraya berjongkok dan mengumpulkan belanjaan Zalynda


"Sorry, aku bikin kaget ya?" Tanya Sagara


Zalynda menggeleng cepat. Sagara terlihat menoleh ke kanan dan ke kiri seolah mencari-cari sesuatu


"Aku lihat kamu lari-lari tadi, seperti sedang menghindari sesuatu. Ada apa Za?" Tanya Sagara


"Nggak ada apa-apa. Hanya perasaanku saja yang mungkin terlalu berlebihan." Kata Zalynda sambil meminta belanjaannya


"Kamu mau kemana? Aku anterin. Ini biar aku yang bawain." Kata Sagara


"Eh nggak usah.." kata Zalynda.


Namun Sagara dengan cueknya melangkah sambil membawa kantong belanja Zalynda. Mau tidak mau gadis itu mengikuti langkah Sagara.


Sagara melirik Zalynda yang terlihat berjalan lebih pelan sambil mengusap perutnya. Sagara pun memelankan langkahnya dan berjalan di sisi Zalynda


"Tumben belanja." Kata Sagara memecahkan keheningan


"Iya, inget ada beberapa barang yang habis di rumah." Kata Zalynda


Sagara menoleh melihat kearah Zalynda yang menyeka peluh di dahinya.


"Mobil kamu di mana?" Tanya Sagara lagi


"Aku nunggu Ray aja di toko kue." Kata Zalynda


Sagara menatap Zalynda heran.


"Kamu perasaan sering banget nungguin di toko kue. Kamu suka banget ya sama kue-kue di sana?"


Zalynda melirik sekilas ke arah Sagara sambil tersenyum kecil. Pria di sebelahnya sepertinya memang tidak tahu toko kue itu adalah kepunyaan Zalynda


"Terus kamu sendiri juga suka ke toko kue itu. Memang rasanya seenak itu ya?" Tanya Zalynda


Sagara tertawa kecil "Iya, rasanya memang enak. Tapi itu bukan tujuan satu-satunya untuk datang ke toko kue itu."

__ADS_1


"Oh, ada maksud tertentu ya." Kata Zalynda


"Iya. Aku ngerasa kamu juga sering pergi ke toko kue itu. Jadinya.." Sagara tidak meneruskan ucapannya. Pemuda itu melihat kearah Zalynda


Zalynda hanya diam tidak menanggapi ucapan Sagara. Zalynda bukan gadis polos yang tidak mengerti maksud kedatangan Sagara. Sebaiknya Zalynda tidak mengakui kalau dirinya adalah pemilik toko kue itu. Bisa-bisa Sagara akan sering datang ke tokonya. Zalynda tidak mau terjadi salah faham antara dirinya dan Ray


Mereka terus berjalan hingga sampai di depan toko kue


"Sudah sampai. Terima kasih kamu sudah bawain belanjaan aku. Sekarang kemarikan, Gara." Kata Zalynda


"Ck, ayo masuk dulu. Kamu kelihatan kepanasan sampai berkeringat begitu. Di dalam juga ada es coklat yang enak banget." Kata Sagara


"Aku tahu, yang bikin resepnya kan aku." Ucap Zalynda yang hanya dilontarkannya dalam hati


"Ayo masuk." Kata Sagara sambil membukakan pintu untuk Zalynda.


Mau tidak mau Zalynda masuk ke dalam toko kue. Beberapa pegawai yang melihat Zalynda menunduk hormat pada dirinya. Zalynda hanya tersenyum dan mengangguk kecil untuk membalas sapaan dari pegawainya


"Tampaknya kamu terkenal juga ya disini." Kata Sagara sambil menarik kursi agar Zalynda bisa segera duduk


"Ya iyalah, kan aku ownernya." Bathin Zalynda sambil tersenyum ke arah Sagara


"Mbak, es coklat dua ya." Kata Sagara pada salah satu pegawai di sana.


Sagara melihat Zalynda masih menyeka dahinya dari keringat. Menurut artikel yang pernah dibacanya memang wanita hamil akan lebih mudah berkeringat, terutama saat kandungannya semakin membesar


Refleks Sagara mengeluarkan sapu tangannya dan ikut mengelap dahi Zalynda


"Kamu ngapain Gara?" Tanya Zalynda dengan nada sedikit tinggi, melihat tangan Sagara menggantung di depannya


Belum sempat Sagara menjawab, tiba-tiba terdengar deheman seseorang dari belakang Zalynda.


Zalynda menoleh dan terkejut melihat seseorang yang berdiri di belakangnya. Seseorang dengan tatapan tajam yang sama sekali tidak ramah


"Ray.."


***


Yono melihat Zalynda dari balik pohon yang kini berjalan bersama dengan seorang lelaki. Yono ingat, lelaki itu yang juga pernah berfoto bersama Diva di butik Tsurayya


"Ck, padahal aku sudah mengikutinya sampai sejauh ini." Bisik Yono sambil berdecak kesal. Perutnya sedikit lapar karena Yono belum mengisinya dari pagi


Suatu kebetulan, Yono mengambil kost di daerah kampus yang sewanya tergolong murah. Saat hendak mencari makan, Yono melihat Zalynda sedang berbelanja. Suatu kebetulan yang sangat baik. Tadinya Yono ingin menakut-nakuti gadis itu, tetapi rencananya gagal karena teman Zalynda tiba-tiba muncul


Yono menurunkan topinya dan segera beranjak pergi memasuki satu warteg yang berada di pinggir jalan. Sembari memesan, mata Yono tertuju pada acara berita di televisi.


Yono beruntung karena ATM nya tidak pernah di blokir oleh tuan Wijaya sehingga dirinya dengan mudah mengambil uang untuk mencukupi kebutuhannya. Entah karena tuan Wijaya berbaik hati atau karena lupa, Yono tidak peduli


"Mungkin aku harus minta tebusan yang besar pada om Wijaya saat menculik Zalynda nanti." Bathin Yono sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya mengingat uangnya sedikit berkurang

__ADS_1


Sembari menikmati makanannya, Yono terus memantau berita yang di sampaikan oleh penyiar televisi. Hingga makanannya habis, tidak ada berita terbaru dari penjara.


"Aku harus cepat, tidak selamanya mereka tahu kalau tahanannya ada yang melarikan diri." Bisik hati Yono


Mata Yono memicing


"Zalynda terlihat berbelanja di area ini. Apa mungkin rumah gadis itu di sekitar sini? Aku harus segera menyelidikinya.." Gumam Yono


Pria itu dengan cepat membayar makanannya dan segera pergi dari sana. Yono sedikit menyesal, seharusnya tadi dirinya terus saja mengikuti Zalynda.


Mata Yono mencari-cari sosok Zalynda. Kebetulan jalanan di trotoar tidak begitu ramai karena bukan saat jam sibuk


"Ck..dimana gadis itu." Bisik Yono kesal.


Saat Yono hampir menyerah, terlihat Zalynda dan Ray keluar dari sebuah toko kue dan berjalan cepat menuju mobil yang terparkir. Yono dengan cepat pura-pura duduk di kursi semen yang di sediakan


"Besok kita ketemu lagi disini ya, bu boss."


Yono mendengar Sagara berteriak. Terlihat Ray mengacungkan tinjunya ke arah Sagara sementara Sagara hanya terkekeh menanggapi Ray


Sagara pun pergi saat melihat mobil Ray sudah melaju. Yono sedikit tergelitik, apa maksud dari ucapan Sagara?


Kaki Yono melangkah menuju ke toko kue itu. Perlahan didorongnya pintu toko. Wangi aroma kue yang manis langsung memanjakan indera penciumannya. Yono kembali teringat akan Anggun yang senang sekali membeli kue-kue.


Hati Yono sedikit perih


"Permisi pak, bisa saya bantu?" Seorang pegawai toko menyapa Yono sehingga pria itu sedikit tergagap


"Ah iya, kue apa yang bisa kamu rekomendasikan?" Tanya Yono


"Oh baik, toko ini memiliki kue…"


Yono tidak mendengarkan apa yang disampaikan pegawai itu. Matanya berkeliling mengamati toko kue itu. Mata Yono tertumbuk pada satu foto yang terpajang di dinding


"Jadi, apa yang anda pesan?" Tanya pegawai itu


"Ng, berikan saja kue yang itu." Tunjuk Yono asal pada kue yang berada di etalase


Yono segera mengikuti pegawai itu menuju ke kasir.


"Ngomong-ngomong dek, itu siapa?" Tanya Yono sambil menunjuk foto yang mencuri perhatiannya


"Oh, itu ibu Zalynda. Owner toko ini." Kata pegawai itu


"Ooh.." Yono mengangguk. Segera Yono membayar kue pesanannya dan beranjak pergi dari kasir


Yono mendekati foto Zalynda yang terpajang di sana. Foto dimana Zalynda tersenyum manis dan di sebelahnya adalah sertifikat sebagai pembuat kue terbaik yang dikeluarkan dari toko kue bu Edah


Yono menyeringai

__ADS_1


"Ketemu…"


__ADS_2