
POV Zalynda
Pernahkah aku mengatakan tentang pernikahan impianku? Iya, terima kasih kalau kalian masih mengingatnya. Dalam setiap lantunan doa sepertiga malamku kuselipkan sebait asa agar Allah mengirimkan seorang pangeran muda yang akan selalu membersamaiku untuk menyempurnakan separuh Dien ku
Seseorang yang selalu tulus menyayangi dan melindungi serta membawaku pergi dari derita berkepanjangan
Awalnya aku merasa salah menikah dengan Ray karena pernikahan kami justru tidak romantis sama sekali. Bahkan aku sudah bersiap setelah akad, Ray langsung menceraikan diriku
Tetapi lihatlah, aku masih berada di sampingnya sebagai istrinya. Dan hari ini adalah hari resepsi pernikahan kami
Persiapan yang dilakukan oleh Mama dan Bunda sangat patut diacungi jempol. Bagaimana tidak? Resepsi pernikahan yang kuminta secara sederhana berubah menjadi resepsi mewah yang mengundang banyak orang termasuk teman-teman perkumpulan dari Universitas Gemilang
Belum lagi dekorasi ruangan yang tertata cantik sesuai dengan pencahayaan. Kemudian makanan yang menggunakan jasa catering selalu tersedia di meja. Lalu kue pengantin hadiah dari bu Edah ikut melengkapi resepsi hari ini
Tiada lagi yang dapat ku ucapkan selain syukur
***
POV Author
"Zaaa.."
Zalynda menoleh dan tersenyum lebar mendapati beberapa gadis-gadis Fabulous Sorority menyerbu dirinya. Betapa Zalynda sangat rindu dengan mereka
"Gila, pesta kamu mewah banget." Kata Mariska, wakil di Fabulous Sorority dulu
"Tadinya aku pengen yang sederhana aja. Tapi ini semua yang ngatur kan bunda sama mama, jadi aku hanya pasrah saja." Kata Zalynda sambil tertawa kecil
"Syukurlah kamu beneran jadi sama Ray Eagle, Za. Kami nge ship kalian dari dulu." Diana salah satu mantan anggota Fabulous Sorority ikut berkomentar
Zalynda hanya tersenyum sambil membathin "Andai mereka tahu kalau dulupun aku sudah menyebutkan nama Ray di tiap bait doaku, pasti aku akan di ledek habis-habisan oleh mereka."
Mereka pun mulai bercerita mengenang masa lalu saat masih tergabung di Fabulous Sorority. Beberapa cerita lucu mengalir. Bahkan para gadis Fabulous Sorority tidak pernah mempermasalahkan status Zalynda yang dikeluarkan dari Universitas Gemilang
"God, is that Andre?" Racau Mariska sambil melihat tanpa kedip ke arah Lean yang menggandeng Ina mesra
"Hu'um. Hey, kedip Mariska! Dia suami orang." Zalynda meraup wajah cantik Mariska yang masih melihat Lean. Biar bagaimanapun Lean adalah suami Ina, adik Ray
"Ck, dia makin kelihatan hot. Tapi aku sudah tobat mengganggunya. Mana Ray?" Tanya Mariska sambil melihat ke sekeliling
"Sepertinya dia juga sedang nostalgia dengan beberapa pria Iron Eagle." Kata Zalynda sambil menunjuk beberapa pria yang mengerumuni Ray sambil memberikan ucapan selamat. Saat pandangan mata Zalynda dan Ray bertemu, keduanya saling melemparkan senyuman
__ADS_1
"Ternyata gosip itu benar." Kata Mariska sambil melambaikan tangan ke arah para pria Iron Eagle yang ikut menoleh saat melihat Ray tersenyum pada seseorang
"Gosip apa?" Tanya Zalynda
"Kalau Ray Eagle, si kanebo kering sudah lentur dan bisa tersenyum." Kata Mariska sambil tertawa
Zalynda melotot sambil mencubit Mariska. "Ngaco ih, dari dulu dia kan bisa tersenyum."
Mariska mengusap-usap lengannya yang tadi di berikan hadiah cubitan oleh Zalynda
"Iyaa, tapi senyumnya cuma sama kamu doang Za."
Zalynda kembali menatap Ray yang masih menatap ke arah dirinya sambil tersenyum. Zalynda pun membalas senyuman Ray
"Zalynda.."
Zalynda dan para gadis Fabulous Sorority kompak menoleh. Beberapa gadis terpana melihat Sagara berdiri menjulang di dekat mereka. Sosok Sagara yang biasanya mereka lihat dalam majalah atau televisi
"Gara.." Sapa Zalynda sopan
Kali ini semua gadis kompak menoleh ke arah Zalynda. Bagaimana Zalynda mengenal Sagara?
"Nggaaak kok mas. Sini sini." Kata Bia yang langsung menggeser posisi Diana dengan Sagara membuat Diana sedikit melotot.
Mariska dengan sigap mengerti keadaan "Come on, awesome sisters. Kayaknya makanan di meja prasmanan enak-enak. Sebelum di ambil kelompok lain mari kita serbu."
Para gadis pun faham dengan kode dari Mariska. Gadis-gadis itupun beranjak mengikuti Mariska setelah sebelumnya bercipika-cipiki dengan Zalynda
Sagara hanya tertawa kecil melihatnya. Lalu kembali menatap ke arah Zalynda
"Sekali lagi selamat ya." Ucap Sagara tulus. Zalynda hanya tersenyum sambil mengangguk
"Apa kau bahagia?" Tanya Sagara
"Tentu saja, ada apa?" Tanya Zalynda
"Nggak. Aku memang tidak terlalu mengikuti berita. Tetapi yang kudengar kamu sempat ada konflik dengan Ray dan keluarganya." Kata Sagara
"Itu sudah beres, Gara. Alhamdulillah sekarang semu sudah baik-baik saja." Zalynda tertawa kecil
Sagara tersenyum "Syukurlah kalau begitu."
__ADS_1
"Namun, kalau kau merasa tertindas dan ingin pergi dari sisi Ray kau bisa langsung meneleponku.."
"Itu tidak akan terjadi.."
Zalynda menoleh mendapati Ray sudah berada di sampingnya. Sagara pun menoleh dan melempar senyuman kecil. Zalynda segera menggenggam tangan Ray karena melihat mata coklat pemuda itu berkilat menahan amarah
Ray langsung menggenggam tangan Zalynda dan menarik gadis itu bersembunyi di punggungnya seolah menghindari Sagara untu melukai Zalynda
"Maaf, aku sepertinya salah bicara. Selamat sekali lagi. Za, nanti kita ngobrol lagi." Kata Sagara tersenyum sambil beranjak pergi dan membentuk kode menelepon dengan tangannya. Zalynda merasakan tangan Ray meremas kuat tangannya
"Apa itu tadi?" Tanya Ray saat Sagara sudah pergi
"Hanya pembicaraan antar teman. Tidak ada yang istimewa, Ray." Ucap Zalynda berusaha menenangkan singa nya
"Terus kenapa kamu layanin obrolan dia?" Tanya Ray lagi.
"Duh Ray, masa aku harus diam saja pas diajak ngobrol? Nanti dikira pengantinnya sombong atau lagi sakit gigi." Kata Zalynda membela dirinya
Ray mendengkus "Lain kali nggak usah pakai acara ketawa-ketawa genit kayak tadi."
Zalynda menatap Ray heran. Kenapa Ray bertingkah seperti anak kecil begini? Zalynda ingin sekali tertawa, namun ditahannya karena akan membuat Ray tambah marah
"Aku nggak ketawa genit Ray. Cuma biasa saja. Masalah ya?" Tanya Zalynda
"Jelas masalah. Soalnya kamu cantik kalau lagi ketawa. Kamu cuma boleh begitu di depan aku saja." Kata Ray lagi
Sungguh Zalynda tidak mengerti jalan pikiran Ray sekarang. Biasanya Ray selalu tidak mempermasalahkan hal-hal kecil. Namun saat ini yang terjadi adalah Zalynda seperti membujuk anak kecil untuk tidak ngambek berkepanjangan
"Iya Ray. Nanti aku nggak ketawa sembarangan dengan lelaki asing." Ucap Zalynda
Wajah Ray langsung sumringah namun hanya sedetik lalu kembali ke mode cool
"Bener ya?" Tanya Ray meminta kepastian. Zalynda mengangguk
Ray sedikit lega mendengar jawaban Zalynda. Pemuda itu tersenyum pada Zalynda dan mengecup dahi Zalynda
"Ayo, aku perkenalkan dengan para relasi dan klien kita." Kata Ray sambil menarik tangan Zalynda . Mau tidak mau Zalynda mengikuti Ray
Mereka pun berkeliling menyapa para klien dengan ramah. Bahkan beberapa kali Ray mengusap kepalanya atau memeluk pinggang Zalynda untuk merapatkan tubuh Zalynda pada tubuh Ray di depan klien mereka sehingga wajah Zalynda sedikit memerah
Zalynda bahagia..
__ADS_1