CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 70


__ADS_3

Zalynda memalingkan wajahnya sembari meringis saat jarum suntik itu menembus kulitnya. Walau hanya sebentar, rasanya lebih ngilu dibandingkan suntikan biasa


"Sudah." Kata dokter Husna sembari tersenyum


"Kapan saya bisa pulang, dokter?" Tanya Zalynda sambil menekuk tangannya.


"Mungkin sore ini. Baik, saya permisi ya." Pamit Dokter Husna. Zalynda mengangguk. Tepat saat dokter Husna keluar, Ray masuk. Zalynda mengenyitkan keningnya


"Kamu nggak ke kantor?" Zalynda refleks melihat jam. Baru jam satu siang


Pagi-pagi tadi Ray memang berpamitan pada Zalynda untuk berangkat ke kantor karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikannya.


"Udah beres urusannya. Cuma periksa surat ijin dari pemda untuk pembangunan cluster baru." Kata Ray sambil tersenyum. Pemuda itu melihat Zalynda menekuk tangannya


"Habis ambil darah?"


Zalynda mengangguk. Ray tersenyum. Ray sudah menceritakan semuanya ke dokter Husna dan dokter Husna bersedia membantu untuk tes DNA Zalynda, Daniel dan Farah


"Kok aku di ambil darah terus sih Ray? Memangnya aku kenapa?" Tanya Zalynda cemas


"Nggak, aku cuma minta kamu diperiksa keseluruhan. Aku pengen istriku sehat." Ray membelai kepala Zalynda dengan sayang.


Drrt..drrt.. Handphone Ray bergetar. Ray segera membaca pesan yang masuk. Jemarinya lincah mengetik pesan balasan


"Ray.." panggil Zalynda


"Ya?"


"Ng, mengenai om Yono. Kamu jangan lapor polisi ya. Aku khawatir kalau om Yono malah balas menyakiti kakek."


Ray melihat kekhawatiran di mata Zalynda. Ray tersenyum


"Nggak kok, cantik." Kata Ray


"Belum.." sambungnya dalam hati


Tok..tok


Bu Edah tampak berada di pintu kamar Zalynda. Ray tersenyum lebar.


"Masuklah bu Edah."


Ternyata bu Edah tidak sendiri. Dirinya ditemani seorang wanita. Zalynda mengerutkan kening melihat wanita di sebelah bu Edah


"Ray, itu bukannya anaknya kakek Wijaya?" Bisik Zalynda


"Kamu pernah ketemu?" Ray menoleh menatap Zalynda


Zalynda mengangguk "Dulu aku pernah diajak kakek satu kali mengunjunginya. Tapi, dia di..Healing Soul. Apa beda orang ya?"


Ray hanya tersenyum menanggapi ucapan Zalynda.


Terlihat bu Edah tersenyum menghampiri Zalynda "Kamu sakit apa Za?*


"Ada kecelakaan kecil, bu Edah. Ada yang mau menyakiti Za. Untungnya Zalynda nggak apa-apa." Kata Ray


Bu Edah menghela nafas lega sambil membelai kepala Zalynda "Syukurlah kamu baik-baik saja."


Bu Edah menoleh sambil tersenyum ke arah Farah. Wanita itu menarik Farah agar lebih dekat ke arah Zalynda

__ADS_1


"Ini teman ibu. Dia juga periksa ke sini tadi. Namanya Farah."


Zalynda tersenyum kecil. Teringat saat dirinya didesak Yono untuk menghancurkan Frederick Groups Company karena menurut cerita Yono, Ardhi sudah membuat Farah lupa ingatan dengan mempermainkan hati Farah.


"Hai,Farah. Kamu Za?" Tanya Farah dengan bahasa patah-patah sambil mengulurkan tangannya


Zalynda menatap Farah takjub. Seingatnya dulu, wanita ini hanya bergumam kecil sambil menatap kosong kearah taman


"Ah iya, saya Za tante.." Kata Zalynda sambil menyambut uluran tangan Farah dan mencium punggung tangan Farah


Farah terhenyak. Dirinya seakan pernah melihat adegan seperti ini dengan gadis yang sama, namun dalam ingatannya gadis itu terlihat lebih muda


Farah tanpa sadar duduk di bed Zalynda dan menatap gadis itu, dalam. Jemari Farah bergerak membelai kepala Zalynda. Sebuah perasaan aneh hingga di hati Farah. Perasaan yang dirinya sendiri tidak tahu bagaimana menggambarkannya.


Saat melihat gelang Zalynda, Farah seakan pernah melihat gelang yang sama seperti milik gadis itu. Namun dimana pastinya, dirinya tidak mengingatnya


Bu Edah berdiri didekat Ray sambil memperhatikan interaksi Farah dan Zalynda


"Beliau bisa berkomunikasi?" Tanya Ray pada bu Edah. Sedikit memelankan suara agar tidak terdengar Zalynda dan Farah


Bu Edah mengangguk "Setahun ini kemajuannya sungguh pesat. Alhamdulillah."


"Pakai therapy apa, bu?" Tanya Ray penasaran


"Semua kebesaran Allah, mas Rayhan. Saya hanya sering mengajaknya bercakap-cakap, rutin ke dokter."


Ray mengangguk sambil terus memperhatikan Farah yang mulai sedikit bercakap-cakap dengan Zalynda. Ray tersenyum


"Sabar ya Za, sebentar lagi.." bathin Ray


***


"Hanya sementara bu, untuk pemulihan. Ray juga minta Za ijin ke ibu untuk tidak masuk beberapa hari ini."


Bu Reema menghela nafas. Sebetulnya dirinya tidak keberatan kalau Zalynda tidak datang ke rumahnya untuk pemulihan gadis itu,dia bisa datang ke tempat tinggal Zalynda. Tetapi kalau Zalynda tinggal di rumah keluarga Al Farobi bu Reema agak sungkan pergi ke sana


"Baiklah, semoga cepat sembuh ya Za."


Bu Reema menutup teleponnya. Daniel melihat raut wajah bu Reema yang lesu


"Kenapa ma?" Tanya Daniel sambil duduk di sebelah bu Reema


"Zalynda ijin nggak bisa datang."


"Ya lah ma, biarkan dia istirahat dulu. Mama ke rumahnya aja. Tahu nggak dimana? Nanti Niel antar."


Bu Reema mendesah pelan "Dia sekarang di rumah keluarga Al Farobi. Sementara saja sih katanya."


Daniel langsung terdiam. Ucapan bu Reema kembali mengingatkan Daniel kalau Zalynda memiliki hubungan dengan orang-orang yang dahulu bermasalah dengannya


"Ohya Niel, tadi sore kamu kemana?"


"Niel ke rumah om Wijaya ma."


"Bagaimana keadaan pak Wijaya?"


"Beliau kena stroke."


Bu Reema menutup mulutnya "Terus?"

__ADS_1


"Menurut Niel stroke ringan. Bisa sembuh asal rajin dibawa ke dokter. Tapi si Yono dan keluarganya seperti tidak memperhatikan kesehatan om Wijaya."


Daniel menoleh menatap bu Reema sambil tersenyum


"Tenang aja, Niel sudah membuat janji dengan beberapa dokter syaraf untuk rutin datang ke rumah om Wijaya melakukan therapy. Niel juga akan rajin kesana untuk mengecek. Dengan begitu, Yono tidak akan bisa menyakiti om Wijaya."


Kening bu Reema berkerut mendengar ucapan Daniel "Emang kamu kenal dokter-dokter di sini? Kan kamu baru tinggal di Jakarta."


"Niel minta Ray yang bikin temu janji, tetapi atas nama TecnoTek."


Bu Reema tersenyum menatap Daniel "Sepertinya kamu dan Ehan bisa cocok."


"Jangan mimpilah ma. Niel masih malas berhubungan dengan keluarganya Ardhi." Daniel beranjak pergi meninggalkan bu Reema


"Aku tidak tahu apa skenario dariMu. Yang aku percaya, semua adalah yang terbaik bila datang dariMu.." bisik bu Reema pelan


***


Zalynda sudah tiga hari tinggal di rumah keluarga Al Farobi. Aya sangat senang dengan kehadiran Zalynda. Wanita itu serasa memiliki teman baru setelah Ina pulang ke Prancis bersama Lean


Aya sengaja menyerahkan beberapa pekerjaan ke Vera dan Anita untuk mengurus pemotretan caturwulan Diva dan Sagara, sementara dirinya mengurus pemotretan untuk koleksi caturwulan di rumahnya untuk sesi Ray dan Zalynda setelah Zalynda sehat


Ray tidak mengijinkan Zalynda untuk kembali bekerja di butik. Karena nya Aya akan menyuruh Aryo dan kru memotret Zalynda dan Ray di taman bunga belakang untuk beberapa koleksi caturwulan sekaligus persiapan foto wedding Ray dan Zalynda


Zalynda pun terlihat lebih bahagia karena merasakan kehangatan keluarga yang selama ini selalu gadis itu impikan.


***


Aya tersenyum menyambut Ardhi dan Ray yang baru saja pulang dari kantor. Ardhi langsung memeluk Aya dan mencium keningnya sementara Ray celingukan mencari seseorang


"Za mana bunda?" Tanya Ray.


"Za? Tadi ada.." Aya belum menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba seorang wanita berkerudung pink berjalan cepat dan meraih tangan Ray. Ray refleks menarik tangannya sambil menatap ke arah wanita itu


"Hei, siapa ka..Za?"


Ray terpana. Zalynda nampak cantik dengan balutan kerudung langsung berwarna pink. Warnanya sama dengan pipi Zalynda yang merona


Ardhi dan Aya tersenyum melihat kedua anak itu. Keduanya segera meninggalkan Ray dan Zalynda untuk memberikan privasi bagi keduanya


"Ng.. maaf ya, baru bisa pakai yang langsung. Belum belajar cara pakai yang dipenitiin." Kata Zalynda sambil menggigiti bibirnya menahan malu karena Ray terus memandanginya namun mampu membuat sesuatu di dalam diri Ray bergejolak


Ray tersenyum lebar sambil mendekati Zalynda. Tangannya membelai kepala Zalynda yang tertutup kerudung


"Terima kasih ya.."


Zalynda menatap Ray bingung "Buat apa?"


"Karena sudah menyembunyikan kecantikanmu hanya buat aku." Bisik Ray sambil mencuri satu kecupan di bibir Zalynda. Zalynda terkejut dan refleks melihat sekeliling khawatir ada orang yang menyaksikan


"Kamu ih, malu. Mau mandi apa makan dulu?" Tanya Zalynda mencoba mengalihkan pembicaraan


"Mau makan. Makan kamu." Kata Ray sambil menggendong Zalynda membuat gadis itu memekik dan refleks berpegangan di bahu Ray. Ray kembali mencuri satu kecupan di bibir Zalynda


"Ya Allah bang! Mataku ternodai!"


Ray dan Zalynda menoleh melihat Ian yang sedang menutup matanya melihat kemesraan Ray dan Zalynda. Wajah Zalynda langsung memerah karena kepergok Ian, sementara Ray hanya terkekeh sambil terus berjalan membawa Zalynda ke atas


"Ya Allah, gini amat jadi jomblo..." gerutu Ian dalam hati

__ADS_1


__ADS_2