CAHAYA BINTANG SURGA

CAHAYA BINTANG SURGA
PART 143


__ADS_3

"Kau akan membayar semuanya, Zalynda.." kata Yono.


Secepat kilat Yono memaksa gadis itu membuka mulutnya untuk meminumkan obat penggugur kandungan yang dipegangnya. Zalynda meronta sambil terus memukuli Yono


DOOK DOOK


Terdengar gedoran pada pintu depan. Harapan Zalynda kembali muncul saat seseorang meneriakkan namanya


"Zalynda! Zalynda!"


Itu suara Ray! Zalynda menatap pintu berharap Ray segera masuk untuk menolongnya. Zalynda menahan diri untuk berteriak, khawatir obat yang dipegang Yono langsung meluncur ke dalam mulutnya


Yono mencium adanya bahaya yang mengancamnya. Namun pria itu tidak peduli. Setidaknya dirinya harus berhasil membuat Zalynda meminum obat penggugur kandungan yang dibawanya.


Zalynda mencoba melepaskan diri dari Yono. Wajah Yono terlihat menggelap. Matanya memerah menahan amarah. Yono makin keras memaksa Zalynda untuk menelan obat yang dibawanya


Yono memencet hidung Zalynda sehingga mau tidak mau gadis itu membuka mulut untuk mengambil nafas. Obat Yono dengan cepat masuk kedalam mulutnya


"Matilah kau!!" Desis Yono sambil menyeringai


Tubuh Zalynda terasa sakit, perutnya mulai terasa berkontraksi namun tenaganya sudah terkuras karena sedari tadi gadis itu memberontak hebat


BRAAAK!


Pintu depan didobrak paksa. Dari tempatnya, Zalynda melihat dalam pandangan mengabur, wajah yang sedari tadi dipanggilnya dalam hati. Raut wajah cemas, khawatir dan murka dari suaminya


"R-Ray.." Desis Zalynda


***


Yono langsung berdiri saat mendengar suara pintu terbuka dengan keras. Wajah pria itu menegang


"B*****t!!" Teriak Ray sambil melompat ke arah Yono


Zalynda mencoba memuntahkan cairan yang sempat ada di mulutnya dengan cara memiringkan tubuhnya. Tubuhnya terasa sakit sekali. Zalynda mencoba memanggil Ray yang sedang menghajar Yono tanpa ampun


Terlihat Sagara yang berada di belakang Ray langsung menghampiri Zalynda dan mengangkat kepala Zalynda


"Za, are you okay?" Tanya Sagara cemas melihat kondisi Zalynda


Zalynda terus saja melihat ke arah Ray yang mengamuk sambil mencoba memanggil Ray


"Ray..Ray.." suara Zalynda terdengar lemah. Sagara langsung menoleh ke arah Ray yang masih menghajar Yono


"Ray! Zalynda membutuhkanmu!" Teriak Sagara yang langsung menyadarkan Ray.


Segera Ray melompat dari tubuh Yono yang sudah terkapar tidak berdaya dan langsung menghampiri Zalynda dan langsung mengecek keadaan Zalynda

__ADS_1


"Sayang, are you okay? Did he touch you?" Tanya Ray sambil mengusap pipi dan bibir Zalynda yang terlihat memar. Wajah Ray terlihat lembut, berbanding terbalik saat dirinya menghajar Yono tadi


Zalynda menggeleng sambil terus menangis. Membuat Ray semakin panik


"Apa yang dia lakukan padamu, sayang." Bisik Ray bergetar


"Ray..perutku sakit. He tried to kill our babies.."


Ucapan Zalynda bagai palu godam yang menghantam jantung Ray. Segera pemuda itu mengangkat Zalynda untuk dibawa ke rumah sakit


Tanpa Ray sadari dibelakangnya, Yono mulai bangkit dan meraih sebilah pisau sambil menatap marah ke arah Ray dan Zalynda. Dengan segenap kekuatan yang tersisa, Yono bangkit dan berteriak menyerang Ray yang sedang membelakanginya


"Heaaa! Matilah kalian semua!!"


DOR! DOR! DOR!!


Ray menoleh ke belakang dengan posisi menggendong Zalynda, menyaksikan tubuh Yono yang roboh akibat tembakan dari petugas polisi


Zalynda menjerit ngeri sambil membenamkan wajahnya di dada Ray. Ray langsung melindungi pandangan Zalynda


Yono langsung ambruk terkapar di lantai dengan mata membeliak. Beberapa petugas polisi yang datang tepat waktu segera memeriksa keadaan Yono


Ray tidak mempedulikan Yono, dengan cepat Ray bergegas pergi ke mobilnya diikuti oleh Sagara


"Gara, tolong bawa mobilku. Aku akan menemani Zalynda di belakang." Kata Ray


Di dalam mobil, Ray memeluk Zalynda erat sementara Zalynda membenamkan kepalanya di dada Ray. Terasa Ray mengusap-usap perutnya


"Aagh.." pekik Zalynda saat merasakan perutnya berkontraksi. Sepertinya obat dari Yono sedikit banyak sudah berpengaruh


"Sayang tenang. Semua akan baik-baik saja." Bisik Ray mencoba menenangkan Zalynda. Dalam hati, Ray sudah ketakutan setengah mati. Tak henti bibirnya merapalkan doa-doa


"Ray.."


Ray menunduk melihat Zalynda yang menatapnya dengan pandangan lemah


"Jika terjadi sesuatu..tolong selamatkan anak-anakku.." bisik Zalynda


Jantung Ray serasa diiris sembilu mendengar ucapan Zalynda. Segera Ray menatap manik coklat Zalynda, dalam.


"Jangan ngomong sembarangan Za! Kau akan baik-baik saja. Anak-anak kita pun akan baik-baik saja!" Kata Ray. Tidak dipungkiri suara Ray ikut bergetar


Bibir Zalynda terlihat pucat. Sesekali gadis itu meringis menahan sakit di perutnya. "Please Ray.. Berjanjilah padaku.."


Ray menggeram tidak mengindahkan ucapan Zalynda


"Gara, cepat!" Ucap Ray keras. Sagara pun segera menaikkan laju kecepatan kendaraannya membelah jalanan. Sesekali terdengar bunyi klakson untuk meminta jalan ataupun menyalip kendaraan-kendaraan

__ADS_1


"Ray.." panggil Zalynda lagi


"Ssshh..Hemat tenagamu, Za. Semua akan baik-baik saja. Dirimu, anak-anak kita. Ya?" Ucap Ray sambil mengecup kepala Zalynda


Ray tidak ingin mendengar sesuatu hal negatif yang akan mempengaruhi pemikirannya. Pemuda itu kembali melihat lurus ke jalan tanpa menunduk melihat ke arah Zalynda


Zalynda kini hanya memejamkan matanya menahan kontraksi di perutnya. Zalynda tahu, dirinya hanya bisa berpasrah diri sambil berdoa menyerahkan segala keputusan terbaik pada Allah


***


Ray berjalan bolak-balik di depan ruangan bersalin. Setelah tiba di rumah sakit dan diperiksa oleh dokter Wilda, langsung diputuskan untuk melakukan tindakan karena melihat kondisi Zalynda


Sagara juga terdiam sambil menautkan dua tangannya. Wajahnya terlihat tegang. Sedikit banyak Sagara merasa bersalah. Karena dirinya lah Zalynda mengalami hal mengerikan seperti ini


"Abang.."


Ray menoleh dan langsung memeluk Aya yang tergesa menghampiri Ray. Ray meluapkan segala emosinya di pelukan Aya. Aya pun dengan cepat balas memeluk putra sulungnya sambil mengelus pelan punggung Ray


"Bunda..abang takut.."


"Sshh, in syaa Allah semua baik-baik saja ya.." kata Aya berusaha menenangkan Ray


Terlihat Ian, Endra berada di belakang Aya. Tak lama Ardhi datang bersama Daniel dan Farah


"Bagaimana Zalynda?" Tanya Farah cemas. Daniel memeluk erat tubuh Farah untuk sekedar memberikan kekuatan pada istrinya


Ray melepaskan pelukannya dari Aya dan menggosok hidungnya. Terlihat mata Ray memerah.


"Masih di ruang bersalin ma." Kata Ray bergetar. Pemuda itu memandangi ruangan bersalin yang masih tertutup


"Bagaimana Yono?" Tanya Daniel pada Ardhi


Ardhi menghela nafas lalu menatap ke arah Daniel "Dia meninggal di tempat."


Daniel mendengkus sambil mengumpat pelan "Kematian yang terlalu mudah untuk orang seperti dia."


Farah mengusap lengan Daniel untuk mengingatkan suaminya. Biar bagaimanapun, Yono sudah menerima balasan perbuatannya


Tiba-tiba pintu ruang bersalin terbuka. Terlihat dokter Wilda keluar. Ray segera menghampiri dokter Wilda


"Bagaimana keadaan istri dan anak-anak saya dokter? Persalinannya berjalan lancar kan?"


Dokter Wilda tidak segera menjawab. Wanita itu memperlihatkan Ray dengan tatapan yang membuat Ray merasakan dingin di sekujur tubuhnya. Lidah Ray terasa kelu untuk memastikan sesuatu yang berlarian di kepalanya


"Dokter..ada apa?"


_______________________________

__ADS_1


Menuju Ending. Gimana part ini? Sudah bikin deg-degan belum?


__ADS_2