CINTA LELAKI BIASA

CINTA LELAKI BIASA
Cerita pahit


__ADS_3

Setelah beberapa saat menangis, Olivia yang sudah kembali tenang, memilih duduk bersandar di bagian kepala ranjang yang terbuat dari kayu yang hanya setinggi dada orang dewasa.


Dia meletakkan sebuah bantal di belakang punggungnya agar terasa nyaman bersandar di sana.


Sementara Alzam, pria itu masih betah memeluk perut sang istri sambil berbaring di samping Olivia. Dengan lembut, perempuan itu mengusap rambut hitam legam Alzam, dan membuat pemuda tersebut semakin nyaman.


“Kamu nggak mau nanya apa-apa, Mas?” tanya Olivia.


“Aku nggak akan nanya, kecuali kamu sendiri yang mau memulai ceritanya,” sahut Alzam.


“Aku yakin, Leon pasti bilang sesuatu ke kamu kan. Dari tadi, dia terus perhatiin aku, bahkan chat aku dan nanyain kenapa aku manyun terus dari tadi,” ucap Olivia.


“Hem... Dia emang ngomong sesuatu ke aku. Tapi dia bilang, aku harus cari tau sendiri dari kamu, karena dia nggak ada hak buat ceritain semuanya ke aku,” sahut Alzam.


Olivia terdengar menghela nafsa berat, dan kembali menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya lagi sekaligus.


Pandangannya menerawang jauh ke depan, seolah tengah mengingat lagi masa lalu yang begitu berat, yang sempat membuatnya depresi.


...Flashback...


Aku sama Nathan udah putus beberapa tahun yang lalu. Tepatnya mungkin sekitar, tiga tahu pas aku baru awal-awal masuk kuliah. Aku sama dia pacaran sekitar satu setengah tahun, sejak aku masih duduk di bangku SMA.


Dia dari dulu biasa hidup di luar negeri, dengan berbagai macam pola hidup bebas di sana. Bahkan se*ks pun dia udah sering lakuin sebelum pindah ke sini.


Sedangkan aku, aku cuma cewek polos, cupu, culun, pemalu dan hanya punya satu teman, yaitu Leon. Itu pun karena dia udah temenan sama aku sejak kecil. Dulu penampilanku nggak banget. Kuncir dua pake poni sealis. udah gitu Mamah pasangin aku kawat gigi, karena gigiku kurang rapi. Mataku juga sedikit bermasalah, jadi aku pun memakai kacamata.


Papah Abi bener-bener protektif banget sama aku. Walaupun Nathan itu cowok potensial, tajir dan dari keluarga yang berada, tapi Papah sama sekali nggak peduli dan nggak serta merta bebasin aku kemana-mana sama dia.


Papah bakalan minta Leon buat jagain aku terus, kemana pun aku pergi, terutama pas aku diajakin ke luar sama Nathan, karena Papah tahu gimana bebasnya Nathan di luar negeri sana.


Dia sampe marah dan cemburu sama Leon gara-gara aku lebih sering sama dia ketimbang dama pacar aku sendiri.


Karena Nathan nggak bisa bebas ngajakin aku sesuai kemauan dia, akhirnya dia sering klubing sendiri, minum sendiri dan cari cewek lain buat muasin n*fsunya. Aku juga tahu dari Leon, yang diem-diem nyuruh orang buat mata-matain tuh orang, karena Leon juga nggak terlalu suka sama Nathan.

__ADS_1


Sampe suatu ketika, aku nggak sengaja lihat pesan foto yang dikirim orang suruhan Leon ke HP nya, yang pas saat itu lagi ngerjain tugas bareng sama aku.


Aku marah, dan minta Leon buat nganter aku ke tempat Nathan saat itu juga. Di sana, aku lihat pake mata kepala aku sendiri, Nathan sedang ciuman sama cewek lain, yang pakaiannya bener-bener seksi.


Bukannya merasa bersalah karena ketahuan selingkuh, Nathan justru ngehina aku. Ngehina penampilan aku yang saat itu masih cupu, dengan kuncir dua, poni tebal, kaca mata bulat dan segala macamnya. Dia sama sekali nggak peduli gimana sakitnya hati aku saat itu.


Dia bilang kalau aku cuma topeng dia, yang dia pake buat nutupin skandalnya dia diluaran. Dia bilang aku bukan tipenya dan nganggep aku cuma pengganggu aja. Aku sakit hati, dan karena nggak tahan, aku lari dari sana sambil menangis.


Kalau diingat lagi, aku bener-bener b*doh udah nangisin cowok kek dia. Dan lebih parahnya lagi, aku bela-belain rubah penampilan aku, supaya jadi kek apa yang dia mau, seksi dan menarik.


Aku bahkan mau aja dikibulin dia, saat dia datang dan minta maaf. Dia beralasan kalau waktu itu dia mabuk dan asal bicara. Aku luluh dengan kata-kata manisnya, dan bahkan menyerahkan first kiss ku sama dia.


Tapi lagi-lagi, aku cuma jadi mainannya dia dan dikhianatin lagi. Bukannya coba nerima aku, dia malah ngejebak aku. Awalnya dia bilang dia mulai suka sama penampilan baru aku yang seksi dan menantang. Lama-lama dia mulai ajakin aku klubing sampai aku ketagihan alkohol.


Endingnya...,


...Flashback end...


Alzam yang merasa ada keraguan di ucapan sang istri pun, membuatnya yang sejak tadi asik memeluk perut Olivia, kini bangun dan duduk menghadap tepat ke arah wajah sang istri.


Nampak mata Olivia kembali berkaca-kaca, saat mengingat masa lalunya yang begitu pahit, saat dikhianati Nathan berkali-kali.


Dia sampai menutup wajahnya dan kembali terisak, membuat Alzam sektika memeluk tubuh sang istri yang kembali bergetar.


Olivia mengusap kasar wajahnya, yang sudah basah lagi karena air mata.


“Endingnya, dia coba ngelempar aku ke temen-temennya. Aku lupa berapa tepatnya, yang jelas ada lebih dari lima orang di dalam kamar itu, dan aku cuma sendirian."


“Dengan teganya, dia duduk dan ngelihat aku... aku di... digrepe sama mereka, bajuku disobek sama mereka sampai aku hampir telanj*ng,” tangisnya kembali menghentikan ceritanya.


Panas, marah, sedih, cemburu, bercampur menjadi satu di dalam dada Alzam. Namun, dia berusaha menekan semuanya, demi menghargai usaha sang istri yang ingin mencoba terbuka kepadanya.


Alzam yakin jika selama ini, hal itu menjadi beban di pikiran Olivia. Perempuan itu pasti khawatir jika suatu saat, Nathan akan mengungkapkannya kepada Alzam sebelum Olivia berhasil jujur lebih dulu.

__ADS_1


Dia hanya bisa diam, dan terus menunggu hingga sang istri selesai bercerita, sambil terus mengusap-usap pundak sang istri dengan lembut.


“Untungnya, aku punya sahabat yang selalu ada kapan aja kek Leon,” ucap Olivia di tengah sesenggukannya


Dia terlihat mengusap lelehan yang membanjiri wajah cantiknya dengan punggung tangan.


“Dia tahu kalau Nathan bawa aku cek-in di hotel, dan dia cepet-cepet nyusul ke sana, sebelum sesuatu terjadi sama aku. Leon malah sampe ngedobrak paksa pintu kamar hotel itu, karena ada pegawai hotel yang ngejaga di depan dan ngelarang Leon buat masuk."


"Dia curiga kalo ada yang nggak beres di dalam. Untuk aja, Leon dateng pas aku belum mereka apa-apain. Kalau enggak, mungkin kemarin kamu bakal kecewa karena aku udah nggak virgin."


“Leon ngehajar Nathan habis-habisan dan orang-orang yang dia bawa nangkep satu persatu cowok yang tadinya mau perkosa aku rame-rame. Setelah kejadian itu, Nathan tiba-tiba pergi ke Jerman tanpa minta maaf ke aku atau jelasin apapun ke aku. Dia sama sekaki nggak peduli sama perasaan aku."


“Aku bener-bener kena mental. Aku trauma berat karena kejadian itu sampe ngurung diri di kamar selama berhari-hari."


“Papah sama Mamah bahkan nggak tahu aku sebenarnya kenapa, karena aku minta Leon buat nggak cerita sama mereka. Aku nggak mau mereka kecewa sama aku. Aku nggak mau Papah sama Mamah sedih."


“Aku sendiri ngerasa kotor banget meski nggak ada yang terjadi sama aku. Hingga akhirnya, setan masuk dan seolah nyuruh aku buat lanjutin aja kebobrokan aku itu. Sejak saat itu, aku jadi hobi klubing, minum-minum, penampilan pun kek yang kamu lihat kemarin-kemarin."


“Tapi pas lihat Mamah lebih belain cowok itu ketimbang kamu, aku bener-bener marah banget. Andai Mamah tahu apa yang udah dilakukan Nathan ke aku, mungkin Mamah juga bakal benci sama dia, tapi disisi lain Mamah juga pasti bakal ngerasa kecewa dan gagal."


“Aku sama sekali nggak nyangka dia bakal dateng ke sini dan ganggu hidup aku lagi. Aku juga takut dia lebih dulu bilang ke kamu soal masalah ini. Mungkin aja dia punya foto atau vidio kejadian waktu itu, yang bisa dijadiin senjata supaya kamu jijik sama aku. Aku panik pas liat kamu ternyata kenal sama dia, dan akhirnya buat aku coba berani buat ungkapin semua ke kamu,” ungkap Olivia.


.


.


.


.


Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.


terimakasih 😁

__ADS_1


__ADS_2