
Setelah mendapatkan informasi dari Alzam, Leon pun segera bertindak. Dia mencari kamera yang dimaksud oleh Olivia, yang belum sempat diamankan oleh Nathan karena aksinya terlebih dulu telah ketahui oleh Leon dan Alzam.
Sehingga jangankan mengamankan barang bukti, dia pun tak bisa melindungi diri dan berakhir babak belur ditangan Alzam dan kini diseret ke kantor polisi oleh Leon.
Meski statusnya masih belum jadi tersangka, akan tetapi Leon berusaha untuk menjebloskannya ke penjara, agar pria tersebut tidak bisa lagi mengganggu Olivia, atau paling tidak memberi efek jera agar dia mau melepaskan dan membiarkan sang sahabat hidup tenang.
Setelah kembali ke TKP, Leon yang meminta orang-orangnya tetap berjaga di sana pun, mecari kamera tersebut dan akhirnya dia pun menemukannya tersembunyi dengan rapi di antara celah sempit dashboard.
Kemera itu hampir tak bisa terlihat, jika saja Leon tidak dibantu oleh petugas yang juga menjaga tempat tersebut.
Setelah ditemukan, Leon pun lalu membawanya ke kantor polisi, guna melihat hasil rekaman yang ada di dalam sana.
Seperti yang telah disepakati oleh Oom Yusman, sang pengacara Andromeda Grup, bahwa identitas Olivia akan tetap disembunyikan. Kondisi publik saat ini bahkan seolah mendukung mereka.
Di saat mereka kebingungan melaporkan Nathan tanpa harus mengungkap identitas Olivia, tiba-tiba saja sebuah pemberitaan bahwa pria itu telah memiliki hubungan dengan banyakan wanita pun terungkap, salah satunya adalah sang CEO XYZ grup, perusahaan yang bergerak di bidang fashion designer, yang telah memiliki brand sendiri.
Sehingga kasus ini pun bisa disamarkan dan tertimpa oleh masalah yang lebih menghebohkan dari pada ini, alhasil masyarakat tidak terlalu fokus pada korban percobaan perkosaan yang dilakukan Nathan di area kampus Nusa Bangsa, karena ada sosok yang lebih menonjol dan tengah menjadi sorotan publik.
Selain berhasil mendapatkan bukti untuk menjebloskan Nathan ke penjara, berita viral itu pun mampu membungkam Nathan karena skandalnya telah terungkap ke publik.
Kedua perusahaan, baik X departemen store maupun XYZ grup, terlihat menutup diri dari sorotan awak media yang mengepung mereka.
Tak ada klarifikasi yang bisa mereka berikan saat ini, mengingat kedua belah pihak merupakan orang-orang terpandang dan juga memiliki bisnis yang sedang berkembang pesat.
Mia terpaksa menerima hukuman dari sang ayah, yang memerintahkannya untuk dikurung di dalam rumah, sampai mereka semua bisa mendapatkan solusi yang tepat, tanpa menyinggung X departemen store.
Mereka bisa saja langsung mendatangi pihak Nathan dan meminta pertanggung jawaban atas apa yang menimpa sang putri, akan tetapi ayah Mia adalah orang yang gila kedudukan, dan dia tidak akan mau mencari masalah dengan klien potensial, dimana dia bisa dengan mudah memasarkan produk-produknya.
...☕☕☕☕☕...
Hari berganti, dan kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Nathan pun sampai di pengadilan. Saat itulah, Mamah Ros mendengarnya dari teman-teman arisan akan kasus tersebut.
__ADS_1
Wanita itu terkejut bukan main, bahkan dia sampai hampir pingsan, terlebih saat mengetahui bahwa kasus tersebut berada di sekitar area kampus di mana sang putri berasa. Ditambah dengan vidio yang belakangan beredar di dunia maya, tentang Alzam yang sedang memukuli Nathan sampai babak belur.
Meski tak ada yang mengenali sosok pemuda tersebut, akan tetapi Mamah Ros begitu mengenalnya.
Pikirannya seketika tertuju pada Olivia, karena putrinya itu pun kuliah di sana, ditambah keterlibatan Alzam di waktu kejadian berlangsung. Dia tak percaya jika pria yang dia banggakan dan harapkan menjadi menantunya, ternyata tidak sebaik yang dia kira. Terlebih saat dia melihat skandal pria itu terungkap baru-baru ini dan menjadi sorotan masyarakat luas.
Mamah Ros bahkan segera meninggalkan teman arisannya dan pergi ke rumah kontrakan Olivia untuk memastikan kondisi putrinya.
Selama perjalanan, wanita itu terus mencoba menghubungi nomor sang putri, akan tetapi seolah diabaikan begitu saja, dan bahkan tak ditolak sama sekali.
Sesampainya di tujuan, dia mendapati bahwa rumah kontrakan tersebut kosong. Wanita itu bahkan sempat bertanya kepada para tetangga yang ada di samping kiri dan kana rumah sang putri. Mereka mengatakan bahwa Alzam dan Olivia sudah beberapa hari tidak kelihatan.
Mamah Ros pun kembali mencoba menghubungi ponsel putrinya, akan tetapi tetap tak dijawab dari Olivia. Hingga akhirnya, wanita itu menghubungi Leon yang mungkin saja tau dimana putrinya berada.
“Halo, Yon. Ini Tante Ros. Kamu tau di mana Oliv?” tanya Mamah Ros langsung.
Dia bahkan tak membiarkan Leon menyapanya terlebih dahulu.
“Oliv... Oliv bukannya di rumah ya, Tante,” jawab Leon.
Leon diam. Pemuda itu tak langsung menjawab seolah sedang berpikir di seberang. Mamah Ros tak tahu jika saat ini, sahabat putrinya itu sedang bersama Olivia juga Alzam, di dalam kamar rawat rumah sakit.
Dia tengah meminta pendapat dari Olivia mengenai memberitahu masalah ini kepada mamahnya atau tidak.
“Liv, gimana?” tanya Leon.
Namun, Olivia masih diam. Dia belum yakin bahwa dengan terus terang, Mamah Ros akan menyerah pada Nathan dan mau menerima suaminya.
Karena tak kunjung menjawab, Mamah Ros pun kembali memanggil Leon dari seberang sambungan, yang membuat pemuda itu terpaksa kembali menanggapi wanita paruh baya itu.
“Maaf, Tante. Aku lagi ada urusan. Nanti Leon kasih kabar kalo udah pasti,” sahut Leon.
__ADS_1
Pemuda tersebut pun menutup sambungan sepihak, sebelum Mamah Ros bisa kembali melontarkan pertanyaan.
Di rumah sakit, Alzam berusaha membujuk Olivia agar mau menemui ibunya, terlebih saat mendengar betapa paniknya suara Mamah Ros, dari speaker ponsel Leon yang sengaja dikeraskan.
“Sayang, udah saatnya Mamah tau. Kasian lho Mamah. Dia khawatir sama kamu. Dia sampe jauh-jauh dateng ke rumah kita buat mastiin kondisi kamu,” bujuk Alzam.
“Aku nggak mau lihat Mamah masih belain Nathan lagi, Mas. Aku muak denger Mamah muji dia terus,” sahut Olivia.
“Liv, bener kata Alzam. Kasian nyokap lu. Dia kek khawatir banget sama elu. Gini aja deh, kalo nyokap lu masih belain Nathan, kita kasih tau dia semua aja biar matanya kebuka dan lihat sebenarnya kek apa laki-laki pilihannya itu,” ucap Leon.
“Iya, Liv. Aku setuju sama Leon. Dan bukan Cuma Mamah, sebaiknya kita juga bilang ke Papah yang sebenarnya,” timpal Alzam.
Olivia nampak berpikir. Dia tahu tak mungkin menyembunyikan hal ini terus menerus. Walaupun identitasnya telah disamarkan, akan tetapi keluarga dan orang-orang terdekatnya pasti akan mengaitkan dirinya dengan kejadian mengerikan itu, mengingat siapa Nathan dan kejadiannya pun kebetulan di kampus Nusa Bangsa, tempat Olivia kuliah.
Ditambah, sang bunda yang telah menyadari bahwa dirinya dan sang suami telah beberapa hari tidak pulang ke kontrakan mereka. Hal ini pasti membuat kedua orang tuanya cemas.
“Ya udah deh. Kita kasih tau Mamah sama Papah. Bagaimana pun juga, lambat laun mereka pasti bakal tau semuanya. Lebih cepat lebih baik, dari pada mereka denger dari orang lain,” ucap Olivia.
“Alhamdulillah. Akhirnya kamu mau membuka hati buat Mamah, Liv. Ya udah, biar Leon yang kasih tau Mamah, aku yang kasih tau Papah yah,” ucap Alzam.
“Jangan. Biar aku aja yang kasih tau Mamah, dan kamu tetap kasih tau Papah. Leon nggak tau caranya ngomong sama Mamah ku. Dia terlalu sopan,” sahut Olivia.
Leon hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap bar-bar sahabatnya, yang bahkan belum bisa menghilangkan trauma akan kejadian kemarin. Akan tetapi, dia justru sudah mau membuat gara-gara dengan ibunya yang jelas-jelas sedang mengkhawatirkannya.
.
.
.
.
__ADS_1
Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.
terimakasih 😁