CINTA LELAKI BIASA

CINTA LELAKI BIASA
Antusiasme


__ADS_3

Umi Fifit mulai memberikan tausiah yang kali ini membahas mengenai kewajiban berhijab bagi wanita muslim. Kebetulan ada anggota baru, sehingga sang ketua memilih materi tersebut untuk mengedukasi Olivia tentang pentingnya menutup aurat bagi seorang muslimah.


Dia memberikan pengajaran, yang bagi seluruh anggotanya sudah sangat hapal mengenai kewajiban seorang muslimah untuk menutup aurat, dari pandangan laki-laki yang bukan mahromnya, sekaligus untuk melindungi dirinya dari kejahatan yang disebabkan oleh syahwat atau n*fsu bir*hi.


“Allah telah memerintahkan kepada kaum muslimin, untuk menyeru kepada istri-istri mereka agar menutup auratnya, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-ahzab ayat ke-59, yang artinya 'perintahkan kepada anakmu, istri-istrimu, serta istri-istri orang mukmin lainnya, untuk memanjangkan kerudungnya ke seluruh tubuh, agar mereka mudah di kenali'.


“Dari ayat ini, kata 'dikenali' bermakna siapa-siapa yang menutup auratnya, sudah pasti adalah para muslimah. Meskipun masih banyak wanita muslim yang belum memutuskan berhijab, akan tetapi tidak menutup kemungkinan mereka akan mendapat hidayah yang mampu membalikkan hati mereka.”


“Hidayah bisa datang dari mana saja dan lewat siapa saja. Seperti Akhwat Olivia ini. Beliau kebetulan memiliki suami seseorang seperti Ikhwan Alzam, yang dikenal sebagai pemuda yang baik dan taat akan ajaran agama, sehingga dia pun mengajak sang istri untuk menuju ke jalan kebaikan pula. Sebagai mana kewajiban seorang laki-laki, yang harus bisa memimpin dan membimbing keluarganya,” jelas Umi Fifit.


Olivia terlihat begitu serius mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan oleh sang pengisi tausiah.


Setelah menyampaikan materi singkat tersebut, sang ketua Majelis taklim pun menawarkan bagi siapa saja yang hendak bertanya.


Seketika, Olivia mengangkat tangan dan mengajukan sebuah pertanyaan.


“Umi, sebelumnya aku minta maaf kalau pertanyaan ini terdengar konyol buat semua temen-temen yang lain, yang sudah pasti lebih tahu dari pada aku yang awam ini. Tapi aku mau tanya, semisal nih ya, suami kita nggak pernah suruh kita buat nutup aurat. Terus berarti dia gimana? Dosa nggak?” tanya Olivia.


“Baik, anna tampung dulu pertanyaan dari anti. Ada lagi?” tanya Umi Fifit.


Setelah Olivia bertanya, Nurul kini yang giliran mencondongkan tubuhnya ke arah gadis di sampingnya.


“Kenapa kamu tanya kayak gitu?” tanya Nurul.


Bukannya menjawab, Olivia hanya mengedikkan bahu tanpa berkata apapun juga. Nurul pun menghela nafas, sambil terus menerka apa maksud pertanyaan Olivia.

__ADS_1


Umi Fifit bilang kalau Mas Al itu orang yang taat. Tapi sudah selama ini dia nggak pernah tuh suruh gue pake jilbab, batin Olivia.


Setelah menunggu, ternyata tak ada lagi yang bertanya. Akhirnya, Umi Fifit pun menjawab pertanyaan Olivia.


“Dalam surat An-nisa ayat 34 yang artinya 'Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita'. Dari ayat ini, bisa kita simpulkan bahwa seorang suami adalah pemimpin bagi istrinya. Seperti halnya saat kita sedang bekerja di kantor, pasti ada tingkatan kepemimpinan bukan. Saya jelaskan seperti ini karena Akhwat Olivia mempelajari tentang manajemen bisnis, yang kemungkinan besar akan mudah dipahami.”


“Saat sebuah divisi mendapatkan tugas, ketika salah satu anggota divisi melakukan kelalaian yang menyebabkan kegagalan, apa yang akan terjadi?” tanya Umi Fifit kepada yang lain, terutama Olivia.


“Ya dapet teguran lah,” sahut Olivia lirih.


“Benar. Karena langsung berhadapan, bertatap muka, maka teguran pun bisa diberikan secara langsung. Tapi, apakah yang ditegur adalah hanya anggota yang melakukan kesalahan saja?” tanya Umi Fifit lagi.


“Kalau internal sih bisa jadi iya. Tapi kalau atasan sudah tahu, kepala divisinya juga ikut kena, gara-gara nggak becus ngurus anggotanya,” jawab Olivia lagi.


“Tepat. Perkara ayat tadi pun sama persis dengan penggambaran tadi. Alhamdulillah Akhwat Olivia sangat paham dengan apa yang anna jelaskan.


“Sehingga, jika istri-istri kau mukmin itu lalai, tidak menutup kemungkinan mereka pun akan mendapatkan cipratan dosanya. Kecuali jika mereka sudah berusaha, akan tetapi istrinya sendiri yang tidak mau menjemput hidayah,” jelas Umi Fifit panjang lebar.


Olivia nampak manggut-manggut mendengarkan penjelasan dari sang pengisi tausiah. Namun, dia masih merasa ada sebuah ganjalan dalam setiap penjelasan yang dia sampaikan Oleh Umi Fifit.


Dia pun kembali mengangkat tangannya dan bertanya demi memuaskan rasa ingin tahunya.


“Maaf, Umi. Boleh nggak aku bertanya lagi?” tanya Olivia.


“Silakan. InsyaAllah akan anna jawab dengan sebenar-benarnya,” sahut Umi Fifit.

__ADS_1


“Dari tadi, Umi selalu bilang 'istri-istri'. Kenapa nggak 'istri' aja? Emang islam itu agama yang nyuruh orang buat selingkuh ya?” tanya Olivia.


Sontak, semua pun saling berbisik karena mendengar pertanyaan Olivia yang seolah menjelekkan agamanya sendiri. Sementara Nurul, gadis itu terlihat tersenyum karena melihat antusiasme dari Olivia yang terus menggali ilmu, dan memuaskan rasa keingintahuannya terhadap ajaran agama.


Begitu pun Umi Fifit yang memang sudah tahu sejak awal, bahwa Olivia adalah gadis awam yang sama sekali belum tersentuh ilmu agama, dari penuturan Nurul sebelumnya. Dia bahkan senang karena Olivia sangat antusias dan tidak hanya berpura-pura mengikuti lalu diam saja sepanjang kajian.


“Pertanyaan yang sangat bagus. Ini juga perlu diketahui oleh semua akhwat di sini, bahwa hal itu tersebut dalam sebuah ayat Al-Quran, tepatnya dalam Surat An-nisa ayat 3 yang artinya 'Kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi, dua, tiga, atau empat, kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil maka kawinilah seorang saja'.”


“Anna paham maksud anti bertanya demikian. Memang belakang ini, banyak laki-laki yang menikahi dua atau lebih wanita atas nama menjalankan sunnah rosul."


"Kebanyakan mereka hanya berpegang pada penggalan awal ayat di atas saja. Namun meraka lupa dengan kelanjutannya, bahwa mereka harus adil kepada istri-istrinya. Ingat, adil itu bukan berarti pukul sama rata, akan tetapi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing istri.”


“Misal, Istri yang memiliki satu anak balita, kebutuhannya sudah pasti berbeda dengan yang memiliki satu anak berusia remaja. Maka, jika memang tidak yakin akan bisa adil, maka cukup punya istri satu saja.”


“Begitu pula yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Dalam riwayat mengakatan bahwa Beliau memiliki sembilan istri. Akan tetapi, dari kesembilan istri ini, hanya satu yang dinikahinya dalam keadaan masih gadis, yaitu Siti Aisyah. Selebihnya adalah janda tua, janda para sahabat yang mati sahid saat perang demi menegakkan agama Islam, dan juga yang lemah dalam ekonominya."


"Semua itu semata-mata karena beliau ingin membantu mereka, dan memberi perlindungan serta kepastian akan nasib anak-anak mereka kelak. Beliau adalah sebaik-baiknya panutan hidup. Apa sudah jelas, Akhwat Olivia?” tanya Umi Fifit.


.


.


.


.

__ADS_1


Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.


terimakasih 😁


__ADS_2