
Di tempat lain, tepatnya di salah satu unit apartemen mewah, seorang pria terlihat baru saja keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan bathrobe.
Nampak sebuah koper besar berada di atas ranjang king size-nya, dengan isi yang sudah terburai keluar.
Terlihat juga beberapa shopping bag besar yang tergeletak di lantai. Bertuliskan brand fashion ternama, dari mulai pakaian, tas, sepatu hingga aksesoris lainnya.
Sebuah bunyi notifikasi pesan masuk muncul dari arah ponsel, yang masih terhubung dengan kabel pengisi data yang ada di atas nakas.
Pria itupun berjalan menghampiri benda pipih tersebut, sambil mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil.
Dilihatnya pesan tersebut, dan seketika sebuah seringai muncul dengan satu sudut bibir yang terangkat ke atas.
Tiba-tiba dari arah belakang, seorang wanita yang sama-sama masih mengenakan bathrobe, menghampiri pria itu dan memeluk pinggangnya. Dia mencoba melihat pesan yang datang, dari balik pundak si pria tersebut.
Setelah bisa melihat sekilas isi pesan itu, dia seketika melepas pelukannya dengan wajah kesal, dan berbalik menuju ke arah lemari pakaian.
“Kamu masih belum bisa lepasin dia? Dia itu udah punya suami lho. Lagipula, ada aku yang selalu care sama kamu,” keluh wanita itu.
Pria tadi pun lalu meletakkan kembali ponselnya, dan berbalik menghampiri wanitanya yang saat ini sedang merajuk.
Dia kemudian balas memeluk pinggang wanita itu dari belakang, dan mengecup pundak putih mulus yang terlihat dari balik bathrobe.
“Mia, kamu kan tahu hubungan kita dari awal itu seperti apa? Just bed partner. Kita udah sepakat kalau hubungan ini tuh cuma simbiosis mutualisme aja. Kamu pake aku, aku pake kamu. Selesai. Ayolah, jangan buat pertemanan kita ini jadi canggung, hem,” bujuk pria itu yang terus saja mengecupi pundak hingga menjalar ke leher si wanita.
Wanita itu merasa geli, namun tak ada ekpresi menikmati di sana. Yang ada justru rasa muak.
“Nathan, stop! Kita udah ngelakuin itu semalam berkali-kali, dan bahkan tadi kita juga baru aja ngelakuin itu di kamar mandi. Hari ini aku harus pergi ke kantor atau Papah ku bakal turunin posisi aku dari kursi direktur,” ucap wanita bernama Mia.
Rupanya, Mia dan Nathan memiliki hubungan yang semacam itu. Teman ranjang. Namun tampaknya, Mia mulai bermain perasaan di sini dan merasa kesal saat Nathan berusaha mendapatkan Olivia kembali.
Setelah mengatakan hal itu, Mia pun pergi ke walk in closet dan berganti pakaian. Sementara Nathan, pria itu nampak mengusap rambutnya kasar karena kesal dengan sikap Mia yang seolah sedang merajuk.
“Shiiiiiiit! Wanita ini udah mulai main perasaan. Kalau aja permainannya nggak mantap, udah ku tinggalin dari dulu,” gumam Nathan lirih.
Keluarga Nathan adalah keluarga kaya dan terpandang. Banyak mata-mata saingan yang berusaha mencari celah untuk menjatuhkan bisnis mereka, sehingga semua anggota keluarga harus menjaga sikap dan jangan sampai terlihat memiliki skandal apapun.
Namun, Nathan yang sudah terbiasa dengan kehidupan di luar negeri, membuatnya haus akan se*eks saat berada di tanah air. Suatu ketika dia pergi ke sebuah klub malam, dan tak sengaja bertemu dengan Mia.
Keduanya mabuk dan berakhir di ranjang hotel bersama. Mia pun bukan seorang amatir. Dia sering melakukan one night stand dengan beberapa pria yang dijumpainya, terlebih saat mabuk.
Akan tetapi, Nathan yang merasa permainan Mia begitu memuaskan, membuatnya mencoba untuk terus bisa menikmati tubuh wanita itu, meski tanpa ikatan apapun.
Dia tahu bahwa wanita seperti Mia adalah tipe manusia yang suka kebebasan dan tidak ingin berkomitmen. Hal ini sangat cocok untuknya yang memang hanya ingin mendapatkan kesenangan saja.
Hal itu pun sudah terjadi bertahun-tahun, bahkan sejak Nathan masih menjadi kekasih Olivia. Pria itu selingkuh dengan Mia, karena dulu Olivia masihlah seorang remaja polos dan lugu, yang bahkan tidak tau bagaiman gaya hidup Nathan yang sangat bebas.
Pria itu mau menjadikan Olivia kekasih hanya karena dorongan dari keluarga, dan juga latar belakangnya yang merupakan pewaris tunggal perusahaan Abimana. Ditambah parasnya yang memang sudah rupawan sejak kecil, membuat Nathan menjadikannya kekasih di mata semua orang.
__ADS_1
Namun, dibalik semua itu dia justru menjalin hubungan lain dengan Mia, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, karena Olivia tidak bisa memberikannya.
Hal itulah yang membuat Olivia sakit hati, terlebih ditambah kejadian yang membuatnya sangat-sangat membenci nathan. Bahkan kepergian Nathan ke luar negeri beberapa tahun lalu pun sempat membuat Olivia depresi sampai dia mengurung diri.
Namun, saat mendengar bahwa kekasih yang dikhianatinya akan menikah, Nathan justru tiba-tiba memutuskan kembali ke tanah air dan berusaha mendapatkan Olivia kembali.
Meski begitu, dia pun masih berhubungan dengan Mia, semata-mata untuk memuaskan n*fsunya. Namun, sepertinya Mia mulai muak dengan semua ini.
Nathan terlihat kembali mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di layar sentuh tersebut. Dia mengirimkan sebuah pesan kepada seseorang, yang tadi mengiriminya pesan.
Setelah menekan tombol kirim, Nathan membuka kiriman tadi yang tak lain berupa beberapa foto, dan menggulir layarnya ke kanan. Seringai mengerikan muncul dari bibirnya, membuat wajah tampan itu seketika berubah menyeramkan.
“Oliv sayang, jangan nangis oke. Lihat kan. Kamu pasti menderita hidup miskin sama suamimu itu. Tapi tenang aja, karena Aku akan dateng buat jadi pahlawan kamu. Hahahaha...,” ucapnya dengan tawa yang menggema di seluruh ruangan.
...☕☕☕☕☕...
Sementara di tempat lain, beberapa saat yang lalu. Leon mencegah Olivia saat hendak turun dari mobil.
Pemuda itu kemudian mendekat ke arah telinga Olivia dan membisikkan sesuatu.
“Ada yang ngawasin kita,” bisik Leon.
“Seriusan, lu?” pekik Olivia.
“Ssstttt! Jangan kenceng-kenceng, beg*,” hardik Leon dengan telunjuk di depan mulutnya yang mengerucut.
“Ntar gue kasih tahu elu. Yang jelas, sekarang elu kudu ikutin arahan gue,” seru Leon.
“Apaan?” tanya Olivia.
“Lu kudu pura-pura nangis, dan ngadu ke gue kalau hidup lu nggak bahagia,” seru Leon.
“Gila lu. Nggak. Kesian dong suami gue jadi korban? Gue tuh bahagia sama Mas Al. Ngadi-ngadi aja lu,” tolak Olivia.
“Eh, pe'a. Gue bilang cuma pura-pura, bukan beneran,” sahut Leon.
“Ngapain kudu pura-pura sih? Mending samperin aja tuh orang, terus kita labrak bareng-bareng biar kapok dan nggak nguntit kita lagi,” timpal Olivia.
“Dih, nih anak pinternya apa beg*nya sih yang kebangetan? Olivia, anaknya Oom Abi yang IQ-nya di atas rata-rata. Mahasiswi kesayangannya semua dosen FE, yang katanya IPK nya selalu sempurna, nih gue jelasin.”
“Kalau elu labrak dia, yang ada kita nggak tau motifnya. Lu nggak kenal dia dong pasti? Sama, gue juga. Tapi kalau kita ikutin permainannya dia, bisa jadi kita bakal nangkep orang yang ada dibalik semua ini. Kita nggak kenal sama tuh orang, tapi kenapa dia kek kepo banget sama idup kita? Jawabannya satu, dia itu suruhan orang yang kenal ama kita. Jadi mending, lu ikutin deh omongan gue dan lihat apa yang bakal terjadi selanjutnya,” ungkap Leon.
“Tapi, tadi kan gue mesra banget sama Mas Al. Gimana pura-pura nggak bahagianya coba?” tanya Olivia.
“Bilang aja elu terpaksa terlihat bahagia, karena nggak enak sama suami lu. Lu tahan-tahan tapi nggak kuat. Apa aja deh yang penting biar lu kelihatan nggak bahagia. Lu kan jago akting. Suami lu aja lu berhasil kibulin. Hahaha...,” sahut Leon.
Seketika sebuah jentikan jari mendarat di kening pemuda tersebut, dan membuatnya mengaduh.
__ADS_1
“Aaawww... Sakit anjir. Lu mah hobi banget mukul gue,” keluh Leon.
“Makanya nggak usah nyindir mulu luh. Buruan turun. Gue nggak mau nilai sempurna gue disalip orang, gegara dateng telat karena nurutin ide lu ini ye,” seru Olivia.
“Aman. Yuk cari tempat yang mudah diambil fotonya. Kita ngeksis dulu. Hahaha...,” sahut Leon.
Keduanya pun turun dari mobil dan melancarkan aksi mereka. Baik Leon dan Olivia belum tahu, bahwa dalang di balik semua itu adalah Nathan, pria yang masih mengharapkan Olivia kembali.
.
.
.
.
aku mau promoin novel temen aku ya bestie, biasa simak di bawah 👇
Alex hanya seorang anak jalanan, untuk memenuhi hidupnya alex terpaksa
mencuri hingga suatu hari alex bertemu dengan mafia dan di besarkan di
lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.
Suatu hari alex mengetahui siapa kedua orang tuanya dan lenyebab
kematiannya, ternyata alex adalah keturuna dari D’devil, D’devil adalah
anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun. Sehingg alex
membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri
dari pembunuh tersebut.
Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari
keluarga gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan
Alex sebagai balas budi karena telah menyelamatkan gunawan.
Apakah alex akan berhasil membalas kematian kedua orang tuanya?
Apakah akan ada cinta di antara alex dan laura?
Bagaimana reaksi alex jika tau laura bukan putri dari gunawan?
__ADS_1