CINTA LELAKI BIASA

CINTA LELAKI BIASA
Happy ending


__ADS_3

Di rumah sakit, Olivia segera dilarikan ke ruangan khusus bersalin. Dokter pun bergerak cepat dan memeriksa kondisi perempuan itu.


“Sudah bukaan lima, ketuban masih bagus. Sejak kapan mulai mules-mules, Bu?” tanya sang dokter.


“Dari pagi, Dok,” jawab Olivia yang saat itu mulesnya kembali menghilang.


“Sebentar lagi bukaan enam, dan mulesnya akan lebih lama dan kerasa banget. Anda suaminya?” tanya sang dokter pada Alzam.


“Iya, Dok,” sahut Alzam.


“Anda di sini temani istri Anda. Minta istri Anda tetap miring ke kiri. Saat mulesnya datang lagi, bimbing dia buat tarik nafas dalam-dalam dan buang pelan supaya sakitnya berkurang,” seru san dokter.


Namun, baru saja dokter itu selesai berpesan, Olivia kembali berteriak kesakitan. Tangannya meremaaas kuat pinggiran ranjang pasien. Dokter pun mengambil alih dan membimbing ibu hamil itu untuk fokus menaik nafas dan membuangnya.


Setelah beberapa kali, sakit itu pun hilang lagi, namun Olivia terlihat begitu lemas. Alzam yang melihat hal itu pun begitu tak tega.


“Sayang, operasi aja yah? Aku nggak tega lihat kamu sakit kek gini,” bujuk Alzam.


Namun Olivia, disela nafasnya yang masih tersengal, menggeleng cepat dan menolak bujukan dari sang suami.


Tak berapa lama kemudian, sakit itu kembali muncul dan semakin lama semakin panjang durasinya. Alzam hanya bisa melakukan yang diminta sang dokter, sambil memasrahkan tangannya untuk digenggam Olivia. Bahkan sampai hampir remuk pun tak dia hiraukan, karena tak tega melihat Olivia kesakitan seperti itu.


Dia terus merapalkan dzikir dan shalawat, berharap agar Allah mengurangi rasa sakitnya.


Selang setengah jam, seorang bidan masuk dan kembali memeriksa bagian bawah Olivia. Tiba-tiba, dia berjalan ke arah telepon dan berbicara pada seseorang.


“Sudah penuh, Dok. Tolong segera kemari,” ucap sang bidan.

__ADS_1


Jeda beberapa saat, dokter terlihat buru-buru masuk ke dalam ruangan dan meminta Olivia untuk terlentang. Sementara beberapa bidan nampak menyiapkan sesuatu yang menjadi tumpuan kaki Olivia.


“Saat mulesnya kerasa lagi, dorong kuat-kuat, sambil tarik lututnya ke arah dada yah. Fokus, usahakan tidak mengeluarkan suara biar tenaganya terpusat ke satu titik,” seru sang dokter.


Saat Olivia masih mencoba mengatur nafas, mulesnya datang lagi dan Olivia dibimbing oleh sang dokter untuk mulai mengejan.


Percobaan pertama masih belum berhasil. Karena ini anak pertama, biasanya perempuan sedikit mengalami kesulitan saat proses persalinan.


Alzma dengan sabar menemani sang istri yang sedang berjuang melahirkan buah hati mereka ke dunia.


Beberapa kali Olivia coba mengejan, akan tetapi bayinya masih juga belum bisa keluar. Perempuan itu sampai sudah sangat lemas. Alzam benar-benar cemas melihat istrinya seperti itu.


“Dok, nggak bisa operasi aja?” tanya Alzam.


“Maaf Pak. Saat ini kepala bayi sudah masuk jalan lahir. Sebenarnya kalau ibunya bisa mengejan dengan cukup kuat, satu kali lagi pun sudah bisa di tarik keluar,” jawab sang dokter.


Mendengar hal itu, Olivia yang sudah sangat lemas pun kembali bertekad.


Saat mules kembali datang, Olivia pun mencoba sekuat tenaga untuk mendorong dengan keras, hingga akhirnya,


OWE! OWEK! OWEK!


Seorang bayi laki-laki pun lahir dari rahim Olivia. Semua orang yang sejak tadi menunggu di luar rumah bersalin, turut merasa lega setelah mendengar tangisan bayi dari dalam sana.


Alzam yang melihat anak pertamanya telah lahir, tak bisa berkata apapun. Hanya keharuan yang menyelimuti hatinya, hingga kedua netranya berkaca-kaca, saat harus mengadzani tubuh mungil yang masih merah itu.


“Mas...,” panggil Olivia dengan suara yang amat lirih.

__ADS_1


Alzam pun menatap lekat wajah lelah perempuan itu. Dia menyerahkan kembali putranya kepada bidan, dan mendekat ke Olivia. Dia mengecup kening sang istri dalam-dalam dan memeluknya.


“Terimakasih, Sayang. Terimakasih, karena kamu udah kuat dan nggak nyerah buat lahirin anak kita,” ucap Alzam.


Sebua senyum tipis terbit di bibir Olivia. Perempuan itu tak menyangka jika hidupnya akan begitu indah bersama seorang laki-laki biasa, yang mencintainya dengan kesederhanaan, dan memenuhi hari-harinya dengan penuh keberkahan.


Terimakasih, ya Allah. Karena Engkau telah menghadirkan Mas Alzam di hidupku,


TAMAT


.


.


.


.


Hai besties, akhirnya selesai juga novel ke empat ku. Terimakasih untuk kalian yang sudah bersedia mampir dan membaca karya receh ku ini😘🙏


sampai ketemu di karya ku selanjutnya yah dan jangan lupa mampir ke karyaku yang lain😁kali aja minat.


...TERBARU...



...TAMAT...

__ADS_1



Sampai jumpa dan terimakasih ya 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2