CINTA LELAKI BIASA

CINTA LELAKI BIASA
Vonis


__ADS_3

Hari berganti. Persidangan akhir pun kembali digelar. Alzam, Leon serta Papah Abi ikut datang menghadapi sidang putusan vonis akan kasus percobaan pemerkosaan, yang dilakukan Nathan terhadap Olivia.


Pada persidangan yang lalu, diungkapkan bahwa kemungkinan besar mereka akan kalah, karena pihak lawan terus menjadikan kerahasiaan identitas Olivia sebagai senjata yang membuat pihak Alzam tak mampu berbuat banyak.


Akan tetapi, pemberitaan baru-baru ini, cukup membuat pukulan telak untuk Nathan, sekalipun pria tersebut tak bisa dikalahkan lewat pengadilan.


Beberapa hari yang lalu, jagat maya kembali dihebohkan dengan pernyataan keluarga dari XYZ grup, di mana mereka mengumumkan bahwa Nathan dan Mia resmi bertunangan sejak lama.


Hal ini dikarenakan, saat Mia dikurung di rumah keluarnya, wanita yang tengah hamil itu terus menunjukkan gejala kehamilan awal, seperti mual, muntah dan pusing. Begitu mereka mengetahui Mia hamil, XYZ group pun segera mencari cara agar pihak Nathan mau bertanggung jawab, yaitu dengan cara mengancam dengan reputasi mereka.


Awalnya, masyarakat menganggap ini sebagai alasan mereka, atas isu kedekatan antara kedua pewaris yang telah beredar luas di masyarakat. Akan tetapi kemudian, dari sebuah sumber tak dikenal mengungkapkan perihal kehamilan Mia, sehingga hal ini pun semakin menjadi berita buruan yang setiap saat diincar oleh pencari berita.


Image Nathan semakin hari semakin buruk, hingga nilai saham X departemen store pun mengalami penurunan yang sangat signifikan.


Hal ini membuat X departemen store kabarnya terpaksa menerima tuntutan dari XYZ grup untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Mia, dengan menikahkan kedua anak mereka.


Kemudian untuk meredakan opini publik yang sedang panas membicarakan hal tersebut, pihak X departemen store berencana akan membuat Nathan menetap di Jerman, setelah dia selesai menjalani hukuman yang akan diberikan oleh hakim hari ini.


Meski pihak Alzam sudah pasrah akan putusan hakim yang kemungkinan besar mengecewakan, akan tetapi semua usaha sudah dilakukan dengan maksimal. Alzam hanya bisa pasrah dan tawakal, menyerahkan semuanya kepada Allah.


Dia percaya bahwa apapun yang akan terjadi hari ini, adalah yang terbaik untuk semua orang.


Hakim pun akhirnya memasuki ruang sidang. Tak perlu menunggu lama, sang ketua pun membacakan vonis hukuman untuk Nathan, berdasarkan proses persidangan yang selama lebih dari satu bulan ini digelar.


“Berdasarkan keterangan para saksi, serta bukti-bukti yang dihadirkan selama proses persidangan, baik dari pihak penggugat dan pihak tergugat, maka kami menimbang dan memutuskan, bahwa saudara Nathan tidak terbukti bersalah atas kasus percobaan pemerkosaan yang terjadi di kampus Nusa Bangsa, akan tetapi terbukti melakukan penyerangan yang menyebabkan luka fisik di beberapa bagian tubuh korban serta mentalnya, sehingga dengan ini pengadilan menjatuhi hukuman kepadanya selama dua tahun penjara, dipotong masa tahanan kepolisian,” ucap hakim.


Ketukan palu sebanyak tiga kali, menyatakan bahwa vonis tersebut telah resmi berlaku.


Alzam berkali-kali terdengar mengucapkan istighfar, karena rupanya sang istri tidak bisa mendapatkan keadilan atas apa yang menimpa pada dirinya. Harusnya, Nathan mendapatkan hukuman minimal dua belas tahun penjara atas apa yang telah ia lakukan kepada Olivia.

__ADS_1


Kekuasaan serta harta, rupanya memang bisa memutar balikan dunia. Alzam kecewa, karena tak bisa membela hak sang istri di pengadilan.


Papah Abi yang melihat hal tersebut, berusaha membesarkan hari Alzam.


“Kita sudah mencoba yang terbaik. Ambil sisi positifnya, Zam. Kita berhasil menyembunyikan identitas Olivia dari publik. Dia bisa menjalani hidupnya dengan normal seperti biasa lagi. Ingat, hukum sosial itu lebih kejam,” ucap Papah Abi.


“Bener, Zam. Walaupun Nathan cuma dapet hukuman dua tahun penjara, tapi hidupnya sejak saat ini akan berubah. Meski X departemen store bisa membungkam media, tapi mereka tak bisa membungkam jutaan masyarakat yang berkomentar negatif pada penerusnya. Mereka mau nggak mau pun harus tegas, dan benar-benar melakukan apa yang udah mereka katakan di depan publik. Kita nggak bisa nahan Nathan di penjara, tapi kita bisa bikin dia kekurung di Jerman sebagai gantinya,” timpal Leon.


Alzam mencoba menerima masukan dari kedua pria yang selalu mendampinginya selama persidangan ini.


Memang benar, meski dia tak bisa menahan Nathan di penjara, akan tetapi pria itu tetap akan merasakan penjara dari keluarganya sendiri.


Disamping itu, yang terpenting adalah sang istri yang namanya tidak dibawa-bawa dan tetap dirahasiakan dari khalayak ramai. Bahkan persidangan pun selalu berjalan tertutup. Hanya yang berkepentingan saja yang bisa datang dan menyaksikan.


Akhirnya, setelah semua keluar, Alzam dan rombongan pun memilih untuk pergi juga dari sana. Tak ada lagi yang bisa mereka lakukan.


Sepanjang perjalanan, Alzam nampak diam. Papah Abi dan juga Leon berusaha memakluminya dan tak mau mengusik pemuda tersebut.


Olivia seolah sudah tahu hasilnya, hanya dari raut wajah sang suami yamg terlihat murung.


Dia pun berjalan mendekat, dan memeluk suaminya erat-erat. Begitu lun alzam. Pemuda tersebut seolah tengah melatakkan sejenak semua kekecewaan dan kesedihan di hatinya, dan bersandar pada tubuh kecil sang istri.


Dia mencari ketenangannya di sana. Di diri perempuan yang telah mengalami masa sulit, akan tetapi tak bisa mendapatkan keadilan yang sesuai.


“Maafin aku yah,” ucap Alzam.


Olivia menggeleng dalam pelukannya.


“Kamu udah lakuin yang terbaik. Aku nggak papa kok. Selama ada kamu, itu udah cukup buat aku bertahan,” sahut Olivia.

__ADS_1


“Aku janji, selama aku masih hidup, kamu dan anak kita nggak akan pernah diganggu orang lain lagi. Kejadian kek gini, nggak akan aku biarin menimpa kalian lagi,” ucap Alzam.


Olivia mengangguk cepat, dan semakin mengeratkan pelukannya.


“Ehm... Aku percaya sama kamu, Mas. Kamu suami terhebat yang ada di dunia ini,” sahut Olivia.


Perempuan itu pun tahu perasaan Alzam. Pemuda tersebut pasti kecewa pada dirinya sendiri, karena kekalahan dalam sidang kali ini. Olivia pun berusaha membesarkan hati sang suami.


Semua orang memilih menyingkir dari sana, memberi ruang kepada Alzam dan juga Olivia untuk melepas semua beban yang ada di hati masing-masing.


...☕☕☕☕☕...


Beberapa minggu telah berlalu sejak sidang vonis dijatuhkan. Alzam nampak selalu menemani sang istri di rumah, dan baru pergi ke kedai saat Mamah Ros datang dan menemani Olivia.


Perempuan itu terlihat masih trauma untuk keluar rumah karena kejadian tempo hari. Dia yang awalnya menolak cuti, bahkan dengan sendirinya mengajukan cuti kuliah selama dua semester, karena terus teringat kejadian itu saat datang ke kampus.


Alzam benar-benar tak tega melihat sang istri yang dulu selalu tampil percaya diri, sekarang seolah seperti trenggiling yang selalu menyembunyikan dirinya dari dunia luar.


Untungnya, mereka masih bisa memberikan alasan kepada setiap orang yang penasaran, akan kondisi Olivia yang jarang terlihat keluar rumah, dengan mengatakan bahwa hal tersebut dipengaruhi karena sakitnya tempo hari, ditambah sindrom awal kehamilan.


.


.


.


.


Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.

__ADS_1


terimakasih 😁


__ADS_2