CINTA LELAKI BIASA

CINTA LELAKI BIASA
Pengin


__ADS_3

Hari-hari berlalu, dan hubungan Alzam dengan istrinya, Olivia, terlihat semakin mesra. Tak terasa, pernikahan mereka hampir menginjak dua bulan, dan sudah banyak yang dilalui keduanya untuk sampai di tahap seperti sekarang ini.


Olivia semakin lengket dan terus ingin menempel kepada Alzam. Hanya karena kuliah saja yang membuatnya rela berpisah sementara dengan sang suami hingga sore hari, tapi setelah itu dia akan terus menempel pada Alzam seperti lem super.


Namun, pemuda tersebut sama sekali tak keberatan. Dia justru senang melihat sang istri bermanja-manja padanya, meski kadang manjanya agak keterlaluan. Seperti yang terjadi malam ini, ketika mereka baru saja selesai melakukan kegiatan panas bersama. Tiba-tiba Olivia teringat akan tukang rujak yang jualan di dekat warung yang ada di komplek perumnas mereka.


“Mas, aku kok tiba-tiba pengin rujak ya,” ucap Olivia.


Saat ini, dia sedang nyaman-nyamannya bersembunyi di dalam pelukan sang suami. Begitu pun Alzam yang sedang membelai lembut surai coklat gelap Olivia, sambil sesekali menciumi puncaknya.


“Ehm... rujak apaan?” tanya Alzam.


“Rujak sayur. Itu lho, yang waktu itu aku pernah ceritain. Yang jualnya deket warung sebelah sana,” jawab Olivia sambil menunjuk ke sebuah arah.


“Oh... ya udah besok aku beliin. Jualannya jam berapa sih?” tanya Alzam.


“Nggak mau besok. Maunya sekarang aja. Pengin,” rengek Olivia.


“Sekarang?” tanya Alzam bingung.


Dia lalu meraih ponsel yang berada di atas meja rias sang istri dan melihat jam yang tertera di layarnya.


“Tapi ini baru jam dua pagi, Sayang. Mana ada yang jual rujak jam segini?” tanya Alzam.


“Ehmmm... ya udah deh,” ucap Olivia.


Wajahnya berubah manyun. Dia bahkan melepas pelukannya dari sang suami, dan berbalik memunggungi Alzam.


Hal itu membuat pemuda tersebut menautkan kedua alisnya bingung, melihat sikap sang istri yang tiba-tiba merajuk hanya karena masalah rujak.


Helaan nafas berat terdengar dari mulut Alzam. Akhirnya, Alzam pun mendekat dan menyentuh pundak sang istri dengan lembut.


“Liv, jangan ngambek dong. Entar cantiknya ilang lho,” bujuk Alzam.


“Bod* amat. Kamu nggak sayang lagi sama aku,” sahut Olivia kesal.


Dia bahkan mengedikkan pundaknya dan menyingkirkan tangan sang suami.


Alzam lagi-lagi harus menghela nafas panjang, menghadapi sikap Olivia yang entah kenapa tiba-tiba jadi seperti ini.


“Sekarang nggak ada yang jual, Liv. Lagian kamu aneh-aneh aja, masa minta rujak jam segini. Mana ada?” tanya Alzam.

__ADS_1


“Bod* amat,” sahut Olivia ketus.


“Haaahh... ya udah gini deh. Gimana kalo kita bikin sendiri aja?” ajak Alzam.


Mendengar hal itu, Olivia seketika berbalik dengan wajah yang nampak sumringah.


“Beneran? Emang kamu bisa?” tanya Olivia.


“Nggak sih. Tapi, kita cari resepnya di internet aja. Gimana?” tanya Alzam lagi.


“Aaahhh...mau. Ayo bikin sekarang,” ajak Olivia.


Perempuan itu seketika bangun dan menarik tangan Alzam, bahkan dia sampai lupa saat ini dirinya dan sang suami masih tel*njang bulat.


“Eeehhh... Pake baju dulu. Bersih-bersih dulu, baru bikin rujak. Masa mau bikin rujak tel*njang gitu? Mesum,” goda Alzam.


Olivia pun tertawa kikuk, dan segera meraih handuk yang tergantung di balik pintu dan memunguti piyama tidurnya yang berserakan di lantai.


“Aku ke kamar mandi duluan ya,” ucap Olivia.


Perempuan itu pun lalu keluar meninggalkan sang suami yang masih berbalut selimut di atas kasur.


Selang beberapa saat, Olivia sudah kembali dari kamar mandi dan telah mengenakan kembali piyama tidurnya. Dia melihat sang suami yang masih berada di tempat sambil asik bermain dengan ponselnya.


“Mas, ngapain sih?” tanya Olivia.


“Ehm... oh... lagi nyari resep buat bikin rujak. Nih,” jawab Alzam sambil menunjukkan layar ponselnya.


“Oh... aku udah selesai bersih-bersih. Bangun gih, aku udah pengin banget rujaknya,” seru Olivia.


“Ambilin handuk ku dong,” pinta Alzam.


Tanpa menyahut, Olivia pun langsung meraih handuk suaminya dan memberikannya pada Alzam.


Pemuda itu pun lalu bangun dan melilitkannya di pinggang.


“Liv, bisa bantuin aku cuci sayuran yang ada di kulkas nggak?” tanya Alzam.


“Sayur apaan, Mas?” tanya Olivia balik.


“Ambil kacang panjang, kubis, sama mentimun. Kacang panjangnya kamu potong seukuran jari-jari dulu baru habis tu di cuci. Kubis sama mentimunnya kamu cuci langsung aja. Nanti aku nyusul ke dapur,” seru Alzam.

__ADS_1


“Siap, Bos,” sahut Olivia.


Alzam pun lalu pergi ke kamar mandi sementara Olivia ke dapur dan melakukan apa yang diminta oleh suaminya.


Tak berselang lama, Alzam yang sudah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian, bergabung dengan Olivia untuk membuat rujak yang diinginkan perempuan itu.


Dia merebus kacang panjang dan juga kubis sebentar hingga layu, lalu kemudian mulai menyiapkan bahan untuk membuat sambalnya.


Berbekal resep dari internet, Alzam mencoba membuat sambal kacangnya dan mencampurnya dengan sayuran yang telah di rebus.


Setelah berkutat dengan ulekan, akhirnya sepiring rujak ala Alzam pun jadi. Dia membawanya ke depan TV dan menyajikannya kepada Olivia. Tak lupa sebungkus kerupuk putih menjadi pelengkap kudapan malam yang dibuatnya.


“Coba cicipi. Enak nggak,” seru Alzam.


Olivia pun mengambil garpu dan mulai mengambil sesuap rujak buatan suaminya. Seperti biasanya, Olivia akan meminta rasa yang sedikit pedas untuk sambalnya.


“Ehm... eehhhmmmm... enak. Buat aku aja yah, Mas? Kamu jangan minta,” ucap Olivia.


Alzam hanya tersenyum melihat sang istri yang begitu lahap memakan rujak pertama yang dia buat. Alzam yakin kalau rasanya tak seenak buatan penjual itu. Akan tetapi melihat Olivia yang sangat lahap memakannya, dia sudah cukup senang.


“Hati-hati makannya. Nggak ada yang bakalan minta kok,” ejek Alzam.


Olivia hanya mengangguk dengan tangan yang terus menyendokkan rujak ke mulutnya. Satu piring, dua piring, bahkan hingga tiga piring sudah Olivia habiskan. Kubis dan kacang panjang yang direbusnya hanya bisa untuk dua porsi, dan porsi terkahir semuanya berisi mentimun.


Namun Olivia terlihat tetap begitu lahap memakannya. Alzam sampai geleng-geleng kepala melihat sang istri yang makan seperti kesetanan. Perempuan itu awalnya ingin tambah lagi, namun Alzam melarangnya, takut dia sakit perut karena terlalu banyak makan rujak.


Namun kali ini, Olivia tak merajuk dan dia langsung menurut untuk berhenti. Dia bahkan seketika menguap dan meminta Alzam untuk menemaninya tidur.


Bahkan untuk merapikan dapur yang masih berantakan pun tak diijinkan oleh Olivia, karena perempuan itu terus menarik Alzam agar masuk ke kamar dan memeluknya sampai tidur. Alhasil, keduanya pun tidur dini hari dan bangun menjelang pagi. Bahkan Alzam pun melewatkan sholat malamnya dan langsung sholat subuh.


.


.


.


.


Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.


terimakasih 😁

__ADS_1


__ADS_2