CINTA LELAKI BIASA

CINTA LELAKI BIASA
Lebih seksi dari ini


__ADS_3

Hari pertama pindah rumah benar-benar membuat keduanya lelah, terlebih Alzam yang harus melakukan semuanya sendiri, karena sang istri yang belum tau bagaimana cara untuk mengurus rumah.


Dari mulai memasang sprei, lampu, gorden, menyapu hingg mengepel lantai, juga membersihkan debu dari perabotan rumah yang ada, semua dikerjakan sendiri oleh Alzam.


Namun, Olivia tak hanya duduk diam, dia pun memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh suaminya.


Dia memang gadis kaya raya yang manja, biasa terpenuhi keinginannya hanya dengan sekali tunjuk. Namun, dia bukanlah gadis bod*h dan pemalas yang tidak bisa belajar dengan cepat. Dia hanya belum tau caranya dan ingin mempelajari semuanya, sambil menikmati pemandangan indah di depan mata. Apa lagi kalau bukan sang suami yang sudah menjadi candu baginya.


Dengan kedua lutut yang terangkat naik ke kursi, dan kedua tangan yang menyangga pipinya, Olivia terus menggerakkan bola mata mengikuti kemana arah sang suami bergerak.


Setelah Alzam selesai mengepel seluruh ruangan yang berakhir di dapur, dia berdiri sebentar sambil memijat pinggangnya yang terasa sedikit kaku, dan menyeka keringat dari keningnya.


“Awas, nanti ngiler liatin aku terus,” sindir Alzam.


Dia lalu menoleh ke arah sang istri yang tersenyum mendengar perkataan darinya.


“Enak aja. Nggak lah. Kan aku dari tadi mingkem,” sahut Olivia.


Mereka pun terkekeh hanya dengan guyonan kecil seperti itu. Alzam pun kembali melanjutkan kegiatan bersih-bersihnya. Setelah selesai, pemuda tersebut masuk ke kamar dan mengambil handuk bersih dari dalam lemari.


“Aku mandi dulu, habis itu kita pergi belanja ke supermarket yuk,” ajak Alzam.


Olivia yang mendengar seruan tadi pun bangun dari duduknya, dan menghampiri sang suami yang saat ini berada di dalam kamar. Alzam nampak sedang mengambil pakaian gantinya, dan meletakkannya di atas tempat tidur.


“Emang kamu nggak capek, Mas?” tanya Olivia.


Gadis itu berdiri di ambang pintu, dan bersandar di sana.


“Cuma nyapu ngepel doang. Biasa aja sih. Lagian kan ada kamu. Nanti kamu pijitin yah,” ucap Alzam sambil menoel hidung sang istri, lalu berbalik kembali mengambil baju gantinya.


“Ehm... Maunya. Tapi nggak papa deh. Buat suami ku tersayang, apa sih yang nggak?” sahut Olivia.


Namun tiba-tiba, Alzam berbalik dan mendekat ke arah Olivia yang masih berdiri di tempat.


“Yakin nih apa aja?” tanya Alzam dengan tatapan dan seringai nakalnya.


Seketika, Olivia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, dan berbalik melarikan diri ke arah ruang tamu.


“Mas Al mesuuummmmm!” pekiknya.


Hal itu sontak membuat Alzam terkekeh. Pemuda tersebut tertawa sambil berjalan ke kamar mandi, sampai suaranya menggema dari dalam sana.


...☕☕☕☕☕...


Sore hari setelah sholat ashar, Alzam dan Olivia berboncengan motor menuju ke salah satu pusat perbelanjaan, yang berada tak jauh dari tempat mereka sekarang.


Alzam mengajak Olivia jalan-jalan sambil berbelanja keperluan rumah tangga, atau lebih tepatnya mencari sesuatu untuk mengisi lemari pendingin dan rak dapur mereka yang masih kosong.


Sesampainya di sana, Alzam mengajak Olivia langsung menuju ke supermarket, sambil mendorong sebuah troli.

__ADS_1


Mulai dari sayuran, daging, hingga kebutuhan lain seperti sabun, pasta gigi, deterjen, dan lain sebagainya.


Saat berada di area pendingin, Olivia melihat tanpa berkedip ke arah deretan beer kaleng, yang dulu sering ia minum saat sebelum menikah dengan Alzam.


Sementara sang suami, dia terlihat sedang memilih beberapa buah-buahan dan juga nata de coco, yang rencananya akan dibuat es.


“Kamu suka buah apa aja, Liv?” tanya Alzam.


Dia terus memilih buah-buahan segar yang dijual di sana, dan bermaksud meminta pendapat dari sang istri.


Namun, yang ditanya hanya diam. Akhirnya, Alzam pun menoleh dan melihat bahwa sang istri tengah melihat ke satu arah. Dia pun mengikuti arah tatapan mata gadis tersebut.


Matanya memicing, mencoba melihat dengan jelas dari kejauhan, apa yang sedang dilihat oleh sang istri.


Saat menyadari benda apa itu, Alzam pun hanya geleng-geleng kepala. Dia mencubit pipi Olivia dengan gemas, hingga membuat gadis itu mengaduh.


“Aaawwww.... Sakit!” pekik Olivia.


“Lihati  apa kamu, hem?” tanya Alzam gemas.


Tertangkap basah melihat miras dengan begitu inginnya, Olivia pun hanya bisa nyengir kuda.


“Hehehe... Nggak kok, Mas. Cuma inget masa lalu aja. Hehehe...,” jawab Olivia asal.


Alzam pun mengusap lembut pipi Olivia yang tadi ia cubit hingga membekas merah.


“Iya, Mas. Aku cuma lagi inget-inget rasanya doang. Kek nya seger banget deh. Hehehe...,” sahut Olivia.


Alzam hanya bisa menghela nafas mendengar ocehan dari sang istri. Dia lalu mengambil sebuah apel dan juga sebuah jambu kristal.


“Suka yang mana?” tanya Alzam.


Olivia mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk, sembari menimbang buah mana yang ingin diambilnya.


“Ehmmm... Gimana kalau jangan keduanya. Aku lebih suka kiwi sama strawberry,” jawab Olivia, sambil mengambil dua buah yang dia mau.


“Oke, kita ambil yang itu. Tambah ini juga yah,” sahut Alzam, sambil mengambil setangkai buah anggur hijau.


“Emang mau buat apaan, Mas?” tanya Olivia.


“Tadi kayaknya ada yang pengin seger-seger kan? Kita bikin aja di rumah,” jawab Alzam.


Dia lalu mengambil satu bungkus biji selasih dan sebotol sirup rasa melon serta setengah buah melon.


Setelah merasa belanjaannya sudah cukup, mereka pun berjalan menuju ke arah kasir. Olivia terus menggelayut di lengan Alzam, sambil pemuda itu mendorong troli belanjaannya.


Saat melewati stand pakaian tidur, Olivia kembali berhenti dan membuat Alzam pun menoleh, lalu kemudian melihat ke arah pandangan sang istri tertuju.


Deretan baju tidur lucu pasangan tergantung di depan sana. Alzam pun tersenyum dan merangkul pundak Olivia.

__ADS_1


“Lihat yuk,” ajak Alzam.


“Tapi belanjaan kita udah banyak lho,” sahut Olivia.


“Cuma baju aja, nggak papa kok. Aku masih bisa beliin kalau kamu mau,” ucap Alzam.


“Yeeeeyyyy... kalau gitu, ayo kita lihat, Mas,” ajak Olivia.


Gadis itu menarik lengan suaminya dan meninggalkan troli belanja mereka di dekat stand baju tidur. Mereka melihat lihat piyama tidur di sana. Pilihannya ada di deretan piyama couple lucu untuk pasangan.


“Mas, beli yang ini yah. Kamu yang biru aku yang pink. Lucu, ada gambar monyetnya,” pinta Olivia.


“Yang itu?” tanya alzam.



Olivia mengangguk, sambil melihat-lihat lagi piyama couple lainnya. Namun, tiba-tiba Alzam menepuk pundak Olivia dan membuat hadir itu berbalik.


Alzam menunjukkan sebuah gaun malam tepat di depan Olivia, dan membuat gadis itu mengernyitkan kening. Gaun tersebut berbahan satin dengan bagian dada yang turun ke bawah, yang pasti akan memperlihatkan belahan dada Olivia jika di pakai. Panjangnya pun hanya sampai paha, dan membuat yang memakai terlihat seksi.



“Gimana kalau beli yang ini juga?” tanya Alzam.


“Kamu mau aku pake itu, Mas? Seriusan?” tanya Olivia datar.


“Kenapa? Boleh dong?” tanya Alzam menggoda.


“Boleh sih. Cuma, yakin mau yang ini? Aku ada lho kado dari Leon. Lebih bagus dari yang ini,” ucap Olivia.


“Udah ada?” tanya Alzam menganga.


Kini giliran dia yang terkejut dengan reaksi biasa saja dari sang istri, saat dirinya bermaksud menggodanya malah Olivia tampak biasa saja.


“Ada. Ntar deh aku kasih liat kalau udah sampe di rumah. Kalau yang ini terlalu tertutup. Yang di rumah malah lebih seksi lagi,” jawab Olivia.


Alzam seketika tak bisa menelan salivanya sendiri, membayangkan gaun malam yang kata Olivia lebih seksi dari yang dipilihnya.


.


.


.


.


Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.


terimakasih 😁

__ADS_1


__ADS_2