CINTA LELAKI BIASA

CINTA LELAKI BIASA
Transformasi


__ADS_3

Alzam menoleh dan mendongak ke atas. matanya seketika membola. Tubuhnya membeku melihat pemandangan indah di atasnya. Jakunnya naik turun seolah kesulitan menelan salivanya.


Dia bangun dan melihat sang istri dari atas hingga bawah, layaknya sebuah mesin pemindai.


Olivia menggigit bibir bawahnya, karena merasa malu dilihat seperti itu oleh Alzam. Dia bahkan tak berani melihat langsung ke arah mata sang suami.


Desiran mulai muncul di sekujur tubuh Alzam, menggetarkan seluruh syaraf yang ada. Tangannya terulur ke depan, namun nampak mengambang di udara beberapa saat karena ragu. Akan tetapi, dia kembali maju dan mengusap lembut pundak sang istri.


Bukan hal baru Alzam menyentuhnya di bagian itu, akan tetapi kali ini begitu terasa lain dan membuat dadanya semakin berdebar kencang. Bulu kuduknya pun meremang, memunculkan rasa yang semakin tak nyaman.


Alzam mengusap lengan Olivia dari pundak hingga ke ujung jemari gadis itu, dan meraih tangan istrinya. Dia menggenggam tangan lentik itu, dengan sebelah tangan yang mengangkat dagu Olivia, hingga pandangan mata gadis itu beradu pandang dengannya.


“Kamu... udah selesai... haid?” tanya Alzam dengan suara serak seakan tercekat.


Olivia hanya mengangguk pelan. Jelas terlihat di bawah cahaya lampu yang terang, bahwa wajah gadis itu benar-benar merona.


Melihat sang istri berpenampilan begitu menggoda seperti ini, seketika jiwa kelelakian Alzam pun muncul. Dia seketika meraih remote TV dan mematikan layar datar tersebut, lalu melempar remote itu asal.


Dia langsung menggendong Olivia dan masuk ke dalam kamar. Alzam bahkan menutup pintu kamar mereka dengan menendangnya begitu saja.


Pemuda yang sudah tersulut g*irah itu pun membaringakn sang istri di atas ranjang mereka yang kecil. Dia berdiri di samping tempat tidur dan memandangi tubuh sang istri yang begitu jelas terlihat, dari balik pakaian transparan berwarna merah itu.


Olivia merapatkan pahanya dengan kedua lutut yang sedikit menekuk. Satu lengannya menutup bagian dada dan yang lain menutupi area intinya.


“Mas, aku malu,” ucap Olivia lirih.


Mendengar hal itu, Alzam pun menunduk dengan satu kaki yang naik ke atas kasur, sambil membelai mesra pelipis Olivia.


“Tapi aku suka,” sahut Alzam.


Seketika, pemuda itu menyambar bibir merah Olivia, dan mencium sang istri dengan ganas. Beberapa kali pengalaman berciumannya dengan Olivia, membuat Alzam semakin pintar.


Dia bahkan begitu lincah memainkan lidahnya, menggoda Olivia untuk ikut menari di dalam sana. Sang istri bahkan merasa kewalahan, dengan nafas yang tersengal, karena dominasi Alzam yang membuat dirinya seolah kekurangan oksigen.


Melihat kerutan di kening Olivia, Alzam pun melepas pagutannya, dan beralih mengecup dagu, lalu berakhir di leher sang istri. Entah belajar dari mana, Alzam menyesap leher putih itu kuat-kuat dan meninggalkan jejak merah, hingga Olivia pun merintih lirih dan semakin membangunkan sesuatu yang ada di bawah sana.


Perut Olivia terasa terdesak oleh sesuatu yang keras, yang berasal dari balik celana kolor Alzam.

__ADS_1


Pemuda itu semakin liar, menyusuri jengkal demi jengkal kulit mulus sang istri. Tangannya bergerilya tak tenang, mengusap lembut perut Olivia hingga naik ke atas, menyentuh gundukan kenyal sang istri yang semakin membuat Alzam berg*irah.


Remaaasan demi remaaaasan mengalirkan geleyar, dan membuat Olivia semakin menggelinjang. Kedua pahanya menutup rapat, karena merasakan sesuatu yang basah keluar dari area intinya.


Lengannya melingkar di leher sang suami sambil sesekali meremaaaas rambut belakang Alzam, saat merasakan sensasi yang aneh di dirinya.


Lenguhan dan desaaaahan keluar begitu saja, menggema di seluruh penjuru kamar mereka. Tangan nakal Alzam menurunkan tali bahu tipis itu dan membuat gundukan kenyal Olivia terlihat dengan jelas.


Dengan instingnya, Alzam melahap puncak merah muda yang masih terlihat masih rata, layaknya seorang bayi yang sedang menyusu pada ibunya, membuat suara indah Olivia keluar dan semakin menjadi-jadi.


“Mas...,” panggil Olivia disela rintihannya.


Alzam mengangkat pandangannya, melihat lurus wajah sang istri dengan masih mengulum puncak mungil itu. Mulut Olivia menganga, dengan jemari yang semakin kuat meremaaaas rambutnya.


Dari satu gundukan beralih ke gundukan yang lainnya, membuat keduanya basah oleh liur. Alzam bangun dan membuka kaus serta celana kolornya. Dia hanya menyisakan segitiga yang menutupi sesuatu yang keras di bawah sana.


Dia kembali menindih Olivia, dan mencium lembut puncak kepala sang istri. Wajah gadis itu sudah merah dengan tatapan mata yang sayu. Dia seolah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh sang suami padanya.


“Sayang, apa kamu yakin?” tanya Alzam dengan suaranya yang berat.


Pemuda itu berusaha memastikan bahwa apa yang akan dia lakukan selanjutnya, tidak membuat sang istri menyesal.


Alzam kemudian mengecup kembali kening Olivia, sambil merapalkan doa yang telah setengah bulan ini ingin dia bacakan di ubun-ubun sang istri. Setelah itu, kemudian dia beralih ke kedua kelopak mata istrinya, turun lagi ke hidung dan berakhir di bibir Olivia yang kini telah kembali pias.


Pemuda itu lalu bangun dan melepas kain terkahir yang menutupi tubuhnya, dan memperlihatkan sobat kecilnya yang kini telah berubah menjadi besar. Benda keras itu menjulang hingga ke perut Alzam, membuat Olivia menutup mulutnya dengan punggung tangan.


Matanya membola dan tak bisa lepas dari benda menakjubkan itu.


Setelah membebaskan miliknya, Alzam menarik kebawah G-string Olivia yang sejak tadi benar-benar menambah keseksian gadis itu, dan kini Alzam bisa dengan jelas melihat seluruh tubuh sang istri yang sejak seminggu lalu terus membuatnya gelisah.


Pemuda itu lalu membuka kaki Olivia, hingga lembah surgawi terpampang di depannya. Alzam membungkuk dengan kedua sikunya yang menjadi tumpuan. Dia mencium lembut bibir sang istri, sambil tangannya menuntun miliknya ke arah lembah berumput hitam itu.


Alzam mendorong pelan miliknya, dan mendesak masuk ke dalam Olivia. Gadis itu bahkan sampai menjerit di sela ciumannya, dan hanya berusaha menahan sakitnya sambil memeluk erat punggung Alzam.


Kuku jarinya bahkan tanpa sengaja menancap di punggung kekar sang suami, karena merasakan tubuhnya dirobek oleh sesuatu yang tumpul bawah sana.


Alzam bahkan belum benar-benar masuk, namun lelehan bening sudah keluar dari sudut mata Olivia.

__ADS_1


Melihat hal itu, Alzam menarik kembali miliknya yang baru ujungnya saja yang terbenam, dan mengusap lembut lelehan bening itu.


“Apa mau berhenti aja? Aku nggak tega lihat kamu kesakitan, Liv. Maaf ya,” ucap Alzam.


Jujur, Olivia benar-benar merasa kesakitan saat itu. Namun, dia tak bisa membuat sang suami kecewa untuk kedua kalinya. Akhirnya, dia tersenyum dan kembali melingkarkan lengannya di leher Alzam. Dia menarik tengkuk sang suami dan mengecup bibir pemuda itu.


“Lakukan tugasmu, Mas,” sahut Olivia lirih, tepat di depan telinga Alzam.


“Kau yakin?” tanya Alzam.


Olivia mengangguk. Alzam pun kembali mendaratkan ciuman di bibir Olivia, sambil mencoba menerobos pertahanan akhir sang istri.


Beberapa kali dia mencobanya, namun belum juga berhasil, hingga peluh dan lelah mulai menghampiri keduanya.


Saat benda itu telah masuk separuh, Alzam mencoba menghentakkan pinggulnya dengan kuat, dan robeklah selaput perawan Olivia. Sesuatu yang hangat pun mengalir keluar dari dalam sana, merubahnya dari seorang gadis menjadi wanita dewasa.


.


.


.


.


Bestie, biasa ya. aku mau promo novel temen aku lagi nih, cekidot 👇


Berharap pada pernikahan dengan Derald seorang aktor muda yang terkenal atas dukungan moril darinya, membuat Aline di butakan cinta oleh pria tersebut.


Derald hanya memanfaatkan kebaikan Aline. Tak ada cinta tulus dari Derald untuk gadis berkacamata dengan jerawat di wajahnya itu.


Hatinya sudah di butakan oleh cinta. Aline tak bisa membedakan mana itu cinta sejati dan cinta palsu hingga perselingkuhan Derald dengan Chyntia yang sama-sama bekerja di dunia entertainment itu sudah menyadarkan Aline. Tersimpan rasa ingin mengalahkan mereka berdua.


Kehadiran pria berpenampilan preman bermata elang itu membawa perubahan untuk Aline. Gadis itu bermetamorfosa menjadi seorang artis yang cantik dan bisa mengalahkan ketenaran kedua orang yang menghina dirinya.


Kedekatan Aline dan Galen menumbuhkan perasaan di antara mereka.


Bagaimana kisah Aline selanjutnya setelah perubahan terjadi dalam dirinya?

__ADS_1


Lalu siapa yang memenangkan cintanya?



__ADS_2