Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Gunjek sang monster agung dan dunia dewa ular


__ADS_3

Ular raksasa itu bernama gunjek sang monster agung,salah satu ular legenda yang sudah ribuan tahun menjaga tingkat kedua gunung salju abadi.


banyak pendekar yang telah menjadi korban kebuasan ular raksasa itu.


konon dasar terdalam telaga bambu dipenuhi dengan tengkorak-tengkorak manusia yang sudah menjadi mangsanya.


kakek gwen lalu meninggalkan inyoko yang masih ketakutan dan segera menuju kearah ular raksasa itu dengan cepat.


kakek gwen tepat berdiri di depan ular raksasa gunjek sang monster agung,kemudian menancapkan pedang ditangan nya ketanah di pinggir telaga bambu.


"maafkan aku sudah lama tidak datang mengunjungimu sepuh"


"kau terlihat sedikit kurus dari terakhir kali aku datang kesini"


kakek gwen berbicara dengan gunjek sang monster agung.


entah mengapa ular raksasa itu seperti mengerti dengan semua ucapan kakek gwen.


gunjek sang monster agung terlihat tenang ketika mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut kakek gwen.


"sssshhhh....shhhhh..."


suara yang cukup nyaring keluar dari mulut gunjek sang monster agung memeceh keheningan di telaga bambu.


ular raksasa itu menoleh kearah inyoko yang terlihat masih ketakutan,gunjek sang monster agung bergerak mengejar inyoko,tapi dengan cepat kakek gwen menghadang monster itu.


"sudah hentikan sepuh"


"jangan memaksaku untuk bertarung dengan mu".kakek gwen berteriak kepada ular raksasa itu.


kali ini gunjek sang monster agung tidak memperdulikan omongan kakek gwen.


dan terus menuju ketempat inyoko berada.


kakek gwen kemudian mencabut pedang yang tadi ditancapkan nya,dan mengaliri pedang itu dengan tenaga dalam sehingga pedang itu mengeluarkan cahaya berwarna biru,inyoko terbelalak melihat apanyang dilakukan kakek gwen dengan pedang yang ada ditangan nya.


kakek gwen mengayunkan pedang itu kearah gunjek sang monster agung,cahaya yang keluar dari pedang itu mengenai tanah yang berada tepat didepan ular raksasa itu.


ayunan pedang kakek gwen itu menimbulkan ledakan pada tanah yang dikenai nya,sehingga ular raksasa itu berhenti.


gunjek sang monster agung menoleh kearah kakek gwen dan terlihat penuh kemarahan.


kakek gwen tersenyum kepada gunjek sang monster agung.


"sepuh apa kau yakin?"


"apa kali ini kau akan mengajak ku bermain-main lagi?"


"bahkan setelah sekian lama luka yang kau berikan padaku belum sepenuh nya pulih sepuh"


"dan aku yakin luka yangbkau dapatkan juga tak jauh lebih baik"


Gunjek sang monster aguung membuka mulutnya,dan seperti berteriak kepada kakek gwen.terlihat situasi yang sangat tidak menguntungkan,sepertinya akan terjadi pertempuran yang besar antara kakek gwen dan ular raksasa itu.


kakek gwen kemudian bersiap menerima serangan gunjek sang monster agung danmerubah aliran energi tenaga dalam pada pedang ditangan nya,kini pedang itu mengeluarkan cahaya berwarna biru.


"baiklah sepuh aku akan melayanimu dengan serius kali ini"


"hei bocah menjauh lah dari tempat ini tunggu aku dimulut gua itu.

__ADS_1


Gunjek sang monster agung itu membuka lebar mulut nya ,kepalanya terlihat membesar dan terdapat selaput seperti sayap pada bagian leher ular raksasa itu.


muncul bola energi berwarna hitam yang terus membesar dari mulut gunjek sang monster agung.


setelah cukup besar bole energi itu dilepaskan nya ke arah kakek gwen,


kakek gwen menahan serangan bola hitam itu dengan pedang nya yang dialiri energi tenaga dalam.


energi tenaga dalam yang bertabrakan itu menimbulkan ledakan yang besar,dan menimbulkan cahaya yang menyilaukan mata.inyoko yang berdiri di mulut gua tak dapat melihat jelas apa yang telah terjadi di pertarungan itu.


tak lama kemudian cahaya dari pertarungan itu lenyap,menyisakan kepulan debu disekitar kakek gwen dan gunjek sang monster agung.


kakek gwen terlihat tersenyum dan segera ketempat ular raksasa itu berada,sebuah keanehan terjadi,kali ini kakek gwen tidak melanjutkan pertarungan dia berlutut dan menundukan kepalanya dihapadapan gunjek sang monster agung.


"terimakasih sepuh atas pengertian mu"


ular raksasa itu kemudian menoleh kearah inyoko,dan berjalan mendekati nya.


kali ini kakek gwen tidak mencoba untuk menghadang ular raksasa itu.


inyoko yang terdiam di mulut gua,terlihat semakin ketakutan,seluruh tubuh nya bergetar dan tidak dapat bergerak.


kini ular raksasa itu,gunjek sang monster agung tepat berada dihadapan inyoko,kakek gwen hanya memandangi dari tepi telaga.


gunjek sang monster agung hewan sepuh yang menjadi legenda itu,membuka lebar mulutnya,sepertinya sesuatu yang buruk akan menimpa inyoko.


inyoko semakin ketakutan,aura yang dikeluarkan ular raksasa itu semakin membuatnya tertekan.


Inyoko seperti nya sudah pasrah dengan apa yang akan dihadapinya.ketakutan nya memuncak semua terlihat gelap untuk nya saat ini.


"maafkan aku tetua ho,aku tidak bisa memenuhi janjiku"


inyoko berbisik dalam hati.


tidak lama penglihatan inyoko berubah,awalnya semua terlihat gelap kini semua tampak jelas dimata inyoko.


"Tempat apa ini"


"apakah aku sudah di negri orang mati"


"secepat itukah ular raksasa itu membunuhku?"


"bahkan aku tidak merasakan apa-apa"


inyoko bergumam


inyoko kini berada pada suatu tempat yang sungguh tenang,terdapat banyak pohon bunga persik, burung-burung kecil yang berkicau merdu, kelinci-kelinci putih yang berlarian dan ada sebuah air terjun yang semakin membuat tempat itu terasa nyaman.


di dekat air terjun itu terlihat ada sebuah pondok yang terbuat dari bambu hijau.


"mungkin kah ini surga?"


"hufft"


inyoko menghela nafas.


"plak...plaaaak"


sesuatu yang tidak asing mengenai kepala inyoko.

__ADS_1


"bahkan saat sudah didunia kematian pun kepalaku masih saja dapat pukulan seperti itu"


"siapa kau"


inyoko bertanya dan memalingkan wajah nya kebelakang, mencari sumber yang telah memukul kepalanya.


tiba-tiba wajah nya memerah,bibir nya tersenyum lebar (agak sedikit mesum)


melihat sosok yang ada didepan nya.


sosok wanita berparas cantik,memakai gaun sutra,rambutnya panjang dan dibiarkan terurai.


wanita itu terlihat mengambang dan tidak memijak kan kaki nya ditanah.


"hu...hu...hu..."


"ternyata aku benar-benar ada disurga"


"apakah kau bidadari surga?"


inyoko berkata sambil tersenyum (masih dengan ekspresi sedikit mesum)


"plaaak...plaaaak"


"jaga sikap mu bocah"


"jangan berani lancang kepadaku"


"mati..surga"


"bukan kedua nya"


"kau kini berada di dimensi dunia dewa ular"


"kau perhatikan sekelilingmu dengan baik"


wanita itu berkata pada inyoko.


inyoko memutar kepalanya, memperhatikan sekitar nya, terlihat banyak tumpukan batu berwujud ular.dan diatas air terjun itu terdapat gunung yang berbentuk seperti ukiran ular raksasa.


"sekarang kau sudah tau..."


"kau belum mati"


"aku hanya ingin melihat dan menggantikan si tua gwen memberikan ujian padamu"


wanita berparas cantik itu berkata pada inyoko.


"kenapa kakek gwen dan ular raksasa di telaga bambu tadi tidak ada disini?"


balas inyoko.


"hanya yang aku izinkan yang dapat masuk ke dimensi ini"


"dan ular raksasa yang kau lihat didunia mu itu adalah aku"


"inilah wujud asli ku di dunia dewa ular"


"disini kau boleh memanggilku Dewi Mata Dara".

__ADS_1


__ADS_2