Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Saudara Seperguruan


__ADS_3

Pagi itu terlihat Inyoko sedang berlatih di halaman belakang kediaman kepala suku Awai yang juga kakek kandungnya.


dua hari setelah pertarungan dengan Kha Suik situasi ditanah Bha So terlihat kembali normal.


Inyoko ditemani oleh para mantan pasukan Kalajengking Merah yang memilih mengabdi kepadanya.


Sepuh suci sekte Dha Us kemudian datang menghampiri tempat latihan itu bersama Kuanyu dan Fan Ning.


"Adik seperguruan,aku benar-benar salut dan bangga melihat perkembangan mu yang sangat pesat"


"apalagi setelah kami semua menyangka kau telah tiada saat jatuh di lembah sungai Tha Bek tempo hari"


"kami semua sangat ingin mendengarkan ceritamu hingga kau bisa sampai ketahap ini"


"tapi sebelum itu aku ingin sedikit bermain denganmu"


Ucap Kuanyu sambil melemparkan sebuah tongkat kayu pada Inyoko.


Kuanyu kini menjadi teman latih tanding Inyoko.


kedua pendekar muda seperguruan itu saling berhadapan dengan tongkat kayu ditangan mereka.


meskipun hanya sekedar latih tanding,akan tetapi aura energi yang dikeluarkan kedua pendekar muda itu dapat menekan orang-orang yang ada disekitarnya.


Sepuh suci sekte Dha Us kemudian melemparkan sebatang ranting ditengah-tengah mereka sebagai pertanda pertarungan latih tanding itu telah dimulai.


Inyoko dan Kuanyu bergerak secara bersamaan.


keduanya memiliki jurus yang sama karena sama-sama murid dari Tetua Ho,akan tetapi Kuanyu lebih menguasai banyak jurus.


"Anak ini benar-benar kuat,aku penasaran latihan seperti apa yang telah dilewatinya selama ini"


Kuanyu bergumam dalam hati.


Latih tanding itu telah berlangsung selama kurang lebih setengah jam, keduanya semakin meningkatkan energi serangan mereka.


situasi itu tidak bisa lagi dikatakan hanya sekedar latih tanding biasa,karena serangan keduanya terlihat kuat dan bertenaga,meskipun hanya bersenjatakan tongkat kayu.


hingga akhirnya kedua orang itu sama-sama melihat celah terbuka pada lawannya,Kuanyu melepaskan pukulan kearah kepala Inyoko,sementara itu Inyoko mengarahkan tongkat kayunya ke arah pinggang Kuanyu.


Dewi Mata Dara yang menyadari akan terjadi sesuatu yang kurang baik akibat kedua pukulan itu akhirnya bertindak.


Dewi Mata Dara kemudian melepaskan sebuah pukulan energi kearah kedua petarung itu,sehingga pukulan tongkat kayu keduanya pun menjadi gagal.

__ADS_1


Kuanyu dan Inyoko mundur beberapa langkah.


"Maafkan aku kakak Kuanyu"


"entah mengapa aku terlalu semangat sekali"


"terimakasih Dewi,kalau engkau tidak bergerak,mungkin saat ini aku sudah menderita luka parah"


"Kakak Kuanyu Memang hebat,aku bangga sekali pada kakak"


Ucap Inyoko memberi hormat kepada Kuanyu.


Kuanyu hanya diam dan berjalan menuju arah Inyoko dan kemudian memeluk erat adik seperguruannya itu.


dalam hatinya ada perasaan bangga yang sangat besar setelah mencoba sendiri kekuatan yang dimiliki oleh Inyoko yang akan membuat sekte Pengemis Suci menjadi semakin besar.


"Anak ini punya kemampuan yang sangat luar biasa,kelak dia akan jadi orang besar dengan kekuatannya itu"


Sepuh suci sekte Dha Us berbisik dalam hati.


"sepertinya aku melewatkan sesuatu yang menarik pagi ini"


Ucap Nionyo sambil memukul pundak Inyoko cucu nya.


"Setelah makan siang kau akan ikut denganku Inyoko"


"aku sudah mengirimkan orang kesana kemarin pagi,dan si tua Ka Dhatu Kak bersedia bertemu dengan kita besok pagi"


"paling tidak butuh perjalanan setengah hari untuk sampai ketanah Dataran Thapiselo,tapi sebelumnya kita akan mengunjungi Balai Ga Dhang dan menginap disana dan bertemu dengan para sepuh suku Khe Tek"


Jelas Nionyo.


"Kepala suku,apakah kami diizinkan untuk ikut bersama kalian"


Jendral Phe Phi meminta.


Tentu saja Nionyo tidak dapat menolak permintaan dari jendral Phe Phi tersebut, karena tidak ingin membuat Inyoko tersinggung.


Setelah makan siang rombongan yang dipimpin oleh Nionyo itu akhirnya berangkat meninggalkan tanah Bha So.


mereka menaiki kuda-kuda terbaik yang ada di suku Awai.


setelah berkuda sekitar lima jam tanpa henti akhirnya mereka tiba di balai Ga Dhang.

__ADS_1


jarak kediaman ketiga kepala suku terkuat di negara Ham Pai itu memang tidak terlalu berjauhan.


ketiga suku terkuat itu memilih tempat yang mengelilingi ibukota negara Ham Pai dari tiga sudut.


Ibukota negara timur jauh Ham Pai adalah kota Mang Kuak.


kota pemerintahan yang sementara di jalankan oleh lima orang sepuh tetua suku,sebelum terpilihnya kepala suku besar yang baru.


sementara wilayah-wilayah terjauh lain nya di tempati oleh 14 suku lain nya dibawah kendali tiga suku terkuat yang ada.


Rombongan Nionyo disambut hangat oleh para tetua suku Khe Tek.


mereka merasa sangat malu dengan apa yang telah diperbuat oleh kepala suku mereka sebelumnya.


tujuan dari Nionyo mengunjungi Balai Ga Dhang terlebih dahulu adalah untuk menyaksikan pengangkatan kepala suku Khe Tek yang baru.


dan meminta dukungannya untuk memilih Inyoko sebagai kepala suku besar negara Ham Pai.


Inyoko dan teman-temannya tentu tidak mengetahui maksud dan tujuan kakeknya itu.


Malam itu balai Ga Dhang terlihat meriah,penduduk nya terlihat berkumpul di sebuah tempat dengan api unggun yang sangat besar ukuran nya.


api unggun itu membuat tempat itu terlihat sangat terang pada malam hari.


pria dan wanita,tua dan muda larut dalam suka cita.


mereka bernyanyi dan menari.


malam itu adalah malam pengangkatan kepala suku Khe Tek yang baru.


berbeda dengan pemilihan kepala-kepala suku yang lain,dengan cara memilih dan mengangkat orang terkuat untuk menjadi kepala suku.


kali ini suku Khe Tek langsung menunjuk kepala suku barunya,karena tidak ada satupun dari orang suku Khe Tek yang berani menantangnya untuk memperebutkan posisi kepala suku.


Orang itu adalah Ka Bao orang terkuat yang ada di suku Khe Tek saat ini.


Tentu saja kekuatan dan kemampuan Ka Bao sedikit dibawah Thu Ngau, yang tewas saat bertarung dengan Inyoko.


Nionyo,Inyoko dan teman-temannya larut dalam pesta suku yang berlangsung malam itu.


Tiba-tiba Fan Ning menarik tangan Inyoko,dan membawa nya keluar dari kerumunan orang yang sedang berpesta itu.


setelah sedikit menjauh Fan Ning memeluk erat tubuh Inyoko dan menumpahkan tangisnya.

__ADS_1


sesuatu yang sudah ditahannya beberapa hari ini,semenjak kemunculan Inyoko kembali.


Inyoko tentu saja sangat kaget melihat apa yang dilakukan gadis itu kepadanya.


__ADS_2